
Mereka sudah berbulan-bulan kembali ke negara ini tetapi ibunya tidak pernah membawanya untuk mengunjungi kakeknya. Dan Adam juga tidak pernah peduli pada mereka berdua, hanya sekali dia mengunjungi Liona dirumah Reynard tapi saat itu Elvano tidak melihatnya.
Jadi bocah kecil itu menyimpulkan hubungan ayah dan anak itu pasti tidak harmonis. Setelah berpikir selama beberapa waktu, Elvano pun membuat sebuah keputusan. Dengan tatapan serius bocah kecil itu menghadap pria yang sedang berdiri didepannya, “Apa yang kamu inginkan dariku? Aku hanya anak kecil!”
Pria paruh baya itu menyipitkan matanya menatap Elvano dan beberapa saat kemudian matanya bersinar seolah memahami sesuatu.
“Mereka bilang kamu anaknya Liona. Aku tidak pernah menyangka nasibmu sangat beruntung. Aku selalu berpikir bahwa Liona telah menyingkirkanmu atau mungkin menjualmu. Hahaha…..kamu ternyata masih hidup!”
“Sekarang Liona tidak ada disini, setidaknya dia belum datang tapi setelah kamu jatuh kedalam tanganku, aku yakin ibumu pasti akan segera datang menemuiku pria kecil.” ucap Adam.
“Apa yang kamu inginkan dari kami? Apa salah ibuku sehingga kamu menculikku?” Elvano terlihat sangat marah. Dia benar-benar marah pada pria tua dan jelek itu.
“Eh pria kecil! Ibumu itu punya banyak kesalahan yang harus dibayarnya tunai! Sebaiknya kamu jangan coba-coba untuk melarikan diri dari sini! Para penjaga berjaga-jaga diluar sana, kamu tidak akan bisa kemana-mana lagi sekarang.”
Tubuh kecil Elvano gemetar karena marah. “Mama memang benar, kamu adalah ayah yang buruk! Kamu selalu memperlakukan mama-ku dengan buruk! Suatu hari nanti aku akan membalasmu! Dasar pria tua jelek!”
“Anak kecil sudah pandai memaki orang tua? Hah! Pantas saja kamu itu kecil-kecil tidak beradab sama seperti ibumu itu! Perempuan murahan yang tidak tahu diri! Kami sudah merawatnya sejak kecil tapi apa yang dilakukannya untuk membalas semua kebaikan kami? Dia tidak peduli dan tidak mau membantu kami.”
“Dia sudah sukses dan punya banyak uang! Tidak mudah bagiku membesarkan ibumu. Sekarang sudah waktunya dia membayarku kembali. Tidak perlu khawatir pria kecil! Aku tidak meminta banyak. Hanya beberapa milyar saja akan cukup untuk membayar semua jasaku karena telah membesarkan ibumu selama berpuluh tahun.”
__ADS_1
“Aihhhh kenapa aku jadi bicara dengan pria kecil sepertimu? Tapi, bagaimana menurutmu? Ibumu pasti akan memberiku uang kan? Aku mau lihat seberapa berartinya kamu bagi ibumu itu! Ini hanya jumlah uang yang kecil bagi ibumu! Dia sudah mendapatkan suami yang kaya raya, uang segitu tidak akan jadi masalah buat ibumu!” Adam menyeringai licik.
“Aku akan segera melepaskanmu setelah ibumu memberikan uang yang kuminta. Bukankah itu sebuah pertukaran yang sepadan?” Adam tersenyum licik dan dia sudah membayangkan uang yang akan dia terima dari Liona. Pasti bocah laki-laki ini sangat berharga bagi Liona, dan akan rela melakukan apapun demi anak ini.
Elvano hanya menatap wajah pria itu dengan tatapan jijik. Dia tidak tahu kalau orang dewasa berwajah jelek dan tua seperti itu sangat licik! Dia benar-benar ingin menghajar pria tua itu untuk ibunya. Tapi melihat begitu banyak penjaga, Elvano hanyalah seorang bocah pasti akan kalah melawan mereka semua.
