
“Arrrggggghhhh…….Awas kau Liona! Akan kubalas kau!” teriak Aurora mengacak-acak rambutnya. Vena hanya tersenyum licik melihat sikap Aurora.
“Sudahlah Aurora, dia sudah pergi. Jika kau ingin membalasnya pastikan putri tuan Wilfred tidak ada atau kau akan mendapat masalah besar.”
“Aku tidak peduli dan aku tidak takut! Dia hanya seorang anak kecil, cuma mengandalkan pengawalnya saja.”
“Hei…..sabar sabar…...tenangkan dirimu. Jika kau dikuasai amarah seperti ini, kau tidak bisa berpikir jernih untuk mencari cara menghancurkan Liona.”
“Kau benar. Aku harus tenang dan mulai memikirkan cara agar secepatnya bisa menghancurkan perempuan murahan itu. Apa kau ada ide?”
“Sudah pasti! Aku selalu banyak ide untuk membalas dendam. Aku akan beritahu padamu beberapa cara untuk menghancurkannya. Aku yakin kau bisa. Seandainya aku juga bisa membalas Liona pasti aku sangat puas.” kata Vena.
“Kenapa kau tidak membalas perempuan itu? Apa kau takut?”
“Oh tidak! Aku tidak takut sama sekali. Kau tahu jika aku adalah kekasih Seth, dan Liona dekat dengan Tuan Wilfred. Aku tidak mau tindakanku akan membuatku kehilangan Seth.”
“Apa hubungan Seth dengan Tuan Wilfred?” tanya Aurora.
”Oh Aurora sayang…...jangan bilang kau tidak tahu. Tuan Wilfred adalah pamannya Seth. Coba kau bayangkan jika aku membalas Liona maka dia akan mengadu pada Tuan Wilfred. Sudah pasti pria itu akan meminta Seth untuk meninggalkanku. Aku tidak mau itu terjadi, aku juga harus bisa menjadi bagian dari keluarga kaya itu.”
“Betul sekali. Kau harus menghancurkan Liona setelah kau bisa menjadi bagian keluarga itu.”
“Nah sekarang kau paham bukan? Alasan kenapa aku tidak bisa berbuat apapun padanya saat ini. Kau satu-satunya harapanku untuk membalasnya sekarang. Setelah aku dan Seth menikah maka aku akan punya kuasa untuk menghancurkannya. Kau harus membantuku Aurora, kau satu-satunya orang yang paling bisa diandalkan.” bujuk Vena dengan liciknya. Bukankah lebih bagik menggunakan tangan orang lain untuk membalas dendam? Maka Vena akan terlihat tidak bersalah dan Aurora akan jadi orang yang paling disalahkan.
“Vena…..kau adalah temanku, jangan khawatir akan kubalaskan dendam kita dan menghancurkan perempuan murahan itu. Setelah kau bisa menjadi bagian dari keluarga Wilfred, berjanjilah untuk menghancurkannya dan membuatnya dibenci oleh seluruh keluarga kaya itu.”
“Aku janji akan menghancurkannya. Makanya kau harus dengarkan aku baik-baik dan ikuti arahanku, jangan pernah membongkar rencana kita ini pada siapapun.”
“Janji!” kata Aurora bersemangat. Dia senang mendapat dukungan dari Vena yang diidolakannya tanpa menyadari jika Vena memanfaatkan kebodohannya.
...*...
Di Villa LeGardenia No. 2 Felicia dan Elvano duduk di sofa berdampingan dengan wajah menunduk. Liona menceritakan semua kejadian hari ini dilokasi syuting pada Reynard dan apa yang sudah dilakukan oleh kedua anak itu.
__ADS_1
“Anak papa yang pintar,” puji Reynard mengelus rambut putrinya.
“Rey! Kamu harus menasehati mereka bukan memujinya. Apa yang mereka lakukan itu bisa membahayakan orang lain.”
“Sudahlah Liona, mereka hanya anak-anak.”
“Tidak bisa! Kau terlalu memanjakannya jadi dia suka bertindak ceroboh,”
“Huaaaa…...huaaaaaa…...Fe----Feli minta maaf mama…...huaaaa…….” tangis Felicia pecah dan meraung-raung.
“Felicia sayang, mama tahu kalau kamu sedang berakting. Hentikan tangisanmu, mama tidak akan luluh.”
“Liona! Ada apa denganmu? Felicia menangis dan sudah minta maaf padamu, kenapa kamu memarahinya? Kamu membuatnya sedih, Liona,”
“Rey…..sepertinya kamu tidak mengenal putrimu dengan baik. Dia sedang akting pura-pura menangis. Felicia sayang…..berhenti menangis dan jangan pura-pura, mama tidak suka. Kalau kamu sayang sama mama, kamu tidak akan pura-pura menangis.”
