
“Aku tidak mau punya ibu seperti tante!” teriak gadis kecil itu sambil menunjuk dengan jari tengahnya.
Liona yang mengerti situasi jika pria dan wanita itu sedang kencan buta dan gadis kecil ini adalah putri dari pria itu. Tampaknya gadis kecil itu tak suka dengan teman kencan ayahnya, jadi dengan sengaja dia menarik Liona untuk merusak makan malam ayahnya, apalagi saat gadis kecil itu melihat Liona yang berparas cantik. Liona berjongkok dan menatap gadis kecil itu “Gadis kecil….?”
“Aku tahu mama sakit hati, hiks...hiks,” sela gadis kecil itu berakting layaknya seorang pemain sinetron karena tiba-tiba matanya merah dan menangis “Kakek dan nenek tidak suka sama mama, mereka tidak mengijinkan mama menikah dengan papa. Kalian bertemu diam-diam. Mama jangan sedih ya, aku akan selalu mencintai mama. Papa juga hanya mencintai mama saja. Kita takkan berpisah. Kita keluarga.”
*Ini visual gadis kecil Felicia Inez Gianina Wilfred 🥰🥰🥰🥰
Gadis kecil itu menangis tersedu-sedu dalam pelukan Liona saat berbicara. Airmatanya menetes membasahi baju Liona. Wanita itu merasa sedih dan sakit mendengar tangisan gadis kecil itu. Kasihan sekali! Ayahnya berusaha mencari ibu untuknya. Tampaknya dia sangat ketakutan akan punya ibu tiri. Menyadari kesedihan dan ketakutan gadis kecil itu, Liona memeluk erat dengan penuh kasih sayang lalu mengusap punggungnya “Sayang, jangan nangis lagi ya.”
“Huaaa…...huaaaa…..” tangisnya malah makin menjadi-jadi.
Sementara teman kencan ayah gadis itu terlihat tak senang, perubahan drastis gadis kecil itu sungguh tak masuk akal, tak ada yang senang saat seorang gadis kecil mengatai kita jelek.
“Reynard, anakmu sudah besar. Aku tahu dia tak menyukaiku tapi kurasa sudah saatnya kamu mendidiknya untuk bersikap sopan.” kata wanita itu memegang tangan pria teman kencannya. Mendengar ucapan wanita itu, gadis kecil itupun semakin menangis kencang.
“Tadi kamu bilang apa?” suara rendah bariton pria itu terdengar menyenangkan namun penuh aura dingin dan mengintimidasi.
“Ma—maksudku, sikap Felicia tadi tidak sopan untuk anak seusianya. Sudah waktunya kamu mengajarinya tata krama.”
Perkataan wanita itu justru membuat si pria terlihat marah dan menarik tangannya, dengan suara tegas “Jangan mengaturku cara mendidik putriku! Apakah kamu keberatan dengan caraku, hu?”
__ADS_1
Wanita itu terdiam. “Reynard...”
“Pergi! Keluar sekarang! Aku tak mau melihat wajahmu lagi.” bentak Renard.
Wanita itu terkejut dengan sikap Reynard. Dia sudah mengorbankan waktu dan berusaha keras agar bisa kencan buta dengan Reynard. Pria itu sulit untuk didapatkan, kini dia malah ditendang begitu saja oleh Reynard karena mengatakan putrinya tidak sopan. Sungguh keterlaluan sekali pria ini pikirnya.
“Reynard!”
“Keluar!” bentak pria itu dengan suara tinggi penuh amarah. Melihat wajah Reynard membuat wanita itu ketakutan dan tak berani berkata-kata. Dia mengemasi barang-barangnya dan berjalan keluar dari ruang VIP itu. Saat dia melewati Liona, dia memelototi gadis itu dengan tatapan penuh kebencian.
Brak!
Suara menggelegar pintu yang dibanting keras. Liona menghibur gadis kecil itu, pria itu berbalik sehingga mata mereka bertemu. Keduanya terkejut, seketika jantung Liona berdetak kencang. Pria itu sangat tampan! Dia mengenakan setelan jas hitam formal, bahunya lebar, tubuhnya terlihat berotot. Rahangnya tajam, alisnya hitam lebat, sempurna. Wajah tampan itu sangat berwibawa dan mendominasi.
“Iya papa. Aku datang!” gadis kecil itu menjawab dengan ceria dan tersenyum manis langsung melompat dari pelukan Liona. Liona masih sempat melihat airmata di wajah gadis kecil yang imut itu tapi gadis kecil itu malah tersenyum sekarang. Apakah dia hanya berakting? Pikir Liona dalam hati. Dia tercegang melihat betapa cepatnya ekspresi gadis kecil itu berubah.
