CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 155. TANPA PERINGATAN


__ADS_3

Liona tersentuh dengan kepercayaan Reinhard padanya, hal ini membuat jantung Liona sempat berhenti berdetak. Dia tidak bisa menolak hadiah ini.


"Jika kamu merasa hidupmu terancam, jangan takut untuk menggunakan pistol ini. Kamu tidak perlu khawatir dengan konsekuensinya. Aku akan selalu ada disisimu." ucap Reinhard dengan nada datar.


Mata Liona terasa perih karena airmata yang menggenang dimatanya. 'Jadi dia tidak mencoba membeli diriku dengan uangnya. Reinhard hanya mengkhawatirkan keselamatanku saja. Sama seperti masalah mobil, dia membeli Bugatti Veyron karena jika aku balapan dengan menggunakan mobil itu maka keselamatanku akan terjamin.'


Liona benar-benar tersentuh dengan perhatian yang ditunjukkan Reinhard padanya. Dan yang lebih penting lagi adalah dia kini mengerti betapa besar kasih sayang pria itu padanya. Ini adalah cara Reinhard untuk memberitahunya bahwa dia tidak keberatan Liona pergi keluar minum-minum, bersumpah serapah, berkelahi dan mengikuti balap mobil.


Liona tidak akan pernah menduga bahwa Reinhard adalah seorang pria yang sangat perhatian. Sekarang Liona bingung harus berbuat apa. Dia segera mengambil keputusan dan menguatkan dirinya sendiri. Liona mendorong kotak itu kearah Reinhard sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa menerima hadiah ini Rei! Semua hadiah..." kata-kata Liona terpotong. Tenggorokannya tercekat dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


"Liona...."


"Reinhard! Tolong jangan memaksaku. Aku tidak menginginkan semua itu. Aku tahu maksudmu baik." ujar Liona.


Reinhard menyadari bahwa Liona tidak akan mengubah pikirannya, Reinhard mengerutkan dahinya dan mengambil kembali akta properti dan pistol. "Baiklah, terserah kamu saja......"


Reinhard pun memutuskan bahwa dia sendiri yang akan menjadi pemilik bar baru itu. Jadi dia masih bisa memastikan keselamatan Liona ketika wanita itu pergi kesana untuk minum-minum. Mengenai pistol, Liona mungkin tidak membutuhkannya karena dia akan berada disamping wanita itu untuk melindunginya.


"Reinhard......"


"Ada satu hal lagi," potong Reinhard lagi. Dia mendorong sebuah folder ke depan Liona, tapi dia mengabaikan folder itu. Liona hanya berdiri disana karena takut membayangkan isi folder didepannya. Melihat sikap  Liona yang sangat gugup, Reinhard pun tertawa geli.

__ADS_1


"Aku janji ini bukan hadiah lain. Kamu lihatlah sendiri baru kamu tahu apa isinya." ucap Reinhard lagi.


Liona meraih folder itu dengan ragu-ragu dan membukanya. Ketika wanita itu melihat apa yang ada di folder, matanya berbinar. Folder itu berisi informasi tentang taman kanak-kanak swasta di kota. Penjelasan mengenai setiap sekolah sangat detail.


Setiap berkas berisi alamat taman kanak-kanak, foto-foto lokasi dan bangunan sekolah serta semua fasilitas yang dimiliki sekolah itu, biodata guru dan bagian kecil yang mencantumkan kelebihan dan kekurangan sekolah masing-masing. Ada lima sekolah yang lolos seleksi dan semua sekolah itu adalah sekolah internasional yang mengajarkan beberapa bahasa.


Liona sangat senang dengan folder yang berada ditangannya. Selama beberapa hari terakhir dia tinggal dirumah, dia ingin mencari info tentang taman kanak-kanak untuk mengisi waktu luang. Elvano berusia empat tahun dan Liona ingin anaknya bergabung dengan salah satu taman kanak-kanan agar Elvano bisa bersosialisasi dengan anak-anak seusianya.


Elvano adalah anak yang manis, tapi dia sedikit pemalu, jadi bersosialisasi bukanlah hal yang mudah baginya. Ketika mereka tinggal di luar negeri, Elvano sama sekali tidak punya teman. Namun setelah kembali kenegara ini, dia akhirnya bertemu Felicia. Elvaano pun perlahan keluar dari cangkangnya.


Dia memiliki teman baru tetapi perjalanan bocah kecil itu masih panjang. Liona berharap dengan menghabiskan waktu di taman kanak-kanak, Elvano akan berubah menjadi anak yang lebih ceria dan ramah. Tetapi setelah mengumpulkan banyak informasi mengenai taman kanak-kanak di kota mereka.


Liona masih belum menemukan sekolah yang dia sukai, liburan sudah berakhir dan semester baru saja dimulai, jadi sekolah yang bagus belum membuka pendaftaran lagi. Liona mempelajari informasi masing-masing sekolah sambil mengelus dagunya.


