
“Felicia! Ayo kita berangkat ke tempat syuting sama mama,” ujar Elvano bersemangat. Hari ini kedua bocah itu ingin melihat pertunjukan spektakuler di tempat syuting.
“Kakak harus janji jangan sampai mama Liona tahu rencana kita,” bisik Felicia.
“Iya! Apa pengawalmu sudah melakukan apa yang kau suruh?”
“Beres! Sesuai rencana, nanti kita nonton….hihihihi…..”
“Kalian sedang membicarakan apa? Bisik-bisik, ketawa-ketawa…..hayoooo kalian sedang merencanakan apa lagi?”
“Tidak ada!” serempak menjawab.
“Yakin tidak ada? Jangan bohong sama mama ya,”
“Tidak ada mama,” Felicia naik ke sofa dan duduk dipangkuan Liona sambil melingkarkan kedua tangannya di leher wanita itu.
“Mama tidak yakin, biasanya kalau Feli sikapnya manis begini pasti ada apa-apa,”
“Ha? Masa Feli tidak boleh manja sama mama Liona? Sebentar lagi papa menikah sama mama Liona dan jadi mamaku, aku sayang mama, CUP!” Felicia mengecup pipi Liona berkali-kali membuat wanita itu tertawa geli dengan tingkahnya yang menggemaskan.
“Udah…..mau berangkat sekarang?”
“Hayooo…...papa sudah datang,” Felicia memegang tangan Liona saat dia berjalan ke mobil Reynard yang sudah menunggu didepan rumah.
“Felicia sayang, kalian mau kemana?” tanya Reynard.
“Mau ketempat syuting sama mama Liona. Bolehkan pa?”
“Apa sudah minta ijin sama mama?”
“Sudah! Hari ini aku dan Kak El mau lihat mama Liona syuting, pasti asyik. Biar mama Liona semangat syutingnya.”
“Baiklah, asal jangan bikin keributan disana. Ayo berangkat.”
Setengah jam perjalanan yang ditempuh karena pagi ini jalanan tak semacet biasanya. Kedua bocah menggandeng tangan Liona memasuki lokasi syuting. Aurora yang sedari tadi melihat Liona turun dari mobil Reynard langsung cemberut dan tak suka apalagi dia melihat Felicia yang menggandeng tangan Liona dengan wajah ceria.
__ADS_1
“Lihat itu si perempuan murahan nan sombong, mentang-mentang jadi simpanan sang CEO bisa bertingkah dia sekarang. Lihat saja nanti akan ku hancurkan perempuan sialan itu!” ujar Aurora melirik Vena yang berdiri disebelahnya.
‘Aha! Tak perlu aku turun tangan, cukup menggunakan tangan orang lain untuk menghancurkan Liona…….Aurora….Aurora. Perempuan bodoh yang gampang ku tipu,” sinis Vena menepuk bahu Aurora seakan memberi semangat.
Adegan pada syuting kali ini melibatkan Miko yang berperan sebagai Abhi kekasih Rosalind. Pria itu terlihat mengenakan setelan biru tua, rambutnya yang panjang diikat ke belakang membuatnya terlihat sangat tampan. Pria itu terlihat mulai berakting dan dia nampak sangat menakjubkan bahkan Sutradara Reiki langsung tercengang saat melihat penampilan akting Miko.
“Tidak ada yang diragukan lagi dari kemampuan akting dan ketampananmu, tidak ada yang bisa menandingi dirimu,” puji Reiki.
“Hahahaha…...benar sekali. Aku terlalu tampan makanya perempuan selalu menginginkanku.” Setelah itu Miko berjalan kearah Liona dan mengedipkan sebelah mata padanya “Apakah aku terlihat tampan?”
Liona mendengus sambil memutar bola matanya tidak mengucapkan sepatah katapun. Meskipun Miko bercanda tapi dia terdengar seperti seorang pria yang narsis dan tidak bermoral. Ujung mulut Liona berkedut keras. Miko mendekati Liona tapi wanita itu melirik lalu menjauhi Miko lalu berkata “Kamu jangan berani-berani mendekatiku seenaknya! Tolong jaga jarak dariku!”
“Husss…..husssss pergi sana jangan ganggu mama Liona,” ujar Felicia yang sudah berdiri di samping Miko.
“Hei, Feli cantik! Tidak boleh bicara seperti itu pada kakak. Bukankah aku sepupu terbaikmu?”
“Tidak! Kalau kak Miko mengganggu mamaku, aku tidak mau lagi jadi sepupumu,”
“Ha? Mama? Sejak kapan Liona jadi mama mu?” tanya Miko.
“Oh Kak Miko belum tahu ya? Papa dan mama Liona akan segera menikah. Kami keluarga bahagia jadi Kak Miko tidak boleh dekat-dekat mama ku…..atau akan ku pukul, PUK!” Felicia dengan cepat memukul Miko dan menendang kakinya.