“Kemarilah, sayang.” perintah pria itu dengan suara datar. Gadis kecil itu berlari dan memegang kaki ayahnya sambil memasang wajah memelas untuk mengambil hati ayahnya. “Papa jangan marah ya. Feli tidak bermaksud merusak kencan papa. Aku tidak suka tante itu, tante itu jelek sekali! Dia tidak cocok jadi istri papa! Dia juga marah padaku karena dia pikir aku tidak sopan. Papa, apakah dia cocok jadi ibu tiriku? Pasti tante itu kejam sekali padaku.”
“Apa yang kau inginkan sekarang?” tanya pria itu pada putrinya.
“Ini mama, aku suka dia jadi mamaku!” ucap gadis kecil itu menunjuk kearah Liona, membuat pria itu menoleh dan memperhatikan Liona. Saat matanya melihat Liona, tampak pria itu kaget namun hanya sesaat.
“Maaf, temanku sedang menungguku di ruangan lain. Aku tidak akan mengganggu kalian. Selamat tinggal,” kata Liona segera keluar dari ruangan itu, dia merasa dari tatapannya pria itu tak menyukainya berada disana.
“Selamat tinggal, mama cantik! Semoga kita bertemu lagi.” kata gadis kecil itu penuh semangat melambaikan tangannya.
__ADS_1
“Selamat tinggal gadis cantik!” lalu Liona pergi dari sana meninggalkan ayah dan putrinya itu berdua.
“Siapa yang membawamu kesini?” tanya Reynard penasaran karena putrinya bisa sampai di restoran itu.
“Paman Delvin!” jawabnya dengan girang. Sementara orang yang baru saja disebut namanya berada diluar pintu ruang VIP, Delvin Wilfred mendorong pintu dan masuk keruangan itu begitu namanya dipanggil, ternyata gadis kecil itu tak bisa menjaga rahasia. “Hei Felicia Wilfred! Kamu sungguh tega ya, siapa tadi yang menangis meminta paman membawamu kesini? Kamu selalu bilang bahwa kamu adalah keponakan yang paling dekat dan paling mencintai paman. Kenapa kamu mengadu pada papamu? Gadis nakal! Paman tidak akan mengajakmu lagi keluar kalau begitu.”
“Paman Delvin jangan begitu dong...”
“Huh..!” pria itu mengalihkan wajahnya pura-pura bersikap arogan. Gadis kecil itu tak kehabisan akal, dia lalu naik ke pangkuan Delvin dan melingkarkan tangan di lehernya lalu menciumi wajah paman kesayangannya.
“Tidak mempan rayuanmu gadis nakal! Paman sakit hati, tidak bisa diobati dengan ciuman saja.” gadis kecil itu tersenyum lalu memeluk erat pamannya dan menciuminya tanpa henti sehingga Delvin memintanya untuk berhenti. “Sudah cukup Feli!”
Setelah drama berakhir, mereka menyelesaikan makan malamnya. Felicia langsung tertidur pulas setelah selesai makan.
“Delvin!”
“Iya, kak.”
“Cari informasi mengenai wanita itu! Siapa namanya, dimana dia tinggal, pokoknya kamu harus dapatkan informasi tentang dia selengkapnya. Waktumu satu jam untuk mendapatkan informasi tentang dia.”
“Maksud kakak, wanita yang baru saja dibawa Felicia keruangan ini?” Delvin bertanya bingung. Tak biasanya kakak laki-lakinya itu tertarik tentang wanita tapi kenapa dia malah ingin tahu identitas wanita itu. “Apakah kakak berpikir jika wanita itu sengaja mendekati Felicia untuk bisa mendekatimu?”
“Iya, wanita tadi yang bersama Felicia. Aku ingin tahu semua tentang wanita itu. Kenapa putriku bisa sedekat itu dengannya.” ucap Reynard dengan nada tegas.
Tidak ada alasan lain yang lebih logika dari apa yang baru saja diucapkan Delvin pada Reynard. Pasti wanita itu sengaja menggunakan Felicia untuk mendekati kakaknya. Reynard adalah seorang CEO dari Grup Wilfred. Keluarga mereka memiliki perusahaan yang bergerak dibidang dunia hiburan, pusat perbelanjaan, farmasi, properti, bank dan banyak lagi. Semua perusahaan yang bernaung di Grup Wilfred adalah yang terbaik dibidangnya masing-masing. Wilfred Bank adalah salah satu bank internasional yang berprestasi sebagai salah satu bank terbaik. Bisa dibayangkan berapa banyak harta kekayaan pria itu.
__ADS_1