
Reynard memeluk Liona erat dan mengecup puncak kepala wanita itu berulang kali.
“Rey! Aku seorang ibu tunggal, bagaimana menurutmu reaksi keluargamu jika mereka tahu, apakah mereka akan menerima keadaanku?”
“Kamu punya anak yang kamu adopsi bukan? Kamu masih menjaga kesucianmu, kamu wanita baik-baik tak perlu risau tentang itu. Liona, setiap hubungan tak selalu berjalan dengan baik. Semua butuh proses, kita akan belajar saling mengenal dan menghadapi masalah bersama-sama di masa depan. Kamu tidak perlu khawatir tentang apapun yang dikatakan orang lain diluar sana, jangan khawatir tentang pendapat keluargaku, jangan habiskan waktumu untuk memikirkan itu semua. Biarlah keluargaku menjadi urusanku, aku yang akan menangani mereka. Tak ada satupun yang bisa memutuskan pilihanku. Cukup pikirkan saja tentang kita, aku kamu felicia dan elvano. Itu saja,”
Nada lembut Reynard terdengar dalam dan seksi “Aku adalah seorang duda, ayah tunggal dengan seorang putri dan kamu adalah seorang gadis ibu tunggal yang punya seorang putra. Kita memang ditakdirkan untuk bersama. Lihatlah kedua anak itu, mereka bahkan sangat dekat dan kompak sekali. Tidak sulit untuk menerima satu sama lain.”
Liona masih tidak percaya dengan perkembangan yang terjadi, dengan hubungannya dengan Reynard yang saat ini sudah jelas. Liona menelan ludah lalu berkata “Kamu sungguh-sungguh serius pengen jadi ayah tiri ya….hahahhaa….”
“Ya, hanya aku yang pantas jadi ayah tiri untuk putramu yang luar biasa itu. Aku sangat menyayanginya, dia anak yang pintar dan menyenangkan.” keduanya tersenyum dan saling berpelukan sementara Delvin yang sedari tadi mendengarkan jadi terharu dan sudut matanya jatuh butiran kristal.
‘Akhirnya mereka mengakui perasaannya juga. Aku sudah yakin dari awal kalau akan berakhir seperti ini...ha….ha.’ gumam Delvin menghapus sudut matanya yang berair.
“Dengarkan aku Liona, aku ingin menikahimu dan menjadi ayah tiri Elvano! Aku bersedia menerima kalian berdua didalam hidupku!” Reynard berbicara dalam satu helaan napas berusaha menunjukkan tekadnya melalui kalimat yang ia ucapkan dengan tegas. Reynard berhasil mempengaruhi Liona sehingga wanita itupun mulai goyah. Delvin yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka, tersenyum puas. Dia sangat senang melihat kakaknya yang sedang menyakinkan Liona.
__ADS_1
Bagus sekali kak! Siapa bilang kakak tidak tahu cara mendekati wanita hanya karena dia tak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun sebelumnya.
Jika semua orang yang melihat drama itu dengan mata kepala mereka sendiri maka mereka akan mengubah penilaian mereka tentang Reynard selama ini. Setiap kalimat yang diucapkan Reynard membuat wajah Liona merona karena bahagia. Setelah Delvin meneteskan airmata, ia kembali membersihkan dapur sambil mengusap airmatanya.
“Aku ingin kita menjalin hubungan dengan lebih dekat lagi, maukah kamu menjadi kekasihku? Jika saatnya tiba dan kamu sudah siap, aku mau kita menikah.”
“A----aku.” Liona bergetar tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, namun sedetik kemudia kepalanya perlahan menggangguk, seolah ia mengiyakan kemauan Reynard. Toh, dia juga membutuhkan pria itu berada disampingnya jika ia ingin membalaskan semua dendamnya pada orang-orang yang sudah menyakitinya.
“Terimakasih, sayang.” Reynard memeluk erat Liona dan mengecup puncak kepalanya berulang-ulang. Sementara dua bocah yang mengintip dari balik pintu saling memandang dan tersenyum lalu lari kembali masuk kedalam kamar tidur Elvano.
“Liona!”
“Tidak ada. Aku sangat bahagia malam ini. Karena kita sudah resmi sepasang kekasih, aku harap kamu tidak akan menolak jika aku memberimu pengawal yang akan menjagamu di luar sana. Ingat, dunia hiburan itu sangat kejam apalagi setelah konferensi pers nanti. Akan banyak orang yang akan berusaha menyakitimu.” kata Reynard menjelaskan
“Aku rasa tidak perlu sampai pakai pengawal. Itu terlalu berlebihan apalagi aku aktris pendatang baru, bisa-bisa semua orang akan menilaiku yang tidak benar.”
