
"Kami bukan membela Liona tapi ini adalah kebenarannya kalau Liona tidak bersalah sama sekali. Vena sedang syuting bersama Liona saat kejadian itu." ucap seorang kru.
“Apa kau bilang? Liona? Vena sedang syuting bersama Liona?” tanya Seth makin marah. Dia membayangkan jika Liona pasti ada hubungannya dengan kejadian itu.
“Ya, benar. Tadi kami sedang mengambil gambar adegan film antara Vena dan Liona saat kecelakaan itu terjadi.” kata anggota kru lainnya.
“Dimana Liona? Mana perempuan ****** itu, ha?” bentak Seth. “Dia pasti ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa kekasihku!”
“Jangan menyalahkan Liona, dia tidak ada hubungannya dengan kejadian itu.” ujar seorang kru.
“Oh….kalian berani membela perempuan ****** itu? Dimana dia sekarang?” bentak Seth lagi.
“Kami tidak tahu, mungkin masih berada di lokasi syuting karena tadi dia juga syok saat kejadian itu.”
Seth memijit pelipisnya, saat ini hal yang paling ingin dia lakukan mengkonfrontasi Liona soal tragedi yang menimpa Vena. Pria itu tetap yakin jika Liona yang sudah mencelakai Vena. Tapi saat ini dia tidak bisa pergi mencari Liona karena dia sangat mengkhawatirkan kondisi Vena.
Tak berapa lama, lampu pintu ruang operasi padam dan pintu terbuka. Seorang dokter dan perawat keluar dari ruang operasi. “Bagaimana kondisi kekasih saya?” tanya Seth yang tak sabar ingin menerobos masuk.
“Operasinya berjalan lancar, dan pasien akan segera akan dipindahkan keruang perawatan. Setelah dia dipindahkan, anda bisa menjenguknya.” ujar si dokter. Setelah menjawab beberapa pertanyaan dari Seth tentang kondisi Vena, dokter dan perawat pun pergi. Tak lama, pintu ruangan terbuka dan tampak Vena yang terbaring di atas brankar didorong keluar dan dipindahkan keruang perawatan VIP sesuai permintaan Seth.
Seth masuk kedalam ruang perawatan dan duduk disamping ranjang Vena. Tangannya menggenggam tangan kekasihnya yang masih belum sadarkan diri. Raut wajah Seth menggelap, dia mengelus pipi Vena lalu berkata “Aku tahu pasti Liona yang melakukan ini padamu. Jangan khawatir babe, aku akan memberi pelajaran pada perempuan itu.”
Seth meraih ponselnya dari dalam saku lalu menghubungi seseorang, setelah berbicara lalu memasukkan ponselnya kedalam sakunya kembali.
“Aku pergi dulu, ada hal yang harus aku selesaikan. Aku akan kembali secepatnya dan saat aku kembali nanti aku harap kau sudah sadar,” ujarnya mengecup kening Vena lalu keluar dari ruangan itu.
Saat Seth keluar dari dalam ruangan, dia melihat kru film masih berdiri diluar tapi sutradara Reiki sudah tidak terlihat. “Kemana sutradara itu pergi?” tanya Seth pada seorang kru.
“Sutradara Reiki sudah kembali ke lokasi syuting karena ada hal penting yang harus diurus disana.” jawab seorang kru.
__ADS_1
“Kalian boleh pergi sekarang. Vena akan baik-baik saja.” ujar Seth dingin. Dari kejauhan tampak dua orang pria berjalan kearah Seth. Saat kedua pria itu sudah dekat dan memberi hormat pada Seth lalu diapun berkata "Kalian berjaga-jaga disini. Jangan ijinkan siapapun masuk tanpa ijinku."
"Baik, Tuan." jawab kedua pengawal serentak. Lalu Seth memandang kedua kru yang masih ada disana. "Kurasa cukup pengawalku yang berjaga disini, kembali saja ke lokasi syuting."
“Kami berdua ditugaskan oleh sutradara reiki untuk berjaga-jaga disini, jika Vena sudah sadarkan diri dan butuh sesuatu kami kan mudah membantunya.”
“Baiklah. Kalau dia sudah sadarkan diri cepat hubungi aku. Pengawalku akan ikut berjaga disini. Aku harus pergi!” lalu Seth melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.
...***...
Suasana dilokasi syuting kembali normal, proses pengambilan gambar pun dilanjutkan. Sutradara Reiki yang sudah kembali tampak serius memperhatikan jalannya proses syuting yang kejar tayang sesuai target. Karena Vena tidak bisa ikut syuting maka pengambilan gambar Liona pun terhenti sementara.
