
“Hai adik kecil, berapa umurmu? Beruntung sekali dirimu jadi anak tante cantik. Tadi tante cantik memanggilmu sayang. Apakah ‘sayang’ itu namamu ya? Nama panggilanku juga ‘sayang’ wah….nama kita sama ya? Oh iya….namaku Felicia.”
Elvano mengeryitkan keningnya menatap gadis gendut itu, enak saja dia memanggilku adik, gumamnya.
“Panggil aku kakak! Kamu itu masih kecil.” ujar Elvano.
Felicia tersenyum lalu memiringkan kepalanya “Apakah kamu lebih tua dariku? Kapan ulang tahunmu? Aku baru saja ulang tahun hemm…..minggu lalu. Aku sudah berumur empat tahun. Aku lahir tanggal delapan bulan depan. Bukankah angka delapan adalah angka keberuntungan? Kapan kamu lahir?”
“Sama! Ulang tahunku juga tanggal delapan bulan delapan.”
“Hore! Berarti kita memang ditakdirkan bersama! Kita lahir di hari yang sama dan nama panggilan kita sama. Tante cantik akan jadi mamaku jadi kita bisa merayakan ulang tahun bersama, iyakan?”
Elvano terkejut lalu wajahnya cemberut ‘Apa-apaan gadis gendut ini bilang mama akan jadi mamanya? Elvano tak suka mendengar itu lalu dia memeluk ibunya lalu berkata “Tidak boleh! Mama hanya milikku, mama tidak boleh menikah.”
“Kamu pelit sekali! Aku akan memanggilmu kakak jika kamu mau berbagi mama.”
“Enak saja! Mama bukan barang untuk dibagi.” ujar Elvano ketus. Liona yang sedari tadi melihat kedua bocah itu tak bisa menahan tawa, kenapa mereka berdua terlihat sangat lucu? Tak biasanya Elvano mau berinteraksi dengan anak kecil lain tapi dia mau membalas setiap ucapan Felicia dan tak marah.
Kedua bocah itu berbicara tanpa peduli akan orang lain yang ada diruangan itu, tingkah mereka lucu dan percakapan mereka terdengar sangat aneh. Syukurlah ada Hiro disana, setidaknya dia bisa membantu Liona yang terus didesak oleh Reynard. Kehadiran Hiro membuat kedua kakak beradik itu tak lagi membahas soal pernikahan. Hiro memberi isyarat pada Reynard dan Delvin untuk keluar dari ruangan. Tinggallah kedua bocah dan Liona disana. Felicia berlari kearah Liona dengan penuh semangat “Tante! Papa sudah melamar tante jadi mamaku. Tahu tidak? Kakek dan nenek sudah menyuruh papa menikah tapi papa selalu menolak. Tapi hari ini papa melamar tante! Aku senang sekali. Aku beritahu rahasia ya….papa nampak dingin tapi papa baik hati dan romantis. Papa juga perhatian pada orang-orang yang dicintaina. Tante jangan takut ya, pasti papa sangat mencintai tante. Kalau tidak mana mungkin papa melamar tante.”
__ADS_1
“Tante! Papa itu setia, tidak seperti paman delvin yang banyak pacar. Papa juga tampan dan banyak uang loh. Mau ya jadi mamaku? Papa pasti akan mencintai tante, aku juga mencintai tante dan janji jadi anak baik.”
Liona bingung harus menjawab apa. Ayah dan anak sama keras kepalanya. Kenapa mereka berdua begitu memaksaku sih? Liona menghela napas dalam-dalam.
“Mama tidak mau menikah. Mamaku tidak cinta sama papamu jadi tidak usah merayu mama lagi, menyerah saja.” kata Elvano yang mendengarkan Felicia dari tadi.
“Huh! Memangnya kenapa? Feli tahu mama pasti mencintai papaku.”
“Tidak! Mama hanya mencintaku. Kenapa kamu memanggil mamaku dengan ‘mama’?
Felicia mengerucutkan bibirnya dan memiringkan kepalanya, dengan suara yang lembut dan manis dia berkata “Tapi kita akan jadi besar dan dewasa, terus punya rumah sendiri di masa depan. Paman Delvin pernah bilang kalau aku sudah besar nanti aku akan meninggalkan papa. Makanya mereka memintaku berhenti mengganggu papa saat dia kencan. Karena saat aku dewasa dan pergi meninggalkan papa, papa akan sendirian dan sedih. Kamu juga pasti dewasa nanti, lalu pergi dan meninggalkan tante cantik sendirian.”
