CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 123. KISAH MASA LALU


__ADS_3

Reynard kembali memikirkan kembali betapa terampilnya Liona saat mengupas apel untuknya.


“Tahun-tahun yang aku habiskan di Kabupaten Mandalai adalah masa terbaik dalam hidupku. Meskipun keadaan ekonomi kami susah tapi kami hidup tanpa beban dan penuh dengan cinta kasih. Tetapi kebahagiaan tidak bisa bertahan selamanya. Beberapa tahun kemudian nenek meninggal. Saat itu aku berumur sebelas tahun.”


Reynard maraih tangan Liona dan meremasnya dengan lembut. Pria itu ingin Liona tahu bahwa dia tidak sendirian. Liona menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Itu semua adalah bagian bagian dari masa lalu. Setelah nenek meninggal, aku tidak punya kerabat lain. Adam dan Hesty menjalani hidup mewah menggunakan warisan kekayaan ibuku. Hanya mereka berdua dan Vena, mereka sudah lama melupakan keberadaanku.”


“Aku juga tidak pernah merindukan pria brengsek dan istrinya yang mengadopsiku waktu masih kecil. Teman dan tetangga didesa membantu mengurus pemakaman nenek. Saat itu aku berencana akan pergi ke kota dan bekerja keras dan mengumpulkan uang untuk pendidikanku seperti yang dilakukan orang-orang didesa kami. Tapi tanpa sepengetahuanku, beberapa teman dari desa memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.”


Liona berhenti sejenak lalu mengerjapkan matanya. “Mereka pergi menemui Adam dan mengancam pria brengsek itu. Mereka mengancam Adam akan melaporkan pria bajingan itu ke polisi dengan tuntuntan penelantaran anak dan menguasai warisan anak yang diadopsinya jika dia tidak bersedia untuk mengurusku hingga dewasa.”


“Apakah setelah itu kau kembali ke kota?” tanya Reynard.


“Seandainya semudah itu! Adam itu sangat jahat. Dia tidak menyukai keberadaanku, tentu saja dia tidak ingin membesarkanku. Kurasa dia sudah mengenal ibuku dan mengetahui semua informasi tentang ibuku sejak awal. Makanya dia mengadopsiku dan menjadi wali sehingga dia bisa mengelola warisan ibuku sampai aku dewasa. Namun karena dia tidak ingin masuk penjara, pada suatu hari dia datang kedesa. Setelah melihat penampilanku saat itu aku sudah berusia lima belas tahun. Entah kenapa dia berubah pikiran dan setuju membawaku kembali bersamanya.” Liona menghela napas panjang.


“Saat aku mengetahui motif Adam, semuanya sudah terlambat. Pikiran busuknya langsung menyusun rencana kami kembali ke kota hari itu juga. Dia mengajakku berbelanja disebuah mal besar, membelikanku banyak pakaian dan seperti orang bodoh aku merasa tersentuh. Aku mengira dia sudah berubah, tapi sebenarnya semua yang dilakukannya untuk menutupi kejahatan yang sudah dilakukannya karena sudah menikmati semua warisan milikku.”

__ADS_1


“Tapi tidak lama kemudian aku tahu kenyataan tidak semanis yang aku bayangkan sebelumnya. Aku menyadari sikap murah hati Adam hanyalah sebuah kebohongan. Setelah kami kembali ke kota, dia segera mendaftarkanku untuk sekolah. Setelah itu dia memintaku menandatangani sebuah dokumen yang pada akhirnya aku ketahui ternyata dokumen itu adalah pengalihan semua warisan ibuku padanya. Seharusnya aku akan menerima semua warisan ibuku setelah aku berumur tujuh belas tahun.”


Liona berhenti sejenak, dia menurunkan pandangan untuk menatap tangannya. Reynard menuangkan segelas anggur merah dan meletakkannya didepan wanita itu.”Lalu apa yang terjadi setelahnya?”


“Saat itu aku tidak tahu jika Adam sudah mempersiapkan semua rencananya dengan matang. Dia mengancamku jika aku tidak menandatangani dokumen itu maka dia akan mengirimku kembali kekabupaten Mandalai. Dia bilang dia tidak bisa membiayai sekolah dan hidupku jika tidak bisa mendapat akses untuk menjual harta ibuku sedangkan keuangannya sedang tidak bagus. Aku masih sangat muda dan belum mengerti apa-apa saat itu.”


