
Vena memegang kantong es ditangannya mengompres kakinya yang terkena air panas. Dia sudah berada didalam ruangan khusus untuk beristirahat, proses syuting terpaksa dihentikan karena Vena terluka. Wajahnya tampak memerah menahan emosi sejak dia melihat kehadiran Liona di lokasi syuting.
“Rianti! Apakah tadi kamu melihat seseorang berdiri didekat pintu masuk?” tanya Vena pada asistennya.
“Tidak. Aku tidak melihat siapapun ada disana. Memangnya kenapa?” tanya Rianti balik.
“Pergi dan cari tahu siapa orang itu!” teriak Vena kesal. Aku harus memastikan siapa wanita tadi, apa dia Liona atau bukan.
Meskipun heran dan bingung, Rianti pun langsung keluar dari ruangan itu dan berlari mencari informasi. Rianti berkeliling di area syuting mencari tahu tentang aktris pendatang baru yang berwajah cantik. Tak lama dia kembali dengan berpeluh “Vena, aku sudah mendapatkan informasi. Sutradara Reiki Savian bilang kalau ada aktris pendatang baru yang akan berperan sebagai Rosalind. Tadi seorang staf pria yang membawanya berkeliling lokasi syuting. Mungkin orang itu yang tadi kamu lihat.” kata Rianti terengah-engah.
“Siapa namanya?”
“Aduh…..aku lupa nanya namanya.”
“Arrggg….apakah dia masih disini?”
“Sepertinya dia sudah pergi. Tadi ada yang melihatnya meninggalkan lokasi syuting. Besok dia akan mulai syuting dan bergabung dengan tim kita. Kamu bisa bertemu dengannya besok.”
__ADS_1
Jadi benar itu Liona Sarabella Gantari? Dia akan syuting bersamaku besok? Dia pasti sudah merencanakan ini, sengaja dia bergabung di tim ini. Aku tidak bisa menunggu lama, akan kucari tahu. Seringai aneh muncul diwajah Vena, dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang dari Sky Media. Aku harus tahu kebenarannya, apakah wanita yang kulihat tadi itu adalag Liona Gantari atau bukan.
Vena yang berpacaran dengan Seth Aristide sudah dipublikasikan di semua media empat tahun yang lalu, saat itu Seth adalah seorang pemuda yang berbakat dan sedang naik daun, hubungan mereka sedang jadi topik diseluruh media. Vena memang sengaja mempublikasikan hubungan itu. Dengan memanfaatkan hubungannya dengan Seth, Vena pun memasuki dunia hiburan dan menandatangani kontrak lima tahun dengan Sky Media.
Seth bahkan mengeluarkan banyak uang untuk mendukung karir Vena didunia hiburan. Dalam kurun waktu empat tahun, Vena akhirnya berhasil menjadi aktris dengan penghasilan tertinggi di Sky Media dan dia memiliki hubungan yang baik dengan Reno Suwito sang presiden perusahaan itu. Setelah menghela napas panjang akhirnya Vena menghubungi Reno Suwito.
“Halo Tuan Suwito.”
“Vena, ada apa kamu menghubungiku? Bukankah kamu sedang syuting sekarang?”
Dengan tangan bergetar, Vena menunggu jawaban dari seberang telepon dengan sangat gugup. Jika apa yang dipikirkannya benar, wanita itu adalah Liona berarti dia memang kembali untuk membalaskan dendamnya. Deg! Deg! Deg! Detak jantungnya semakin kencang dan keringat dingin mulai mengucur. Waktu rasanya berjalan dengan sangat lambat saat Vena mendengar suara Reno Suwito, seketika itu jantungnya berhenti berdetak. “Liona Sarabella Gantari”
Vena membeku ditempat duduknya, matanya membelalak dan mulutnya menganga. Benar! Wanita itu benar adalah Liona Gantari! Reno Suwito masih berbicara namun Vena tak mendengarkan apa yang diucapkannya lagi. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah kembalinya Liona. Liona Gantari kembali untuk membalaskan dendamnya pada Vena dan Seth.
