CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 126. APA DIA MENGGODAKU


__ADS_3

‘Sialan! Berani-beraninya Liona menggodaku didepan kak Reynard! Mati aku! Kak Reynard tidak akan membiarkanku lolos begitu saja.’ gumam Delvin dihatinya.


Delvin berdiri dengan kaku seperti papan, dia bahkan tidak berani menatap mata Reynard. “Ay, lepaskan aku Liona!”


“Tidak akan aku lepaskan sampai kau setuju menjadi pacarku!”


‘A---apa dia bilang? Apakah kau sedang bercanda? Ini tidak lucu, kak Reynard akan membunuhku.’ gerutu Delvin. Tubuhnya gemetar hebat, dia merasa selah-olah suhu diruangan itu telah turun beberapa derajat dalam hitungan detik. Delvin ketakutan hingga perutnya sakit. ‘Aduh, Liona kau tidak tahu kau membuatku menderita sekarang!’


“Hei, pria tampan apakah kau ingin tahu masa depanmu? Aku adalah seorang peramal ahli, kau tahu tidak?” ujar Liona lagi.


“Liona!” wajah Reynard berubah menjadi gelap, dia sudah menebak apa yang akan dikatakan Liona dan ketakutan terburuknya segera terwujud.


“Kau anak muda, memiliki kepala dingin dan sikap yang lembut. Kau berasal dari keluarga kaya raya, kau juga elegan dan memiliki banyak pengalaman. Kau hampir memiliki segalanya tetapi ada satu hal yang masih kurang. Apakah kau mau tahu apa itu?”


Lubang hidung Reynard melebar seolah-olah mereka akan segera memuntahkan api! Wanita ini mengucapkan lebih banyak pujian untuk adiknya! Dia tidak suka mendengar Liona menggunakan kalimat yang sama pada pria lain selain dirinya. Sedangkan Delvin benar-benar tidak nyaman dengan situasi ini tetapi dia merasa tersanjung. “Benar sekali. Ha ha ha ayo beritahu aku apa kekuranganku?”


“Aku! Kau perlu aku untuk melengkapi hidupmu!”


Delvin menatap Liona dengan mulut terbuka tidak mampu memproses apa yang baru saja didengarnya. ‘Oh Tuhanku! Apakah Liona bersungguh-sungguh? Apakah dia sedang merayuku?’ Delvin merasakan tatapan dingin dipunggungnya. Dia berbalik perlahan dan melihat Reynard sedang memelototinya dengan mata yang memicing. Delvin segera mundur dua langkah dan mengangkat tangannya untuk menenangkan kakaknya. “Kak Reynard, aku tidak melakukan apa-apa. Jangan menatapku seperti itu ok. Ini semua bukan salahku. Ayolah kak...”


Melihat ekspresi ketakutan diwajah Delvin, Liona segera menariknya ke belakang tubuhnya seperti induk ayam sedang melindungi anaknya, “Tidak perlu khawatir, anak muda. Aku akan melindungimu. Jangan takut.”


Delvin memutar bola matanya, dia benar-benar ketakutan sekarang. ‘Aduh jangan memperkeruh masalah! Berhenti bicara Liona! Kau akan membuat nasibku lebih buruk dari yang sebelumnya. Delvin tahu nasib buruk akan segera menimpa dirinya.


“Liona tolong lepaskan aku.” ujar Delvin berusaha melepaskan diri.


“Tidak mau!”


Dengan jari gemetar delvin menunjuk kearah Reynard, “Bagaimana dengan pria itu? Wajahnya jauh lebih tampan dariku.”

__ADS_1


“Ya kau benar tapi dia gay!” kata Liona tampak depresi.


Mata Delvin berbinar ketika dia mendapat ide bagus, “Aku juga gay sama seperti dia.”


“Kau juga gay?” tanya Liona.


“Ya, ya tentu saja aku gay.” ujar delvin.


Melihat Delvin dengan rasa ingin tahu, Liona menarik tubuh Delvin lebih dekat dan menatapnya dari atas ke bawah selama beberapa detik. Akhirnya dia menghela napas karena kecewa, “Tentu saja kau gay. Coba lihat kulit halusmu ini, pria mana yang tidak ingin tidur denganmu.”


Perasaan Delvin bercampur aduk, dia tidak tahu apakah harus merasa tersinggung atau tidak.


Liona menyeret Delvin kesamping Reynard. Wanita itu mundur selangkah dan menatap mereka berdua dengan penuh perhatian, tiba-tiba Liona tertawa terbahak-bahak. Dia tampak seperti orang yang telah membuat sebuah penemuan besar. Reynard bahkan tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Liona berikutnya. “Baiklah, sekarang aku mengerti kalian berdua adalah pasangan gay.”


