
Akhirnya mereka bertiga menaiki taksi menuju rumah baru. Supir taksi yang terlihat seusia paruh baya itu melirik kebelakang memperhatikan Liona dan kedua bocah itu. “Nona, kenapa anda keluar malam-malam begini? Sangat berbahaya keluar malam bagi perempuan secantik anda.” kata supir taksi itu memperhatikan Liona dari kaca spion. Matanya memindai kedua bocah lucu dan menggemaskan itu. “Nona, apakah mereka anak kembar? Mereka sangat tampan dan cantik.” ucapnya lagi. “Anda sangat beruntung Nona punya anak kembar, mereka terlihat seperti model di majalah.”
‘Tunggu dulu! Apa katanya barusan, anak kembar? Anak-anakku kembar? Apa maksud ini? Memang kalau diperhatikan kedua bocah itu memang terlihat mirip, Liona menyadari itu setelah melihat Felicia dan Elvano duduk berdua waktu itu.
“Paman, apakah kami terlihat sangat mirip ya?” tanya Felicia yang mendengar ucapan si supir taksi itu.
“Iya, kalian mirip sekali. Apakah kalian kembar?” kata supir taksi itu tanpa ragu-ragu. “Dia kakakku.Wah….mata paman sangat bagus dan teliti.” Supir taksi itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Felicia yang memujinya. Pria itu tampak ramah dan sepertinya dia sangat suka berbicara, sepanjang perjalanan dia tak henti mengajak Liona dan kedua bocah itu bicara sehingga suasana dalam taksi terasa menyenangkan.
Pria itu juga bercerita tentang kota Jakarta pada Liona, dia memberitahu Liona tempat makan yang enak dan murah dan hal lainnya. Di kursi belakang Felicia melirik kearah Elvano.
“Kak El, jujur saja padaku. Apakah kakak menyukai papaku?” tanya Felicia memegang tangan Elvano. “Kalau memang kakak tidak suka sama papa, harusnya kakak bilang ke mama Liona tadi, betul tidak? Kakak bahkan melindungiku soal ponsel dalam tasku.”
“Siapa yang bilang aku menyukai papamu?” kata Elvano membalas.
“Kakak pembohong. Papa selalu bilang, anak kecil tidak boleh bohong nanti lama besar.”
Elvano mengeryitkan keningnya,sejak kapan ada aturan seperti itu? Pikirnya.
“Dengar ya Feli, Kamu dan papa mu orang kaya. Dia CEO, jadi tidak mungkin bersama mama. Papamu kan bos mama.”
Mata Felicia langsung membulat dan agak tersinggung. “Kenapa kakak berpikiran seperti itu? Memangnya kenapa kalau papa CEO? Mengapa papa dan mama Liona tidak boleh bersama?”
“Biasanya pria kaya dan punya banyak uang pasti punya banyak pacar. Pria kaya suka selingkuh.” kata Elvano.
“Tidak benar! Paman Delvin bekerja di kantor papa, uangnya tidak sebanyak uang papa tapi paman Delvin punya banyak pacar dan selalu ganti seperti ganti baju. Beda dengan papa, aku belum pernah lihat papa menggoda wanita.”
“Aku baca berita, katanya papa mu suka sesama jenis.”
__ADS_1
“Ihhh….Kak El kok jahat gitu? Itu semua tidak benar, mereka bohong. Media nulis berita itu supaya orang tertarik. Kalau papa suka lelaki, kenapa aku bisa ada? Papa juga dulu pernah menikah.”
Elvano berpikir sejenak, benar juga yang dikatakan gadis kecil itu. Melihat ekspresi wajah Elvano, Felicia mendekat dan melingkarkan tangannya dileher Elvano “kak El dengar ya, kalau papa dan mama Liona menikah, kita jadi saudara iyakan? Kita bisa main sama-sama, makan dan pergi sekolah juga sama. Sangat menyenangkan, iyakan kak?”
Felicia membayangkan betapa indahnya hidupnya di masa datang setelah papanya menikahi Liona. Dia jadi punya keluarga lengkap dan punya kakak. Elvano sedang memikirkan semua ucapan Felicia. Itu memang ide bagus bahkan sangat bagus, mama harus menikah dengan papa Felicia.
Akhirnya Elvano menggangguk, kedua bocah itu mengangkat jari kelingking mereka dan berjanji akan membuat kedua orang tua mereka menikah.
“Jadi kakak setuju dan akan kerjasama denganku supaya papa bisa menikah sama mama Liona ya?”
