CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
58. MEMBALAS MIKO


__ADS_3

“Kemana Delvin? Aku tidak melihatnya hari ini,”


“Dia sedang keluar kota mengurus beberapa masalah di kantor cabang.Mungkin lusa dia sudah kembali. Kenapa kamu bertanya, sayang? Apa kamu rindu?”


“Iya aku sangat merindukan Delvin,” kata Liona mengedipkan mata pada Reynard.Tangan pria itu mengelus pipi mulus Liona.


“Huuuu…….” kedua anak kecil itu berteriak menutup kedua mata mereka dengan tangan saat melihat kemesraan Reynard dan Liona.


“Ayo Feli…..kita ke kamar.” tangan Elvano menarik lengan Felicia dan keduanya berlari kelantai dua menuju kamar Elvano.


“Kenapa mereka?” tanya Reynard.


“Gara-gara ulahmu, mereka malu melihatnya. Kamu selalu lupa kalau ada anak-anak.”


“Baguslah mereka pergi. Aku lebih suka kalau hanya kita berdua disini. Oh iya…..ada hal yang mau kutanyakan tentang syutingmu. Apakah di naskah ada adegan mesra antara kamu dan Miko?”


“Kenapa tiba-tiba bertanya? Kurasa ada beberapa adegan intim, seperti kami harus tidur seranjang, ada juga adegan berpelukan karena di naskah aku dan Miko adalah sepasang kekasih.” kata Liona menjelaskan.


“Aku tidak mau kamu melakukan adegan itu. Seingatku, ada adegan ciuman juga iyakan? Aku sudah membaca naskah sebelumnya.”


“Hmm…...ya ada adegan berciuman.”


“Minta pada Reiki untuk mencarikan artis pengganti untuk adegan-adegan itu, aku tidak mau kamu melakukan adegan itu nanti.”


“Tapi Rey…...mana mungkin aku minta artis pengganti. Aku hanya aktris pendatang baru, aku tidak mau ada masalah kedepannya akibat permintaanku nanti.”

__ADS_1


“Itu hal wajar Liona. Banyak aktris yang meminta artis pengganti untuk adegan-adegan tertentu. Aku tidak mau kamu disentuh pria lain, apalagi Miko. Aku tahu kalian berdua dulu pernah menjalin hubungan dan alasan Miko kembali adalah kamu.”


“Rey…..sejak kamu mengadakan konferensi pers,aku sudah melewati hari-hari yang tidak menyenangkan. Banyak artis yang mengejekku dan tidak suka karena mereka mengira aku menjual tubuhku padamu untuk mendapatkan semua ini. Apalagi kalau aku sampai minta artis pengganti pada Reiki, bisakah kamu bayangkan bagaimana respon orang-orang nantinya?”


“Tidak perlu dengarkan omongan orang lain. Jika ada yang berani mengataimu, cukup katakan padaku dan akan kubuat mereka bungkam. Tidak ada yang boleh menghinamu. Ingat Liona…..kamu adalah calon istriku. Aku takkan biarkan orang lain menyentuhmu dan menghinamu. Jika kamu segan, biar aku yang akan bicara pada Reiki besok.”


“Tidak usah. Biar aku saja yang mengatakan padanya besok,”


“Baiklah. Tapi pastikan kamu minta artis pengganti…...ayo kita ke kamar sekarang. Sudah larut, waktunya anak-anak tidur.”


“Jangan bawa-bawa anak kalau kamu yang memang pingin tidur,” Liona mengerucutkan bibirnya membuat Reynard tersenyum puas.


“Ya, aku juga sudah mengantuk. Moga malam ini aku bisa tidur nyenyak karena ada kamu.”


“Rey, apakah kamu masih kesulitan tidur?”


“Kenapa aku merasa kamu dan Felicia benar-benar jago berakting ya”


“Hahahaha…...hahahaha…...ayo sayang kita ke kamar. Jangan mikir yang aneh-aneh, Felicia itu putriku sudah pasti dia mewarisi semua dariku,”


Malam itu mereka berempat tidur seranjang, Felicia dan Elvano tidur ditengah-tengah. Liona tertidur pulas saat Reynard membacakan dongeng pada kedua anak kecil itu. “Liona…..kamu cantik sekali saat tidur, wajahmu damai dan tenang,” lirih Reynard memandang wajah Liona yang tidur dengan posisi miring menghadap Reynard. Keduanya dipisahkan oleh dua bocah yang tidur saling berpelukan.


