CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 95. KEMARAHAN MIKO


__ADS_3

Sementara itu dirumah Liona yang sudah selesai mandi merasa segar lalu berbaring ditempat tidur. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan saat melihat pesan berisi foto-foto yang dikirim oleh Reynard. Hatinya meleleh saat melihat wajah anak-anak yang tersenyum. Sayangnya sebagai seorang aktris dia tidak bisa mengatur foto-foto seperti ini sebagai screen savernya seperti wanita lain. Setelah dia menyelamatkan Felicia, dia dirawat dirumah sakit dan Hiro merawatnya selama beberapa hari.


Saat itu Hiro memperingatkannya untuk tidak mengungkapkan identitas Elvano karena di dunia hiburan para artis bisa menghasilkan uang tapi pada saat yang bersamaan privasi mereka tidak dapat dijamin. Sayangnya dia bahkan tidak tahu siapa ayah Elvano, jika hal itu terkuak ke publik maka citranya akan ternodai dan media akan mengumumkan berita itu. Anti penggemar akan mengkritik perilakunya dan dia akan terjebak dalam kekacauan seperti yang baru dialaminya karena skandal Aurora.


Liona takut dia tidak akan bisa melindungi putranya jika hal itu terjadi. Anaknya tidak bersalah dan akan dicaci maki oleh masyarakat luas sebagai anak haram. Karena itulah, Liona menuruti saran Hiro dan menyembunyikan keberadaan Elvano dari mata publik. Setelah menyimpan foto-foto itu, dia melihat momen whatsapp dan menemukan foto yang diposting oleh Reynard.


Tidak ada yang salah dengan foto itu tapi caption dibawahnya mengejutkan Liona. ‘My Love \= Cintaku?’ Jantungnya berdetak kencang, dia lalu melemparkan ponsel kesamping.


Dreetttt…...dreeetttttt…….dreeetttt…..


Nada dering ponselnya berbunyi tak henti.


“Halo Liona! Apa kau disana? Aku punya informasi penting untukmu.” pesan dari Miko.


Liona merasa bingun, ‘Kenapa dia mengirimiku pesan berkali-kali? Apakah ada hal penting yang mendesak?’ Sebelum dia sempat membalas pesan itu, Miko sudah meneleponnya seolah-olah sudah kehilangan kesabarannya. Liona menjawab panggilan itu. “Halo….”


“Cepat keluar dan temui aku Liona! Cepat, kesabaranku sudah habis!”


“Kau sudah gila ya?” tanya Liona kesal.


“Terserah kau mau bilang apa. Aku beri waktu satu menit, jika kau tidak datang maka aku akan mengumumkan ke media kalau kau adalah pacarku!” ancam Miko.


Apa-apaan pria gila ini. Baiklah….kali ini kau menang. Liona segera turun dari tempat tidur dan memakai sepatunya. “Kau ada dimana sekarang? Aku segera kesana.”


“Aku dirumah.”

__ADS_1


“Dasar brengsek. Sialan kau Miko! Apakah kau bercanda? Bagaimana aku tahu dimana rumahmu?” tanya Liona mendengus.


“Jangan banyak bicara. Cepat keluar dari rumahmu!”


Dasar pria brengsek sialan! Dasar orang aneh! Gerutu Liona ingin memukul pria itu. Apa yang salah dengannya? Apa dia salah makan obat hari ini? Tanpa menunggu lebih lama, Liona pun bergegas, dia sangat mengenali watak Miko yang tidak bisa diprediksi dan pria itu selalu melakukan apa yang dia ucapkan. Dia pasti akan mengumumkan ke media kalau mereka punya hubungan. Sialan! Yang benar saja menjalin hubungan dengan Miko?


Semua fans Miko sangat gila dan tidak berotak akan menghujat Liona tanpa ampun. Elvano sedang tertidur pulas jadi Liona meninggalkan catatan singkat diatas nakas kemudian dia pergi keluar. Begitu dia keluar dari villanya dia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Miko tapi sebelum sambungan telepon terhubung, dia melihat Miko sedang berdiri didepan rumah Reynard. Rambut pria itu berwarna pirang terang sangat menarik perhatian dan pakaian gaya hiphopna terlihat mencolok. Liona sangat terkejut! Kenapa dia berdiri didepan rumah Reynard?


