
“Minumlah oralitnya dulu ya setelah itu nenek akan mengantarmu kerumah sakit untuk menemui Liona.” bujuk Davina yang pada akhirnya mengalah. Abraham pun mencoba meminumkan cairan oralit pada Felicia dan bocah itu menurut.
Mendengar neneknya akan mengantarnya kerumah sakit untuk menemui Liona membuat semangat Felicia muncul. Sudah seharian dia tidak makan dan minum hingga dia kehausan dan minum dengan cepat hingga membuatnya tersedak.
“Pelan-pelan minumnya, ya sayang.” ujar Davina.
Setelah minum dan dikompres suhu tubuh Felicia kembali normal. Dia pun mulai makan beberapa suap, setengah jam kemudian tubuhnya mulai segar lagi. Lalu tangan kecil itu menarik baju neneknya dan berkata “Tadi nenek sudah janji akan membawaku kerumah sakit. Tolong antar aku menemui mama Liona, kakak dan papa!”
“Ini sudah hampir jam sepuluh malam. Kita akan pergi besok pagi ok!”’ jawab Davina tenang. Ini hanya akal-akalannya saja agar Felicia tidak bertemu Liona dan putranya.
“Tidak mau! Aku mau pergi sekarang! Nenek sudah janji dan tidak boleh bohong!” teriak Felicia mulai mengamuk lagi. Davina hanya bisa menghela napas lalu menatap suaminya. Abraham pun menyuruh seorang pelayan untuk memberitahukan supir untuk menyiapkan mobil. Tapi seseorang muncul dikamar itu. Seorang peia tampan berjalan dengan langkah cepat dan melemparkan senyum pada keponakan kesayangannya.
“Paman! Paman Delvin!” teriak Felicia senang melihat kehadiran paman kesayangannya. Wajahnya ceria melihat kedatangan pamannya.
“Hei gadis kecilku. Kenapa kamu sangat senang melihatku? Apakah kamu merindukan paman tampanmu ini karena sudah beberapa hari tidak melihatku? Apa kamu baik-baik saja?” rentetan pertanyaan Delvin pada Felicia tanpa melirik kepada kedua orangtuanya.
Felicia menatap pamannya dengan tatapan sendu dan tak bergeming. “Ayo Felicia sayang. Mana ciuman untuk paman favoritmu? Aku sangat merindukanmu sayangku.” Delvin mendekati Felicia dan hendak mencium pipi gembulnya tapi Felicia malah menutup mulut Delvin dengan tangan mungilnya dan mendorong wajahnya menjauh.
“Paman, aku tidak mau menciummu! Kenapa paman baru datang sekarang?” rengeknya.
“Aku datang untuk menjemputmu. Papamu menyuruh paman kesini menjemputmu.” Delvin lalu berbisik pada Felicia, “Liona dan Elvano juga merindukanmu.”
__ADS_1
Mendengar ucapan pamannya, mata Felicia langsung memerah dan berkabut menahan tangis. Benar kan! Dia tahu jika mama dan kakaknya pasti merindukannya. Dia juga merindukan mereka. Dia mendengus kesal lalu menatap neneknya, ini semua salah nenek gara-gara nenek pasti mama liona dan kakakku sedih merindukanku gumamnya dalam hati.
“Mama Liona sudah memasak makanan favoritmu.” kata Delvin lagi. Felicia langsung tersenyum dan memeluk paman kesayangannya, “Paman ayo kita pergi sekarang. Ayo pergi! Cepat….cepat!”
“Oke. Kita pergi sekarang!” sahut Delvin sambil menggendong Felicia dan pergi.
“Kamu lihat itu? Dua orang itu tidak berperasaan, mereka pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun! Memangnya kita ini apa?” Davina mendengus kesal. “Benar-benar ya wanita jahat itu sudah menipu putra dan cucuku. Lihat saja tingkah mereka!”
“Biarkan saja, mereka sudah dewasa dan bisa menjaga diri. Biarkanlah mereka pergi.” kata Abraham.
“Kamu dengar baik-baik ya, aku tidak akan pernah membiarkan wanita licik itu menikah dengan anggota keluarga Wilfred! Langkahi dulu mayatku jika dia ingin masuk ke keluarga ini!”