__ADS_1
“Jangan pikirkan soal itu, mereka akan mengawasimu tanpa sepengetahuan orang lain jadi kamu tidak perlu khawatir. Jika ada orang yang berani bicara jelek tentangmu apalagi ingin mencelakaimu maka aku pastikan orang itu akan hancur.”
Liona menyandarkan punggungnya ke dinding lalu menghela napas panjang. Ia merasa bahunya terbebani oleh beban sebagai kekasih Reynard tapi dia sudah membuat keputusannya, ia tidak bisa menarik kembali kata-katanya. Entah apapun esok yang harus ditanggungnya sebagai kekasih Reynard, mau tak mau dia harus siap hadapi semua toh ini juga yang diinginkannya. Memiliki seorang pria kaya dan berkuasa yang menyayanginya dan putranya yang akan melindungi mereka.
Tiba-tiba Delvin keluar dari dapur dengan gaya berlebihan menggoyangkan tangannya yang basah oleh air “Akhirnya aku selesai juga mencuci piring dan membersihkan dapur. Liona kalau tidak salah dengar, kamu menerima permintaan kakakku? Apakah itu berarti aku sudah bisa memanggilmu kakak ipar?” Delvin dengan senyum nakalnya menggoda Liona. Reynard menatap adiknya itu tajam dan memberi isyarat lewat mata agar pergi dari sana segera. Delvin pun keluar dari sana dan duduk diatas sofa sambil menyalakan tv.
Bukankah ini semua sangat bagus untukku dan Elvano. Keluarga kami sudah sangat dekat dan akrab apalagi Felicia sangat menyukaiku dan akrab dengan Elvano dan mereka bisa menghabiskan waktu bersama selama aku syuting. Benar-benar pengaturan yang sempurna, aku tidak perlu lagi khawatir meninggalkan Elvano sendirian dirumah. Pikiran Liona kembali mengulang semua hal yang sangat menguntungkannya saat ini. Ya, sudahlah tak ada ruginya jadi kekasih Reynard. Pria itu sangat tampan dan aku memang sudah menyukainya.
“Liona, mulai sekarang kamu bisa fokus pada syutingmu. Kamu tidak perlu lagi mengkhawatirkan semuanya sekarang. Felicia dan Elvano akrab dan kamu tidak perlu lagi memikirkan untuk mencari pengasuh untuk Elvano. Mungkin dengan situasi ini Elvano bisa lebih aktif dan ceria bersama Felicia. Mereka bisa melakukan banyak hal bersama-sama seharian dan aada pelayan juga pengawal yang selalu mengawasi mereka.”
“Ya,aku tahu. Terimakasih untuk semuanya.” ucapnya sambil tersenyum manis.
“Oh iya. Kamu juga tidak perlu khawatir tentang makanan Elvano. Dirumah kami banyak pelayan, kamu tidak perlu pulang untuk makan siang. Elvano bisa makan siang bersama Felicia dan dia bisa makan apapun yang dia mau dirumah kami. Tidak baik untuk Elvano harus makan makanan dari restoran setiap hari, dia butuh makanan sehat selama dalam perttumbuhan. Jika Elvano sakit, dia bisa ditangani dokter secepatnya karena kami punya dokter keluarga yang siap dua puluh empat jam.” Reynard menjelaskan agar Liona semakin yakin dengan keputusannya.
“Baiklah, sudah larut malam. Kita semua butuh istirahat, aku sudah sangat mengantuk dan Felicia juga sudah tertidur di kamar Elvano.” kata Delvin melirik pada kakaknya yang selalu menatap Liona saat wanita itu naik kelantai dua dan tak lama membawa Felicia dalam gendongannya.
__ADS_1
“Teerimakasih, sayang. Kami pulang dulu ya. Besok pagi kamu jangan naik taksi, akan ada supir yang akan mengantarmu ke tempat syuting.” Reynard mendaratkan kecupan dikening Liona lalu pergi bersama Delvin.
Liona menutup pintu dan menguncinya, menyandarkan tubuhnya sebentar dan tersenyum. Kini hidupnya benar-benar berubah hanya dalam hitungan hari.