CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 61. AMARAH LIONA


__ADS_3

“Dengar baik-baik ya bajingan! Kalian telah mencoba membunuhku empat tahun lalu! Aku tidak akan pernah memaafkan kalian sampai kapanpun. Cuihhhh…..aku tak sudi menerima uang darimu sepeserpun! Aku merasa jijik hanya dengan melihat apapun yang berasal darimu!” Liona mendapatkan kekuatannya dengan berada dipelukan Reynard dan memaki keponakan kekasihnya itu. “Uang tidak bisa membeli maaf dan aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah kau dan Vena lakukan padaku!”


“Jadi benar kau kembali untuk balas dendam!”


“Liona kembali ke negara ini untuk menikah denganku! Bicara yang sopan padanya karena dia adalah tantemu! Katakan pada kekasihmu itu untuk menghormati istriku! Perempuan seperti dia tidak pantas diterima di keluarga Wilfred! Jangan pernah kalian bicara kasar apalagi membentak Liona atau kau akan merasakan akibatnya!” Geram Reynard penuh kemarahan.


Seth tak bisa bicara lagi mendengar kemarahan pamannya, dia pikir dia akan bisa mengendalikan dan menekan Liona tapi dia lupa kalau Liona adalah kekasih pamannya. Seth masih berdiri terpaku ditempatnya saat mobil mewah Reynard melewatinya dan kaca terbuka, Liona menyeringai dan mengangkat jari tengahnya.  Tawa mengejek keluar dari mulut Liona, dia tertawa dengan sangat lantang. Kebencian dan kesombongan yang dia tautkan diwajahnya mengenai sasaran.


Seth mendidih karena marah. “Argghh….sial! Sial! Sial! Kenapa harus paman Reynard? Wanita itu sekarang semakin kuat dengan dukungan paman Reynard. Aku bahkan tidak bisa membawa Vena ke keluarga Wilfred tapi Liona dengan mudahnya bersanding dengan pamanku! Arrrrhhhhh…….!!!!!


Pria itu mengatupkan rahangnya, tampaknya Liona benar-benar sudah berubah. Bukan hanya penampilannya saja yang berubah tapi juga kepribadiannya pun berubah drastis.  Empat tahun lalu, dia seperti buku yang terbuka, siapapun bisa langsung membaca apa yang dia pikirkan. Dia begitu polos dan gampang diprediksi. Tapi sekarang dia tidak dapat diprediksi sedikitpun. Seth tidak menyukai perasaan ini.


“Sudah puas memakinya dan meluapkan amarahmu padanya?” tanya Reynard.


“Belum! Ingin rasanya aku mencekik dan memecahkan kepalanya. Kau tidak tahu apa yang mereka lakukan empat tahun lalu. Mereka membunuhku, dan membuangku kejurang. Untung aku selamat dan bertemu Hiro yang menolongku.” jawab Liona.


“Lupakan saja. Jangan hiraukan mereka, aku yang akan mengurus semuanya agar mereka tidak mengganggumu lagi. Meskipun Seth adalah keponakanku, aku tidak akan mentolerir perbuatannya jika dia menyakitimu, sayang.”


“Terimakasih. Aku tidak ingin bertemu dengannya, apa yang dia lakukan dulu sangat menyakitkan.”


“Dengarkan aku baik-baik. Jangan pernah menolakku oke? Hari ini kau pergi sendiri tanpa pengawal, aku sudah bilang padamu untuk selalu membawa pengawal kemanapun kau pergi. Aku tidak mau kau kenapa-napa.”


“Maafkan aku Rey…...aku pikir mereka mungkin bosan menungguku sampai selesai syuting. Hari ini kebetulan syuting malam dan hanya sebentar makanya ku pikir tidak perlu mereka ikut,”

__ADS_1


“Justru karena syuting malam kau butuh penjagaan ekstra, sayang…...aku tidak mau dengar alasan apapun lagi. Mulai besok akan kutambah pengawal untuk menjagamu.” ujar Reynard sambil membelai pipi Liona dengan punggung tangannya.


Liona hanya diam tak menjawab dan tak membantah, apapun yang akan dikatakannya tetap saja Reynard akan melakukan apapun yang dia mau. “Kita pulang saja ya? Aku sudah tidak mood mau keluar gara-gara ketemu mereka,”


Reynard diam dan melajukan mobilnya ke arah villa no. 1 “Malam ini menginap disini, anak-anak juga disini dan mereka sudah tidur. Pakaianmu sudah ada dikamar,”


“Apa kita tidur sekamar lagi?”


