
Liona mulai merenungkan untuk menyusun kata-kata. “Pertama, aku pernah bilang kalau aku menyelamatkan Felicia ditempat audisi dan kemudian menandatangani kontrak dengan Wilfred Media. Perusahaan yang mengatur akomodasi untukku.”
Miko sudah kehilangan kesabarannya, dia tidak percaya begitu saja karena selama ini pamannya tidak pernah memberikan akomodasi pada artis yang mereka naungi.
“Kalau kau mau aku menjawab semua pertanyaanmu, jangan menyelaku dengan omong kosongmu!” ujar Liona marah.
“Baiklah.Lanjutkan!”
“Setelah aku menghilang aku banyak menghabiskan waktu dirumah sakit, aku baru saja pulang hari ini.”
“Kenapa kau dirumah sakit? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau masuk rumah sakit? Aku pasti akan mengunjungimu dan menjagamu.”
“Bukan aku yang opname tapi kakak sepupuku yang diopname jadi aku merawatnya.” Liona sengaja berbohong mengarang cerita, dia menyembunyikan fakta jika dia menghabiskan waktu bersama Reynard.
“Kau punya kakak sepupu perempuan?”
“Ya iyalah! Aku ini orang normal, punya saudara juga. Memangnya tidak boleh punya saudara?”
“Baiklah. Jangan marah gitu.” Miko menutup mulutnya dengan cemberut.
“Nah yang ketiga, aku sudah memberitahumu sebelumnnya tentang hubunganku dan Reynard hanyalah sebatas atasan dan bawahan. Aku karyawan Wilfred Media.”
“Tidak mungkin! Kau bohong! Waktu itu paman Reynard mengumumkan ke media soal hubungan kalian!”
Liona makin sakit kepala sekarang, dia menggosok pelipisnya. “Terserah!”
Miko pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto yang di posting oleh Reynard di whatsapp momen. Meskipun foto itu hanya menunjukkan punggung Liona, dia yakin akan identitas wanita itu. Itu adalah Liona. “Bisa kau jelaskan foto ini? Jangan bilang kalau wanita di foto itu bukan kau.”
__ADS_1
“Itu memang aku. Terus kenapa?”
“Jadi kau mengakuinya? Pamanku menulis My Love \= Cintaku! Kau mengakuinya?”
“Kau bicara apa? Mengakui apa? Aku tidak mengerti, Reynard dan Delvin sering menolongku merawat Elvano layaknya tetangga yang baik dan aku membalas budi dengan menjaga Felicia. Setelah sekian lama bertetangga kami menjadi teman, lalu jadi keluarga. Kami pergi makan siang hari ini dan saat kembali kerumah kami memang mengambil beberapa foto.”
Liona menatap tajam Miko, dia berusaha untuk tidak mengatakan yang sebenarnya tentang hubungannya dengan Reynard karena dia tahu sifat Miko yang keras kepala dan nekat. Dia tidak mau hubungannya kacau karena ulah pria itu. “Kenapa kau menanyaiku seolah-olah aku ini istrimu yang berselingkuh dengan pria lain? Aku bahkan tidak berhutang penjelasan apapun padamu tentang hubunganku dengan Reynard. Kau hanyalah mantan pacar! Apa hakmu menanyaiku dan mau tahu urusan pribadiku, ha?”
Emosi Miko segera padam seolah baru disiram dengan sebaskom air es. Pada saat itu petugas keamanan komplek baru saja menerima laporan mengenai kericuhan di dalam komplek mewah itu pun segera datang untuk menyelidiki apa yang terjadi. Wajah Liona memerah karena malu, dia meraih lengan Miko, “Kita bicarakan dirumah!”
“Apakah Elvano ada dirumah?” tanya Miko.
“Tentu saja ada!”
“Kita pergi kerumahku saja.” ujar Miko tanpa banyak bicara dia membawa Liona ke vila nomor tiga. Sementara itu di vila nomor satu, Delvin yang sedari tadi mengintip di gerbang memiliki ekspresi penasaran diwajahnya. Dia terkejut saat melihat Miko membawa Liona memasuki vila nomor tiga. Delvin segera berbalik dan berlari sambil berteriak kekamar Reynard.
Sedangkan didalam vila nomor tiga, sebuah drama sedang berlangsung. Untuk pertama kalinya Liona berkunjung kerumah Miko, dekorasi di vila itu jauh berbeda dengan vila milik Reynard dan Delvin. Vila ini didesain dengan gaya modern, lantainya terbuat dari kayu dilapisi karpet warna abu-abu. Sebagian furniturnya juga berwarna abu-abu tapi ruangan itu tidak terlihat membosankan. Malah sebaliknya memberi kesan sederhana nan mewah.
