
“Kau bahkan memperlakukanku sangat buruk, kau membiarkanku mengemis dijalan dan semua itu untuk apa? Sementara kalian hidup mewah dan memberikan segalanya pada Vena anak kandungmu. Apa kalian masih berpikir kalau aku berhutang pada kalian?”
Jantung Adam berdegup kencang mendengar perkataan lIona, dia melihat wajah Liona yang tanpa ekspresi dan kesedihan menhiggapi hatinya.
Sementara Reynard yang menguping dari balik tembok mendengarkan semua pembicaraan itu. Dia tidak habis pikir bagaimana hidup Liona sangat menderita dibawah tangan Adam dan Hesti. Tapi wanita itu masih bisa berbicara dengan tenang membicarakan semua kepedihan yang dia alami selama ini. Reynard membayangkan seorang gadis kecil yang mengemis dan bekerja untuk membiayai dirinya sendiri membuat Reynard merasakan hatinya teriris.
Adam yang merasakan kebejatannya terbongkar dan merasa malu pada dirinya sendiri, dia menjadi marah. : Terus kenapa? Aku sudah menjagamu selama ini sehingga hidupmu aman, bukan? Bahkan jika aku hanya membesarkanmu untuk satu hari, kau masih berhutang padaku.”
Liona menggelengkan kepalanya dengan jijik, “Kau benar-benar menyedihkan. Aku tidak ingin melihatmu lagi dimasa depan. Kau ingin uangku? Baiklah! Satu-satunya cara agar kau bisa mendapatkan uangku adalah jika aku membakarnya diatas kuburanmu. Jangan khaatir, aku akan memastikan kau memiliki cukup uang untuk dibelanjakan dineraka!”
“Dasar anak tidak berbakti!” dada Adam hampir meledak karena amarah yang dia rasakan. Dia menunjuk kewajah Liona dengan tangan gemetar tak terkendali, “Kau wanita ****** kecil! Kau tidak tahu berterima kasih! Jika aku tahu kau akan memperlakukanku seperti ini, aku lebih baik mencekikmu saat kau masih kecil! Sia-sia aku mengambilmu dari panti asuhan!”
“Ide bagus! Tapi sekarang semuanya sudah terlambat! Aku sudah dewasa dan kau tidak akan pernah bisa membunuhku lagi!” jawab Liona sambil mengangkat bahu dengan acuh tak acuh.
“Jangan pernah berpikir bahwa aku tidak tahu apa yang kalian berdua sedang rencanakan! Kalian berdua adalah lintah tua yang kotor! Aku tahu persis apa yang ada dalam otak kalian. Kalian sengaja mencariku dan membayar orang untuk mencari tahu tempat tinggalku karena sekarang aku sudah kaya dan mempunyai uang, iyakan? Aku yakin kalian berdua sudah tidak sabar ingin menikmati harta milikku lalu kalian akan mencoba membunuhku atau merampok hartaku lalu kalian akan menghilang. Apakah semua perkataanku benar?”
“Memangnya kenapa kalau itu benar?” Adam akhirnya menunjukkan sifat aslinya. Pria itu bahkan mengangkat dagunya begitu tinggi sehingga bisa menyentuh langit. “Jika bukan karena aku yang mengambilmu dari panti asuhan, apa kau bisa jamin hidupmu sebaik sekarang? Aku hanya meminta apa yang seharusnya menjadi milikku sebagai bayaran hutang budi! Jadi kenapa aku tidak bisa mendapatkan kompensasi? Jawab aku!” kata Adam kesal.
Liona benar-benar tidak habis pikir dengan ayah angkatnya itu, hatinya hancur berkeping-keping. ‘Konyol sekali!’ Betapa konyolnya kedua manusia ini, jika mereka tidak mengambilku mungkin aku punya orangtua angkat yang jauh lebih baik dari mereka! Aku mengalami kehidupan seperti di neraka, mereka memperlakukanku seperti pembantu dirumahnya. Tapi sekarang mereka mengatakan bahwa mereka harus mendapatkan kompensasi sekarang? Mereka sudah melewati garis batas!’ Liona berpikir dalam hati.
__ADS_1
Hesti yang sudah tidak sabar lagi langsung berdiri dan hendak berjalan mencari kamar Liona. “Kau pasti menyimpan banyak uang dan perhiasanmu dirumah ini. Kami tidak akan meminta rumah ini sebagai balas budimu pada kami, hanya beberapa perhiasan dan sertifikat rumah atau tanah yang kau miliki sudah cukup!”