Seharusnya hari ini dan besok adalah jadwal pengambilan gambar adegan Vena dan Liona. Merasa bahwa dirinya bosan jika harus berlama-lama disana, Liona memutuskan untuk pulang lebih awal. Dia kembali keruang ganti pribadinya diikuti asistennya.
“Apakah kau ingin pergi denganku berjalan-jalan? Pekerjaanku hari ini sudah selesai dan aku ingin pergi kesuatu tempat.” kata Liona pada asistennya.
“Oh iya. Aku hampir lupa kalau dia berjanji akan menjemputku hari ini. Tapi sekarang dia pasti sedang sibuk di kantor. Mungkin kita bisa pergi jalan-jalan ke mall. Aku bisa meminta Reynard untuk menjemputku disana nanti.”
“Baiklah. Aku akan pergi bersamamu agar kau tidak bosan.” ujar si asisten.
Liona meraih ponselnya yang berada diatas meja rias lalu menghubungi Reynard. Setelah beberapa saat tapi teleponnya tidak dijawab, dia pun menelepon ulang. Setelah mencoba menelepon Reynard sebanyak tiga kali dan tetap tidak dijawab, Liona berasumsi mungkin kekasihnya sedang meeting atau bertemu klien. Tidak biasanya Reynard bersikap seperti itu. Lalu Liona pun mencoba menghubungi Bastian.
“Halo Liona.”
“Bastian apakah kau sedang bersama Reynard? Aku mencoba menghubunginya tapi tidak dijawab.” kata Liona.
“Oh itu…..aku sedang tidak bersamanya. Tadi dia pergi untuk bertemu dengan klien dari Swedia. Mungkin dia tidak mendengar bunyi ponselnya.”
“Oh begitu ya. Aku hanya ingin memberitahunya jika aku sudah selesai syuting.”
__ADS_1
“Liona, tadi Reynard sempat berpesan padaku bahwa dia akan menjemputmu.” ucap Bastian.
“Ya aku tahu. Dia sudah berjanji tadi pagi kalau akan menjemputku sehabis syuting. Tapi…..karena tadi ada kecelakaan saat syuting jadi aku sudah selesai sekarang.”
“Kecelakaan? Apakah kau baik-baik saja?” tanya Bastian cemas.
“Ah….aku baik-baik saja. Bukan aku yang mengalami kecelakaan tapi Vena. Sekarang dia sudah berada dirumah sakit. Bastian, tolong beritahukan pada Reynard agar menjemputku di mall. Aku dan asistenku akan pergi ke mall tempat biasa.”
“Ok. Syukurlah kau tidak kenapa-napa. Akan kusampaikan pesanmu pada Reynard nanti. Aku harus berangkat sekarang menemuinya di lokasi meeting. Jaga dirimu baik-baik.” ujar Bastian.
Setelah berkemas, Liona dan asistennya keluar dari ruang ganti dan mengunci pintu. Keduanya berjalan keluar diikuti dua orang pengawal. Namun saat baru saja tiba diluar lokasi syuting , wajah Liona berkerut melihat seseorang yang sedang berjalan kearahnya. Wajah orang itu terlihat memerah dan penuh kebencian. Liona menyadari ada apa sebenarnya, ini pasti karena Vena yang terluka saat syuting tadi.
Kedua pengawal yang melihat kedatangan Seth langsung berdiri didepan Liona untuk menghalangi. “Minggir kalian! Aku harus bicara dengan wanita itu!” ujar Seth marah pada pengawal itu.
“Maaf, jangan mendekati Nona Liona. Silahkan bicara saja jika anda ingin bicara dengannya.”
“Apa kalian tidak tahu siapa aku, ha? Minggir!”
“Maaf Tuan Seth tapi kami hanya menjalankan perintah dari Tuan Besar.” ucap pengawal lagi.
“Cepat minggir atau kalian akan menyesal nanti!”
Liona pun memberikan isyarat pada kedua pengawalnya. “Tidak apa-apa. Biarkan dia bicara.”
“Apa yang mau kau bicarakan denganku?” tanya Liona pada Seth.
“Aku sudah memperingatkanmu berulang kali tapi sepertinya kau memang tidak peduli! Gara-gara kau kini Vena sekarat. Kau harus membayar perbuatanmu!” teriak Seth.
__ADS_1