Liona meneguk anggur dan Reynard buru-buru memperingatkan dirinya. “Hei kau jangan minum terlalu cepat. Anggur ini sangat kuat.”


“Aku mengerti.” Liona meletakkan gelas itu kembali diatas meja dan menghela napas sebelum melanjutkan berbicara lagi. “Dengan terpaksa aku menandatangani dokumen itu. Saat membacanya aku tidak menemukan ada yang salah dengan isinya. Tapi ternyata Adam mengganti isinya dan memalsukan tanda tanganku lalu menjual semua warisan ibuku.”


Reynard yang sedang menuangkan anggur untuk Liona lagi langsung membeku ditempat. Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh Delvin mengatakan bahwa pada usia enam belas tahun Liona bertemu dengan Seth Wilfred. ‘Orang yang paling penting? Dia berani bilang Seth adalah orang yang paling penting?’ Reynard menggerutu pada dirinya sendiri.


Pria itu mencengkeram gelas anggur dengan kekuatan penuh sehingga gelas itu hampir hancur ditangannya.


“Pada waktu itu aku masih berstatus murid SMA dan dia adalah seorang mahasiswa tingkat awal. Kami bertemu saat Seth memberikan sebuah pidato sebagai salah satu alumnus SMA tersebut. Aku berani bertaruh setiap siswi di sekolahku merasa Seth adalah seorang pangeran dari negeri dongeng. Dia terlihat sangat lembut dan elegan, kami tidak terkejut jika dia datang ke sekolah dengan mengendarai kuda putih. Dia adalah pria impian setiap gadis. Benar-benar sempurna!”

__ADS_1


Wajah Reynard langsung berubah menjadi gelap.


Tekanan udara didalam kamar tidur semakin turun dari menit ke menit. Tersesat dalam kenangan, Liona sama sekali tidak menyadari perubahan sikap Reynard. Dia menyesap anggur lagi untuk membasahi tenggorokannya sebelum melanjutkan kisahnya.


“Kau tahu, saat aku berusia enam belas tahun, aku sama sekali tidak terlihat cantik! Aku tidak punya uang untuk membeli baju baru jadi biasanya aku memakai baju bekas Vena. Tetapi aku lebih sering menggunakan seragam sekolah. Aku hanyalah seorang siswi SMA biasa. Ketika mengetahui Seth tertarik padaku, pada awalnya aku terkejut. Mana mungkin seorang pria tertarik pada gadis sepertiku. Saat itu aku merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia.”


Bibir Reynard berubah menjadi garis tipis saat Liona selesai mengucapkan kalimat itu. Pria itu memegang gelas dengan erat, wajahnya sangat dingin seperti es. “Aku dulu menyukai Seth, ketika dia memintaku untuk menjadi pacarnya aku tidak bisa mempercayai telingaku sendiri. Aku tidak bisa berhenti tersenyum selama beberapa hari. Aku bahkan tidak bisa tidur saking bersemangat. Pada saat itu aku adalah siswi tingkat akhir dan aku sangat suka dunia akting. Jadi aku bermimpi untuk kuliah dibidang akting. Tapi agar bisa bersama dengan Seth aku mengubur semua mimpiku. Aku belajar dengan giat dan berhasil masuk ke universitas terbaik dikota ini, tempat Seth juga sedang kuliah.”


“Kelihatannya kau sangat mencintainya.” kata Reynard dengan nada datar.


“Tentu saja, saat itu dia masih sangat paling penting dalam hidupku.”


Wajah Reynard tampak seprti diukir dari es, sangat dingin setelah mendengar ucapan Liona. Dia merasa seperti seorang masokis, hanya bisa duduk diam saat Liona bercerita tentang mantan kekasihnya. ‘Mengapa aku membiarkan diriku melalui siksaan ini? Cerita soal mantan pacarnya yang adalah keponakanku sendiri membuatku gila.’


Reynard menyela perkataan Liona dan menanyakan apa yang paling ingin dia ketahui sejak lama. “Jadi apakah kau masih mencintai Seth dan ingin kembali bersamanya?”

__ADS_1


“Apa? Bagaimana mungkin aku masih menyukai pria brengsek seperti Seth?” Liona menggelengkan kepalanya dengan keras. “Yang benar saja? Bagaimana mungkin aku menyukai Seth! Aku sudah lama tidak memiliki perasaan lagi pada macam dia.”


__ADS_2