CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 87. SATU KELUARGA


__ADS_3

Felicia langsung berdiri dihadapan Liona sambil memutar-mutarkan badannya untuk memperlihatkan penampilannya yang kini serasi dengan mereka. Wajahnya tampak berbinar bahagia. “Apakah mama Liona suka penampilanku?”


“Suka? Mama sangat suka, sayang. Kau terlihat sangat cantik dan imut.” jawab Liona mencubit pipi tembem Felicia.


Felicia tertawa bahagia mendengar pujian mama kesayangannya. Dia pun meraih tangan Liona dan bertanya “Apakah kita bertiga terlihat seperti keluarga?”


“Tentu saja, sayangku.” jawab Liona. Dan dia benar-benar jujur dengan jawabannya, jika mereka bertiga keluar dengan pakaian seperti itu maka orang yang melihat pasti akan menganggap mereka adalah keluarga.


Wajah Felicia kembali berbinar bahagia dan terus tersenyum, mereka semua terpengaruh dengan suasana hati gadis kecil itu saat berangkat untuk makan malam. Komplek perumahan itu terletak dipusat kota dan tak jauh dari sebuah mal besar yang merupakan milik keluarga Wilfred. Di mal itu ada restoran khusus hotpot yang terkenal enak.


Hanya berjarak sekitar sepuluh menit berjalan kaki, jadi mereka memutuskan untuk pergi kesana dengan berjalan kaki. Elvano dan Felicia terlihat sangat manis saling bergandengan tangan dengan Liona dan Reynard. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia dengan dua anak kembar.


Saat mereka berjalan memasuki mall, semua mata tertuju pada mereka berempat. Liona merasa tidak nyaman apalagi setelah skandal mengenai dirinya beberapa waktu lalu, banyak orang mengenali wajahnya. Untungnya foto-foto yang beredar di internet selama kekacauan itu berasal dari fotonya mengenakan kostum dibelakang panggung.


Kali ini dia mengenakan pakaian yang sederhana dan tanpa riasan wajah untuk menghindari perhatian yang tidak dia ingingkan. Akhirnya Liona menyadari kalau perhatian semua orang bukan padanya melainkan pada Elvano dan Felicia. Reynard yang berjalan dibelakang mereka memandang dengan tatapan dingin sedangkan Delvin berjalan dibelakang kakaknya dalam diam.


Delvin tahu kalau kakaknya sedang dalam suasana hati tidak baik. Saat ada pasangan yang berjalan melewati mereka, Reynard mendengar mereka berbisik.


“Awww! Kedua anak kecil itu menggemaskan sekali! Mereka pasti kembar dan perempuan yang bersama mereka itu pasti kakak mereka. Mereka terlihat sangat mempesona saling berpegangan tangan. Menggemaskan sekali!”

__ADS_1


Kemudian wanita muda yang sedang berbicara dengan pasangannya itu melihat Reynard yang berdiri dibelakang Liona dan kedua anak. Mata wanita muda itu langsung berbinar lalu berbalik kearah pasangannya dan menutupi wajah. “Ya ampun! Mereka sekeluarga tampan dan cantik! Pria itu pasti ayah mereka, dia tampan sekali!”


Reynard kaget dan tak mampu berkata-kata mendengar ucapan wanita muda itu. Dia hanya memelototinya, raut wajahnya langsung berubah dingin. Wanita muda itu terkejut melihat reaksi Reynard.


Sedangkan pria muda disebelahnya langsung menarik pacarnya menjauh dan berkata, “Sayang, jangan bicara sembarangan. Apa kau tidak melihat kalau mereka itu satu keluarga? Wanita itu bukan putrinya tapi istrinya. Pria itu pasti merasa tersinggung mendengar ucapanmu.”


“Oh…..apakah begitu?” wanita muda itu terkejut saat diceramahi pacarnya.


“Aku yakin sekali! Tidak ada kemungkinan lain, tidak bisakah kau melihat cara pria itu memandang istrinya? Tatapannya instens penuh cinta dan kerinduan. Seorang pria tidak akan menatap putrinya seperti itu.”


Wanita muda itu penasaran lalu menoleh agar bisa melihat lebih jelas lagi. Tidak begitu lama dia mengangguk. “Ya kau benar. Aku baru saja meyadarinya saat pria itu menatap istrinya seperti kau menatapku.”


