
Kini mobil yang mereka kendarai melaju dengan kecepatan sedang. Tak ada suara hanya keheningan didalam mobil tersebut. Suasana terasa tegang dan sesak, Liona mulai menggeliat gelisah karena merasa tak nyaman. Akhirnya Liona memutuskan untuk memulai pembicaraan “Tuan Bastian, bolehkah saya tahu kemana kita pergi?”
“Wilfred Media.”
“Oh….” hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. Mendengar nama itu saja sudah membuatnya sesak napas dan membayangkan jika Reynard akan ada disana. Tidak mungkin, Wilfred group memiliki banyak perusahaan, tidak mungkin Reynard ada di Wilfred Media. Liona memilih kembali diam dan tak bertanya lagi. Pandangan matanya menatap keluar melihat titik hujan yang mulai membasahi kota.
Akhirnya mobil mereka sampai di Wilfred Media. Gedung perkantoran itu sangat mewah, didepan gedung ada tulisan “Wilfred Media” dengan lampu yang terang benderang menerpa tulisan logo itu. Liona turun dan berjalan masuk bersama Bastian dan sekretarisnya. Dilobi terdapat dua sofa besar berwarna hitam dan ada air mancur ditengah lobi serta bunga-bunga hidup yang tersusun rapi di deretan pot bunga warna putih. Di dinding ada deretan foto-foto artis yang tergabung dibawah naungan Wilfred Media. Di meja resepsionis berdiri seorang wnaita cantik yang langsung menyambut kedatangan mereka dengan menundukkan kepala “Selamat malam Tuan Bastian.”
Pria itu hanya menjawab dengan anggukan. Liona melirik kearah rak yang terisi dengan majalah-majalah hiburan.
“Mona, tolong segera siapkan kontrak untuk Nona Liona.”
“Baik, Tuan. Akan segera saya bawakan.” Mona membawa Liona kesenuah ruangan dan menghidangkan teh hangat untutknya. “Nona Liona, silahkan tunggu disini sebentar, saya akan siapkan kontrak untuk anda.”
__ADS_1
“Apakah Tuan Bastian memang akan menandatangani kontrak dengan saya?” tanya Liona.
“Ya betul sekali. Tadi Tuan Bastian datang ke lokasi syuting dan melihat akting anda. Menurut penilaian beliau, anda punya potensi besar didunia hiburan jadi dia memutuskan untuk merekrut anda di perusahaan kami. Saya yakin jika anda sudah tahu tentang perusahaan kami. Saya sudah siapkan komtraknya, saya tinggal sebentar untuk mengambil kontraknya.” lau wanita itu pergi meninggalkan Liona sendirian.
Liona masih merasa bingung dengan yang saat ini terjadi. Dia tahu jika Wilfred Media jarang pernah merekrut artis pendatang baru. Reputasi perusahaan ini sudah tak diragukan lagi karena semua artis yang berada dibawah naungan Wilfred Media pasti punya karir dan masa depan cemerlang. Perasaannya campur aduk antar senang dan cemas. Dia tahu siapa pemilik perusahaan itu dan mencemaskan jika ini semua jebakan dari Reynard yang sangat ingin menikahinya. Namun Liona buru-buru membuang jauh pikirannya. Jika dia berada dibawah aungan Wilfred Media setidaknya dia bisa fokus pada karir dan tak perlu takut karena pihak perusahaan akan mendukung karirnya.
Mona datang kembali dengan dokumen ditangannya. Dia memberikan kontrak pada Liona untuk dibaca terlebih dahulu. “Silahkan dibaca dulu isi kontraknya, nona. Jika ada poin-poin yang tidak sesuai dengan anda, silahkan beritahukan saya agar kita bisa carikan solusi bersama.”
Lona membaca didalam kontrak dituliskan jika perusahaan akan membantunya menaikkan popularitas, memberi satu orang asisten dan memberikan sebuah rumah tinggal. Soal penhasilan, Liona akan menerima enam puluh persen dan perusahaan empat puluh persen dari penghasilan yang dia dapatkan. Pembagian penghasilan itu sangat menguntungkannya mengingat semua poin didalam kontrak lebih banyak menguntungkannya termasuk dia bebas memilih serial TV dan filem sesuai keinginannya.
