
Liona mendengar Miko memanggil Reynard dan delvin dengan sebutan paman.
“Apakah paman mendengar kabar bahwa aku telah kembali? Apakah itu alasan kalian berdua datang ke lokasi syuting ini untuk menjemputku?” kata Miko penuh percaya diri. Sedangkan Liona hanya menundukkan kepala dan terdiam. Tanpa tahu malu, Miko memeluk pinggang Liona dan memperkenalkan mereka “Liona, ini Pamanku Reynard dan Paman Delvin. Sapalah mereka.”
“Apa kau bilang?”
“Sapa kedua pamanku. Ayo cepat!” Miko tertawa kecil dan menoleh pada kedua pamannya “Paman, kenalkan ini pacarku Liona. Maafkan dia pemalu orangnya.” Miko sibuk bicara tanpa memperhatikan raut wajah Reynard yang memerah. Dengan tatapan setajam pisau, Reynard menatap tangan Miko yang melingkar dipinggang Liona.
“Apa? Pacar?”
Tubuh Liona langsung gemetar. Mati aku! Kontraknya! Aku akan disuruh membayar denda jika aku berhubungan dengan pria lain. Ah...kacau! Aku kekasih Reynard! Mengingat itu, Liona mendorong Miko menjauh dan menjaga jarak dengan pria itu. Lalu dia melambaikan tangan pada Reynard dan berusaha tersenyum manis “Tidak! Tidak! Dia bukan pacarku, aku bukan pacar Miko. Dia hanya mantan…..ya mantan. Aku bersumpah aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Aku mohon percayalah padaku, sayang.”
“Hah? Apa kau bilang barusan? Sayang?” Sedikit bingung dengan tingkah mantan pacarnya Miko bertanya “Kenapa kau memanggil sayang? Siapa orang yang kau panggil sayang?”
“Diam Kau!”
Miko tidak terima mendapat perlakuan tidak adil, jelas-jelas dia mendengar Liona memanggil ‘sayang’ yang pasti ditujukan pada salah satu pamannya.
“Mantan pacar?” tanya Reynard.
“Ya benar! Dia hanya mantan pacarku. Itu sudah sangat lama sekali dan kami hanya pacaran lima hari.” Liona berusaha menjelaskan agar Reynard tak salah paham. Dia bisa melihat kecemburuan dimata pria itu.
__ADS_1
Reynard menatap Liona dan Miko bergantian dengan tatapan aneh, seolah-olah dia tidak percaya pada apa yang didengarnta. Delvin menatap kedua orang itu dengan tatapan aneh. Apakah takdir sedang mempermainkan keluarganya? Tampaknya Liona punya ikatan takdir dengan keluarga Wilfred. Bagaimana bisa tiga pria di keluarga Wilfred jatuh cinta pada Liona? Dua keponakannya malah terlibat dengan wanita itu. Delvin menoleh menatap kakaknya yang menyukai Liona dan mereka sudah resmi pacaran. Suasana didalam mobil menjadi mencekam dan canggung. Setelah beberapa menit, Reynard memecahkan keheningan dan berkata “Masuklah kedalam mobil.”
“Baiklah, paman!” Miko dengan cepat menjawab perintah pamannya dan baru saja kakinya akan masuk kedalam mobil. “Bukan kau!”
“Ayo sayang. Masuklah, sudah waktunya kita pulang kerumah. Anak-anak sudah menunggu kita dirumah.” kata Reynard. Seketika Miko tercengang mendengar ucapan pamannya.
“Apa maksud paman? Paman baru saja memanggil Liona dengan sebutan ‘sayang’?
“Iya. Aku memanggilnya ‘sayang’ karena dia kekasihku dan calon istriku. Apa kau belum mendengar beritanya?” kata Reynard ketus.
Liona langsung melompat ke kursi belakang, sebelum Miko sempat bereaksi pintu mobil langsung ditutup dan mobil melaju pergi meninggalkan lokasi syuting. Miko masih berdiri membeku sama sekali tidak menyangka! Dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, dia benar-benar terkejut hingga membeku, posenya yang sedang mengangkat satu kakinya terlihat sangat lucu.
Sementara didalam mobil Reynard, membisu tak ada seorangpun yang bersuara. Aura dingin terpancar dari pria yang duduk disebelah Liona membuatnya merinding. Liona merasa gemetar dan takut jika Reynard marah padanya.
“Liona. Kau dan Miko saling kenal?” tanya Delvin yang merasa penasaran.
