CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 86. TINGGAL SERUMAH?


__ADS_3

Semua jenis sepatu dari beberapa merek terkenal ada disana, sepatu kanvas, kasul, sepatu kets dan banyak lagi sepatu hak tinggi membuat Liona hampir pingsan. Disebelah lemari sepatu ada lemari khusus tas yang transparan sehingga memperlihatkan deretan tas-tas branded edisi terbaru.


Ada juga deretan aksesoris wanita seperti topi, syal sutra, kalung, anting dan gelang mahal. ‘Ya ampun pria ini!’ Semua isi ruangan itu adalah barang impian semua wanita! Semuanya tampak menakjubkan, di meja rias terdapat deretan skincare mahal dan makeup.


Disebelahnya ada lemari kaca berisi deretan parfum-parfum mahal dari berbagai merek. Kepala Liona pusing melihat isi ruangan itu belum lagi memikirkan berapa banyak uang yang dihamburkan Reynard. 'Kapan dia belanja ini semua? Ah....dia kan biasanya cuma tinggal telepon saja! The power of money smuanya jadi gampang.' gumamnya.


Tapi Liona merasa senang dan melihat isi ruangan itu baginya malah lebih menarik daripada saat dilamar oleh Reynard. Memikirkan itu membuat wajahnya merona dan jantungnya berdetak tak menentu. Dia masih melamun dan matanya mengedari seluruh ruangan itu. Dia tak tahu harus berkata apa, ini semua terlalu amazing!


“Apakah semua barang-barang diruangan ini adalah hadiah untukku?” tanya Liona.


“Tebak saja sendiri!” jawab Reynard.


“Tunggu sebentar beri aku beberapa menit untuk menenangkan diri.” ucapnya lalu memegang lengan Reynard karena lututnya terasa lemas.


Lima menit kemudian, Liona masih belum pulih dari keterkejutannya, dia hampir menangis saat melihat semua barang-barang mewah yang disiapkan oleh Reynard untuknya.


“Rey! Apakah kau berniat mau menjadikanku wanita simpananmu?” kata Liona dengan suara bergetar. Dia takut akan tergoda untuk setuju jika Reynard mengiyakan.


Aduh! Tuhan kenapa kau mengujiku dengan cara seperti ini? Kau memberiku pria tampan dan kaya yang selalu memberiku kejutan-kejutan manis.’ ucapnya dalam hati.


‘Apa katanya? Wanita simpanan?’ Reynard bertanya-tanya dalam benaknya kenapa Liona berkata seperti itu. Dia tidak suka kata-kata itu.


“Aku hanya ingin membahagiakanmu!” Reynard mengoreksi perkataan Liona. "Jangan berpikir yang tidak-tidak."


“Apa kau bilang?” ujar Liona dengan mulut menganga. Ekspresinya tampak lucu dan menggemaskan bagi Reynare.

__ADS_1


“Ya aku sungguh-sungguh ingin membahagiakanmu. Ucapan apa itu tadi? Wanita simpanan katamu? Bagaimana mungkin tunanganku menjadi wanita simpananku. Jangan konyol!”


Deg! Deg! Deg!


Jantungnya kembali berdebar-debar. “He he he he…..aku hanya bercanda. Kau terlalu banyak menghamburkan uang untukku.” Tangannya memegang dadanya yang berdetak kencang. “Mengapa kau lakukan ini semua?”


“Demi kesepakatan kita.” kata Reynard dengan nada datar. “Bukankah kau sudah sepenuhnya milikku? Apa kau sudah lupa apa yang sudah kita lakukan, hem? Dan kita sudah sepakat akan bersama selamanya, iyakan?”


Liona tidak bisa berkata-kata lagi, memiliki Reynard dan menjadi tunangannya sudah merupakan berkah baginya. Kini dia dilimpahi dengan berbagai barang-barang mewah, dia tak tahu harus bagaimana berterimakasih. Jika dijumlahkan semua barang-barang itu pasti jumlahnya sangat banyak apalagi semuanya barang bermerek keluaran terbaru.


“Apakah kau yakin memberikan ini semua untukku?” tanya Liona lagi masih tidak percaya.


“Tentu saja Liona! Kau calon istriku, kelak saat kau jadi istriku maka aku akan memberikan semua yang kau mau. Aku akan membuatmu bahagia.”


