CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 39. HADIAH MEWAH


__ADS_3

“Liona, coba deh kamu buka satu kotak, biar kita tahu apa isinya.” ujar Kiara. Liona tahu kalau Kiara berusaha untuk membantunya.  Sudah kepalang basah dan tak mungkin dia menolak permintaan seniornya itu yang sudah bersikap baik membelanya.  Liona pun membungkuk dan membuka satu kota dan terlihat benda berkilauan memancar saat kotak terbuka.


Kalung emas murni!


Set perhiasan berlian mewah!


Set kalung emas elegan!


Emas murni batangan mulai dari kecil sampai besar!


Tas branded dan sepatu branded!


Tempat itu langsung dipenuhi bendar-benda berkilauan dan mahal. Melihat isi kotak adalah emas murni dan berlian beserta tas dan sepatu mahal, semua orag terbelalak kaget dan mulut mereka terbuka “Oh ya ampun! Ini mewah banget…..semua barang-barang mahal!” teriak mereka tak percaya. Ada sebuah kotak berisi set perhiasan berlian yang sangat cantik. Dan harga semua barang-barang itu sangat mahal! Ya Tuhan….benar-benar hadiah yang sangat menakjubkan!


“Wah!”


“Apa yang terjadi? Siapa yang mengirimkan hadiah mahal ini?”


“Luar biasa sekali hadiahnya.”


“Ini semua barang-barang mahal. Beruntung sekali Liona!”


Liona tersentak kaget, seluruh orang dilokasi syuting menahan napas melihat semua hadiah-hadiah itu. Liona masih terperangah tak percaya melihat perhiasan emas dan berlian berkilauan memenuhi tempat itu. Karena penasaran Liona pun memeriksa setiap kotak, Semua kotak berisi barang-barang mahal, Liona menelan ludah saat memeriksa isi kotak-kotak itu. 


Jika dijumlahkan seluruhnya bisa mencapai sepuluh milyar rupiah.

__ADS_1


“Ini adalah….” Liona menelan ludahnya dan tangannya menutup mulutnya.


“Liona apakah kamu tahu siapa yang mengirimkanmu barang-barang ini?” Kiara yang merupakan aktris papan atas saja terkejut melihat hadiah mewa itu, belum pernah ada artis yang menerima hadiah sebanyak dan semahal itu selama ini.


“Aku tidak tahu siapa yang mengirimna.” jawab Liona. Terdengar masing-masing orang mulai berbisik-bisik dan berspekulasi tentang hadiah mahal itu.


“Ya, ampun! Kira-kira berapa ya nilai total hadiah ini?”


“Pasti mahal sekali. Pantas saja kotaknya berat ternyata isinya barang mewah semua. Aurora tadi menghina bilang kalau isinya cuma bir atau anggur atau barang murahan. Malu sekali dia searang iyakan?”


“Pastilah! Siapapun pengagum rahasia Liona yang mengirimkan hadiah itu pasti punya harta melimpah.”


Terlihat wajah Aurora tak senang dan senyum hilang dari wajahnya, kedua tangannya mengepal. Aurora masih belum merasa puas dan ingin mencari masalah lagi dengan Liona “Itu semua barang-barang palsu!”


“Hei ada catatan nama pengirimnya disini.” ucap pria itu lagi sambil mengambil kertas nama pengirim disalah satu kotak.


Liona mendekati pria itu dan melihat kertas yang tertulis nama penerima dan alamat tujuan. Dengan seksama Liona memperhatikan tulisan yang tak asing baginya. Dia kenal betul tulisan tangan yang mirip cakar ayam itu. Di kertas itu tertulis “Mas Kawin untuk kekasihku, Liona.”


Liona kehilangan kata-kata saat semua orang membaca tulisan di kertas itu, dia tak tahu harus bagaimana bereaksi terhadap semua spekulasi dari teman-temannya. Melihat tulisan tangan itu, Liona tahu siapa orang yang mengirim hadiah itu padanya.


“Liona! Semua perhiasan dan barang-barang ini sangat mahal, tidak mungkin barang ini semua kamu tinggalkan disini sementara kamu syuting. Jika ada yang hilang maka kru dan yang lainnya harus tanggung jawab. Sebaiknya kamu bawa pulang semua barang-barang ini kerumahmu dahulu, lalu kamu boleh kembali kesini menyelesaikan syuting hari ini.” saran Reiki pada Liona.