“Ia, benar. Kami kenal!” Liona menjawab tanpa ragu. “Aku bertemu dengannya saat syuting film di Hongkong. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya tapi kami sempat berkencan tapi hanya bertahan lima hari dan putus. Itu sudah lama sekali, jauh sebelum aku kembali.”
Reynard masih muram dan raut wajahnya tak berubah. “Kak Rey! Kenapa kau bersikap seperti itu. Liona sudah menjelaskan. Mereka tidak ada hubungan apapun.” ucap Delvin yang khawatir melihat kakaknya. Sikap Reynard sangat dingin. “Apakah kau masih punya perasaan pada Miko?”
“Tidak! Dulu pun aku tak pernah punya perasaan apapun padanya. Aku bahkan tidak terlalu memperhatikan Miko ketika kami bertemu dilokasi syuting.” kata Liona, perlahan tangannya menyentuh tangan Reynard seakan ingin menyakinkan pria yang dicintainya itu. Reynard melirik tangannya yang di genggam oleh Liona. Delvin hanya tersenyum melihat tindakan Liona.
__ADS_1
Liona memang tak pernah tertarik pada Miko sejak awal dia menerima ajakan kencan pria itu hanya untuk membuat Miko berhenti mengejarnya. Miko adalah seorang playboy, sama seperti Delvin. Liona yang selalu menolak Miko membuat pria itu semakin mengejarnya. Sensai mengejar Liona membuat pria itu bertekad merayunya dan terus mengejarnya dengan keyakinan Liona akan menerimanya. Semakin Liona menolak Miko maka pria itu semakin gencar mengejarnya. Untuk menolak dan menghindari Miko, Liona bahkan pernah membawa Elvano kelokasi syuting untuk memberi tahu bahwa dia sudah punya anak. Tapi Miko tetap kekeh dan tak mau menyerah begitu saja, dia tak peduli akan status Liona.
Mereka hanya pernah berkencan dua kali, pergi menonton dan makan malam setelah itu Liona memutuskan Miko. Dia mendapat informasi jika Miko memiliki banyak kekasih dan gampang bosan dengan pasangannya. Selama ini Miko tak pernah berhubungan lebih dari seminggu dengan siapapun. Selama lima hari Liona pura-pura dan saat dia tak tahan lagi, Liona memutuskan Miko dan meninggalkan syuting dan tak pernah kembali.
“Liona! Hei!”
Liona tersadar dari lamunannya. “Kau belum menjawab pertanyaanku.” kata Delvin.
“Tidak! Itu sudah lama sekali di masa lalu dan aku memang tak pernah menyukainya, dia bukan tipeku dulu aku terpaksa menerimanya karena dia terus mengejarku dan aku lelah. Dia pria menyebalkan dan aku tidak tahan dengan pria seperti itu. Kami hanya pernah pergi kencan dua kali yang pertama pergi menonton dan kedua kalinya pergi makan malam bersama Elvano, hanya itu. Setelah makan malam, aku memutuskannya keesokan harinya.”
Reynard masih terdiam dan hanya melirik kearah Liona. Tiba-tiba ponsel Liona berdering dan dia melihat ada notifikasi dari Miko di aplikasi chat yang meminta pertemanan. Setelah Liona menerima permintaan pertemanan, ada pesan suara dari Miko.
“Liona! Apa hubunganmu dengan Paman Reynard? Sejak kapan?”
Suara Miko seperti seorang pria yang mencurigai kekasihnya selingkuh. Liona memalingkan wajah kesal. Kedua pria itu menatap Liona bersamaan. Liona sangat kesal saat ini dan dia pura-pura tidak memperhatikan tatapan kedua pria itu.
“Diamlah! Hentikan semua omong kosongmu dan jangan ganggu aku lagi.” balas Liona. “Aku akan mengulitimu jika kau berani bertingkah aneh padaku.”
“Liona kau tidak akan pernah menemukan suami jika kau selalu bersikap kasar padaku. Aku hanya ingin menjadikanmu istriku!” balas Miko tak mau kalah.
Itu adalah pesan suara terbaru dari Miko, membuat rahang Reynard mengeras. Liona merasa resah saat menyadari tatapan tajam Reynard yang menghunjam. “Maaf, Rey. Aku tidak tahu bagaimana caranya menutup mulut Miko.” Ini adalah situasi yang sangat mustahil untuk diatasi pria keras kepala seperti Miko. Liona menundukkan kepala dan mencoba mengeratkan genggaman tangannya di tangan Reynard. Tiba-tiba pria itu merebut ponsel Liona dan mengirimkan pesan suara pada Miko. “Berhenti mengganggu istriku!”
__ADS_1