CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 124. AKU INGIN MEREKA MATI


__ADS_3

“Lalu mengapa kau memujinya sampai setinggi langit?” tanya Reynard lagi.


Liona memutar bola matanya dan berkata “Aku sudah berdamai dengan masa lalu jadi aku bisa menceritakan kisahku secara objektif.”


Reynard tertegun sejenak lalu kembali tenang. Dia menuangkan segelas anggur lagi untuk Liona lalu bertanya dengan suara lembut. “Kalau memang dia adalah pria yang luar biasa, mengapa kau putus dengannya?”


Liona menopang dagunya dan berkata, “Yeah, itu ada hubungannya dengan apa yang terjadi di masa lalu. Tunggu sebentar, biar aku mengingat-ingat dulu. Hmmm…..pada awalnya kami slaing mencintai satu sama lain. Ketika kami mulai berkencan, aku adalah seorang mahasiswi baru dan dia adalah seorang mahasiswa tingkat akhir. Pada tahun berikutnya dia akan lulus, saat itu Seth sedang sibuk dengan program magangnya tetapi dia selalu menyempatkan diri untuk bertemu denganku di kampus. Kami adalah pasangan biasa yang suka menonton film dan pergi makan malam bersama.”


“Setelah kami selesai kencan, dia akan mengantarku kembali ke asrama kampus. Pada saat itu aku merasa sebagai gadis paling bahagia dan paling beruntung didunia. Aku masih sangat muda dan naif pada waktu itu. Kalau boleh jujur, aku begitu tergila-gila pada Seth sehingga aku berdoa agar aku cepat tumbuh dewasa karena aku ingin menikah dengan pria itu.” ucap Liona/


‘Dia ingin menikah!’ suasana hati Reynard langsung memburuk karena kalimat itu.


“Kami menghabiskan satu tahun penuh dalam romansa cinta. Kemudan Vena mendapat kabar bahwa aku sedang jatuh cinta dan setelah itu dia selalu bergabung jika kami pergi berkencan. Sejak saat itu kencan pribadiku dengan Seth menjadi pertemuan antara tiga orang dengan bergabungnya Vena. Vena selalu memperlakukan aku sangat buruk dimasa lali. Tiba-tiba dia bersikap manis seperti madu, aku masih sangat naif saat itu. Sejujurnya waktu itu aku pikir dia telah berubah menjadi lebih baik.”


Reynard bisa membayangkan apa yang telah terjadi selanjutnya bahkan sebelum Liona menyelesaikan ceritanya.


“Setelah Vena bergabung dengan kami. Seth….ngomong-ngomong mantan pacarku adalah Seth Arsenio Wilfred. Eh….kebetulan sekali ya? Sama sepertimu nama keluarganya juga Wilfred.”


“Ya, ini benar-benar suatu kebetulan! Bagaimanapun juga dia adalah keponakanku!” Merasa depresi Reynard menyesap anggur sambil menghela napas.


“Ayo bersulang!” Liona mendentingkan gelas dengan Reynard dan meminum dua teguk lagi.

__ADS_1


“Pelan-pelan minumnya…..”


“Jangan pelit begitu! Sebotol anggur ini tidak akan membuatmu miskin Rey!”


Reynard tercengang melihat tingkah Liona saat dia sudah mabuk.


“Hem….tadi sampai mana ceritaku? Oh iya aku ingat sekarang.”


Dia menyesap anggurnya lagi lalu kembali melanjutkan ceritanya dengan bersemangat.


“Aku memberitahumu tentang perubahan sikap Vena padaku. Saat itu aku sangat buta dan bodoh sehingga tidak menyadari dia menyukai Seth. Sejak itu, Vena selalu menemani kami ke bioskop. Seth duduk ditengah-tengah kami. Saat itu aku belum curiga pada mereka. Aduh, ya ampun. Pada awalnya Seth merasa keberatan jika Vena bergabung dengan kami, tapi aku dengan bodohnya malah berdebat dengan Seth. Aku dengan gila dan bodohnya membela Vena!”


“Secara bertahap, kontak kami semakin sedikit dan kami juga jarang keluar bersama. Sebelumnya kami terbiasa menelepon satu sama lain setiap malam tanpa henti. Tetapi kemudian panggilan telepon kami semakin berkurang menjadi beberapa kali dalam seminggu. Kemudian hubungan kami semakin memburuk hingga pada satu titik kami hanya berbicara satu sama lain sebanyak satu kali dalam seminggu di telepon.”