Meskipun pasangan itu bicara dengan suara rendah tapi Liona masih bisa mendengarnya karena jarak mereka tidak terlalu jauh. Dia pun menoleh ke belakang dan menatap Reynard. Raut wajah pria itu tanpa ekspresi seperti biasanya tetapi sorot matanya sedikit aneh. Liona benar-benar bingung dengan sikap pria itu. Apa dia terpengaruh dengan perkataan pasangan muda tadi?


‘Penuh kerinduan dan cinta? Apa mereka tidak salah lihat? Bongkahan es seperti Reynard mana mungkin menatap dengan penuh kerinduan dan cinta.’ Liona menggerutu dalam hatinya. Akhirnya dia menemukan ide untuk menyelamatkan diri dari rasa malu. Dia menantang anak-anak untuk lomba lari supaya dia bisa menjaga jarak dengan Reynard.


“Kak, sepertinya kau sedang dalam suasana hati yang buruk.” kata Delvin bertanya dengan hati-hati. Tapi Reynard tak menjawab dan hanya diam mengatupkan rahang dan menatap Delvin dengan tatapan peringatan.


“Ayolah kak Reynard. Apakah karena mereka mengira kakak adalah ayah Liona? Seseorang hanya salah paham tentang hubungan kakak dan Liona, terus kenapa? Ingat ya kak kalian memang memiliki beda usia yang jauh. Kakak jauh lebih tua dari Liona!”

__ADS_1


“Diam kau!”


Delvin mengeryitkan dahi. “Kak dengar dulu pendapatku. Kakak memang bertaut usia yang jauh dengan Liona tapi kalau kakak terus memakai pakaian kuno seperti ini aku khawatir jika dimasa depan orang-orang akan mengira kalau kakak adalah ayah Liona.”


Reynard menyipitkan matanya dan sedang berpikir. ‘Apakah aku terlihat begitu tua? Cara berpakaianku baik-baik saja tidak ada masalah dan semua yang kupakai juga barang bermerek.’ Benaknya berputar-putar memikirkan semua perkataan Delvin saat mereka berjalan.


Mall itu terdiri dari sepuluh lantai, lantai pertama berisi toko perhiasan yang dipenuhi oleh jam tangan, perhiasan emas dan berlian. Lantai dua dan tiga berisi pakaian wanita sedangkan lantai empat dan lima berisi toko-toko yang menjual pakaian pria.


Lantai enam dan tujuh berisikan khusus pakaian anak dan bayi serta mainan. Lantai delapan ada deretan restoran yang menawarkan makanan lezat. Di lantai sembilan khusu area bermain ice skating dan taman bermain salju. Di lantai sepuluh adalah arena hiburan yang ada bioskop dan pusat permainan. Mall ini sangat luas dan merupakan mall terbesar dikota yang memiliki fasilitas paling lengkap.


Mereka masuk kedalam lift dan menekan tombol delapan. Delvin adalah seorang yang rajin merawat kulitnya dan sangat rentan terhadap jerawat jadi dia selalu menghindari makanan pedas. Liona tahu kebiasaan pria itu jadi setelah mereka berada di restoran hot pot dia memesan sup dua rasa untuk mereka agar Delvin tidak perlu makan pedas.


“Oh Liona! Kau sangat baik sekali padaku, aku akan menikahimu sekarang juga jika mungkin.”


“Ewwww…..” Felicia menganggap ide itu sangat menjijikkan dan membuat ekspresi seperti ingin muntah. Delvin memelototi gadis kecil itu.


“Apa maksudmu? Kenapa Liona tidak mau menikah denganku?”


“Papaku lebih tampan, lebih kaya dan lebih pintar dari paman. Pokoknya papa lebih hebat dari paman tapi mama Liona saja tidak semudah itu menerima papa. Apalagi paman?”

__ADS_1


Maksud gadis kecil itu sangat jelas dan kata-kata Felicia sangat mengena. Delvin kehilangan muka dan merasa malu sendiri mengingat bagaimana Reynard yang menjebak Liona dalam kontrak kerja hingga membuat gadis itu jatuh cinta padanya. Lalu bagaimana dengannya yang tidak punya kekuasaan untuk melakukan semua itu jika dia ingin mendapatkan Liona?


__ADS_2