"Apakah menurutmu Elvano bisa segera mendaftar ke salah satu sekolah ini? Aku tahu semester baru telah dimulai." kata Liona bertanya pada Reinhard.


Wajah Liona langsung berseri-seri seperti orang bodoh. Dia bersemangat setelah mendengar jawaban Reinhard. Reinhard tidak akan menyertakan file sekolah jika dia tidak yakin sekolah itu bersedia menerima Elvano. Pria itu pasti telah melakukan banyak penelitian untuk menyaring sekolah-sekolah dikota mereka menjadi lima taman kanak-kanak swasta terbaik.


Liona menghela napas, Dia memikirkan berapa banyak biaya untuk memasukkan putranya ke sekolah swasta itu. Karena semuanya adalah taman kanak-kanak internasional yang pasti biaya pendaftaran dan biaya bulanannya mahal.


Jika kamu memiliki uang sepertinya tidak ada yang tidak bisa dilakukan," Reinhard memecahkan lamunan Liona.


"Terima kasih Reinhard!" ucap Liona.

__ADS_1


Reinhard melambaikan tangannya dengan acuh dan berkata dengan santai, "Ini bukanlah masalah besar. Felicia juga akan mulai bersekolah, tetapi dia sangat tidak senang ketika mengetahuinya. Jika aku memberitahu anak itu kalau Elvano juga akan pergi ke sekolah yang sama dengannya, aku yakin dia pasti akan berubah pikiran."


Liona merasa sikap rendah hati Reinhard sangat manis. "Reinhard telah merawatku dan Elvano dengan sangat baik selama ini. Sejauh ini dia telah membela kami, melindungi kami dan memberi kami semua yang kami butuhkan. Kenapa pria ini begitu sempurna? Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Dan aku takut hatiku tidak akan selamat dari cengkeraman Reinhard.'


"Aku serius ingin menjalin hubungan denganmu. Kita sudah bertunangan tapi aku tidak ingin hanya sampai disini. Aku berharap kamu bisa mempertimbangkan kembali status hubungan kita, Liona. Aku ingin menikahimu." Reinhard kembali mengingatkan tentang keinginannya menikahi Liona.


"Aduh!" Liona hanya bisa menghela napas saat kata-kata Reinhard terdengar berulang-ulang dibenaknya seperti kaset kusut. 'Apa yang harus kukatakan sekarang? Keluarganya begitu menentangku. Aku tidak mau pernikahan hanya berjalan singkat!' Liona merasa dirinya akan langsung menyerah jika dia lengahs edikit.


"Mati aku!" gumamnya lirih.


"Liona, kamu sudah menghela naps sebanyak tiga puluh kali hari ini." Reinhard membungkuk dengan wajah cemberut dan bertanya. "Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu? Mengapa kamu terlihat muram? Berbagi masalah akan mengurangi bebanmu."


Liona terdiam, 'Aduh! apakah aku sedang berhalusinasi?' Liona memelototi pria itu sambil menahan dirinya.


Reinhard tak mengatakan apapun lagi, dengan sabar dia akan menunggu jawaban dari Liona. Dia tahu betul alasan kenapa wanita itu takut pada pernikahan.


Mengingat bagaimana keluarganya sangat tidak menyukai seorang aktris menjadi menantu di keluarga Wilfred, dan Liona yang sudah memiliki anak diluar nikah. 'Pasti dia tidak percaya diri! Tapi aku bersedia menerimanya apa adanya. Aku akan melindunginya dan akan selalu berada disampingnya. Aku tidak peduli meskipun orang tuaku menentang hubungan kami.' bisik hati Reinhard.


"Liona.....kenapa kamu diam saja? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku? Kita sudah bertunangan dan semua orang mengetahui hubungan kita. Kenapa kamu tidak mau meningkatkan hubungan ini kearah pernikahan?" Reinhard mencecarnya dengan pertanyaan karena Liona masih tidak mau menjawab pertanyaan sebelumnya.


"Ehm......kamu pasti sudah tahu kenapa. Bisakah kamu memberiku waktu lagi?"tanya Liona.


"Aku bisa memberimu waktu sebanyak yang kamu mau, Liona! Tapi waktu berjalan terus dan kamu harus memikirkan Elvano dan masa depannya. Kelak dia akan bersekolah dan membutuhkan kartu keluarga lengkap. Apa kamu paham maksudku?"

__ADS_1


Ya, Liona sangat paham itu. Bagaimana dia bisa menjelaskan pada pihak sekolah saat dia mendaftarkan Elvano? Jika didalam kartu keluarga dan akta lahirnya hanya ada nama Liona saja disana? Sedangkan untuk mendaftar di sekolah swasta harus ada kartu keluarga lengkap.


'Apakah aku terlalu egois? Tapi aku benar-benar belum siap jika harus berhadapan dengan keluarga Wilfred! Mereka bukan keluarga sembarangan, bagaimana aku menjelaskan pada mereka tentang status Elvano? Apakah mereka akan mengerti dan mau menerimanya nanti?' keluh Liona yang pikirannya sedang kacau.


__ADS_2