
Miko terkejut dan mengangkat alisnya “Wow! Sejak kapan kau bersikap seagresif seperti ini?” kata Miko mencondongkan tubuhnya. Liona merasa telapak tangannya gatal ingin menampar pria itu. “Jangan berpikiran mesum ya! Aku mengajakmu kerumahku untuk mengambil semua hadiah yang kau kirimkan untukku! Aku tidak butuh hadiah mahalmu!”
Miko merasa sangat bahagia mendengar ucapan Liona “Bagaimana kau tahu jika hadiah-hadiah itu dariku? Sepertinya kau sangat mengenal pacarmu ini ya.”
Liona tak mempedulikan ucapan pria itu dan terus berjalan tanpa melihat ke belakang. “Tulisan jelekmu macam cakar ayam itu, hanya kau yang punya tulisan sejelek itu.”
Miko tertawa terbahak-bahak “Hahahaha…...hahahaha…..tulisan cakar ayam? Hahaha…….”
“Kenapa kau datang ke kota ini! Jawab Miko! Mengapa kau mengambil peran pendukung diserial drama itu! Cepat katakan sejujurnya dan jangan bicara sembarangan, apa maksud semua ini?”
“Aku melakukan semua ini demi kau. Aku ingin mengejarmu, cantik.”
“Oh begitu! Kau mau aku memukulmu sampai babak belur sekarang?”
Miko tersentak mendengar ucapan Liona yang ketus dan sinis. “Kenapa kau memperlakukanku dengan kasar? Kau tidak pernah bersikap lembut padaku sedangkan wanita lain selalu memandangkan lembut seperti lebah memandang madu.”
“Kalau begitu kau nikmati saja kelembutan wanita lain sesukamu. Pergi sana!”
“Aku hanya menginginkanmu, cantik. Aku tidak butuh wanita lain.” Miko meletakkan tangannya dibahu Liona “Katakan padaku, apakah kau selingkuh dengan pria lain selama aku di luar negri?”
“Ayolah Liona, jujur padaku.”
Liona memandang Miko dengan wajah cemberut dan juga kesal “Lihatlah dirimu, kenapa kau jadi marah begini? Kau itu bukan siapa-siapaku dan aku tak perlu menjawab pertanyaan bodohmu!”
Miko sangat tercengang mendengar jawaban Liona, dia tak menyangka sikap Liona sangat berubah. Saat mereka sedang sibuk berbicara anggota kru lainnya keluar dari lokasi syuting dan berjalan kearah mereka.
Melihat anggota kru mulai berdatangan, Liona menarik Miko dan menyeretnya bersembunyi. Liona tak ingin orang lain tahu tentang hubungannya dengan Miko. Tempat persembunyian mereka sangat sempit sehingga mereka terpaksa berpelukan, Miko yang bertubuh tinggi membuat Liona berada dalam pelukan pria itu. Miko menghiruparoma tubuh Liona, wanita itu berkeringat dan bau keringat bercampur parfum menciptakan aroma khas wanita itu. Miko menarik napas dalam-dalam membuat Liona kesal. Liona mendorong tubuh Miko agar menjauh darinya “Tingkahmu sangat menjijikkan!”
Miko tersadar dan berusaha meredakan amarah Liona “Plisss jangan bergerak, berhenti bicara atau kita akan ketahuan.” kata Miko saat dia melihat seorang staf memeriksa asal suara teriakan. Liona merasa gugup saat orang itu berjalan kearah tempat persembunyian mereka. Untungnya staf itu tidak melanjutkan langkahnya dan pergi. Liona menghembuskan napasnya lega. Dia tersadar jika Miko sedang memeluk tubuhnya erat, membuat Liona marah. Dia menginjak kaki Miko keras-keras. “Aduh!”
__ADS_1
Miko menjerit kesakitan dan melompat-lompat sambil memegangi kakinya. Untungnya sudah tidak ada ornag lain disekitar mereka.
“Liona! Beginikah caramu memperlakukan pacarmu?”
“Mantan! Mantan! Mantan!” balas Liona dengan marah.
“Aku tidak pernah setuju putus denganmu jadi kau masih pacarku!” ujar Miko tak mau kalah. Liona kesal dan mengabaikan pria itu. Dia berjalan cepat kearah pintu keluar. Miko masih memegangi kakinya lalu mengikuti Liona sambil melompat-lompat seperti kodok.
“Tunggu! Hei Liona…..tunggu aku!”
“Brengsek! Persetan denganmu!” teriak Liona.
“Liona sayang, jangan seperti ini. Kita dulu saling mencintai.”
“Pergi kau jauh-jauh! Huss…..husss.” kata Liona sambil mengibaskan tangannya layaknya mengusir kucing.
“Aku kembali kesini setelah menyelesaikan syutingku di Hongkong. Aku lakukan semua ini demi kau. Aku mengambil peran pendukung itu juga demi dirimu agar aku bisa selalu dekat denganmu.Tidakkah kau lihat pengorbananku, aku sangat menyukaimu tapi kenapa kau tidak bisa melihat betapa aku menyukaimu?”
“Liona….”