“Ssssttttt…….Kak Miko tidak sopan. Karena mama Liona adalah mama ku, maka Kak Miko harus panggil Tante sama mama ku. Tidak boleh sebut nama, oke?”
“Dengar ya Feli cantik, Kak Miko akan berperan bersama Liona…..”
“Ckckck…..dasar Kak Miko tidak sopan! Jangan panggil nama mamaku!”
“Oke…..aku dan mamamu akan berakting bersama di serial ini. Kami akan berakting sebagai sepasang kekasih.”
Felicia menatap wajah Miko tajam penuh kemarahan “Awas kalau Kak Miko pegang-pegang mama ku. Tu lihat semua pengawalku ada disini, kalau Kak Miko sentuh mamaku nanti mereka akan memukulmu. Coba saja kalau berani.”
“Hahahahaha…...kau sangat beruntung Liona, sepupu cantikku ini sangat melindunginmu.”
“Pergi…...pergi! Jangan dekat-dekat mama!” Felicia dan Elvano mendorong Miko menjauh. Tatapan tajam para pengawal Felicia membuat Miko dengan enggan pergi menjauh.
__ADS_1
Pengambilan gambar untuk adegan selanjutnya pun dimulai, pada adegan ini Miko (peran Abhi) sedang berjalan-jalan bersama Liona (Peran Rosalind) di taman. Istri pertama dan kedua dari Arwan singgih yang diperankan Vena dan Aurora terlihat memperhatikan mereka. Rasa iri membuat mereka berdua marah dan berjalan mendekati sepasang kekasih itu tapi sial, saat sudah dekat kedua wanita itu tiba-tiba menggaruk-garuk tubuh bagian bawahnya. Miko dan Liona pun memperhatikan dan terkejut. Mereka ingat tidak ada adegan seperti itu dalam naskah, kenapa Vena dan Aurora menggaruk bagian intim mereka?
Cut!
Wajah Sutradara Reiki memerah “Apa-apaan ini? Kalian berdua sudah gila ya? Tidak ada adegan garuk-garuk bagian intim didalam naskah! Apa kalian tidak membaca naskahnya, ha?”
Kress…...kresss…...kresss…….baik Aurora dan Vena makin menggaruk bagian intim mereka dengan wajah mengenaskan.
“Gatal! Gatal!” keduanya serempak menjerit.
“Hahahahaha…...hahahaha…...payah kalian berdua! Ini syuting drama tv bukan syuting film porno kenapa kalian bertingkah sangat menjijikkan?” ucap beberapa kru.
“Diam! Ini gatal sekali…...aduhhhh! Aw!”
“Kenapa bisa gatal begini?”
Keduanya tak henti menggaruk, sementara Felicia dan Elvano tertawa menutup mulut mereka dengan kedua tangan melihat adegan didepan mereka. “Hiiii…..hiihihihi…..Hemmm….”
Lione berjalan kearah kedua bocah itu lalu menutup mata mereka “Hm…..jangan dilihat! Kenapa kalian berdua tertawa?”
“Mama Liona…..mereka lucu sekali. Mukanya seperti kepiting rebus….hahahaha…..mereka kenapa?”
Reiki yang sudah penuh emosi membentak Aurora dan Vena agar segera pergi keruang ganti. “Pergi kalian. Pengambilan gambar ditunda dan akan dilanjutkan besok. Kalau kalian tidak bisa bekerja profesional lebih baik kalian mundur!”
“Maaf…...aku tidak tahu kenapa tiba-tiba badanku gatal-gatal.”
“Issss…….pergi sana! Dasar jorok! Kalian berdua pergi ke dokter, aku tidak mau ada aktrisku yang penyakitan apalagi kalau sampai terkena penyakit menular.”
Bisik-bisik semua kru terdengar bagai suara lebah yang mendengung. Pandangan sinis dan jijik mereka lemparkan pada Aurora dan Vena yang meninggalkan lokasi syuting untuk pergi ke rumah sakit. Bagian intim mereka terasa gatal dan keduanya tak henti menggaruk.
“Apa kalian tahu apa yang sedang terjadi?” Liona melirik kedua anak itu yang hanya diam dan menundukkan wajah.
“Ma---mama…..”
“Mama sudah yakin, ini pasti ada hubungannya dengan kalian berdua. Ayo katakan pada mama,apa yang sudah kalian lakukan. Atau mama akan menghukum kalian berdua,”
__ADS_1
“Feli dan Kak El sayang sama mama…..hiks….hiks….hiks…...kami tidak bersalah.” bocah itu memasang wajah memelas dan menggemaskan. Liona tahu jika Felicia sedang akting pura-pura menangis, dia sudah memahami tingkah gadis kecil itu yang seperti rubah licik.