CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 15. MENIKAHLAH DENGANKU


__ADS_3

Liona masih terpana memandang Felicia yang merengek. “Pfff” Delvin tersedak dan menyemburkan air mineral yang diminumnya. “Feli! Apa yang barusan kamu bilang, sayang? Jangan bercanda.” ucapnya.  Felicia menggelengkan kepalanya dan berkata “Tante cantik sudah terluka dan kepalanya cacat jadi sudah tidak cantik lagi.  Bukankah paman bilang kalau pria hanya tertarik pada wanita cantik? Sekarang tante tidak cantik karena ada bekas luka di kepalanya, tidak ada pria yang mau sama tante….kasihan sekali ya paman? Pasti tidak ada pria yang mau sama tante. Jadi papa harus tanggung jawab menikahi tante cantik. Aku masih suka dan sayang sam tante meskipun tante sudah cacat dan tak cantik lagi.” ucapnya polos.


“Tante jadi cacat karena aku, paman. Aku harus tanggung jawab tapi aku mash kecil. Jadi papa saja yang mewakili aku. Ideku bagus kan paman Delvin? Papa menikahi tante cantik, aku bisa tanggung jawab jagain tante tiap hari.” senyumnya melebar memikirkan idenya itu sangat cemerlang.


Delvin dan Reynard saling pandang mendengar penjelasan bocah perempuan itu. Darimana dia bisa mendapatkan pemikiran seperti itu?


“Felicia, kan tadi kamu bilang wajah tante cantik sudah cacat.  Kenapa kamu masih mau papamu menikahinya? Apa papamu mau dan menyukai tante ini?”


“Papa pasti mau, karena papa bukan laki-laki seperti paman yang suka ganti pacar.” jawabnya dengan polos membuat Liona tak bisa menahan tawanya, gadis kecil ini lucu.


“Hahaha….hahahaha” Liona tertawa terbahak-bahak melihat wajah Delvin yang cemberut karena rahasianya dibongkar habis oleh keponakannya itu didepan Liona. “Sayang, sudah ya jangan bercanda.”


“Aku tidak bercanda tante.  Paman Delvin banyak pacar, aku tahu loh aku lihat berita.  Pamanku memang nakal tidak seperti papa.  Papaku adalah pria yang baik. Dia pasti suami yang baik untuk tante.”


Gleg!


Liona menelan ludahnya mendengar kalimat gadis kecil itu. Ya, ampun bocah ini tak henti-henti mempromosikan ayahnya.  Felicia menggenggam tangan Liona dan menatapnya serius “Tante cantik, aku sangat sayang sama tante.  Aku suka sama tante sejak pertama kita jumpa.  Aku tidak bohong tante…..papa adalah orang baik.  Maukah tante jadi mama Felicia? Pleaseeee.” pintanya dengan suara memohon dan wajah memelas.

__ADS_1


Bagaimana mungkin dia menjawba pertanyaan itu? Dia bahkan tak mengenal ayah anak itu, tak mungkin menikah begitu saja.


“Nona Liona, keluarga Wilfred tak suka berhutang budi pada siapapun. Tolong ajukan satu permintaan, kami akan penuhi permintaanmu.”


‘Aneh! Belum pernah dia berhadapan dengan seseorang yang meminta orang lain untuk meminta sesuatu dari mereka. Dia baru bertemu dengan Felicia kali dan dia bisa menyimpulkan jika gadis kecil itu berasal dari keluarga berada.  Apalagi melihat ayahnya dan pamannya, penampilan mereka terlihat dari kalangan atas, pakaian yang mereka kenakan semua branded dengan bandrol harga ratusan juta rupiah. Uang pasti bukan masalah bagi mereka.  Liona tak bisa memikirkan apapun karena dia memang tak ingin meminta apa-apa pada mereka.


Reynard menatapnya tak berkedip membuat Liona gugup, tubuhnya bergetar dan ada perasaan aneh yang dirasakannya setiap kali memandang wajah tampan itu. “Uhmm….jujur saja aku memang tak menginginkan apa-apa. Aku bingung harus bilang apa pada kalian. Tak perlu membalasku, aku menyukai gadis kecil ini.” kata Liona tersenyum menatap wajah Felicia yang balas tersenyum.  Tangan kecilnya memegang wajah Liona dan ‘CUP” bibir mungil itu mengecup pipinya. Mendadak hati Liona sangat tersentuh “Oh….sayang. Kamu gadis kecil yang manis sekali. Cup.” Liona balas mencium kedua pipi gadis itu membuatnya terkikik geli.  Reynard tersenyum melihat interaksi putrinya dengan Liona.  Ini pemandangan baru baginya, tak pernah Felicia bersikap seperti itu pada orang lain. Delvin menyeka sudut matanya yang berair, dia terharu melihat interaksi keponakannya dengan Liona.  Keduanya terlihat seperti ibu dan anak. Mata Liona menatap kearah Reynard yang sedari tadi memandangnya, mata mereka bertemu, Liona langsung menunduk malu, wajahnya merona merah. ‘Tampan sekali sih pria itu.’