“Huh…...si gendut ini memang suka pura-pura,” tegur Elvano tersenyum mengejek Felicia.
“Mama…...Feli sayang mama Liona,” wajahnya berubah riang dalam sekejap dan duduk dipangkuan Liona lalu melirik kearah Elvano “Kakak jangan mengatai aku gendut. Aku ini tidak gendut tapi chubby menggemaskan.”
“Tidak!” kata Reynard cepat. “Felicia tidak akan jadi aktris, aku mau kelak dia jadi pengusaha sepertiku, iyakan sayang?” kata Reynard tersenyum pada Felicia.
“Papa…..bagaimana kalau Kak El nanti yang akan ganti papa. Feli mau jadi dokter saja biar bisa obati papa, mama dan kak El kalau sakit.”
“Huh gendut…..suka mengatur,” ejek Elvano.
“Kak El jahat…...aku sudah bilang aku tidak gendut. Hanya sedikit chubby.” protes Felicia.
Sontak mereka tertawa mendengar jawaban Felicia dengan ekspresi wajah yang menggemaskan. Dia turun dari pangkuan Liona dan duduk disebelah Elvano lalu memeluknya. “Kak El…..jangan mengejekku. Aku ini adikmu yang paling cantik dan lucu…..ayolah…..”
“Kau memang gendut Feli, kalau kau sudah besar nanti tidak akan ada laki-laki yang mau padamu.”
“Biar saja yang penting ada Kak El. Kalau tidak ada yang mau sama Feli, nanti aku gangguin Kak El terus-terusan wekk…..”
__ADS_1
“Lucu sekali mereka, sayang.” ucap Reynard memeluk pinggang Liona.
“Mereka berdua ini seperti rubah yang licik. Apa heran bagaimana caramu mendidiknya selama ini. Dia selalu punya ide-ide aneh.”
“Bukankah Elvano juga begitu? Itu artinya kamu pun tidak mengajarinya dengan baik,”
“Papa…..bolehkah malam ini kita jadi keluarga bahagia?”
“Apa maksudmu sayang?”
“Kita semua tidur bersama. Aku selalu merindukan mama Liona saat aku tidur sendirian,”
Liona melirik Reynard dan berbisik “Lihatlah….dia sudah mulai berakting lagi,”
Reynard tersenyum, dia paham ini pasti ulah Felicia seperti waktu itu. “Coba tanya mama Liona, apa dia setuju kalau kita tidur bersama,”
“Aku setuju,” jawab Elvano cepat.
“Mama Liona….plisssss boleh ya malam ini kita jadi keluarga bahagia. Sudah berapa hari ini aku susah tidur karena rindu sama mama,” bujuk Felicia.
Liona tahu jika anak perempuan itu lagi bersandiwara, pasti sudah ada yang direncanakannya pikir Liona tapi dia sulit untuk menolak keinginan Felicia. Liona sangat menyayangi anak perempuan itu dan tingkahnya yang menggemaskan membuat siapapun tidak akan bisa menolaknya. “Hmmmm…...baiklah. Kita semua tidur bersama.”
“Hore…..hore…….hore…...” kedua bocah itu berteriak dan melompat-lompat kegirangan seakan rencana mereka kembali berhasil lagi dan lagi.
“Kalian ganti baju dan sikat gigi dulu,”
“Papa bacakan cerita dongeng ya untuk kami? Kak El mau dibacakan cerita apa sama papa?” kata Felicia.
“Cerita horor,” jawab Elvano asal.
"Huh...Kak El jahat."
Setelah mencuci muka dan sikat gigi, kedua bocah itu berbaring di ranjang dengan diapit Reynard dan Liona layaknya keluarga kecil bahagia. Reynard mulai membacakan dongeng hingga Liona dan kedua bocah itupun tertidur.
__ADS_1
"Wah....kenapa aku malah ditinggal tidur?" Reynard meletakkan buku cerita diatas nakas dan tidur dengan posisi miring. Matanya memindai Liona yang tidur pulas. Perlahan Reynard menggendong Felicia dan memindahkannya ke kamar sebelah. Begitupun Elvano, kini hanya tinggal Reynard dan Liona diatas ranjang.
Tangan pria itu melingkar pinggang Liona dengan perlahan, takut membangunkan wanita itu. Perlahan Reynard mendekatkan wajahnya dan mendaratkan ciuman dikening Liona "Good night, Liona sayang."