Liona tertawa bahagia dan bertepuk tangan, kemudian dia tiba-tiba menunjuk kearah Reynard dan berkata, “Kau yang berada diatas!” Kemudian dia menunjuk kearah Delvin dan berkata, “Kau adalah yang dibawah!”


“Aku sudah bilang. Memang banyak pria tampan ternyata gay, tapi setidaknya kalian berdua ini adalah pasangan yang serasi. Kalian terlihat sangat tampan saat berdekatan seperti ini!”


Liona menatap mereka dengan tangan bersidekap didada, “Kalian berdua memang sudah ditakdirkan untuk bersama. Kalian sangat serasi!”


Liona berjalan terhuyung-huyung ke lantai bawah dan tidak ada yang bisa dilakukan oleh Reynard selain mengawasi wanita itu dengan wajah cemberut.


“Mau pergi kemana kau?” Reynard berusaha menarik tubuh Liona kembali, tetapi wanita itu malah mencoba untuk melepaskan diri dari cengkeraman Reynard dan gagal. Dengan cemberut dia menjawab, “Aku mau pergi untuk mencari jodohku. Cepat lepaskan aku!”


Ketika berbicara, dia terdengar seperti anak manja. Entah kenapa, apa yang Liona katakan sedikit menusuk hati Reynard menimbulkan rasa sakit hati.


Melihat sikap Liona seperti ini saat mabuk, dia akhirnya mengambil keputusan. ‘Demi Tuhan! Aku tidak akan pernah membiarkan dia minum diluar rumah ini!’


“Ayo kita pulang.’ ajak Reynard.

__ADS_1


“Pulang kerumah?” setelah mendengar ini, Liona segera menggelengkan kepalanya berulang kali. Dia kemudian duduk dilantai dan berpegangan tangan pada pagar. “Tidak...tidak...tidak! Aku tidak ingin pulang kerumah. Disana gelap dan dingin ditambah lagi tidak ada yang menyukaiku.” protesnya.


“Liona, itu tidak benar. Kak Reynard sangat menyukaimu!” ujar Delvin berusaha menyakinkan wanita yang sedang mabuk berat itu. Apa yang dikatakan pria itu membuat Lina menatapnya tidak percaya. Dengan matanya yang bersinar cerah dia berkata pada Delvin dengan genit, “Hal tampan. Apakah kau mau menjadi pacarku?”


Delvin bergidik ketakutan dan segera menggelengkan kepalanya ketika Reynard memberinya tatapan peringatan, “Aku….aku harus segera pergi. Sampai jumpa besok, Liona!” katanya buru-buru pergi dan berlari. Wajah Liona berubah menjadi sedih dan penuh penyesalan. Reynard berjongkok dan menatapnya dengan khawatir.


“Liona, lantainya sangat dingin. Ayo segera berdiri nanti kau malah sakit.”


“Huh...” Liona hanya memalingkan wajahnya.


“Liona, ayo pulang bersamaku!”


“Tidak mau!” Liona memegang pagar lebih erat. “Jangan pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan. Kau hanya ingin menipuku saja untuk memanfaatkan! Huh! Benar tidak? Aku sudah punya banyak pengalaman. Apakah kau tahu apa yang terjadi pada rang-orang yang berniat jahat padaku?”


“Apa yang terjadi?” Reynard bertanya dengan kening berkerut.


“Aku telah mengalahkan mereka semua!” Liona mengayunkan tinjunya ke udara dan memperingatkan. “Cepat keluar dari sini atau aku akan menghajarmu sampai babak belur.”


Reynard terdiam, kepalanya mulai sakit. Liona merajuk dilantai, dia memiringkan kepalanya dan menatap mata Reynard. Selah dia menyadari sesuatu, Liona tiba-tiba menyentuh wajah Reynard.


Dia dengan lembut mengusap ibu jarinya dimata dan alis pria itu, matanya penuh kasih sayang seorang ibu. “Aku tahu sekarang. Kau adalah Elvano!” seru Liona kemudian dengan cemberut dia berkata, “Sayang, mengapa kau tiba-tiba tumbuh dewasa?”


Wajah Reynard menjadi gelap dan dia mengoreksi ucapan Liona, “Aku bukanlah Elvan.”


“Dasar tukang bhng! Coba lihat bentuk hidung dan mulutmu. Bentuknya sama seperti anakku. Sayang mengapa kau tumbuh dewasa dalam sekejap mata?”


Kemudian wanita itu memeluk Reynard dengan tiba-tiba dan menangis, “Maafkan mama sayang. Mama tidak menemanimu tumbuh dewasa.”


“Liona, coba lihat aku baik-baik. Siapa aku?”

__ADS_1


__ADS_2