CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 92. SIAPA PRIA ITU


__ADS_3

“Satu lagi! Kau ingin tahu kenapa aku bisa mendapat peran itu? Coba kau lihat akun media sosial sutradara Reiki. Dia memposting video audisiku disana! Video itu membuktikan kalau aku pantas mendapat peran itu!”


“Selama bertahun-tahun kita tidak bertemu dan mulutmu semakin tajam.” ucap Saskia menggertakkan giginya setelah mendengar penjelasan Liona.


“Terimakasih atas pujianmu!”


Sikap tenang Liona membuat kemarahan Saskia semakin memuncak dan tubuhnya gemetar. Sedangkan Liona hanya tersenyum mengejek dengan tatapan sinis. Dia sudah banyak bertemu orang dengan kepribadian berbeda-beda dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Dia sudah tidak takut untuk menghadapi orang-orang itu. Toh Saskia sendiri yang minta untuk dipermalukan. Liona belum ingin pergi, dia memanggil pelayan toko.


“Tolong kemas setelan warna biru safir ukuran 48 untukku.” ucapnya pada pelayan toko.


“Baik, Nona.” pelayan toko itu segera mengemas pakaian yang diinginkan Liona. Dia pun membayar dengan kartu hitam milik Reynard. Saat Vena dan Saskia melihat kartu hitam itu, mata mereka melotot hampir keluar biji matanya. Mereka saling menatap tak percaya! Kartu itu, bagaimana bisa dia memilikinya? Kartu Hitam unlimited? Liona memiliki kartu hitam?


Bukan hanya Vena dan Saskia saja yang terpana tapi pelayan tok pun menatap kartu hitam itu dengan mata terbelalak dan sikapnya pada Liona pun langsung berubah seratus delapan puluh derajat, Dia pun bersikap sopan dan hormat. “Nona, dengan pembayaran menggunakan kartu ini anda akan mendapatkan diskon sebesar dua puluh persen. Apakah anda membutuhkan barang lain?”


What? Dia bilang dapat diskon dua puluh persen? Liona sangat gembira. Setahunya merek mewah ini tidak pernah memberikan diskon pada pelanggan. Mereka lebih suka menghancurkan produk sebelumnya sebelum daripada menjual produk itu dengan harga murah. Liona mengedarkan pandangan kesekeliling lalu menambahkan sebuah jaket panjang warna hitam yang baru saja dirilis dan kemeja merah tua ke keranjangnya. Wah! Dia merasa seperti seorang milyuner yang mampu membeli apapun yang dia inginkan tanpa perlu mengeluarkan uangnya.


“Nona, semua sudah selesai saya kemas. Ini barang anda. Terimakasih Nona.” ucap pelayan toko itu menyerahkan paperbag padanya. Tanpa melirik Vena dan Saskia sedikitpun Liona pun segera meninggalkan toko itu. Kali ini kedua orang itu tidak lagi menghentikannya.


Saskia merasa puas karena dia tahu jika suaminya tidak memiliki kartu hitam itu, itu berarti Liona memang tidak memiliki hubungan dengan suaminya.

__ADS_1


Saskia pun menghela napas lega sedangkan Vena mengatupkan rahang karena iri dan kebencian tapi dia masih bersikap santai. “Lihatlah! Aku sudah bilang padamu kalau rumor itu tidak benar tapi kau malah mmebuatku ragu. Sekarang apa kau percaya bahwa Kak Liona tidak bersalah?”


“Jangan bodoh kau vena! Kau tidak perlu membelanya, dia baru saja kembali dari luar negeri dan sudah punya kartu hitam secepat itu? Apa kau masih tidak mengerti semua ini? Mungkin saja dia tidak terlibat hubungan dengan suamiku tapi bukan berarti dia tidak punya hubungan dengan pria lain, bisa saja dia jadi simpanan seorang pria kaya. Apa kau tidak melihat kalau dia sudah banyak berubah dalam masa empat tahun sejak kita putus kontak dengannya?”


Saskia terus memprovokasi Vena sambil memperhatikan ekspresi wajah Vena. “Dia tidak saja berwajah cantik bahkan sangat cantik tapi dia juga wanita licik. Kita sudah bukan tandingan Liona lago, aku yakin dia pasti sudah menipu seorang pria yang mabuk cinta padanya untuk memberinya kartu hitam itu.”