“Nona Liona, apakah kamu menolak tawaran kami karena kamu menyukai kakakku ya?” goda Delvin sambil matanya menatap Reynard dan Liona bergantian. “Katakan saja nona, jika kamu menyukai kakakku juga.” senyum nakal Delvin menggoda kakaknya.


Mata Liona terbelalak mendengar ucapan Delvin.  Isss…..apa-apaan pria satu ini. Tiba-tiba bertanya seperti itu? Sepertinya dia dan keponakannya ini sama saja,sangat pandai menjebak, pikir Liona.


“Uhukk….uhukk….uhuk….”Liona terbatuk-batuk, airmatanya menetes saat mendengar ucapan Reynard. “A---apa kamu bilang barusan?”


“Felicia membutuhkan sosok ibu! Menikahlah denganku nona Liona.” kata Reynard.


Delvin dan Liona saling tatap dan tertegun tak percaya dengan ucapan Reynard “Ya, Tuhan.”

__ADS_1


“Kak Rey! Apakah kakak serius mengajak Nona Liona untuk menikah? Kakak serius dengan ucapan Felicia tadi untuk bertanggung jawab menikahi Nona Liona? Aha! Akhirnya kakakku jatuh cinta pada seorang wanita! Ya,Tuhan terimakasih! Aku harus memberitahu yang lainnya, ini berita hebat kakakku mau menikah lagi.”


“Hore! Hore! Hore! Papa menikah sama Tante Cantik! Hore! Aku punya mama. Papa sangat baik dan tanggung jawab.” kata Felicia bertepuk tangan kegirangan.


Reynard tampak tak sabar menunggu jawaban Liona. Dia tak pedulikan tingkah anak perempuannya yang berteriak-teriak sambil bertepuk tangan kegirangan. Liona masih terperangah dan tak tahu harus berbuat apa.  Bukankah tadi aku sudah menolak dan mengatakan tak menginginkan apapun,tapi kenapa pria ini masih tak menyerah dan malah memintaku untuk menikah dengannya? Ya, ampung ini sungguh diluar prediksiku.  Tapi...tunggu dulu! Bukankah namanya adalah Reynard Wilfred? Berarti dia berasal dari keluarga Wilfred yang terkenal dan kaya raya itu? Bukankah ini kesempatanku untuk menikah dengan seorang pria tampan dan tajir melintir. Wait! Wilfred? Bukankah itu juga nama belakang Seth mantan kekasihku?


Apa-apaan ini? Apa hubungan pria ini dengan Seth? Jika aku menikah dengan pria ini, aku punya kekuasaan dan dengan mudah aku bisa membalaskan dendam pada Seth dan Vena.  Tak mungkin aku langsung mengiyakan, nanti pria ini mengira aku memang mengincarnya.  “Ehem….maaf. Mengapa kamu memintaku? Bisakah kamu memberiku waktu untuk memikirkannya?”


“Kamu sudah menyelamatkan putriku. Dia menyukaimu dan ini pertama kalinya putriku menyukai seseorang.”


‘Benarkah itu alasannya? Berarti dia melakukannya demi putrinya. Tak apalah toh aku juga menyukai gadis kecil itu. Tapi aku takkan menjawab sekarang, jangan sampai dia berpikir kalau aku juga menginginkannya.


“Tadi kamu minta waktu untuk berpikir, benarkah?” tanya Reynard lagi.


“Ya.  Karena menikah bukanlah hal mudah dan untuk main-main. Tolong berikan aku waktu beberapa hari untuk memikirkannya. Lagipun kita baru saling kenal.”


“Baiklah. Aku paham maksudmu. Aku akan memberimu waktu tapi jangan terlalu lama karena aku tak mau putriku bersedih lagi. Semoga kamu segera memberiku jawaban.”

__ADS_1


Aneh bukan? Hanya karena aku menyelamatkan putrinya, dia lantas mau menikahiku. Ya, Tuhan...apakah ini takdir.


__ADS_2