CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 91.KAU PIKIR AKU BODOH?


__ADS_3

“Oh….kau benar-benar kembali untuk membalas dendam ya. Liona! Aku peringatkan kau berhentilah bermain-main dengan kami!” Saskia berteriak dengan marah. “Aku peringatkan kau jika kau berani merayu Arjuna Sutoyo suamiku maka aku tidak akan segan-segan memberimu pelajaran.”


What? Merayu Arjuna Sutoyo? Ha....Dasar wanita gila! Aku bahkan hanya bertemu Arjuna Sutoyo dua kali dan apa hebatnya pria itu? Hanya karena dia berasal dari keluarga kaya tapi tak sekaya Reynard! Liona mencibir sambil menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin aku menyukai suami sepupuku yang tidak ada apa-apanya itu.


“Pasti Vena ya yang memberitahumu kabar sampah seperti itu? Kalian berdua memang sama-sama penyuka sampah. Tak kusangka!” gumam Liona sambil tertawa mengejek.


“Bukan! Bukan aku yang bilang!” ucap Vena menggelengkan kepala. “Aku tidak mengatakan apapun pada Saskia.”


“Diam! Bukan urusanmu siapa yang memberitahuku!” Saskia menarik kembali tangannya dan memerintah dengan suara dingin.


“Aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan, kau harus segera memutuskan kontrak kerjamu dengan Wilfred Media.” ujar Saskia lagi.


“Jadi kau ingin aku memutuskan kontrak, begitu?” tanya Liona sinis.


“Ya benar sekali!” balas Saskia.


“Baiklah kalau itu maumu, aku bisa lakukan itu.” ujar Liona sehingga membuat wajah Saskia berbinar bahagia, dia merasa ancamannya pada Liona berhasil.


“Tapi---kau harus membayar pinalti sebesar sepuluh trilyun rupiah. Setelah itu aku akan memutuskan kontrak dengan mereka.” ujar Liona tersenyum tipis.


“Liona! Apa kau pikir aku ini orang bodoh ha? Perusahaan mana yang meminta biaya pinalti sebesar itu, sepuluh trilyun? Jangan ngaco!” ujar Saskia marah.

__ADS_1


“Huh?” Liona tersenyum karena dia tahu wanita itu tidak akan mau mengeluarkan uang. Dan biaya pinalti yang harus dia bayar memang sebesar sepuluh trilyun sesuai dengan kontrak.


“Untuk terakhir kalinya aku tanya, apakah kau mau mengakhiri kontrakmu atau tidak?” ancam saskia lagi.


“Tidak mau!” balas Liona. Keduanya menemui jalan buntu dan suasana semakin memanas sepanas matahari yang bisa membakar bumi.


Pada saat itu tiba-tiba Vena dengan mata berkaca-kaca berkata, “Kak Liona…..aku tahu kau kembali ke negara ini untuk balas dendam. Aku mengakui semua kesalahanku dimasa lalu. Itu semua memang salahku tapi kakak bisa balaskan semua padaku tapi jangan libatkan orang lain. Saskia sangat mencintai Arjuna, tolong tunjukkan sedikit saja belas kasihan padanya dan jangan pisahkan mereka. Mereka sudah menikah dan bahagia.”


Liona menatap Vena seolah-olah sedang menonton pertunjukan lucu. Apa-apaan dia ini? Pandai sekali berakting dan mengarang cerita.


“Kak Liona, aku masih muda dan bodoh saat itu. Tapi aku sudah menyadari kalau aku menyakiti kakak. Perbuatan yang dulu aku lakukan sangat menyakitkanmu. Kakak hukum saja aku supaya puas dan aku akan menerima hukumanmu. Tapi Saskia tidak pernah ikut campur dalam masalah diantara kita. Dulu dia meminta kakak untuk jadi pengiring pengantin karena kakak adalah sepupunya dan Saskia sama sekali tidak tahu apapun tentang apa yang sudah kulakukan padamu.”


Liona terkekeh melihat raut wajah vena yang tampak sedih, dia ini benar-benar pandai berakting. Jika saja Vena bisa berakting seperti yang dia lakukan saat ini, Liona yakin Vena tidak akan sering dimarahi oleh Reiki karena aktingnya yang buruk. Vena adalah aktris yang sangat pandai memerankan korban yang tidak bersalah.