“Orang tua! Apa kamu pikir mama-ku orang yang bodoh? Dia tidak akan memberimu uang! Lebih baik kamu lepaskan saja aku! Sebelum kamu menyesali nanti saat mama-ku sampai disini! Kalau kamu butuh uang kenapa harus menculikku? Kamu kan punya anak lain? Minta saja padanya? Dia miskin ya? Tidak sekaya mama-ku?”
“Anakmu itu aktingnya jelek sekali! Dia tidak sehebat mama-ku.” ujar Elvano sengaja menjelek-jelekkan Vena. Anak itu pernah mengerjai Vena bersama dengan Felicia. Sepertinya dia juga harus melakukan sesuatu untuk membalas perempuan itu lagi saat dia sudah lepas dari tempat ini. Tidak….bukan hanya perempuan itu! Mereka semua yang menyakiti ibunya akan dia balas.
“Berani-beraninya kamu menghina putri kandungku? Hei anak kecil! Aku akan membungkam mulutmu itu! Dasar anak haram!” teriak Adam memarahi Elvano. Adam menunjukkan wajah sombongnya lalu mengedipkan mata kepada dua orang pria berotot.
Elvano hanya berdiri diam sambil menatap Adam dengan alis terangkat. Adam pun mengamuk dan menampar bocah laki-laki itu.
“Berikan nomor telepon ibumu!” dia menatap Elvano dengan tajam. Bocah ini benar-benar menguji kesabarannya, sikap keras kepalanya itu sama persis seperti Liona. “Nomor telepon ibumu! Mana?”
Elvano mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan memutar kepalanya kesamping dengan keras kepala. Sikapnya itu membuat Adam semakin emosi, “Kamu ini keras kepala seperti ibumu!” tepat ketika Adam hendak memukul Elvano, dia melihat salah seorang pria menyerahkan ponsel Elvano padanya.
“Ini ponsel bocah ini. Kami temukan didalam ranselnya.” ujar salah seorabg pria menyerahkan ponsel Elvano pada Adam.
__ADS_1
Adam tersenyum puas. Dia segera mencari nomor telepon Liona didaftar kontak lalu menyalinnya ke ponselnya. Dia mencoba menghubungi Liona dan dalam waktu kurang dari tiga detik Liona menjawab panggilan teleponnya.
“Apa yang kamu inginkan Adam?” tanya Liona begitu panggilan tersambung.
Adam tertegun sejenak lalu tersenyum lebar, “Anak pintar! Aku tidak menyangka kalau kamu akan mengetahui siapa yang melakukan semua ini. Liona....Liona....kamu semakin pintar sekarang ya!"
Di ujung telepon, Liona baru saja berjalan dari pintu menuju ke lokasi yang sempat dikirimkan oleh Elvano melalui jam pintarnya padanya.
Begitu Liona berada didalam mobil, dia berkata dengan suara tenang, “Sudah cukup jelas bahwa kamu adalah dalang penculikan putraku. Kami baru tiba dinegara ini dan belum memiliki kontak dengan orang-orang diluar sana kecuali kalian. Pilihannya ada kamu dan Vena! Tapi perempuan ****** itu tidak punya keberanian menculik anakku!”
“Jadi pilihannya cuma ada kamu! Adam….Adam…..ingatlah kalau karma itu ada. Kamu akan menerima hukumanmu dari Tuhan!” ucap Liona dengan santainya.
“Kalau memang Tuhan itu ada, sudah sejak dulu aku menerima hukumanku! Hah! Sampai sekarang aku masih menjalani hidup yang nyaman! Dimana Tuhan yang kamu bilang itu, hah?”
Liona tidak mengatakan apa-apa lagi. ‘Jika Tuhan tidak menghukum kalian, maka aku yang akan melakukannya.’ gumamnya didalam hati.
‘Manusia-manusia busuk seperti kalian tidak pantas hidup! Sudah cukup lama kalian hidup enak dan tenang. Tanpa menerima konsekuensi atas semua perbuatan kalian tapi semuanya akan segera berakhir!’
Ketika Elvano diculik orang asing, Liona langsung histeris. Tetapi setelah Liona memaksa dirinya untuk tenang dan berpikiran jernih, dia menyadari sesuatu yang tidak beres. Hanya butuh beberapa menit baginya untuk segera menebak jika Adam berada dibalik penculikan itu.
__ADS_1