CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 128. KEMARILAH TAMPAN


__ADS_3

Liona yang sedang mabuk berat tetapi masih menganggap kamar tidurnya sebagai rumah wanita itu dan bahkan berbaring ditempat tidurnya dengan wajah polosnya.


Reynard hanya bisa menghela napas melihat tingkah Liona. ‘Sudahlah, lupakan saja! Tidak ada gunanya berdebat dengan orang yang sedang mabuk berat.’ Saat Reynard hendak memasuki kamar, tiba-tiba Liona mengubah posisinya dan berbaring menyamping.


Posisi tidurnya itu membuat tubuh Liona yang seperti jam pasir terlihat dengan jelas dan pemandangan itu benar-benar memikat Reynard. Yang lebih mengejutkan Reynard, wanita itu memegang wajahnya dengan satu tangan dan menepuk-nepuk ruang kosong disampingnya dengan tangan lain.


Kemudian dia menunjuk Reynard seolah mengundangnya ke tempat tidur, “Ayo kemarilah tampan! Tidurlah disini bersamaku!”


Melihat ekspresi malu-malu dan tindakan berani Liona, pria itu cukup tercengang karena menyadari wanita itu benar-benar merayunya. Reynard berdiri ditempatnya, kendali diri yang selalu dibanggakannya secara perlahan mulai runtuh.


Dia selalu bangga karena dia memiliki pengendalian diri yang kuat tapi saat ini Reynard merasa reaksi tubuhnya mulai berkhianat. Keinginan untuk bersama Liona saat ini tumbuh sama seperti nyala lilin yang ditiup angin menjadi api yang berkobar-kobar dan akhirnya api itu membakar seluruh tubuhnya.


Dia melirik Liona dengan tatapan penuh kerinduan. “Ayo kesini tampan!” Liona merayu Reynard selama beberapa waktu, tetapi dia tidak mendapat tanggapan apapun dari pria itu. Wajah wanita itupun langsung cemberut dan mengomel,


“Ayo kesini! Apa kau tidak tertarik padaku? Apa menurutmu aku ini jelek? Kau tahu kalau aku sangat cantik!” ujar Liona dengan suara yang manja dan menggoda.


Reynard mendekati Liona dengan hati-hati, perlahan tapi pasti dia berjalan kearah Liona lalu berkata dengan suara lembut, “Liona….”


Ketika Reynard baru saja mendekati tepi tempat tidur, Liona tiba-tiba meraih lengannya dan menarik pria itu ke bawah. Karena terkejut, Reynard jatuh telentang ditempat tidur, jarak mereka berdua hanya beberapa sentimeter. Deg deg deg deg…..


Debaran jantung Reynard yang tidak beraturan membuatnya gelisah. Dengan tatapan mata yang polos, Liona duduk ditempat tidur. Matanya berkedip dan tiba-tiba dia meletakkan tangannya dibahu Reynard.


Wanita itu mengerutkan keningnya dan tampak bingung, “Wajahmu terlihat akrab...”


“Siapa aku?” tanya Reynard.


Liona berpikir cukup lama tetapi pikirannya masih kacau lalu dia menggelengkan kepala dan berkata, “Aku tidak ingat. Tapi kau sangat familiar…..” jawabnya mengelus wajah Reynard.


"Kamu tampan sekali. Bibirmu juga seksi. Cup." Selesai mengatakan itu, Liona langsung mencium bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


Tubuh Reynard menegang dan jantungnya mulai berdetak kencang kembali. Tapi mengingat keadaan Liona yang sedang tidak sadar, Reynard hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan menekan keinginannya sekuat tenaga.


Dia sangat ingin menikmati tubuh Liona tetapi tidak saat wanita itu sedang mabuk. Sambil menggertakkan giginya, Reynard berbaring disamping tubuh Liona. Pria itu melihat ke satu titik di langit-langit mengambil napas panjang untuk menenangkan dirinya.


Namun Liona malah bergerak dengan gerakan sensual dan mendekati tubuhnya. Reynard menekan bahu wanita itu dan berteriak, “Jangan bergerak!”


Liona melebarkan matanya dengan tatapan menuduh, airmata menggenang dimatanya yang terkejut. Dia cemberut dan menunjuk kearah Reynard seolah-olah dirinya telah menderita ketidakadilan yang besar.


