CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 98. PASANGAN SUAMI ISTRI


__ADS_3

“Kenapa? Apa kami tidak boleh datang kesini?” tanya Reynard ketus.


“Oh tidak. Paman jangan salah paham. Ayo silahkan masuk.” Miko memiringkan tubuhnya kesamping memberi jalan bagi kedua pamannya untuk masuk kedalam rumah. Begitu Delvin memasuki ruang tamu, dia melihat Liona lalu berseru dengan berlebihan. “Wah kebetulan sekali ada Liona juga disini!”


‘Aduh sialan banget paman Delvin ini mulai berakting lagi.’ pikir Miko,  mulutnya berkedut dengan keras. Dia sangat yakin jika kedua pamannya tahu keberadaan Liona disana. Setelah bertukar sapa, kedua pria itu duduk disofa.


Reynard duduk disamping Liona, bersandar disofa dengan kedua lengannya terentang dibelakang. Pose itu terlihat seperti dia sedang memeluk Liona. Miko terpelongo tak percaya. Sikap paman Reynard sekarang semakin mengkonfirmasi dugaannya. Berdasarkan pengalamannya selama ini, Reynard tidak pernah berinisiatif untuk mendekati seorang wanita. Miko semakin yakin kalau Reynard sangat menyukai Liona.


‘Dasar brengsek! Kenapa Liona tampak tenang saja dan tidak curiga sama sekali?’ keluhnya dalam hati setelah melihat reaksi Liona yang tenang.


“Miko! Aku haus!” ujar Delvin.


Miko segera pergi ke dapur dan mengambil beberapa minuman dingin seperti bir, coca cola, sprite dan air mineral.”Silahkan diminum paman.”


Reynard mengambil sebotol air mineral, Liona mengambil sprite dan Delvin mengambil sekaleng bir. Sedangkan Miko duduk disisi lain Liona lalu membuka kaleng coca cola dan meminumnya. Tiba-tiba Reynard berkata, “Apa kau tidak tahu bahwa coca cola dapat menurunkan motilitas sel ******?”


Miko sangat terkejut mendengar kata-kata pamannya sehingga dia hampir menyemburkan coca cola dari mulutnya. Liona tersedak sedangkan Delvin tidak bisa menahan tawa lagi.


“Paman Reynard….” ujar Miko sebelum menyelesaikan ucapannya, Reynard mengambil paket dari Delvin dan melemparkannya pada Miko.


“Kakekmu memintaku untuk memberikan paket ini untukmu. Dia tahu kau sudah kembali dan minta kau pulang dan makan bersama mereka. Luangkan waktumu.”


“Baiklah paman.  Aku mengerti.” jawab Miko patuh sambil berdiri didepan pria itu seperti seorang anak SD yang sedang kena marah gurunya. Liona kagum dengan cara Miko menjawab pamannya. Dia tidak pernah menyangka betapa patuhnya Miko pada Reynard.


Miko meletakkan minumannya diatas meja dan berkata, “Setelah kembali aku langsung sibuk syuting. Maafkan aku paman, belum sempat mengunjungi kalian. Aku membawa hadiah untuk Felicia dari Hongkong, aku akan memberikan hadiahnya saat kita bertemu lain kali.”


“Baiklah.” jawab Reynard singkat seolah tak peduli soal hadiah itu.


Setelah mereka selesai bicara, suasana diruang tamu itu hening. Liona yang duduk diantara Reynard dan Miko merasa malu.


Dia menggerakkan tubuhnya dengan gelisah. “Apa kau merasa tidak nyaman?” tanya Reynard sambil menatapnya lembut.

__ADS_1


“Oh tidak tidak tidak…..”


“Bukannya tadi kau bilang mau pulang untuk tidur siang? Kenapa kau malah ada disini sekarang? Apa kau tidak letih? Kau harus istirahat dan jaga kesehatanmu.”


“Hem….aku disini karena kami akan berlatih adegan yang akan direkam besok.” jawab Liona mengeluarkan naskah dan tersenyum canggung. “Aku dan Miko adalah pasangan dalam kisah Pernikahan Ketiga. Selama beberapa hari ini aku tidak datang kelokasi syuting karena masalah Aurora. Besok aku akan kembali syuting dengan kru jadi kami berniat untuk latihan terlebih dahulu.”


Setelah mendengat penjelasan Liona, akhirnya Reynard melirik naskah yang ada diatas meja. Lalu dia mengambil naskah dan membacanya, ketika dia membaca naskah itu tiba-tiba matanya menyipit.


