CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 78. MAKIN HEBOH


__ADS_3

Liona baru saja meletakkan ponselnya diatas nakas, ponsel itu berdering lagi. Nomor tak dikenal yang menghubunginya. Liona pun mengangkat, ternyata yang meneleponnya adalah seorang repoter. “Nona Liona. Apa pendapatmu tentang berita yang baru dirilis tentang tragedi kau menampar aurora?”


“Silahkan bicara langsung dengan agenku.” kata Liona langsung memutuskan panggilan.


Sejak artikel itu dirilis, Liona selalu diganggu dengan telepon dan pesan masuk ke ponselnya. Semuanya dari reporter dan fans Aurora, berbagai pertanyaan tidak masuk akal dan ktukan serta hinaan yang diterimanya. Akhirnya Liona pun memutuskan memastikan ponselnya.


Kini hidupnya lebih santai karena sementara waktu dia tidak pergi syuting. Semua waktunya dihabiskan bersama Elvano dan Felicia serta Reynard dibangsal rumah sakit. Saat merasa bosa mereka menonton televisi. Akibat artikel itu Liona mendadak terkenal, semakin banyak berita gosip tentang Liona yang lebih banyak menghina dan menyudutkannya.


“Kenapa kamu tidak mengklarifikasi soal artikel itu? Bukankah lebih baik jika kamu mengatakan sesuatu untuk membela dirrimu?”


“Apa yang harus dijelaskan? Meskipun aku mengklarifikasi berita itu, tidak akan mengubah apapun. Orang-orang diluar sana akan mengira aku mencoba menutupi kebenaran. Mereka hanya percaya apa yang mereka lihat. Diam adalah jalan terbaik.” jawab Liona menjelaskan.


“Tapi kamu tidak bisa membiarkan orang-orang diluar sana mengutuk dan menghinamu begitu saja. Kamu harus melakukan sesuatu untuk membungkam mereka.”


“Jangan khawatir Rey. Keadaan akan segera membaik dan semua akan kembali normal. Aku percaya pada tim produksi yang akan membantu menyelesaikan masalah ini.”


“Baiklah. Tapi kamu adalah tanggung jawab Wilfred Media. Jadi biarkan pihak manajemenku yang akan menyelesaikan dengan cara kami.”


“Baiklah. Lakukan apa yang menurutmu terbaik.”

__ADS_1


...***...


Sementara dilokasi syuting, tepatnya diruang ganti, Sutradara Reiki memerintahkan semua orang keluar dari ruangan itu kecuali Aurora dan Vena. Saat hanya mereka bertiga yang berada diruangan itu, Reiki sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


“Aurora! Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranmu dan ada masalah pribadi apa kau dengan Liona. Tapi kau tidak bisa bertindak seenaknya dengan menyebarkan masalah internal ke media sosial! Dasar kau wanita sialan! Gara-gara ulahmu proses syuting terhambat! Kenapa kau tidak bisa bersikap dewasa dan menyelesaikan masalahmu tanpa mengganggu pekerjaan?”


Lalu Reiki mengalihkan tatapannya pada Vena, “Dan kau Vena! Apa maksudmu ikut-ikutan memposting di media sosial? Apa kau tidak sadar kalau kau sudah mengacaukan semuanya?”


“Maaf. Akun media sosialku diatur oleh ahenku. Dialah yang melakukan itu bukan aku, mungkin dia melakukan itu sebagai bentuk dukungan pada Aurora karena kami berada dibawah naungan perusahaan yang sama. Kami harus saling mendukung dan menolong. Tapi saya sudah meminta agenku untuk menghapus postingan itu.” kata Vena.


“Kembalilah bekerja! Jangan buat masalah lagi atau kau akan menanggung akibatnya” kata Reiki pada Vena. Karena dia belum bisa memutuskan apakah Vena bersalah atau tidak maka dia melepaskan Vena untuk saat ini sampai semuanya semakin jelas.


“Kenapa aku harus lakukan itu? Apakah kau merasa kasihan pada Liona?” ujar Aurora mengejek Reiki. Wanita itu punya pemikiran jika sutradara Reiki dan Liona menjalin sebuah hubungan terlarang, sehingga dia tidak lagi menghormati Reiki.


“Apa maksudmu bicara begitu?”