“Reynard! Aku ingat kau! Kenapa kau berteriak padaku dengan keras? Kau bilang kau mencintaiku tapi kenapa kau meneriakiku?”


Reynard sontak kehilangan kata-kata setelah mendengar ucapan Liona yang ingat siapa dia.


"Kalau kau mencintaiku, ayo kita bercinta. Kata orang, sepasang kekasih harus menunjukkan rasa cinta mereka dengan bercinta."


Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menangani Liona saat ini! Kepala Reynard sudah pusing menahan godaan wanita itu yang tak henti-hentinya.


“Rey! Ayo minta maaf sekarang. Jika tidak minta maaf maka aku akan menangis.” Liona berpura-pura menangis. Sedangkan Reynard masih tetap diam menatap wajah wanita itu.


“Sayang, maafkan aku.” ujar Reynard menghapus airmata Liona. Mendengar ucapan permintaan maaf Reynard membuat wanita itu tersenyum sambil masih menangis pada saat bersamaan,


“Tidak apa-apa.” ujar Liona. Kecerdasan Liona turun saat dia sedang mabuk dan kecerdasan emosionalnya mengambil alih. Saat ini dia bertingkah seperti anak berumur tiga tahun. Hati Reynard meleleh bagai mentega, pria itu membelai rambut Liona dengan lembut seolah-olah dia benar-benar anak kecil.


“Anak baik, ayo tidur sekarang.” ujar Reynard membujuknya.


“Tidak mau!” protes Liona.


“Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?” tanya Reynard.


“Nyanyikan lagu pengantar tidur untukku.” ucapnya dengan manja. "Reynard! Rasanya menyenangkan jika tidur sambil mendengarkanmu bernyanyi dan memelukku."

__ADS_1


Reynard terperangah. Dia sama sekali tidak tahu bagaimana menyanyikan lagu pengantar tidur. Ketika Felicia kecil, dia dirawat oleh kakek dan neneknya. Reynard tidak pernah membujuk Felicia untuk tidur, apalagi menyanyikan lagi pengantar tidur untuknya.


“Ayo nyanyikan lagu untukku sekarang!” rajuk Liona dengan mengerucutkan bibirnya.


“Aku tidak tahu cara bernyanyi Liona…...”


“Kau bohong!”


“Tidak sayang. Aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak bisa bernyanyi.”


Liona memasang wajah cemberut dan mengangguk, “Kalau begitu beri aku ciuman selamat malam yang romantis.”


Tubuh Reynard langsung membeku. Sejak tadi dia berusaha keras menahan dirinya tapi sekarang Liona malah memintanya bersikap romantis. Dia tidak pernah menyangka Liona akan membuat permintaan seperti itu.


Tapi dia tidak sanggup menolak permintaan wanita yang dia cintai. Mata Reynard seperti pusaran air dilaut dalam, sangat gelap seolah-olah bisa menyedot orang masuk kedalamnya.


Tanpa ragu-ragu dia menundukkan kepalanya dan mencium Liona dengan penuh gairah. Bibir merah Liona yang lembut memiliki aroma anggur yang menakjubkan.


Bau yang menyengat menyebar dan membuat Reynard pun mabuk sekejap. “””Hemmm…..” tubuh wanita yang berada didalam dekapannya itu tiba-tiba mulai bergetar.


Begitu Reynard menundukkan kepalanya dan mata mereka bertemu, pria itu melihat Liona yang sedang menatapnya sendu dan ada senyum dibibirnya. Tiba-tiba Liona menguap dan menggosok matanya, dia tampak lega melihat orang yang berbaring disampingnya.


Dengan suara lembut seperti anak kecil dia berbisik ditelinga Reynard, “Aku mengantuk sayang…..”


Reynard menghela napas lega, “Kalau begitu tidurlah.”


“Kau harus mengucapkan selamat malam dulu dan menciumku lagi.” pintanya dengan manja.


“Baiklah. Selamat malam Liona.” ujar Reynard lalu kembali mencium wanita itu penuh gairah. "Lioba membalas ciumannya lebih dalam. Merasa puas, Liona memejamkan matanya dan Reynard memperbaiki selimut wanita itu.

__ADS_1


Setelah tidur beberapa menit, Liona bergumam, “Rey! Panas sekali disini.” Kemudian dia menendang selimut dan mulai melepas pakaiannya dengan mata tertutup. Liona tak sadar apa yang sedang dilakukannya sekarang.


 


__ADS_2