Liona yang marah karena kedua orang itu berani bertindak kurang ajar dirumah Reynard pun menjadi marah dan berdiri menghentikan Hesti.
“Berhenti kalian! Berhenti sekarang! Jika kalian berani mengacau dirumahku jangan salahkan aku memanggil penjaga untuk menyeret kalian keluar dari sini!” ujar Liona marah.
“Wanita ******! Cepat menyingkir dari hadapanku.” Hesti menendang kaki Liona dengan keras. “Dasar pelacur! Sejak kau mencari masalah dengan Vena di kru film, aku sudah tidak sabar untuk memberimu pelajaran!”
Saat Hesti mengangkat kakinya, Liona langsung beraksi. Dia menendang Hesti sekuat tenaga sehingga wanita itu berteriak kesakitan, Liona menatap ibu agkatnya dengan marah.
“Aduh….aduh aduh kakiku!” teriak Hesti menjerit melengking dan menusuk telinga. Beruntung Elvano dan Felicia sudah dibawa masuk ke kamar oleh pelayan saat kedua orang itu datang sehingga mereka tidak tahu dan tidak mendengar apapun. Reynard masih memperhatikan ketiga orang itu, dia tahu Liona bisa menghadapi mereka lagipula ini belum saatnya dia muncul.
“Lepaskan tanganku. Biarkan aku menghajar dia!”
“Tidak! Ini adalah pekerjaan seorang pria! Lagipula ini rumahku, dan tugasku untuk menyingkirkan orang yang sudah membuat keributan dirumahku! Berani sekali mereka datang kerumahku dan membuat onar!” kata Reynard sambil menatap tajam kedua orang itu. “Sekarang kau duduklah dan perhatikan saja bagaimana aku memberi mereka pelajaran!”
“Apakah kau bisa?” Liona merasa sedikit ragu.
Ekspresi wajah Reynard berubah menjadi cemberut mendengar ucapan Liona. “Jangan pernah mempertanyakan kemampuan seorang pria atau kau akan menerima konsekuensi yang berat.”
__ADS_1
Liona langsung tersipu malu mendengar ucapan Reynard yang ambigu, dia bisa menebak konsekuensi apa yang dimaksud pria itu. ‘Dasar pria mesum menyebalkan! Bukan itu yang aku maksud, kenapa sih dia selalu berpikir aneh-aneh.’ gumam Liona dalam hati.
Sebelum Liona sempat merespon, Reynard sudah berdiri didepan Liona dan berdiri tegak didepan seperti seorang pahlawan, sambil menggulung lengan bajunya siap beraksi. Liona mengantisipasi apa yang akan dilakukan oleh pria itu. ‘Aduh kenapa Reynard tampan sekali! Benar-benar maskulin!’ gumam Liona dalam hati melihat pria itu menggulung lengan bajunya dan menampilkan tangannya yang kekar dan berotot.
Adam dan Hesti sontak dilanda ketakutan saat melihat Reynard. Mereka tidak mengenal pria itu yang jarang menampilkan wajahnya. Terakhir kali Adam dan Hesti melihat acara live Reynard, keduanya tidak terlalu mengingat wajah pria yang tersohor dan kaya raya itu. Tapi aura kuat dan penuh kuasa Reynard membuat pasangan suami istri takut dan cemas. “Siapa kamu sebenarnya?” tanya Hesti dan Adam.
“Kalian tidak pantas untuk mengetahui siapa saya.” jawab Reynard.
“Apa kau sudah gila ya? Ini urusan keluarga kami, pergi sana jangan ikut campur urusan orang lain!?”
“Semua masalah yang melibatkan Liona maka itu juga menjadi masalahku.” ujar Reynard lagi. Ucapan itu membuat jantung Liona berdebar semakin kencang, dia merasa tersentuh dengan kata-kata pria itu. Dia langsung menutupi wajahnya yang merona dengan kedua tangannya, dia semakin terpesona oleh pesona Reynard yang selalu melindunginya.
“Liona! Kau ikut kami pulang kerumah.”
“Pergilah ke neraka! Ini rumahku! Dan aku tidak punya rumah lain selain rumah ini!”
“Baiklah….baik! Kalau begitu jangan salahkan aku jika menggunakan cara kasar!” Adam mengedipkan mata pada Hesti. Lalu wanita itu kembali ingin menyerang Liona.
“Jadi begini caramu memperlakukan orangtuamu? Kau bahkan tidak mau pulang bersama kami dan memilih tinggal disini bersama pria simpanan ini?” teriak Hesti marah.
__ADS_1