CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 33. TETANGGA REYNARD


__ADS_3

Beberapa petugas keamanan di komplek villa itu tersenyum menyambut kedatangan Felicia dan membungkukkan badan mereka “Selamat datang kembali nona.” sapa mereka serempak. Biasanya Felicia tak menghiraukan mereka tapi karena dia bersama Liona dan Elvano maka gadis kecil itu memasang wajah ramah untuk mengambil hati Liona. “Terimakasih paman.”


Sontak para petugas keamanan pun terkejut karena Felicia menyapa mereka kembali. Gadis kecil itu tak ingin membuat kesalahan, dia harus terlihat baik dihadapan Liona.  Reynard sudah mengatur villa no. 2 untuk Liona dan Elvano berhadapan dengan villa no. 1 yang ditempati oleh Renard.  Dulunya Delvin yang menempati villa no. 2 namun dia harus rela pindah ke villa no. 3 dan memberikan villa no. 2 untuk ditempati oleh Liona.  Delvin rela berkorban demi sang kakak untuk mendapatkan wanita yang disukainya.


Liona menatap takjub villa didepan mereka.  Wanita itu memperhatikan tingkah Felicia yang menurutnya aneh, mendadak dia memikirkan sesuatu ‘Jangan-jangan Felicia tahu sesuatu’ gumamnya lirih.


“Feli, sayang. Kamu tinggalnya dimana sih?” tanya Liona penasaran.


“Disana mama Liona,” Felicia menunjuk kearah villa paling mewah di komplek itu yang berada tepat diseberang villa yang akan ditempati Liona. “Kita tetangga! Yeayy…..kita akan selalu bertemu.” serunya riang sambil bertepuk tangan.


‘Ehmmm…..ini semua kerjaan Reynard, pasti sengaja dia mengatur agar aku tinggal disini.’


Villa no 1 adalah bangunan paling mewah di komplek itu karena pemiliknya adalah Reynard. Komplek perumahan mewah itu juga adalah salah-satu milik Reynard.  Villa no. 1 memiliki halaman yang sangat luas dengan taman bunga, kolam renang, garasi mobil yang memuat sekitar sepuluh mobil di bangunan sebelah kiri dan bangunan garasi sebelah kanan khusus untuk sepeda motor. Villa itu juga dikelilingi oleh pagar besi yang tinggi menjulang dan cctv di sekelilingnya.


Sedangkan villa no. 2 interiornya berbeda. Didepan villa itu ada taman bunga mawar  dengan berbagai warna. Sedangkan disebelah samping ada taman, Liona jadi mendapat ide cemerlang dia bisa menanam sayur dan buah di halaman samping sedangkan di halaman belakang ada kolam renang.  Liona membuka pintu masuk dan takjub memandang interior didalam rumah itu. Ruangan itu terlihat cerah dengan dominasi warna putih dan biru muda, karpet yang indah dan perabotan didalam rumah itu sangat mewah.  Di meja makan sudah ada piring berisi buah-buahan dengan kertas kecil bertuliskan selamat datang.


Di lantai satu, selain ruang tamu ada dapur dan ruang makan.  Meja dan kursi makan teerbuat dari kayu mahogani, disebelah dapur ada ruang kecil tempat penyimpanan botol anggur, semua rak diruangan itu terisi penuh dengan botol anggur impor.  Di belakang dapur ada kamar pembantu dan kamar mandi. Ada tangga melingkar menuju ke lantai dua, lampu kristal yang menggantung tepat ditengah-tengah rumah itu membuat Liona kagum.  Dia benar-benar suka villa itu. Liona masih mengedar pandangannya sekeliling rumah itu dan memperhatikan interior dan perabotan yang di letakkan sesuai dengan fengshui, semua sesuai dengan impian Liona dulu.


Tiba-tiba perut Felicia berbunyi, dia kelaparan karena belum makan dari tadi. ‘Krucuk….krucuk...”

__ADS_1


“Feli sayang, kamu lapar ya?”


Wajahnya merona merah karena malu lalu mengganggukkan kepalanya “Aku dan Kak Elvano belum makan malam. Kami tadi menunggu karena kami pikir mama Liona akan pulang cepat.”