...*...


Keesokan harinya ditempat syuting, Aurora dan Vena sudah kembali mengikuti syuting. Pengambilan gambar sudah dimulai, hari ini Reiki lebih fokus untuk mengambil banyak adegan Liona dan Miko, akibat kejadian kemarin membuat Reiki ragu untuk mengambil gambar Aurora dan Vena. Pada pengambilan gambar pagi ini, ada adegan dimana Liona akan memukul Miko. Terlihat Liona sedang melemaskan jari-jarinya, dia terlihat sedang melatih ekspresi wajah.

__ADS_1


Miko tersenyum, raut wajahnya tampak berani. Dengan alis terangkat dia berkata “Aku sudah terbiasa menerima pukulan darimu. Jadi tidak masalah jika kamu memukuliku dalam drama ini. Tapi jangan lupa Liona, dalam drama ini kita juga punya banyak adegan intim. Kamu tahu tidak, aku sudah tidak sabar untuk melakukan adegan itu. Aku sangat senang!”


Liona tidak menanggapi dan hanya diam saja mengacuhkan Miko. Dasar pria brengsek! Tidak tahu malu sekali pria ini,dia sudah tahu kalau aku kekasih pamannya tapi dia masih saja menggodaku. Liona ingin mengatakan sesuatu namun Miko langsung menghentikannya “Aku sudah bicara dengan sutradara. Sutradara bilang kalau kita harus membuat adegan intim asli. Jadi kita harus berciuman tidak boleh pura-pura atau menggunakan artis pengganti. Semua adegan intim! Secara nyata! Ya….adegan intim!”


Tanpa berkata lebih banyak lai, Miko menepuk pantatnya dan berjalan pergi dengan ekspresi puas diwajahnya.  Dia masih ingin menggoda Liona, dia berhenti ditengah jalan dan memberi senyum lebar yang memperlihatkan giginya yang seputih salju.


Liona kehilangan kata-kata mendengar perkataan mantan pacarnya itu. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia merasa mulai kehilangan kendali atas emosinya dan Liona merasa ingin memberikan hukuman berat pada Miko.


Aha! Aku tahu apa yang harus kulakukan saat pengambilan gambar pas adegan ciuman nanti, Miko jangan harap kau akan mendapatkan ciuman di adegan ini, seringai licik muncul dibibir Liona.


“Liona! Miko! Siap-siap untuk pengambilan gambar adegan selanjutnya.” teriak sutradara. Di adegab kali ini adalah adegan pertengkaran sepasang kekasih yang diakhiri dengan ciuman.


Action!


Tampak Liona dengan wajah marah menatap Miko “Oh jadi begini kelakuanmu dibelakangku selama ini? Tega sekali kau mengkhianatiku!” tangan Liona menampar wajah Miko dengan keras. (Dalam hatinya dia tertawa, didalam naskah memang ada adegan Liona menampar Miko tapi bukan tamparan keras, sengaja Liona melakukan itu).


“Ah!” wajah Miko pucat karena kesakitan dan takut melihat Liona yang marah. “Nona Rosalind! Apa yang anda lakukan?”


“Kamu sudah bertunangan denganku tapi kamu malah berkencan dengan orang lain? Beraninya kamu melakukan ini padaku! Aku tidak akan membiarkan pengkhianatan ini, aku akan memukulmu sampai mati!”


Dengan akting amarah meledak-ledak Liona mengambil benda panjang seperti kayu yang memang disediakan untuk adegan itu, lalu memukul Miko sekuat tenaganya lalu menampar dan menendangnya menumpahkan semua emosinya. Bahkan tindakannya itu diluar dari naskah namun tidak ada seorangpun yang menghentikan.


Buk! Buk! Buk!


Setelah puas melakukan aktting adegan menghajar Miko, Liona mendekat dan menyentuh bibir Miko dengan jarinya menghembuskan napas panas, satu tangannya mencengkeram leher Miko yang meringis, lalu berbisik ditelinganya sambil  “Seorang istri boleh memberi pelajaran pada suaminya yang tidak bermoral,”

__ADS_1


Liona memukul dan menendang Miko sekuat tenaganya lagi lagi dan lagi. Ini kesempatannya menghajar Miko yang terus menggodanya.


Cut!


__ADS_2