“Oke, aku jelaskan dan dengar baik-baik ya. Aku tidak peduli alasan kau kembali. Demi kepentingan kita berdua, lebih baik kita berpura-pura belum pernah bertemu sebelumnya, paham?”
Miko hanya menatap Liona tak mengerti maksudnya. “Liona, bukankah bagus jika kita berdua terlibat gosip? Namamu akan makin populer dan akan mendapatkan banyak uang. Apakah kau tidak butuh uang?”
“Menjadi populer? Aku tidak perlu jadi populer, aku takut para penggemar gilamu itu akan menggangguku. Aku tidak mau mati sebelum namaku populer! Kuingatkan kau ya! Semua aktris dan perempuan yang pernah terlibat denganmu, semua di bully habis-habisan oleh penggemar fanatikmu.”
Sampai saat ini belum ada aktris wanita yang bisa menjadi kekasih Miko karena siapapun wnaita yang memiliki hubungan asmara dengan pria itu akan menerima kritik dan bully bertubi-tubi. Hal itulah yang dilihat Liona setelah dia mengetahui semua hubungan asmara Miko. Pria itu terdiam tak membantah ucapan Liona karena apa yang dikatakannya benar. Semua aktris yang pernah dekat dengannya semua disiksa masyarakat tanpa ampun, tapi dia tak berniat menyerah untuk mendapatkan Liona. “Ku peringatkan padamu ya! Aku sudah punya banyak masalah dilokasi syuting. Jangan kau tambah lagi bebanku dan membuat hidupku jadi tambah sulit. Jika kau masih melakukannya maka aku akan memukulmu sampai mati!”
“Baiklah. Keuntungan apa yang bisa kudapat jika aku setuju denganmu, berpura-pura tidak kenal.” kata Miko.
__ADS_1
“Ha? Kau minta keuntungan?”
“Aku hanya bercanda! Aku tidak akan berani macam-macam denganmu.” kata Miko.
“Baguslah kalau kau mengerti!” kata Liona mengejek “Sudah malam, aku harus segera pulang. Anak-anakku sedang menungguku dirumah.”
“Eh….bagaimana kalau aku traktir kau dan Elvano makan malam diluar? Kau bisa meneleponnya untuk menemui kita.”
“Huh! Elvano bahkan tak menyukaimu dari dulu.”
Miko terdiam mendengar ucapan Liona tapi egonya baru saja menerima pukulan berat untuk kesekian kalinya malam itu. Dia tak pernah mengerti kenapa wajah tampanya tak pernah berhasil untuk menarik perhatian ibu dan anak itu. Miko menghela napas berat, akhirnya dia mengaku kalah saat ini.
“Baiklah Liona. Aku pergi sekarang.”
“Ngomong-ngomong berikan alamatmu, aku akan mengembalikan semua perhiasan dan barang-barang mewah yang kau berikan padaku.” kata Liona.
“Tidak….tidak. Itu adalah mas kwain untukmu. Mana mungkin kuambil kembali.”
Liona meraih bahu Miko lalu berkata “Aku mengingatkanmu untuk terakhir kalinya. Kita sudah putus! Seekor kuda yang tangguh dan berpendirian tidak akan pernah kembali untuk memakan rumput jelek. Kau adalah rumput yang jelek! Seorang wanita yang menghargai dirinya tidak akan pernah kembali pada mantan yang telah memperlakukannya dengan buruk. Apalagi kulihat kau belum berubah, jadi aku takkan pernah memberimu kesempatan lagi.”
“Liona, aku sudah tumbuh jadi rumput yang baik dan lezat. Coba kau rasakan sendiri, bukankah aku tidak lagi seperti pria yang sama seperti empat tahun lalu? Berilah aku kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa aku sudah berubah. Aku berjanji semuanya akan berbeda kali ini dan aku akan berusaha keras untuk tidak mengulangi kesalahanku di masa lalu. Aku berjanji akan membahagiakanmu dan Elvano.”
Liona semakin kesal dengan sikap keras kepala pria itu. Karena merasa frustasi, kepala Liona terasa sakit lagi, dia memijit pelipisnya.
Hal yang paling dia sesali dalam hidupnya adalah kebodohannya telah mencintai Seth, dan yang kedua adalah mengenal pria bernama Miko. Andai Liona tahu jika Miko akan mengikutinya kemanapun, dia akan berlari kearah yang berlawanan agar tak bertemu dengan pria itu lagi.
Saat Liona sedang berpikir untuk mencari cara lain agar menjauhkan Miko dari hidupnya, sebuah Roll-Royce Phantom warna hitam meluncur disamping mereka. Begitu mobil itu berhenti, seorang supir turun dan membuka pintu belakang. Reynard dan Delvin duduk berdampingan didalam mobil itu. Wajahnya dingin dan keras seperti batu, matanya dipenuhi api kemarahan.
‘Kenapa pria itu marah?’
__ADS_1
Liona mengamati wajah Reynard dengan bingung. Saat Liona hendak bicara, Miko berbalik dan memandang kearah Reynard dan Delvin “Paman Reynard? Paman Delvin? Sedang apa kalian disini?” tanya Miko heran melihat kehadiran kedua pamannya disana.