
“Dia kekasihku dan wajar jika dia menjagaku dari orang-orang sepertimu. Sekarang kamu minggir atau----” belum selesai ucapannya, Felicia dan Elvano berlari mendekat.
“Mama….ayo cepat! Papa sudah datang menjemput kita pulang kerumah.” kata Felicia.
“Iya sayang, sebentar ya mama ganti pakaian dulu.”
“Awas! Minggir! Mama mau lewat jangan berdiri dipintu!” teriak Felicia mendorong Aurora menjauh dari pintu. Wanita itu terkejut melihat bocah perempuan yang bersikap kasar padanya.
“Aduh….anak kecil tidak tahu sopan. Pantas saja sikapmu begitu sama seperti Liona.” bentak Aurora marah.
“Namaku Felicia Wilfred, anak dari papa Reynard Wilfred. Kamu sudah menghinaku dan mamaku, akan kuadukan pada papa biar kamu tahu rasa, hu!” teriak Felicia lalu mendengus berlalu bersama Elvano. Aurora yang mendengar ucapan Felicia sontak terkejut. Dia menatap gadis kecil itu dan menyadari kalau itu adalah putri Reynard. Aurora bergegas pergi meninggalkan tempat itu, takut akan kena masalah lagi apalagi berurusan dengan keluarga Wilfred bisa menghancurkan karirnya.
Pagi ini Reynard dan Delvin sarapan dirumah Liona, dengan santainya mereka masuk ke villa itu dan Reynard langsung menuju dapur. Melihat Liona yang sedang menyiapkan sarapan dan tak melihat kehadiran Reynard. Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang Liona yang sedang menyiapkan nasi goreng untuk sarapan. “Harum sekali, sayang. Sama sepertimu yang selalu harum.” goda Reynard. Namun pagi itu mood Liona sedang buruk, dia melepaskan pelukan Reynard di pinggangnya dengan wajah cemberut.
“Kamu kenapa? Wajahmu cemberut begitu, apa aku berbuat salah?” tanya Reynard.
“Banyak sekali kesalahanmu.” seru Liona cemberut.
“Coba katakan, apa yang sudah kulakukan hingga wajahmu ditekuk begitu.”
“Menjadi kekasihmu jadi beban berat buatku, Rey. Aku selalu diganggu dan dibully para wanita penggemarmu. Aku capek kalau harus berhadapan dengan orang-orang itu.”
“Aku sudah siapkan pengawal untukmu supaya tidak ada yang berani mengganggumu. Lalu apa masalahnya lagi?”
“Masalahnya? Gara-gara konferensi pers waktu itu banyak yang protes karena nilai kontrakku terlalu tinggi dan kamu memberiku fasilitas lengkap yang tidak diterima aktris atau aktor lain.”
Liona menghidangkan sarapan pagi di meja, semua makan dengan diam tak ada yang bicara hanya Felicia dan Elvano yang terlihat berbisik-bisik.
Liona mengantarkan Felicia dan Elvano ke villa no. 1 kediaman Reynard. Dia selalu meniipkan Elvano dirumah itu setiap hari karena kini kedua bocah itu punya guru private dirumah dan mereka belajar bersama. Reynard menarik lengan Liona dan menekannya ke dinding sebelum dia beranjak keluar dari rumah itu. “Kamu mau kemana sayang? Kita berangkat bersama, aku antarkan kamu ke lokasi syuting.”
“Tidak usah Rey. Biarkan aku naik taksi saja ke lokasi syuting, lebih baik kamu langsung ke kantor saja tidak perlu mengantarku.”
__ADS_1
“Liona! Dari awalaku sudah katakan bahwa kamu harus menuruti semua ucapanku, kamu itu kekasihku tak mungkin aku biarkan kamu naik taksi. Kenapa kamu bersikap seperti ini, hu?”
“Rey….plissss biarkan aku naik taksi saja. Aku tidak minta yang lainnya darimu.”
“Tidak bisa! Apa kata orang diluar sana jika melihat kekasihku naik taksi, apa kamu mau reputasiku rusak?”
“Terserah! Aku mau naik taksi!” Liona langsung pergi dari rumah itu dan taksi pesanannya sudah sampai didepan rumah. Reynard tak mengejar dan hanya memandang kepergian Liona.
Delvin menghentak-hentakkan kakinya dengan geram dan cemas. Dia sangat kesal dan frustasi dengan Reynard. “Kenapa kamu membiarkannya pergi Kak Rey? Ada apa denganmu? Kalau kamu memang tertarik padanya, jangan sia-siakan peluangmu. Kamu baru saja membuang kesempatanmu untuk memberinya kesan baik dan membuatnya jatuh cinta padamu. Kakak harus melakukan semua cara untuk memenangkan hatinya. Kakak ngerti nggak sih soal pacaran tanpa akhir? Tidak akan ada wanita yang tahan jika kakak melakukan semua hal yang kubilang, aku yakin Liona akan jatuh cinta.”
“Cukup Delvin. Aku tak mau memaksa seseorang untuk mencintaiku, akan berakhir tidak bahagia. Cinta seperti itu selalu gagal, aku tidak mau memulainya seperti itu.”
“So, apakah sekarang kakak benar-benar melepasnya begitu saja? Bagaimana sih kakak, sudah resmi pacaran tapi tidak mengajak kencan? Kenapa kakak tidak mau berjuang? Kakak tahu berapa banyak laki-laki diluar sana yang mengejarnya?”