Liona juga baru sadar kalau dia juga belum makan dan perutnya sekarang lapar.


“Tunggu sebentar ya.” ucapnya lalu pergi kedapur.  Dia membuka lemari es, tapi kosong hanya ada botol minuman.


“Kita pesan makanan dari restoran saja ya?”


“Jangan. Papa bilang makanan dari restoran tidak baik untuk kesehatan.” ujarnya tersenyum. “Apakah mama Liona pandai memasak?”


“Iyalah. Masakan mama paling enak gadis bodoh!” teriak Elvano menyahut. “Makanan hotel saja kalah sama makanan buatan mama.”


Tak berapa lama beberapa pelayan dari villa no.1 datang membawa nampan berisi daging, seeafood, sayur, telur, beras dan berbagai macam bumbu beserta peralatan masak dan makan.  Liona dan Elvano menganga melihat pemandangan itu.


“Nona muda...”


“Bawa semua ke dapur ya. Oh iya….ini Mama Liona.” ucap Felicia pada para pelayannya.  Mereka semua membungkuk hormat pada Liona meskipun sedikit bingung karena Felicia memanggil wanita itu dengan sebutan mama. Para pelayan langsung membawa semua ke dapur dan memasukkan bahan makanan kedalam lemari es. Setelah selesai dengan tugasnya para pelayan pergi ke villa depan. Liona hanya menggelengkan kepala, kalau dia tahu jika Felicia tinggal dirumah depan, sudah dari tadi dia suruh gadis kecil itu makan dirumahnya saja. Akhirnya Liona meraih celemek dan mulai memasak.

__ADS_1


“Felicia, kamu mau makan apa malam ini?” tanya Liona.


“Wah….aku benar bisa memilih mau makan apa ya?” tanya Felicia.


“Tentu saja, sayang. Aku akan masakkan makanan apapun yang kamu mau.


“Ok. Aku mau makan ikan goreng, sayur capcai, bakwan udang, sambal tapi tidak pedas terus aku juga mau nasi goreng daging sama daging semur. Apa itu terlalu banyak?”


Ternyata selera Felicia sama persis dengan Elvano, makanan favorit Elvano juga nasi goreng daging dan semur daging dan bakwan.


“Tunggu sebentar ya.” kata Liona mulai menyiapkan makanan. Untung sudah ada bumbu  giling jadi untuk semur dia tak perlu lagi membuat bumbu. Ada juga sambal ijo dan sambal terasi yang sudah siap dimasukkan dalam tupperware. Dia hanya perlu membuat bumbu ikan goreng, bakwan dan ansi goreng saja.


Liona pun memasak semua makanan yang diminta Felicia.  Tak lama kemudian rumah itu sudah dipenuhi aroma makanan yang menggoda selera.


“Wah, wanginya sedap sekali. Kamu sedang masak apa?” ternyata Reynard dan Delvin sudah ada disana berjalan berdampingan.  Merek juga belum makan malam, Delvin mengambil sendok dan mengambil sepotong daging semur dan memakannya. “Ini enak banget loh. Benar-benar enak! Aku mau lagi!” Delvin memuji masakan Liona. Untung saja dia memasak banyak.


“Paman jangan mencuri makanan, kami saja belum makan!”


“Eh….gadis kecil, kamu jangan jahat. Paman cuma ambil sepotong.”

__ADS_1


Tangan kecil Felicia langsung menarik tangan Delvin keluar dari dapur. Liona berjalan ke pintu dapur dan melihat diruang tamu Reynard duduk bersebelahan dengan Elvano yang tanpak keduanya sedang berbicara serius.  Elvano memegang sebuah Ipad dan tampak Reynard mengajari bocah laki-laki itu cara menggunakannya. Jantung Liona berdetak kencang melihat pemandangan itu. Terlihat Reynard dan Elvano sangat dekat, kini mereka tetangga dan Reynard bahkan membelikan ahdiah mahal untuk Elvano.


Ah…..Reynard apa yang sedang kamu rencanakan? Tanya Liona lirih. Kalau begini sih tiap saat bisa bertemu tapi ada baiknya juga untuk Elvano, dia bisa menghabiskan waktu bersama saat aku pergi syuting.


__ADS_2