Abraham berdiri disamping istrinya dan memandang kepergian putra bungsunya dan cucu kesayangannya dengan wajah bahagia diwajah mereka.
Davina terdiam. ‘Semakin mereka bahagia aku bahkan semakin khawatir.’ Aku telah memanjakannya selama bertahun-tahun dan selalu menuruti keinginannya. Aku selalu memberikan yang terbaik agar dia bahagia supaya dia tidak merasakan sakitnya sebuah penolakan.
Liona itu pasti sengaja mendekati Felicia dan memenangkan hatinya untuk mendekati Reynard. Begitu dia mendapatkan putraku, dia pasti akan mencampakkan Felicia. Cucuku itu tidak akan sanggup menahan rasa sakitnya!
Abraham menyentuh bahu istrinya untuk menenangkan. “Istriku, biarkan saja mereka. Jangan terlalu mengekang mereka. Biarkan putra kita menikah dengan wanita pilihannya dan jangan lupa kalau keluarga sekuat kita tidak butuh pernikahan bisnis. Delvin seorang playboy tapi Reynard belum pernah punya pacar sebelumnya. Sekarang dia menemukan seseorang yang dia cintai dan sebagai orangtuanya maka kita harus mendukung! Status itu tidak penting. Yang penting adalah kebahagiaan anak-anak kita.”
“Tidak! Aku tidak setuju! Tidak boleh begitu!” teriak Davina. Melihat sikap keras kepala istrinya membuat Abraham tidak berdaya. Davina berubah seperti batu karang yang teguh dan dia tidak mau mendengarkan apapun.
__ADS_1
“Wanita itu tidak boleh menikahi Reynard karena dia adalah mantan pacar Seth! Mereka pernah berkencan selama tiga tahun. Bisa saja dia ingin balas dendam pada Seth dengan cara mendekati Reynard? Kita tidak bisa membaca pikirannya yang licik dan Reynard adalah paman Seth. Bisa rusak reputasi kita jika Reynard menikahi Liona. Orang-orang akan berpikir bahwa putraku sudah putus asa dan tak bisa menemukan wanita lain untuk dinikahi makanya dia menikahi mantan pacar keponakannya sendiri. Meskipun aku mati, wanita licik itu tidak akan pernah bisa menikahi putraku! Tidak akan!”
Sudah beberapa hari ini Liona merawat Reynard dirumah sakit. Dia bolak balik rumah sakit dan lokasi syuting. Meskipun merasa lelah tapi dia bahagia. Sejak Felicia datang ke rumah sakit, setiap hari ruang rawat Reynard selalu dipenuhi dengan tawa riang Felicia dan Elvano.
Reynard merasa senang dengan kehadiran kedua anak itu diruangannya. Dia selalu tertawa melihat kenakalan anak-anak itu. Reynard merasa senang mereka ada disana menemani dan menghiburnya.
Dia bahkan lupa kapan terakhir kali dia merasa bahagia. Hari demi hari berlalu dan kondisi Reynard semakin membaik karena dia selalu berada dalam suasana yang mendukung dan hangat. Liona senang atas kemajuannya.
Tapi kebahagian itu tiba-tiba berubah saat Liona menerima panggilan telepon dari Hiro yang sudah lama tidak dilihatnya. “Liona! Kamu dimana?”
“Aku sedang dirumah sakit menjaga Reynard. Ada apa?” tanya Liona.
“Kamu harus melihat berita utama dunia hiburan. Sesuatu yang sangat mengerikan telah terjadi.” kata Hiro dengan suara cemas.
“Ok aku akan lihat sekarang. Hiro, terimakasih sudah meneleponku.”
“Tidak masalah. Aku harap kamu baik-baik saja. Aku tutup teleponnya.”
Begitu sambungan telepon terputus, Liona langsung menyalakan laptopnya dan mencari berita terbaru dunia hiburan. Begitu dia melihat berita itu, wajahnya langsung pias. Berita itu berisi “Seorang aktris pendatang baru yang direkrut untuk membintangi serial TV Pernikahan Ketiga telah menampar bintang favorit Aurora!”
Liona terkejut dan terdian kaku seakan detak jantungnya berhenti sejenak. Dengan mata berkabut dia melanjutkan membaca artikel tersebut dan melihat namanya ditulis diartikel itu.
__ADS_1