“Tentu saja tidak!”
Reynard bangkit dari tempat tidur dan memakai sandalnya. Berjalan perlahan menuju jendela lalu menyibakkan tirainya. Dari sana dia bisa melihat Liona yang sedang menggendong Elvano bergegas menuju villa.
“Kalau kasih sayang hanya terjadi sepihak saja dan cinta yang dipaksakan tidak akan bertahan lama, maka aku akan menunggu hingga dia menyadari bahwa dia juga mencintaiku.”
...*...
Sementara di lokasi syuting semua kru sudah tiba, seperti biasa Liona selalu datang lebih awal ataupun tepat waktu saat lokasi syuting semakin ramai. Dia melihat kerumunan yang diramaikan oleh para wanita dengan sorak sorai yang riuh. Pemandangan yang sungguh mengesankan dan pemandangan yang tak terlupakan. Liona mendesak masuk diantara kerumunan, dia penasaran ingin melihat. Seperti yang dia prediksi, seorang pria tampan berambut gondrong berdiri disebelah direktur, aura pria itu sangat bersinar.
Saat melihat pria berambut agak gondrong itu, wajah Liona berubah pias. Pria tampan yang sedang dikerumuni itu adalah Miko Altezza. Sejauh ini Miko adalah artis pria yang paling terkenal dinegara mereka, ketika berusia neam belas tahun dia memulai debutnya sebagai penyanyi dan sejak saat itu ia telah membawa pulang berbagai penghargaan musik bergengsi. Tak lama setelah itu, Miko mengejar karir sebagai aktor dengan bermodalkan wajah tampan dan sikapnya yang ramah. Selama berkarir sebagai aktor, Miko selalu mendapat peran sebagai tokoh utama. Setahun yang lalu, Miko sudah memasuki kancah internasional dan namanya semakin dikenal dimancanegara.
*Visual Miko Altezza Wilfred
Melihat perjalanan karirnya tidak ada yang menyangka jika Miko akan bermain di serial “Pernikahan Ketiga” sebagai pemeran pendukung. Berita tersebut sungguh mengejutkan banyak orang. “Miko Altezza akan memerankan karakter Tristan Abhiputra.
__ADS_1
“Apa? Miko akan memerankan karakter itu? Jadi benar-benar dia akan bergabung dengan kru kita?”
Liona sangat terkejut dengan informasi yang dia terima. ‘Apa-apaan ini! Laki-laki brengsek itu akan memerankan peran Tristan Abhiputra!’
Liona menyadari bahwa dia akan beradu akting sebagai sepasang kekasih dalam serial drama itu dengan mantan pacarnya! ‘Apa yang harus aku lakukan hingga aku harus bertemu lagi dengan laki-laki brengsek itu? Kenapa bisa begini sih?’
“Maafkan aku karena aku belum sempat memberitahumu tentang semua ini. Berhubung jadwal Miko masih belum pasti, jadi aku mmeutuskan untuk mengumumkannya sekarang pada menit terakhir. Sekarang semuanya sudah beres,” tambah Reiki sambil tersenyum lebar.
Liona masih melamun dan tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar penjelasan sutradara Reiki. Pria itu adlaah penggemar berat Miko dan dia berpikir akan sangat bagus untuk menaikkan rating jika Miko ikut bermain di serial drama itu. Kini Reiki tak khawatir lagi tentang opularitas dan peringkat serial TV itu.
Para anggota kru sangat antusias menyambut kedatangan Miko sebagai anggota disana. Karena suasana hati Reiki sedang senang dia berkata “Halo semuanya dengar baik-baik! Suting hari ini kita akhiri, kita akan lanjutkan besok pagi!”
Setelah mendengar pengumuman, seluruh kru wanita langsung mengerumuni Miko.
“Tolong berhenti dulu!” Miko membuat isyarat dengan tangan untuk menghentikan semua orang. “Hari sudah sore, aku baru saja kembali ke negara ini dan perlu beristirahat. Besok kita akan bertemu lagi dan kalian bisa mendapat tanda tanganku, ok?”
Seluruh anggota kru pun menggangguk setuju dan Miko terlihat berlari menjauh dari penggemar beratnya. “Liona tunggu! Kau mau kemana?”
Miko berjalan menghalangi Liona yang hendak pergi. Pria itu memiliki kulit putih mulus dan wajahnya tampan, alisnya hitam legam memanjang ke pelipisnya menambah kesan jantan pada tubuh maskulinnya. Miko melipat kedua tangan didadanya dan tersenyum menggoda pada Liona “Hai cantik, apa kabarmu cantik? Maukah kau makan malam bersamaku, cantik?”
“Tidak! Aku sibuk. Terimakasih.”
Liona berjalan melewati Miko tanpa menoleh sedikitpun.
“Liona! Kau athu jika aku tidak menerima penolakan. Kenapa kau sekejam ini padaku? Apa kau lupa kalau aku ini pacarmu? Apa salahku makanya kau tidak mau makan malam denganku sekarang, cantik?”
“Maaf ya. Kau itu hanya mantan pacar! Camkan itu! Mantan!” seru Liona mendengus.
“Kata siapa?Aku tidak pernah putus denganmu.”
“Hei! Sana pergi jauh-jauh!” Liona tiba-tiba merasa sakit kepala dan teringat sesuatu, kemudian dia meraih tangan Miko dan berkata “Ikut kerumahku!”
__ADS_1