CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 8. RUMAH BARU


__ADS_3

Di ruang VIP yang sudah dipesan oleh Seth, terhidang berbagai makanan lezat.  Tetapi makanan yang tampak menggugah selera itu tak mampu membangkitkan selera makan Vena. “Apakah kamu ngerasa nggak enak badan?” Seth bertanya dengan tatapan penuh perhatian.  Dia merasa jika Vena sedang memikirkan sesuatu sejak dia kembali dari toilet tadi.


“Tidak aku tidak sakit.  Mungkin karena masih jetlag aku nggak ada selera makan.”


“Makanlah sedikit aja, badanmu mulai terlihat agak kurus akhir-akhir ini.” Seth membujuk kekasihnya sambil menyodorkan makanan ke mulut Vena. “Kamu harus makan, aku tau kamu mempertahankan bentuk tubuhmu tapi kamu harus sehat jika kamu mau memiliki karir yang sukses.  Jangan terlalu menyiksa dirimu jadi artis, uangku cukup banyak untuk membiayai hidupmu.”


“Aku ingin kamu merasa bangga padaku!” balas Vena memegang erat lengan Seth dengan genit “Aku ingin semua orang tahu kalau pacar seorang Seth Aristide adalah wanita sukses. Aku ingin kamu bangga.”


Seth menghela napas panjang “Baiklah….kalau memang itu mau mu, aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Vena pun tersenyum dalam pelukan Seth, namun pikirannya kembali lagi melayang pada  saat dia ke toilet tadi, tanpa sengaja dia melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan Liona!


Tidak mungkin wanita itu adalah Liona Sarabella Gantari. Tapi sangat mirip bak pinang dibelah dua.  Garis wajah dan suaranya pun sama persis, hanya tingkah laku dan struktur tubuhnya saja yang berbeda.  Liona yang dia kenal tak suka dandan mewah, tubuhnya pun kurus dan tak berbentuk.  Tapi, wanita yang ditemuinya tadi sangat cantik, elegan dan pandai berbicara seperti wanita kelas atas.


Tidak! Tidak! Aku pasti salah lihat, itu bukan Liona.  Bukankah dia sudah mati? Aku melihat sendiri waktu itu. Tidak mungkin itu Ilona, yakin! Aku yang membuangnya ke jurang empat tahun lalu! Apakah dia selamat? Apa ada orang yang menolongnya? Tapi tidak mungkin! Dia sudah tak bernapas lagi waktu tubuhnya kubuang. Apa-apaan ini? Kenapa aku jadi kepikiran perempuan kampung itu? Vena mengutuk dalam hati.


Matahari sudah terbenam, Liona baru saja menyelesaikan makan malam mereka.  Hiro mengantarkan Liona dan Elvano kerumah yang sudah disewa.  Saat melintasi kota Jakarta yang sudah banyak berubah dalam kurum waktu empat tahun.  Liona merasa asing dikota itu, tempat dia lahir dan dibesarkan namun menorehkan luka yang sangat dalam dihidupnya.


“Mama, apakah kota ini tempat tinggal mama selama dua puluh tahun?” tanya Elvano.


“Iya, sayang.”

__ADS_1


Elvano duduk dipangkuan Ilona sambil memandangi suasana kota Jakarta dimalam hari, dengan lampu neon yang berkedip diluar. “Apa kamu suka kota ini?”


“Iya, ma. Aku suka sekali!”


“Ohya? Kenapa kamu suka?”


“Karena ini kota kelahiran mama.”


Liona memeluk erat Elvano dan mengecup pipi tembemnya.  Aku sangat beruntung memiliki anak yang imut dan perhatian seperti ini?”  Liona merasa dirinya diberkati! Setelah mobil yang mereka kendarai tiba didepan pintu masuk sebuah perumahan kelas atas, Hiro mengeluarkan kartu yang diperolehnya dari agen properti dan menunjukkan pada petugas keamanan.