Mendengar penjelasan sepupunya, Vena memicingkan mata lalu memegang tangan Saskia. “Tidak mungkin kakakku jadi wanita simpanan, kau pasti sudah salah paham pada Kak Liona. Aku sangat yakin kalau dia bukanlah wanita simpanan.”


“Aduh sayang!” ujar Saskia sambil menonjok dahi Vena. “Kau terlalu polos Vena, apa kau lupa kalau Liona cukup kejam padamu beberapa tahun lalu? Siapa yang tahu apa yang bisa dia lakukan toh dia kembali untuk balas dendam.”


Mata Saskia dipenuhi dengan rasa iri dan benci. “Aku sangat yakin dia menjalin hubungan dengan seorang pria tua menjijikkan yang tertipu dengan kecantikannya dan memberinya uang yang banyak untuk membuat ****** itu bahagia.”


Saskia menatap sosok Liona yang sudah menjauh dan diam-diam dia berjalan mengikuti, rasa penasarannya ingin tahu siapa pria yang jadi sugar daddy Liona. “Saskia! Apa yang kau lakukan?”


“Bukankah kau juga ingin tahu siapa pasangan Liona? Lebih baik kita ikuti dia diam-diam.”


“Kurasa itu bukan ide bagus.” ucap Vena ragu karena dia tahu siapa pria itu.


“Sudah ikut saja. Kenapa tidak?” Saskia menarik tangan Vena dan berjalan mengikuti Liona dari jauh. “Ayo cepat! Kita harus ikuti dia dan pasti kita akan melihat siapa pria itu.” desak Saskia.

__ADS_1


Keduanya pun mengikuti Liona diam-diam. Liona berjalan mengitari lantai empat dengan paperbag ditangannya, dia pergi ke area istirahat tanpa membeli barang lain. Melihat itu Saskia dan Vena tetap mengikuti dari jauh.


Sesampainya Liona di area istirahat, tampak seorang pria tinggi berbadan kekar dengan T-shirt putih bergegas berjalan kearahnya. Saskia dan Vena tidak dapat melihat wajah pria itu dengan jelas karena terhalang, mereka juga tidak dapat mendengar percakapan mereka karena jarak yang cukup jauh. Pria itu mengambil paperbag dari tangan Liona dan kemudian mereka pergi meninggalkan mall.


Kedua orang itu berjalan berdampingan sambil berbincang dan tertawa lepas. Begitu Liona bergerak, Saskia dan vena bisa melihat wajah tampan pria itu dengan jelas. Saskia sontak menutup mulutnya karena terkejut. Delvin Wilfred? Pasangan Liona ternyata adalah Delvin? Bagaimana mungkin?


Meskipun Delvin tidak terlibat langsung di dunia hiburan tapi dia sangat terkenal dikalangan itu dan sering menjadi topik diskusi orang-orang di industri perfilman.  Jika rumor yang beredar itu memang benar, Delvin hanya berkencan dengan wanita cantik dari dunia hiburan maka sudah jelas jika Vena telah mendengar berita tentang pria ini sebelumnya.


Melihat wajah kaget Saskia, Vena segera bertanya, “Apakah kau mengenal Delvin?”


“Ya aku kenal dia.”


“Ah…..ceritakan semua tentang dia.” ujar Vena bersemangat.


“Dia dan Arjuna berteman baik, mereka tumbuh bersama. Delvin adalah putra bungsu dari keluarga Wilfred, kau tahu kan mereka adalah pemilik dari Wilfred Group. Wilfred Media adalah salah satu anak perusahaan milik Grup Wilfred. Sekarang CEO Grup Wilfred adalah kakaknya Delvin, namanya Reynard. Saat ini Arjuna bekerja dengan Wilfred Media di proyek serial tv itu. Aku tak menyangka jika Liona menjalin hubungan dengan Delvin. Bukankah tempo hari sempat digosipkan dia berhubungan dengan Reynard Wilfred?"


Ya ampun! Wanita ****** itu berhubungan dengan keduanya? Sekarang semuanya sudah jelas kenapa Liona menandatangani kontrak dengan Wilfred Media tidak lama setelah dia kembali ketanah air dan dia langsung mendapatkan peran di serial TV itu. Belum lagi Arjuna yang ikut membloking Aurora dari dunia hiburan. Pasti Delvin dan Reynard berada dibalik semua itu! Hebat sekali wanita itu bisa menjalin hubungan dengan dua bersaudara.


 

__ADS_1


__ADS_2