“Lalu apa yang terjadi?” tanya Reynard. Dia semakin mendalami cerita masa lalu Liona. Pria itu pun semakin mengetahui semua rahasia masa lalu wanita yang dicintainya. Apalagi dia bisa mendengar langsung tentang hubungan Seth di masa lalu. Reynard tahu jika keponakannya pernah menjalin hubungan tapi dia tidak pernah tahu jika Liona lah wanita itu.


“Aku berhasil menemukan pekerjaan paruh waktu untuk mendapatkan uang tambahan. Bekerja dan belajar membuat aku semakin sibuk sehingga aku tidak terlalu memperhatikan perubahan yang terjadi dalam hubunganku dengan Seth. Dan yang paling penting adalah aku percaya pada Seth seratus persen!”


“Kemudian apa yang terjadi di antara kalian?” tanya Reynard lagi.


Sambil memegang gelas, Liona tersipu dan mengingat, “Kemudian mereka melakukan sesuatu yang kejam padaku dan itu sangat menyakitiku. Aku mengetahui bahwa Seth telah berselingkuh dengan Vena. Mereka melakukan hubungan badan dan secara terbuka mengakui bahwa mereka telah menjalin hubungan asmara satu sama lain secara diam-diam selama setahun penuh. Hatiku langsung hancur!”

__ADS_1


‘Sesuatu yang kejam?’ Reynard mengulangi kalimat itu didalam hati dengan dahi berkerut. Lalu dia bertanya pada Liona. “Apa yang telah mereka lakukan padamu?”


Tubuh Liona gemetar seperti daun tertiup angin ketika dia memikirkan apa yang telah terjadi pada malam naas itu. Dia bahkan bisa mengingat kejadian malam itu dengan sangat jelas. Mereka membunuhnya lalu membuang tubuhnya kedalam jurang tapi dia masih beruntung karena dia masih hidup. Didalam usahanya menyelamatkan diri, dia malah menemukan seorang bayi mungil yang sedang menangis ditengah hutan.


Ketika dia berada diluar negeri, Liona akan mengingat semua kejadian itu lalu dia akan memeluk tubuh Elvano. Pikiran itu sangat menyiksanya sehingga dia ingin bergegas kembali dan membunuh para bajingan itu!


“Aku benci mereka semua! Benar-benar benci mereka! Aku ingin mereka semua mati!”


Melihat keadaan Liona yang tidak stabil, Reynard memegang tangan wanita itu dengan erat untuk memberinya kekuatan.


Mereka sudah saling kenal untuk waktu yang cukup lama dan Liona selalu menutup dirinya. Dan inilah pertama kalinya Reynard melihatnya hancur seperti ini. ‘Orang-orang brengsek itu! Apa yang mereka lakukan pada Liona?’ pikirnya.


Mata Reynard berubah menjadi suram dan menakutkan. Dia memegang tangan Liona dengan erat dan berkata, “Biarkan aku membantumu!”


“Tidak mau! Aku akan membunuh mereka semua dengan tanganku sendiri!” Liona meneguk segelas anggur lagi.


“Eh kenapa ruangannya tiba-tiba berputar?” Liona menggosok pelipisnya dan menatap Reynard dengan raut wajah bingung. “Kenapa aku melihatmu ada dua? Tunggu….sekarang kau ada tiga!”


Mendengar perkataan wanita itu, Reynard menundukkan kepalanya dan melihat decanter anggur. Pria itu menyadari bahwa Liona telah mengkonsumsi lebih dari setengah isi decanter anggur.


Dia terus minum anggur ketika menceritakan kembali kejadian buruk di masa lalunya. Anggur itu memiliki pengaruh kuat pada diri Liona. Tidak hanya menumpulkan indra wanita itu tetapi juga membuatnya lebih berani. Reynard merengut dan mengulurkan tangan untuk mengambil gelas ditangan Liona. “Sudah cukup! Kau sebaiknya berhenti minum!”

__ADS_1


“Tidak mau!” Liona memegang gelas itu sambil menatap Reynard dengan tatapan tajam seolah sedang melindungi anak kecil, “Pergi kau!”


__ADS_2