Terlihat perumahan itu memiliki standard keamanan yang cukup tinggi membuat Ilona merasa lega. Tiga hari lagi dia akan mengikuti audisi dan jika dia lolos maka dia akan segera bekerja.  Itu artinya dia akan meninggalkan Elvano dirumah.  Setelah turun dari mobil Hiro membantu mereka mengeluarkan semua barang bawaan lalu membawa Ilona memasuki sebuah rumah berpagar.


Dia juga melihat ada beberapa sandal didalam rak sepatu “Hiro, sekali lagi aku ucapkan terimakasih untuk bantuanmu sekali ini. Oh...jika aku menikahimu, apakah itu cukup untuk membalas semua kebaikanmu?”


“Liona!”


“Iya, ada apa?”


“Jangan berpura-pura tulus, aku hampir saja percaya pada ucapanmu.” ejek Hiro.

__ADS_1


Liona tersenyum malu dan berkata “Apakah aku terlihat tidak tulus saat mengatakannya?”


“Bagaimana jika kita tanya pendapat Elvano?” Hiro menoleh kearah Elvano.  Bocah itu menatap wajah ibunya lalu menjawab “Mama terlihat palsu,” mendengar ucapan putranya Liona pun terdiam.  Dia menurunkan Elvano dari gendongannya dan bocah itu berlari kearah sofa. Liona mengambil sandal dari rak sepatu didekat pintu depan.


“Oh, iya. Aku sudah membeli bahan makanan untuk kalian. Ada buah-buahan juga, coba kamu periksa jika masih ada yang kamu butuhkan.  Setelah ini aku antar kalian ke supermarket,” kata Hiro mengikuti Liona ke ruang tamu.


“Tidak perlu, Hiro. Semua sudah cukup, kamu bahkan sudah memberiku lebih.” ucap Liona duduk di sofa yang empuk.  Dia meraih bantal dan menghela napas dalam-dalam. “Kalau kita punya uang yang banyak, semuanya pasti gampang.  Semua bisa diatur dengan uang.”


“Makanya kamu harus menghasilkan uang yang banyak dan membayarku secepatnya.” goda Hiro sambil tertawa.  “Ambil ini dan pelajarilah.”


“Buku apa ini?” tanya Ilona dengan alis berkerut.


“Itu adalah buku Pernikahan Ketiga.  Buku yang banyak digemari oleh masyarakat karena ceritanya yang menarik. Karena kamu belum resmi jadi bagian dari kru jadi kamu belum mendapatkan naskah.  Serial TV itu akan dibuat sesuai dengan bukunya, jadi kurasa lebih baik kamu mulai membaca buku itu dan mempelajari karakter yang akan kamu perankan nanti.” kata Hiro Abirama menjelaskan.


“Aku sangat berharap kamu bisa mendalami karakter dalam buku itu, akan sangat membantumu saat audisi nanti.”  Begitu mereka mulai bicara tentang akting, mata Ilona langsung berubah serius.  Selama empat tahun terakhir, akting bukan cuma jadi hobinya tapi menjadi pekerjaan utamanya, dia takkan mampu bertahan di Amerika selama ini tanpa bekerja sebagai pemeran pendukung di beberapa serial.


Liona langsung membuka buku itu dan mulai membacanya.  Dia akan berperan sebagai pemeran pendukung ketiga yang merupakan tokoh wanita cantik yang masuk dalam kehidupan pernikahan sebagai wanita penggoda yang licik dan jahat dengan wajah polos. Namanya adalah Nona Rosalind.  Seorang wanita cantik dan berwajah polos, dengan penampilannya dia mampu menarik perhatian seorang milyarder kaya yang sudah mempunyai istri dua.  Sejak bertemu dengan Rosalind yang bekerja sebagai sekretarisnya, semua perhatian dan cinta sang milyarder tertumpah padanya dan melupakan kedua istrinya. 


Karakter itu sangat sesuai dengan Liona, saat ini dia kembali ke tanah air sebagai wanita cantik yang ingin membalaskan dendamnya pada sang adik yang sudah merebut kekasihnya dan membunuhnya. Deskripsi karakter dalam buku itu sangat mirip dengannya.

__ADS_1


 


__ADS_2