Di sisi dinding ruang tamu terdapat banyak foto yang digantung. Foto-foto Miko dengan berbagai pose dan karakter, dibawah deretan foto terdapat sebuah lemari pajangan berisi piala-piala yang dimenangkan Miko sejak debutnya didunia hiburan. Liona sangat terpesona! Dia berjalan menuju lemari piala, air liurnya hampir menetes karena melihat begitu banyak penghargaan yang sudah diperoleh Miko untuk prestasinya di musik, film dan juga serial TV.
Miko hanya diam memperhatikan tingkah Liona. Dia menekan bahu Liona dengan sensual dan berkata, “ Ada seorang pria tampan didekatmu tapi kenapa kau malah memilih melihat piala-piala membosankan itu, he?”
“Menjauh dariku! Piala-piala ini adalah salah satu tujuan hidupku.”
Miko tercengang dengan sikap Liona. “Aku rasa paman Reynard menyukaimu.”
“Apa yang kau katakan?”
__ADS_1
“Paman Reynard menyukaimu.”
Tubuh Liona bergetar dan hampir menjatuhkan piala ditangannya. Dengan cepat dia mengembalikan piala itu ketempatnya dan menggelengkan kepala. “Itu sama sekali tidak mungkin.” ujarnya berbohong.
Miko pun mencari komentar Reynard di foto postingannya. “Cintaku! Tidakha itu sudah jelas?”
“Eh, aku beritahu ya kata-kata itu dia tujukan untuk Felicia. Paham tidak?”
“Kalau memang niatnya pamanku seperti itu, harusnya dia memposting foto Felicia sendirian. Kenapa dia memposting foto kalian bertiga? Apa yang salah dengan pamanku? Bisa kau jelaskan padaku?”
“Ha?”
“Kau juga tahu kalau paman Reynard bukan orang yang hangat atau penyayang. Dia itu sibuk seperti lebah tapi dia masih punya waktu memposting fotomu dan menjaga Elvano? Bukankah tindakan pamanku itu mempunyai arti tersendiri? Jadi jangan bercanda lagi. Satu hal lagi, apakah kau tahu betapa berharganya Felicia bagi pamanku? Dia adalah putri kecil keluarga Wilfred dan dia dimanjakan oleh kakek dan nenekku sejak dia lahir. Paman Reynard tidak pernah mengijinkan siapapun mendekati Felicia tanpa ijinnya. Dia sangat posesif dan protektif pada gadis kecil itu. Orang asing tidak mungkin mendekati Felicia.”
Liona hanya terdiam tercengang mendengar penjelasan Miko. Entah mengapa dia merasa bahwa Reynard yang dibicarakan Miko bukanlah Reynard yang dia kenal?
“Miko….apa kau…..apakah kau memiliki dendam pribadi pada Reynard? Kau sengaja bicara buruk tentangnya?”
Miko sangat marah mendengar ucapan Liona sehingga dia merasakan sakit seperti sayatan pisau yang menembus dadanya.
“Bagaimana kau bisa menjelaskan bahwa dia menjaga Elvano dengan baik dan seikhlas hati?”
“Pastilah. Putraku seorang anak yang baik, sopan dan sangat menggemaskan. Semua orang menyukainya.”
“Ya ampun! Lagi-lagi kita berargumen soal ini.”
“Teman! Pikiranmu menlantur kemana-mana. Hal yang normal bagi tetangga untuk saling membantu.” ujar Liona.
__ADS_1
Pembuluh darah didahi Miko hampir pecah mendengar ucapan Liona saat wanita itu memanggilnya dengan sebutan ‘teman’. Dia menggenggam bahu Liona dan bicara dengan tegas. “Liona! Terserah kau mau percaya atau tidak tapi paman Reynard benar-benar jatuh cinta padamu, aku sangat yakin itu. Aku tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin meperingatkanmu tentang pamanku. Jangan tertipu olehnya apalagi tampilan luarnya dan kalimat-kalimat manisnya. Jangan menarik perhatiannya karena wajah tampannya, paman Reynard berbeda denganku. Jika kau mengkhianati pamanku atau menyulut emosinya dia akan menghukummu sangat buruk bahkan lebih buruk dari kematian. Dia akan melenyapkanmu begitu saja dari muka bumi ini.”