“Saya tahu mengapa anda memintaku untuk menyelesaikan masalah ini. Anda takut jika aku menuntut Liona, iyakan? Karena Liona adalah kekasih gelapmu, bagaimana jika istrimu tahu tentang hubungan teerlarang kalian? Menurutmu apa yang akan dilakukannya jika istrimu tahu tentang ini?”


“Omong kosong apa yang kau bicarakan, ha?” Reiki sangat marah sehingga dia memukul meja. Aurora yang berdiri dengan menyandar didinding tersenyum sinis, “Sebelumnya saya menghormati anda sebagai pria yang bermoral. Tapi siapa sangka jika anda mengijinkan Liona naik keatas ranjangmu untuk melayanimu agar dia bisa mendapatkan peran Rosalind dalam serial tv itu. Apa anda pikir aku ini bodoh, ha? Seharusnya peran itu milikku! Tapi kau malah memberikan peran itu pada Liona!” teriak Aurora marah sambil menunjuk kearah Reiki.

__ADS_1


Reiki semakin arah dan matanya memerah, bagaimana bisa dia berurusan dengan wanita sebodoh Aurora?


“Lagipula aku tidak melakukan apapun yang salah. Aku hanya memposting gambar di akun media sosialku. Jika itu menjadi viral, lalu apa masalahnya?”


“Kau memang licik Aurora. Tapi sayangnya nasib baik tidak berpihak padamu. Jurukamera yang kau bayar untuk mendapatkan video itu telah mengatakan semuanya dan menceritakan apa yang terjadi. Kau sengaja mendekati juru kamera itu hanya untuk mendapatkan video itu!”


“Ya betul. Memang aku yang mengekspos semuanya, terus apa masalahnya? Aku tidak berbohong tentang apa yang terjadi saat itu. Liona memang menamparku dan itu sudah cukup dijadikan bukti bagiku untuk menuntutnya!”


“Semua kru tahu kenapa Liona menyerangmu! Kau sengaja mencari masalah dengannya waktu itu. Itu alasan kenapa Liona menamparmu!”


“Sudahlah Reiki! Pikirkan saja berita besar berikutnya yang akan muncul. Anda tidak perlu lagi menutupi perselingkuhan anda dengan wanita ****** itu.” serang Aurora tanpa rasa takut.


Reiki terkeju! Wanita ini benar-benar keterlaluan dan tidak masuk akal! Tiba-tiba asistennya masuk dengan wajah buruk. “Tuan Reiki, ada kabar buruk. Seseorang menyebarkan di media sosial berita kalau anda mendukung sikap semena-mena aktris pendatang baru. Dan artikel itu juga mengatakan kalau anda teerlibat hubungan terlarang dengan Liona. Semua berkomentar kalau Liona tidur dengan anda untuk mendapatkan peran di serial tv ini.”


Reiki semakin marah lalu membuka tabletnya dan membaca artikel. Dia langsung menatap tajam kearah Aurora. “Aurora! Beraninya kau! Dasar kau tidak tahu diri!”


“Ha ha ha ha. Anda memberikan peran itu pada wanita ****** sialan itu! Peran itu milikku! Anda juga membiarkanku dipermalukan didepan semua kru.” teriak Aurora.


Aurora berteriak histeris, dadanya naik turun karena emosi. “Liona menamparku waktu itu berkali-kali dan semua kru menertawakanku. Tapi apa yang anda lakukan, ha? Anda bahkan tidak peduli padaku! Jika anda bisa tidak punya perasaan maka aku pun bisa membalas dua kali lipat bahkan ribuan kali lipat!”

__ADS_1


Reiki sudah menjadi sutradara selama bertahun tahun dan merupakan sutradara terkenal dan sukses. Dia belum pernah menghadapi situasi seperti ini dijebak oleh artisnya sendiri dengan cara yang sangat licik. Aurora tidak merasa bersalah sedikitpun karena dia mengingat semua perlakuan yang diterimanya. Lalu dia berjalan mendekati Reiki dan membelai lengan pria itu lalu berbisik, “Sutradara Reiki, saya tida bermaksud untuk menyakitimu. Hanya ada satu cara untuk mengatasi masalah ini. Keluarkan Liona dari kru film dan anda dapat membuktikan kalau anda tidak bersalah! Dan berikan peran itu padaku, setelah itu aku akan meluruskan masalah ini dengan membuat pengumuman resmi bahwa ada orang dengan identitas palsu yang sengaja menyebar berita itu. Voila! Masalah selesai, iyakan?”


__ADS_2