“Rey? Apa ada yang salah dengan naskahnya?” tanya Liona bingung. Dia memperhatikan ekspresi wajah Reynard.


“Tidak. Tidak ada yang salah.” kata Reynard menarik pandangannya dari naskah. “Apa kau sudah selesai berlatih?”


“Belum. Kami bahkan belum mulai.” jawab Liona.


Reynard menganggukkan kepala dan meminum air mineralnya. Dia duduk dengan santai seolah-olah dia tidak punya niat untuk pergi. “Kalian bisa mulai latihan sekarang.”


Liona terdiam mendengar saran pria itu. Miko pun sama bingungnya bahkan salah tingkah. Tapi akhirnya mereka berdua memberanikan diri dan mulai memainkan peran mereka.


“Kita tidak bisa bekerja dengan kondisi seperti ini. Suasananya kurang mendukung, kita tidak bisa menghayati peran kita. Aku rasa lebih baik kita lanjutkan berlatih ditempak syuting besok. Kata Miko.


‘Huh paman Reynard jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan. Tapi paman tidak bisa melakukan apa-apan karena adegan itu tidak bisa kau cegah harus kami lakukan. Kami pasti akan melakukan adegan ciuman itu.’ batin Miko.


Setelah puas dengan pikirannya Miko dengan santai melemparkan naskah keatas meja. Delvin duduk disamping Miko dan melingkarkan lengannya dibahu keponakannya itu seolah-olah mereka adalah teman akrab. Kemudian Delvin membungkuk dan bertanya dengan rasa penasaran, “Miko bagaimana kisah pertemuanmu dengan Liona?”


“Aku jatuh cinta pada Liona pada pandangan pertama saat kami sedang syuting.” jawab Miko.


“Lalu kau mengejar Liona dan putus dengannya setelah kau bosan. Apa benar begitu?” tanya Delvin mencoba mengorek informasi lebih dalam.


Wajah Miko langsung muram mendengar pertanyaan pamannya. “Memang benar aku yang mengejarnya tapi bukan aku yang mengakhiri hubungan kami. Liona mencampakkanku.”


“Hah?” Delvin yang kaget pun semakin penasaran. Dia memandang keponakannya lalu mengalihkan perhatian pada Liona.

__ADS_1


Dia menggaruk kepalanya dengan cemas. “Miko! Coba kau ceritakan apa sebenarnya yang terjadi.”


“Aku juga ingin tahu paman. Kenapa dia mencampakkanku.” kata Miko kesal karena dia juga tidak tahu alasan Liona meminta putus. Dia tampan dan populer juga berasal dari keluarga kaya raya. Dia memperlakukan Liona dengan baik dan dia tidak keberatan Liona memiliki seorang anak. Tapi dia tidak pernah menyangka jika seorang Liona meminta putus dengannya hanya setelah kencan pertama.


“Liona, bisa kau katakan padaku, apa yang terjadi diantara kalian?”


Wanita itu menghela napas. “Delvin, sebaiknya kau tukar profesi saja jadi reporter gosip.”


“Ayolah, katakan padaku. Aku cuma mau tahu saja.” kata Reynard yang juga sama penasarannya seperti Delvin.


Kulit kepala Liona mendadak seperti kena setrum, akhirnya dia menjawab. “Setelah kami bersama aku sadar jika kami tidak cocok sebagai pasangan jadi aku minta putus dengannya.”


Wajah Delvin terlihat kecewa, dia pikir akan mendengar sebuah cerita cinta tragis ala drama korea. “Hanya itu?”


“Iya. Memangnya mau apalagi?”


‘Huh… benar-benar membosankan.’ pikir Delvin dalam hati.


“Sudah jam setengah empat.” kata Reynard tiba-tiba lalu menatap Liona. “Sudah waktunya menyiapkan makan malam.”


“Apa kau sudah merasa lapar?” tanya Liona menatap Reynard.


“Ya sedikit lapar.” jawab Reynard.


“Baiklah. Aku akan pulang dan menyiapkan makan malam.” ujar Liona.


“Oke. Buatkan aku makanan seperti dua hari lalu ya.” kata Reynard lagi.


Miko yang mendengar percakapan kedua orang itu merasakan keanehan. ‘Kenapa ya aku merasa mereka bicara seperti pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun? Mereka seperti pasangan suami istri.’


 

__ADS_1


__ADS_2