Setelah mendengar jawaban Reynard, wajah Liona berbinar lalu bergegas menuju lemari pakaian dengan tangan terentang lebar seakan hendak memeluk. “Sayang….aku datang.” ujarnya dengan semangat berlari kearah lemari dan mulai menyentuh semuanya.


Reynard tersenyum melihat tingkah Liona dan dia merasa senang karena Liona bahagia. Jika saja dia tahu cara ini mampu membuat wanita itu bahagia, sudah sejak awal dia lakukan.


“Tunggu dulu! Jika semua barang ini milikku lantas kenapa kau meletakkannya didalam ruang ganti milikmu? Kenapa tidak langsung saja dibawa kerumahku?”


“Karena mulai sekarang kau akan tinggal disini bersamaku dan tidur dikamar ini bersamaku. Pengaturan ini lebih nyaman untuk kita berdua.”


Liona sangat kaget mendengar ucapan Reynard. “Eh…..mana bisa begitu! Rumahku kan didepan, aku bisa datang kesini kapanpun.Kita tidak harus tinggal bersama iyakan?”


“Tidak bisa! Mulai hari ini kau dan Elvano akan tinggal disini. Kamar Elvano sudah siap dan semua keperluannya juga sudah ada disana. Rumah depan akan kembali pada pemiliknya ‘Delvin’. Biarkan dia kembali menempati rumah itu dan kita sekeluarga tinggal disini.”

__ADS_1


“Ah tidak! Tidak! Mana bisa kita tinggal serumah belum menikah?”


“Kita akan segera menikah. Sudahlah jangan banyak membantah.”


“Terserah!” ujar Liona kesal tapi dia kembali tersenyum melihat semua barang-barang miliknya.“Baiklah, aku setuju! Toh kau akan tetap memaksaku kalau aku menolak. Bagaimana kalau kita merayakannya?” kata Liona sambil mereka berjalan kembali keruang keluarga.


Saat Felicia tak sengaja mendengar ucapan Liona langsung bersemangat. “Aku setuju! Aku mau makan hotpot sekarang.”


Mereka semua setuju dengan ide Felicia dan sepakat malam ini akan makan hotpot. Tapi sebelum pergi. Liona dan Elvano kembali kerumah mereka untuk berganti pakaian. Lioa buru-buru mengambil pakaian.


Liona memilih T-shirt putih dengan celana pendek denim dengan suspender untuk Elvano lalu diapun mengambil pakaian yang senada dengannya. Saat Elvano sudah selesai ganti pakaian dia pun bergegas kembali ke kamar ibunya.


Saat dia melihat ibunya memakai pakaian yang sama dengannya, matanya langsung berbinar bahagia. “Mama….” suaranya terdengar lembut.


“Sayang, kau terlihat sangat tampan.”


Telinga bocah itu sontak memerah mendengar pujian ibunya.”Mama juga sangat cantik.”


Pakaian itu membuat Liona terlihat lebih mungil dengan rambut diikat ekor kuda dia tampak seperti anak SMA.


Orang-orang yang melihatnya pasti tidak akan percaya bahwa dia sudah memiliki anak sebesar Elvano. Setelah mereka selesai mengenakan sepatu ketsnya, merekapun kembali kerumah sebelah. “Ah…..kalian memakai pakaian yang serasi! Mengemaskan sekali!” ujar Reynard.


Felicia merasa cemburu melihat penampilan serasi Liona dan Elvano, diapun melepaskan diri dari pelukan Reynard lalu berlari ke lantai atas.


“Paman! Paman Delvin ingat tidak kalau pernah membelikanku celana seperti celana kak El? Aku mau pakai baju sama seperti mereka! Kami bertiga akan berpakaian serasi.” kata Felicia. Gadis cilik itu selalu memakai gaun, dia jarang memakai celana jadi beberapa pelayanpun sibuk mencarikan celana pendek denim itu.

__ADS_1


Celana itu disimpan dibagian belakang laci, Felicia belum pernah memakainya. Felicia langsung meraih celana pendek itu dan membongkar isi lemari sebelah sampai dia menemukan T-shirt putih. Dia langsung berganti pakaian dengan cepat dan memakai sepatu kets seperti milik Liona dan Elvano. Setelah selesai dia langsung berlari menuruni tangga dengan senyum lebar.


__ADS_2