“Kamu kenapa?” tanya Felicia.
“Tidak kenapa-napa!”
“Bohong! Kamu berbohong! Kamu sadar tadi aku bilang itu benar, iyakan?” kata Felicia.
Dia merasa berhasil mempengaruhi pikiran Elvano dan menghasutnya.
Sementara di luar ruangan perawatan, ketiga pria itu terlihat serius berbicara. “Katakan Hiro, ada apa sebenarnya dengan Liona?” tanya Delvin untuk kesekian kalinya. “Apakah bocah itu benar putranya Liona?”
__ADS_1
Reynard seakan tak peduli tentang itu, dia tak masalah jika Liona memiliki anak. Apapun status wanita itu tak masalah baginya, dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Kak Reynard! Kamu kenapa? Apakah kamu tidak ingin mengetahuinya?”
“Tak masalah! Toh tidak ada pengaruhnya bagiku.” jawab Reynard. Bagi Reynard semua tak masalah toh Liona bukan istri orang, sudah jelas dia punya seorang putra berarti dia seorang janda muda lebih tepatnya janda kembang. Apakah itu harus dipermasalahkan? Yang penting statusnya jelas, iyakan? Begitulah penilaian Reynard. Lagipun Liona sedang tidak menjalin hubungan dengan siapapun dan saat Reynard memeriksa ponsel Liona, tak ada nomor kontak siapapun disana, hanya Hiro. Tak mungkin dia menjalin hubungan dengan Hiro karena pria itu adalah agennya. Ada aturan tak tertulis didunia hiburan bahwa seorang agen tak boleh menjalin hubungan dengan aktrisnya. Reyanrd sudah tak peduli jika wanita yang di sukainya punya anak atau tidak, selama wanita itu berstatus lajang dan tidak terlibat hubungan dengan pria manapun.
“Apakah kakak serius? Yang benar saja kak, begitu cintanya kakak padanya?” kata Delvin tak percaya apa yang didengarnya dari mulut Reynard.
“Aku serius. Memangnya aku pernah bercanda hal sepenting itu ya?” kata Reynard datar.
‘Ya, Tuhan. Ini sungguh luar biasa, ternyata ada perkembangan baru dari kakakku. Sungguh mengejutkan sekali kakakku jatuh cinta dan tak peduli tentang masa lalu wanita itu. Benar-benar luar biasa, Kak Reynard tak pernah seperti ini sebelumnya.
Hiro pun sama terkejutnya dengan Delvin tapi dia hanya tersenyum. Dia bisa melihat ketertarikan Reynard pada Liona dan Hiro senang melihatnya. Akhirnya Hiro pun berbicara “Sebenarnya bocah laki-laki itu bukan putra kandung Liona. Dia menemukan anak itu dijalan dan mengadopsinya.” akhirnya Hiro mengutarakan kebenaran tentang Liona Sarabella Gantari. Dia bukan janda!
Reynard dan Delvin menghela napas panjang merasa lega. “Baguslah karena orangtua kita takkan setuju jika kakak menikahi wanita yang hamil diluar nikah.” kata Delvin.
“Delvin!” teriak Reynard “Sekalipun Liona hamil diluar nikah, aku tak peduli. Mungkin saja sesuatu terjadi padanya, aku juga tak peduli jika orangtua kita tak menyukai Liona karena itu adalah pilihan dan keputusanku memilih siapa yang mau kunikahi. Bukan urusan mereka.” ujar Reynard, sontak Delvin dan Hiro membelalakkan mata. Siapa yang bicara barusan? Benarkah itu Reynard? Pria yang biasanya sangat selektif dalam segala hal apalagi jika menyangkut soal wanita, tapi apa yang barusan dikatakannya, dia bilang dia tak peduli masa lalu Liona seburuk apapun itu? Oh, Tuhan. Keajaiban apalagi ini?
“Mungkin orangtua kita takkan berani pada kakak, tapi aku yang jadi sasarannya. Pasti aku akan dihajar papa. Mereka pasti memarahiku karena tak menghentikan kakak.” kata Delvin lagi.
“Dengar baik-baik ya. Liona adalah sahabatku, wanita itu sudah melalui masa-masa sulit hidupnya selama bertahun-tahun. Jika kamu ingin menikahinya karena balas budi dan demi putrimu lebih baik kamu pikirkan lagi Rey. Aku tak mau Liona terluka, dia wanita yang baik.” kata Hiro.
__ADS_1