Dia masih hidup! Wanita itu ternyata belum mati! Bagaimana mungkin? Dia sudah tak bernapas saat aku membawanya dan membuangnya ke jurang. Pasti Liona tahu jika aku berperan sebagai pemeran utama di serial tv ini! Aku sangat yakkn dia sengaja ikut audisi agar bisa bertemu denganku setiap hari dan menjalankan rencana balas dendamnya.
“Vena! Vena Obelia! Rianti mengguncang bahu Vena dan memanggilnya dengan suara pelan untuk mengingatkannya “Vena, Tuan Suwito sedang berbicara denganmu!”
__ADS_1
Vena langsung tersadar drai lamunannya “AH, ya Tuan Suwito?”
“Ada apa denganmu Vena? Dari tadi aku bicara tapi kamu tak mendengarkanku.”
“Ma—maaf tadi aku sedang memikirkan sesuatu. Apakah kamu ingin merekrut Liona Gantari?”
“Benar sekali!” ucap pria itu bersemangat. “Aku telah mengelola Sky Media selama bertahun-tahun, aku belum pernah menemukan aktris muda yang sangat berbakat alami seperti Nona Liona Gantari, dia memiliki banyakk potensi untuk jadi aktris terkenal! Dia tidak saja cantik tapi juga pandai berakting! Aku yakin, Liona akan memiliki karir yang cerah di dunia hiburan. Percayakah kamu bahwa dia baru saja mengikuti audisi dan langsung disetujui oleh sutradara Reiki? Karirnya saja sudah diawali dengan baik sebagai pemeran ketiga sebagai Rosalind. Aku harus merekrutnya sebelum dia di rekrut oleh agensi lain!” ucap Reno penuh semangat.
Keinginan Reno Suwito untuk merekrut Liona dengan bersemangat membuat Vena tak suka. Apakah Tuan Suwito akan merekrut Liona? Itu berarti kami akan berada di manajemen yang sama dan akan bertemu setiap hari. Aku harus membujuk Tuan Suwito agar menghentikan rencananya untuk merekrut Liona. Oh….tunggu dulu! Bukankah lebih baik jika Liona bekerja di perusahaan yang sama denganku? Aku jadi bisa mengawasi wanita itu setiap saat. Aku mampu melenyapkannya empat tahun yang lalu dan aku mampu melakukannya lagi sekarang, mungkin kali ini aku benar-benar akan melenyapkannya selama-lamanya. Apalagi pemimpin perusahaan itu adalah Reno Suwito!
Pria itu adalah seorang pria mata keranjang. Karena Vena adalah kekasih Seth jadi pria itu tak berani macam-macam padanya. Biasanya Reno Suwito selalu mendekati para aktris-aktris yang baru bergabung di manajemennya. Boleh dibilang, hampir semua aktris yang tergabung dibawah manajemennya sudah dia kencani. Liona Gantari sangat cantik, pasti Tuan Reno akan tergila-gila padanya dan sudah bisa dipastikan laki-laki mata keranjang itu akan menggoda Liona. Ya….lebih bagus jika Liona berada dibawah naungan Sky Media! He...he….he…..Vena menyeringai licik memikirkan kehancuran Liona.
“Tuan Suwito, saya sangat setuju jika anda merekrut Liona dibawah naungan Sky Media. Jika berita tentang Liona menyebar, agensi lain pasti sudah merekrutnya. Saya harap Tuan bisa merekrutnya secepatnya, jangan membuang kesempatan langka ini!” ucapnya memprovokasi Tuan Suwito.
Setelah sambungan telepon terputus, Vena tersenyum puas. 'Mampus kau Liona! Kau akan terjebak dibawah Tuan Reno Suwito dan kupastikan kali ini kamu takkan bisa lepas. gumamnya dalam hati.
“Jangan salahkan diriku jika berlaku kejam padamu Liona! Empat tahun yang lalu, kamu bukan tandinganku. Kamu hanyalah gadis polos yang bodoh. Aku bisa melihat kalau kamu masih sama bodohnya seperti empat tahun silam! Kita lihat bagaimana sejarah akan terulang kembali dan mungkin akan lebih menyakitkan!”
__ADS_1