“Terimakasih, Pak Reiki.”


“Iya...iya cepat pergi!”

__ADS_1


 Liona meminta bantuan kru untuk membawa barang-barang itu keluar, setelah memesan taksi dia pun membawa semua kotak berisi barang mahal itu kerumahnya. Reiki sudah meminta agar supir mengantar Liona namun ditolaknya karena dia tak mau ada yang tahu tempat tinggalnya, bisa jadi bahan gosip lagi nantinya. Liona penghuni Villa LeGardenia Residence yang sangat mewah, jika orang lain mengetahui alamat tempat tinggalnya akan ada gosip yang akan menerpanya, apalagi villa mewah yang ditempatinya adalah milik Reynard dan bertetangga dengan sang CEO tampan itu. Liona akan menyimpan kotak-kotak itu dirumahnya untuk sementara waktu dan ingin mengembalikan semuanya saat dia akan bertemu dengan pria yang mengirim hadiah-hadiah itu.


Saat Liona kembali lagi ke tempat syuting, Aurora mendekatinya dan berkata “Huh, hanya wanita tak berkelas yang mau memakai barang-barang norak. Pasti yang mengirim itu padamu adalah seorang pria paruh baya atau mungkin pria tua dengan perut buncit. Paling juga orang kaya baru yang minat sama aktris pendatang baru,” ucapnya penuh kebencian pada Liona.


“Kasihan sekali kamu Aurora! Karena selama jadi aktris, setahuku baru dua kali kamu dikirim hadiah oleh pengagum rahasia, itupun hadiahnya tak semewah yang diterima Liona.” kata Kiara yang berjalan mendekat dan sengaja menyenggol bahu Aurora. Kiara selalu membela Liona karena keduanya berada dibawah naungan manajemen yang sama.


“Kamu!” teriak Aurora geram.


“Kamu itu dari dulu cuma tahu mencela orang lain. Pasti hatimu sangat busuk dan pahit, iyakan?” ujar Kiara ketus dan dingin. Mendengar ucapan Kiara membuat Aurora semakin emosi, tapi dia memang tak pernah bisa menang berdebat dengan Kiara. Mulut wanita itu sangat kejam dan Kiara bukan aktris yang akan diam saat dirinya ataupun temannya dihujat atau dihina, Kiara selalu membalas lebih menyakitkan. Aurora bergegas pergi dari sana setelah Kiara menatapnya tajam dengan tatapan permusuhan.


Syuting pun kembali berlangsung dengan tak banyak adegan keributan antara para pemain kecuali Vena yang setiap kali beradu adegan dengan Liona, pasti akan melakukan kesalahan dan lupa adegannya. Reiki untuk kesekian kalinya merasa heran dengan tingkah Vena.


Pukul tiga, Delvin ingin mengajak Felicia dan Elvano pergi ke taman hiburan, mereka singgah kerumah Liona untuk mengambil tas ransel Elvano dan mengunci rumah, namun saat memasuki itu mereka terkejut melihat begitu banyak kota-kotak hadiah. Saking penasarannya Delvin mengecek salah satu kotak yang ternyata isinya perhiasan berlian mahal.  Mata pria tampan itu membulat dan mulutnya menganga sementara Felicia terlihat tak senang.


“Paman siapa yang mengirim ini semua pada mama Liona? Apakah mama Liona punya pacar selain papaku?” tanya Felicia mengerucutkan bibirnya.


“Paman rasa ini hadiah dari pengangum Liona, setahu paman dia tak punya pacar selama ini.”


“Apa paman yakin? Mama Liona cantik, pasti banyak pria yang suka padanya.” gadis kecil itu menghembuskan napas panjang “Kak El, apakah mama punya pacar selain papa?” bertanya saat melihat Elvano berjalan mendekat.


“Tidak ada. Siapa yang mengirim hadiah ini pada mama?” tanya Elvano heran.


“Kita harus singkirkan pria itu, kak. Jangan sampai dia mengganggu mama Liona,” bisik Felicia.


Melihat kedua bocah yang bicara sambil berbisik, Delvin merasa heran ‘Apalagi yang sedang direncanakan dua anak ini? Mereka selalu mengejutkanku dengan tingkah mereka.’ gumam Delvin dalam hati. Saat ketiganya sudah sampai di taman hiburan, Delvin sudah tidak semangat.

__ADS_1


__ADS_2