“Ma—maaf saya terkejut dengan isi kontrak. Apakah kontrak ini memang untuk saya? Karena sepertinya isi kontrak lebih banyak menguntungkan saya daripada perusahaann?” tanya Liona yang sedikit ragu, karena di perusahaan lain takkan ada yang berani memberikan kontrak yan sangat menguntungkan artis seperti itu.
“Iya, Nona. Kontrak ini memang disiapkan khusus untuk anda. Apakah anda keberatan dengan isi kontraknya?”
__ADS_1
“Ah...tidak ada…..semua sudah sesuai bahkan lebih dari ekspektasi saya.” jawab Liona yang masih bingung dengan isi kontrak yang sangat bagus itu. Selain itu ada kejanggalan lain mengenai kontrak itu. Biasanya di perusahaan lain. Hanya mengajukan kontrak selama lima tahun, tapi ini dalam kontrak untuk Liona tertulis bahwa dia dikontrak selama lima belas tahun. Lima belas tahun! Sungguh kontrak yang gila.
Ada poin lain didalam kontrak itu yang menyatakan bahwa selama masa kontrak dia tidak boleh menjalin hubungan cinta dengan siapapun tanpa persetujuan dari pihak berwenang di Wilfred Media. Jelas-jelas yang berwenang di Wilfred Group adalah Reynard Wilfred, itu berarti hanya dia yang bisa menentukan jika Liona bisa menjalin hubungan atau tidak. Tangannya memijit keningnya sambil berpikir isi kontrak yang bagus tapi sedikit gila dan berlebihan.
Didalam kontrak juga tertulis pasal hukuman jika melanggar kontrak. Jika dia melanggar setiap poin didalam kontrak maka dia wajib membayar denda sebesar sepuluh trilyun rupiah. Bayangkan saja sepuluh trilyun untuk satu kesalahan. Liona tertawa kecil membaca poin itu, bagaimana bisa dia membayangkan punya uang sepuluh trilyun jika selama hidupnya dia tak pernah melihat uang sebanyak itu.
Liona memegang pena dengan erat sambilmembaca ulang isi kontrak. Poin tentang menjalin hubungan asmara, dia tak masalah karena Liona tak berpikir hal itu saat ini dia hanya fokus untuk karir dan masa depannya bersama putranya.
“Bagaimana nona Liona? Apakah semuanya baik-baik saja atau ada poin yang harus diubah?” Mona sudah mulai gelisah karena Liona tak kunjung menandatangani kontrak. Jika Mona gagal membuat Liona menandatangani kontrak, dia sudah bisa bayangkan kemarahan seperti apa yang akan diterimanya. CEO meminta Mona agar bisa membuat Liona menandatangani kontrak dengan Wilfred Media bagaimanapun caranya, sang CEO tak mau jika Liona diambil oleh perusahaan lain.
“Nona Liona, apakah anda kurang menyukai isi kontrak? Apa ada sesuatu yang membuat anda merasa kurang nyaman?” Mona kembali bertanya, dia semakin gugup. “Nona Liona sejujurnya ini kontrak paling besar yang pernah perusahaan kami berikan pada seorang artis selama perusahaan ini berdiri. Saya sangat yakin, anda tidak akan menemukan penawaran yang lebih bagus dari ini, semua fasilitas lengkap disediakan oleh perusahaan.”
Liona pun tahu akan hal itu. Tapi perasaanya aneh mengenai poin tidak boleh menjalin hubungan asmara kecuali atas persetujuan pemegang kuasa tertinggi di perusahaan. Bukankah biasanya jika sesuatu itu terlihat too good to be trua berarti ada sesuatu hal dibaliknya?
__ADS_1
“Nona Mona. Saya akan tandatangani kontrak ini tapi dengan satu syarat, saya tetap memakai agen saya karena dia adalah orang yang sudah banyak membantu saya selama ini. Namanya Hiro Abirama, dia adalah seorang agen yang kompeten, dia selalu mengurus semuanya untuk saya dan saya ingin membalas semua kebaikannya selama bertahun-tahun dengan tetap memakainya. Bukankah sangat buruk jika kita mencampakkan seseorang yang sudah banyak membantu kita hanya karena kita sudah semakin populer?”
Mona mendengarkan semua perkataan Liona tanpa berkedip ‘Wanita ini sangat luar biasa. Bukan wajahnya saja yang cantik tapi juga hatinya.