Tidak….tidak…..tidak…..! Reynard adalah pamannya Miko jadi wajar kalau dia berdiri didepan rumah pamannya. Tapi kenapa Miko memanggilnya datang kesana?


Liona tidak paham apa yang diinginkan mantan pacarnya itu, dia juga tidak ingin ada orang yang tahu kalau dia bertetangga dengan Reynard. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Liona mencoba bersembunyi tapi Miko menyadari keberadaan Liona dan melemparkan tatapan mengerikan. Saat mata keduanya bertemu ada ketengangan yang tak terucapkan, keduanya terlihat menyimpan amarah.


Liona terpaku beberapa saat lalu berusaha melarikan diri. “Liona! Berhenti kau! Jangan coba-coba melarikan diri! Berhenti1 Aku bilang berhenti!” Miko mengejar Liona, dia memiliki kaki yang panjang sehingga mudah mengejar Liona. Dia meraih kerah baju Liona dengan satu tangan tetapi gerakan wanita itu terlalu cepat dan dia menjatuhkan Miko hanya dengan satu hentakan dilengannya.


Gedebuk!


“Ya benar sekali! Memangnya kenapa?”


“Tega sekali kau memukulku!” Miko berusaha berdiri, dia merasa sangat malu dan untungnya tidak ada siapapun yang melihatnya jatuh.


“Salahmu sendiri kenapa kau mengejarku?”


“Ya salahmulah, kau pikir aku tidak akan mengejarmu kalau kau melarikan diri?”


“Aku juga tidak akan kabur kalau kau tidak mengejarku.” Liona tak mau kalah membalas.

__ADS_1


Miko terdiam dengan sikap wanita itu, brengsek! Sial sekali nasibku malam ini, seharusnya aku membaca ramalan dulu sebelum keluar rumah. Miko membersihkan debu dari pakaiannya dan menanyai Liona layaknya seorang suami yang memergoki istrinya selingkuh.


“Apa yang kau lakukan dirumah paman Delvin?”


Kini giliran Liona yang tercengang bingung dengan pertanyaan itu. “Apa ini rumah paman delvinmu? Tidak mungin, kau salah.”


“Bagaimana mungkin aku salah, aku sangat yakin ini rumah pamanku. Vila nomor satu adalah milik paman Reynard, vila nomor dua milik paman delvin dan vila nomor tiga adalah milikku. Aku bertetangga dengan mereka selama bertahun-tahun. Mana mungkin aku salah?”


Raut wajah Liona terkejut, dia menunjuk kearah vila nomor tiga yang terletak disamping vila nomor dua. “Jadi itu rumahmu?”


“Iyalah bodoh!”


“Ha? Aku sudah tinggal di vila nomor dua selama lebih dari sebulan. Kenapa aku tidak pernah melihatmu?”


“Apa kau bilang? Kau sudah tinggal disana selama ini? Apa kau yakin?” tanya Miko.


“Sudahlah. Bukan itu permasalahnnya. Langsung saja pada intinya, kenapa kau ingin sekali bertemu denganku?”


“Liona! Aku mengkhawatirkanmu sejak kau dijebak oleh Aurora tapi aku tidak bisa menghubungimu. Kau memang tidak punya hati nurani, tak pernah sekalipun kau meneleponku dan memberitahu keadaanmu. Kau bahkan tidak pernah mau mengangkat teleponku dan aku juga tidak tahu alamat rumahmu. Kau tahu tidak kalau aku khawatir?”


Ucapan Miko membuat hati Liona menghangat. Meskipun pria itu terkenal punya temepramen kasar tapi dia masih punya sisi lembut untuknya. Liona lantas menepuk bahu pria itu, “Temanku, terimakasih ya atas perhatianmu!”


“Siapa temanmu?” Miko sangat marah lalu mendorong tangan Liona. “Cepat katakan padaku kenapa kau bisa tinggal di LeGarden ini? Beberapa hari terakhir kau menghilang kemana? Sama siapa? Hubungan seperti apa yang kau miliki dengan Paman Reynard ku? Ayo jelaskan!”


Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan berturut-turut membuat kepala Liona pusing. “Banyak sekali pertanyaanmu, kepalaku jadi pusing mau jawab yang mana dulu?”

__ADS_1


“Jawab sesuai urutan.”


__ADS_2