
Delvin benar-benar tercengang melihat sikap ibunya yang sangat tidak masuk akal. Tapi dia tetap saja pada pendiriannya. Dia sama sekali tidak pernah terpikirkan bahwa ibunya akan sanggup mengeluarkan kata-kata seperti itu.
“Tapi, ibu tahu sendiri tahu pada akhirnya semua berita itu tidak benar. Reiki Savian adalah sutradara serial tev itu. Dia dan Liona hanya teman kerja dan itulah intinya. Liona pun mendapatkan peran itu melalui proses seleksi, ibu bisa melihat video audisinya.”
Tapi Davina masih terlihat tidak yakin.
“Ibu….”
“Cepat katakan kenapa Reynard sangat menyukai wanita ******.” kata Davina lagi masih tak mau mengalah.
‘Waduh! Bagaimana aku bisa tahu kenapa kak Reynard menyukai Liona?’ pikir delvin dengan perasaan putus asa. Dia hanya ingin mengubah penilaian ibunya tentang Liona.
“Aku bukanlah kak Reynard. Jika ibu ingin benar-benar ingin tahu, coba langsung tanyakan saja pada kak Reynard.” ujar delvin.
“Dasar anak tidak berbakti!” Davina menampar lengan delvin dengan keras. “Cepat ceritakan sekarang!”
“Aduh…..ibu. Apakah aku benar-benar anak kandungmu? Ibu tidak pernah memperlakukan kak Reynard seperti ini. Tapi ibu selalu berlaku kejam padaku.”
“Beraninya kau melawan? Aku baru saja mulai, kau tinggal dirumah Reynard dan kau membiarkan wanita ****** itu merayu kakakmu begitu saja. Kau seharusnya menjaga kakakmu baik-baik. Kau seharusnya segera melapor padaku setelah mengetahui niat busuk Liona.”
Saking marahnya, dada wanita paruh baya itu naik turun dan dengusan napasnya kasar.
Kepala Delvin berdenyut-denyut, karena berusaha keras untuk tidak berteriak pada ibunya. Kenapa dia yang malah disalahkan? Aku tidak bisa mengendalikan perasaan kak Reynard.
__ADS_1
“Ibu!”
“Baiklah! Baiklah!” Davina memotong ucapan anaknya lagi.”Wanita licik itu telah berhasil membodohi semua orang. Felicia mogok makan karena ingin bertemu dengan wanita itu dan kakakmu menolak untuk bertemu dengan beberapa wanita yang menurutku cocok untuknya. Sekarang kau ikut-ikutan melawan perkataanku untuk membela pelacur itu!”
Delvin memandang ibunya dengan tatapan tidak percaya. ‘Apakah wanita ini adalah ibuku?’
“Pergi! Pergi kalian semua! Pergi dari hadapanku.” teriak Davina melambaikan tangannya dengan acuh. Delvin benar-benar frustasi dalam menghadapi sikap ibunya. Dia berjalan ke depan ibunya, Delvin menunjuk memar diwajahnya dan berkata, “Ibu! Aku sudah berdiri didepan ibu selama beberapa saat. Apakah ibu tidak memperhatikan bahwa aku terluka?”
Memar diwajah Delvin sangat besar dan berwarna ungu tua, jadi sulit untuk dilewatkan. Tetapi ketika orangtuanya melihat wajahnya, mereka bahkan tidak bereaksi. Davina mendorong putra bungsunya pergi dengan tidak sabar. “Pergi dari hadapanku! Kau itu seorang pria. Memar kecil seperti itu bukanlah apa-apa. Pasti kau telah berbuat salah sehingga kakakmu harus memukulmu hingga babak belur begitu.”
Delvin merasa kata-kata Davina memukulnya seperti pukulan fisik. Yang dia rasakan saat ini adalah rasa frustasi dan kepahitan akibat ucapan ibunya. ‘Kenapa ibu selalu berpikir aku berbuat salah? Bagi ibu, kak Reynard adalah anak sempurna yang tidak mungkin berbuat salah dan aku adalah anak yang selalu membuat kekacauan. Apakah aku benar-benar anak kandangmu?’ bisik hati Delvin.
Sementara itu Reynard dan Abraham sedang berada diruang belajar yang merupakan ruang favorit Abraham dirumah ini. Dekorasi bergaya Eropa yang ada diruangan itu paling disukai Abraham yang memilih sendiri dekorasi ruangan itu. Rak buku kayu yang tinggi penuh dengan berbagai macam buku. Abraham duduk di kursi yang terletak di belakang meja membari isyarat agar Reynard juga duduk.