“Menurutmu?”


“Aku mau tidur dengan anak-anak saja, boleh ya?” wajah Liona memelas, pipinya merona.


“Kita tidur bersama mereka,” Reynard menarik tangan Liona menuju kamar Felicia, terlihat kedua bocah itu tidur pulas. Reynard meminta pelayannya menyiapkan makan malam untuk mereka. “Mandilah setelah itu kita makan.”


“Rey, Ada yang mau aku tanyakan padamu,”


“Hem…..soal apa?”


“Kenapa mereka belum menikah sampai sekarang?” tanya Liona penasaran.


“Maksudmu Seth?”


“Iya...”

__ADS_1


“Vena tidak diterima di keluarga Wilfred. Selama empat tahun ini mereka berpacaran dan masih belum tunangan. Vena pun baru sekali datang pas acara ulang tahun pernikahan orangtuaku tapi dia langsung diusir, sejak itu dia tak pernah lagi muncul didepan keluarga kami.”


“Apa karena dia seorang aktris makanya ditolak oleh keluargamu? Yang kudengar keluargamu tidak mau punya menantu dari kalangan artis,”


“Iya memang itu alasannya,”


“Lalu, bagaimana denganku? Aku juga artis, pasti keluargamu akan menolakku,”


“Tidak usah pikirkan soal itu, sayang. Keluargaku biar jadi urusanku, sampai sekarang belum ada yang mengatakan apapun padaku atau protes. Mereka sudah lihat dan dengar sendiri saat konferensi pers aku mengumumkan hubungan kita.”


“Apa menurutmu mereka akan menyukaiku, sayang?”


“Sudah pasti. Kau bukan Vena, kalian berbeda. Banyak hal yang membuat Vena tidak diterima oleh orangtua Seth, bukan karena dia seorang artis tapi ada alasan lainnya.”


“Itu berarti mereka menjalin hubungan sembunyi-sembunyi?”


“Iya…...kalau keluarga Wilfred tahu mereka masih berhubungan, Seth pasti kena masalah besar, jadi kau jangan takut ya. Aku pastikan keluargaku akan menerimamu, mereka tidak punya alasan untuk menolakmu kalaupun mereka menolakmu, aku akan tetap menikahimu. Mereka tidak punya hak mengatur hidupku.” Reynard tersenyum lalu mengecup kening Liona.


Liona mendonggakkan wajahnya menatap Reynard yang juga sedang menunduk menatapnya. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Liona lembut, perlahan kedua tangan Liona melingkar di leher Reynard. Keduanya hanyut dalam ciuman lembut yang berubah menjadi hangat dan penuh gairah. Tangan Reynard meremas gundukan didada Liona membuat wanita itu mendesah “Reyy…...” saat Reynard membuka kancing depan piyama yang dipakai Liona dan memperlihatkan kedua benda yang menantang tanpa disanggah bra.


Reynard menyesap dan mengulum bergantian, satu tangannya meremas bokong Liona. Reynard menggendong Liona tanpa melepaskan lumatannya dan membawa tubuh wanita itu keluar dari kamar Felicia dan pindah ke kamar utama. Untung semua pelayan sudah tidur dan lampu dimatikan, hanya tersisa lampu dinding yang bersinar remang-remang.


Reynard menutup pintu kamarnya dengan kakinya dan membawa Liona keatas ranjang. Keduanya tenggelam dalam hasrat yang lama ditahan. Reynard puas bermain-main didada Liona dan meninggalkan banyak bekas merah, bibirnya turun mencium perut dan tangannya membelai bagian bawah “Ahhhhh…...” Liona mengelinjang dan mendesah. Reynard melepaskan semua pakaian Liona hingga tubuhnya polos memperlihatkan tubuh sintal dan mulus. Wanita itu bergetar hebat saat bibir dan lidah Reynard bermain-main diarea bawah perutnya. Ada rasa yang belum pernah dialami Liona sebelumnya, dia menginginkannya, lebih dari sekedar sentuhan pria yang kini sedang memberinya sensasi kenikmatan.

__ADS_1


__ADS_2