“Ehmm….tergantung sama papamu. Dia harus mengejar mamaku dong.”
Felicia terlihat sangat senang sekali, dia mulai memikirkan cara supaya Reynard bisa makin dekat dengan Liona. ‘Ah…..akan menyenangkan. Ini akan jadi pengalaman luar biasa!” Felicia tersenyum sambil membayangkan. Sudah tidak ada lagi yang menghalangi papa untuk mengejar mama Liona! Akhirnya taksi yang mereka kendarai tiba di pintu gerbang LeGarden Residence. Hujan gerimis mulai turun. Liona kebingungan, dia melihat ke area villa mewah di depannya. Reynard memberikan rumah baru untuk tempat tinggal Liona dan Elvano. Rumah itu berada di komplek perumahan paling elit dan paling mahal berlokasi di pusat kota. ‘Apa-apaan ini?Tidak salah alamat kan?
“Pak,ini tidak salah alamat?”
“Tidak, nona. Ini sesuai dengan alamat yang nona berikan tadi. Cuma satu LeGarden di kota ini. Tak mungkin saya salah.”
“Mama Liona?” panggil Felicia menarik-narik ujung bajunya.
“Tunggu sebentar ya sayang. Aku harus menelepon papamu.”
“Okay.”
Liona merasa detak jantungnya semakin kencang, dia tahu Reynard sangat kaya raya, masa sih dia memberikan tempat tinggal di komplek ini? Hanya orang-orang yang sangat kaya saja sanggup membeli rumah di komplek itu.
‘Konyol sekali Reynard, ini sih terlalu berlebihan. ‘
__ADS_1
“Ya, ada apa Liona?”
“Maaf kalau aku mengganggumu malam-malam begini. Aku cuma mau memastikan alamat yang tadi kamu beri. Apa kamu yakin ini alamatnya?”
“Yakin! Itu adalah alamat rumah barumu. Dan jangan lupa besok datang ke lokasi syuting lebih awal karena aku mengadakan konferensi pers tentang kontrakmu.”
“A—apa? Kamu yakin ingin melakukan itu?”
“Yakin sekali. Aku mau semua orang tahu bahwa kamu sudah berada dibawah naungan manajemenku dan kamu itu spesial. Kamu tahu dunia hiburan adalah dunia kejam, aku lakukan ini untuk kebaikanmu jadi tidak akan ada yang mengganggumu.”
“Baiklah kalau itu maumu. Aku setuju.”
Biarin saja dia perlakukan aku istimewa, toh dengan cara ini aku bisa secepatnya membalaskan dendamku pada Vena dan keluarganya. Sekarang dia akan tinggal di sebuah villa mewah, apakah itu tak berlebihan jika semua orang tahu aku tinggal di villa semewah ini?
“Ingat isi perjanjian di kontrak. Perusahaan menyediakan akomodasi untukmu sesuai dengan standard kami, kalau kamu menolak berarti kamu sudah melanggar ketentuan kontrak.” kata Reynard mengingatkannya. Liona yang mendengar langsung bergetar. Pelanggaran kontrak hanya menolak untuk tinggal di villa mewah ini? Yang benar saja! Ah biar sajalag, terserah Reynard maunya apa. Daripada aku disuruh bayar uang denda karena melanggar kontrak, lebih baik terima saja semua yang Reynard lakukan dan berikan padaku.
“Baiklah. Aku terima untuk tinggal di villa ini. Terimakasih ya.” Liona pun menutup telepon. Liona mengeluarkan kontrak dari dalam tasnya dan dengan lampu sorot ponselnya dia menerangi kontrak dan membaca kembali is kontrak dimana ada tertulis ‘Menerima semua pengaturan kerja perusahaan dan menerima keputusan dari pimpinan.’
*Visual rumah yang diberikan Reynard untuk Liona
Gleg!
Liona menelan salivanya, dia tidak begitu fokus dengan poin itu saat menandatangani kontrak. ‘Menerima keputusan dari pimpinan perusahaan? Jadi apapun yang diputuskan oleh Reynard untuknya, dia tak boleh menolak? Ya, Tuhan…..kenapa aku bego banget sih sampai aku tidak sadar isi kontrak itu terlalu bagus dan bahkan membuatku terjebak.
__ADS_1
“Mama Liona, ayo kita masuk kedalam.” kata Felicia menarik-narik baju Liona.
“Baiklah. Ayo kita masuk kerumah.”