Reynard menutup buku dan menatap ayahnya. Abraham langsung bicara ke inti permasalahannya. “Ibumu tidak menyukai Liona.”
“Baiklah.” jawab Reynard singkat.
Abraham menunggu sebentar tetapi Reynard tidak mengatakan apa-apa lagi. Jadi dia tidak punya pilihan selain meninggikan suaranya. “Baiklah??? Hanya itu yang bisa kau katakan?”
“Aku menyukai Liona. Aku sangat menyukai dan mencintainya.” tambah Reynard setelah berpikir sejenak.
“Reynard, aku tahu tidak mudah bagimu untuk bertemu dengan orang yang kau sukai. Apalagi seorang wanita yang…..”
__ADS_1
Wajah Reynard berubah gelap, membuat Abraham sedikit tergagap, lalu pria itu terbatuk sedikit dan menambahkan. “Aku sangat senang! Aku senang kau telah menemukan wanita yang kau cintai. Aku telah mencoba untuk membujuk ibumu, tapi….”
Abraham tidak melanjutkan kalimatnya. Kemudian dia berkata lagi. “Aku sudah hidup bersama ibumu selama tiga puluh tahun dan dia tidak pernah keras kepala seperti ini sebelumnya. Tentu saja, jika kau tetap ingin bersama Liona, ibumu tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi dia tidak akan senang memiliki menantu seperti Liona.”
Tatapan mata Reynard mengeras dan suhu dalam ruangan itu terasa turun dengan drastis.
“Liona adalah wanita terbaik yang pernah aku kenal.” ujar Reynard. Dia bicara dengan suara rendah dan mantap. Abraham sepertinya mengerti maksud Reynard, Dia pun menganggukkan kepalanya.
“Aku mengerti. Felicia tidak mungkin akan menyukai wanita itu jika dia adalah wanita yang jahat.” ujarnya kemudian.
Abraham berdiri lalu berjalan mengitari meja. Dia berdeham dan berkata, “Aku punya satu pertanyaan terakhir. Apakah kau yakin ingin dia menjadi istrimu?”
Reynard belum pernah melihat ayahnya dengan tatapan serius seperti ini sebelumnya. “Ya ayah.”
Jawaban Reynard seperti bergema diruangan itu untuk cukup yang lama. Abraham meletakkan tangannya dibelakang punggung putranya.
“Kau sekarang sudah dewasa. Jika kau memang ingin menghabiskan sisa hidupmu dengan Liona, jangan biarkan dia pergi dari sisimu. Kau harus bisa mempertahankannya.”
Reynard mengangkat alisnya. Saat melihat ekspresi bingung putranya, Abraham pun langsung terkekeh. “Kenapa kau melihatku seperti itu? Apakah kau pikir aku akan membantu ibumu dan membujukmu untuk meninggalkan Liona?”
Abraham kembali menepuk bahu Reynard lalu melanjutkan. “Aku tahu kau sangat keras kepala seperti keledai. Tidak ada yang bisa mengubah pikiranmu jika kau sudah membuat keputusan. Lebih baik aku menyimpan tenagaku. Aku akan memerlukan banyak tenaga untuk menyakinkan ibumu agar tidak ikut campur urusan pribadimu. Ibumu bukanlah orang yang jahat, dia hanya ingin yang terbaik untuk kalian. Dimatanya, kau adalah anak yang paling sempurna. Itu sebabnya ibumu berpikir bahwa tidak ada wanita yang cukup baik untuk menjadi istrimu.”
Abraham menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. “Liona dulu pernah menjalin hubungan dengan Seth, dan sekarang dia telah kembali ke negara ini. Kau tiba-tiba memberitahu kamu bahwa kau menyukai wanita itu. Ketika ibumu masih muda, kami menjalankan bisnis keluarga bersama-sama. Kami sering dikhianati oleh rekan bisnis dan sejak saat itu ibumu sulit percaya pada orang lain. Dan sekarang entah mengapa ibumu berpikir bahwa Liona ingin menggunakanmu untuk membalas dendam pada Seth. Dia adalah ibumu dan dia merasa sudah tugasnya untuk menjagamu agar tidak terluka.”
__ADS_1