Vena masih memasang wajah sedih dan menggigit bibir bawahnya. “Kak Liona….”


“Aku mau pergi kalau kau sudah selesai. Aku capek.” Liona berkata tanpa basa basi.


“Kak Liona…...” teriak Vena memanggil Liona.


“Cukup Vena…..jangan sia-siakan tenagamu untuk wanita ****** seperti dia.” ucap Saskia berjalan mendekat dan menghentikan sepupunya.

__ADS_1


“Kau tidak bisa kemana-mana Liona sampai kau memberiku penjelasan.”


“Huh…..penjelasn kau bilang?” Liona menghentikan langkahnya dan memasukkan tangan ke saku celananya. “Apa yang ingin kau dengar?”


“Aku mau kau berjanji tidak mendekati suamiku Arjuna!”


“Ha ha ha ha ha…..” tawa Liona pun pecah. Dia benar-benar tak menyangka bertemu wanita -wanita bodoh itu hari ini.


“Kenapa? Apa yang kau tertawakan?” tanya Saskia dengan nada kesal.


“Lucu sekali! Aku tertawa karena aku tidak menyangka kalau kau adalah seorang wanita bodoh yang menyedihkan.” Liona berjalan mendekati Saskia dan menatap wajah sepupunya itu datar. Sejak dia menghabiskan banyak waktu bersama Reynard, dia telah belajar bagaimana bersikap tanpa perasaan, dia belajar bagaimana menatap dengan sedingin es yang membekukan. Sikapnya menunjukkan bahwa dia tidak bisa ditantang, ternyata sikap Reynard yang ditirunya berguna.


“Persetan denganmu! Kapan kau melihatku merayu suamimu? Kau berpikiran buruk padaku hanya karena sebuah rumor tak berdasar? Apakah kau pikir aku ini wanita bodoh? Ingat ya dalam pasal 246 hukum pidana di negara kita, pencemaran nama baik adalah saat seseorang mengarang dan menyebarkan cerita tidak benar atau hoax tentang orang lain! Hukuman untuk pencemaran nama baik adalah tiga tahun penjara, penahanan, pengawasan publik atau perampasan hak politik. Saranku, jaga mulutmu!”


Saskia terkejut dengan sikap Liona yang menurutnya mengesankan, dia terdiam selama beberapa detik dan saat tersadar wajahnya memerah karena marah. “Liona! Kau yang merayu suamiku! Siapa lagi kalau bukan kau, ha? Kau masih saja bersikap arogan padaku! Dasar ****** tak tahu malu! Jika kau tidak merayunya kenapa dia membantumu menyingkirkan Aurora dengan memposting klarifikasi menggunakan akun media sosial resmi milik perusahaan? Sebelum kau datang, setiap ada skandal yang melibatkan artis kelas atas perusahaan tidak pernah peduli. Tapi kali ini, dia…..”


Liona hanya menggelengkan kepalanya, bingung dengan pola pikir Saskia yang tidak masuk akal dan sangat dangkal. Jadi atas dasar itu dia seenaknya menuduh Liona merayu suaminya?


“Oh jadi kau menuduhku karena itu?” Liona bertanya dengan nada tak percaya. Sepertinya semua perusahaan entertainment memang membuat klarifikasi jadi apakah itu berarti dia merayu semua pemilik perusahaan itu? Ini benar-benar konyol.


“Sejak kau kembali ke kota ini, suamiku jarang pulang kerumah.Apakah kau masih berani bilang kalau itu bukan karenamu? Oh bukan itu saja, saat kau ikut audisi dia juga ada disana. Jika bukan karena suamiku bagaimana mungkin seorang pendatang baru yang tak dikenal sepertimu bisa mendapat kesempatan untuk tampil di produksi besar seperti ‘Pernikahan Ketiga’?”

__ADS_1


“Ha ha ha ha ha kau ini benar-benar aneh dan lucu. Kalau suamimu tidak pulang kerumah seharusnya kau tanyakan padanya apa alasan dia tidak pulang kerumah. Kau mencurigaiku selingkuh dengan suamimu hanya karena dia hadir saat aku ikut audisi? Dimana otakmu Saskia! Kalau cara berpikirmu seperti itu maka Arjuna pasti berselingkuh dengan setiap wanita yang mengikuti audisi!” ujar Liona sinis.


__ADS_2