CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 59. BERTEMU SETH & VENA


__ADS_3

Nampak wajah sutradara Reiki tersenyum puas, saat adegan itu berlangsung para staf dan artis lainnya menyaksikan adegan itu dengan wajah memerah dan jantung berdebar kencang. Setelah menonton rekamannya berulang kali, Reiki tidak ragu bahwa tindakan, ekspresi wajah dan tempo mereka terlihat sangat sempurna meskipun Liona tidak melakukan adegan ciuman seperti di naskah tapi mengganti adegan itu tapi sangat memuaskan. Awalnya mereka mengira syuting ini akan memakan waktu seharian, tetapi mereka berhasil menyelesaikannya hanya dalam dua jam saja. Reiki sangat puas sekali dengan penampilan Liona dan Miko.


“Liona…..Liona…. Kau sungguh berbakat!” puji Reiki. “Ternyata kau bukan saja seorang wanita berbakat dengan kecantikan yang luar biasa tapi kau juga jago berakting.”


“Terimakasih Sutradara Reiki. Aku minta maaf karena ada adegan yang tidak sesuai naskah,”


“No...no…..it’s ok. Aku malah suka adegan itu terlihat lebih alami dan normal jiak dibandingkan yang tertulis di naskah.”


“Benarkah? Aku pikir anda akan marah dan kita terpaksa mengulang lagi adegan itu.”


“Jangan khawatir semuanya berjalan sesuai alurnya. Kau sudah membuat adegan itu terlihat lebih hidup dan nyata.” kata Reiki yang mengakui akting Liona sangat hebat.


“Oh begitu…...”


Karena Liona syuting adegan malam hari, dia mengirimkan pesan pada Elvano agar menginap dirumah Felicia lalu Liona berkumpul dan berbincang bersama kru lainnya.


“Liona!” teriak Miko kesal.


“Ada apa lagi?”


“Apa kau sengaja menghajarku seperti itu? Kenapa alurnya tidak sesuai dengan naskah? Bukankah seharusnya kita ada adegan berciuman setelah bertengkar dan tidak ada di naskah adegan kau menendang dan memukuliku.” protes Miko yang wajahnya merah ada gambar telapak tangan Liona di kedua pipinya. Pipi itu terlihat mulai membengkak.


“Dengar ya, dimana-mana itu orang bertengkar tidak ada yang diakhir ciuman, orang bertengkar pasti ada adegan pukul memukul, toh Sutradara Reiki juga tidak protes, kenapa kau yang marah?”


“Tidak seharusnya kau memukul dan menendangku sekuat itu, lihat semua wajah dan badanku babak belur. Pasti kau sengaja iyakan?”


“Aku hanya menjalankan tugasku dengan profesional, dan aku mendalami peran yang kumainkan. Apa ada yang salah dengan tindakanku? Kita sedang syuting dan dituntut untuk berakting dengan baik dan aku sudah melakukannya,” Liona mendengus dan melangkah pergi meninggalkan Miko yang diikuti oleh asistennya untuk mengobati memar wajahnya.


“Hihihihi….rasain. Jangan harap kau bisa mencuri ciuman dariku dengan dalih akting. Ahh…..puas sekali rasanya memukuli pria brengsek itu,” Liona tersenyum puas dengan aktingnya hari ini. Jika kejadian itu masih tidak menyadarkan Miko bahwa Liona tidak mau diganggu olehnya maka wanita itu akan meminta Reynard untuk bicara pada ponakannya itu.

__ADS_1


“Liona…..wah keren sekali aktingmu tadi. Kau benar-benar menguasai peranmu dengan baik,” puji Kiara yang berjalan beriringan keruang ganti.


“Aku hanya berusaha yang terbaik, serial drama ini akan jadi penentu karirku didunia hiburan jadi aku harus melakukannya sebaik mungkin.”


“Aku sama sekali tidak menyangka. Dengan wajah polosmu dan kecantikanmu kau bisa berekspresi sebagai wanita kejam dan sangat mengerikan seperti tadi. Kau harus lihat rekaman adegan tadi, ekspresi wajahmu nampak alami dan sempurna sekali.”


“Terimakasih Kiara. Aktingmu juga sangat bagus,”


“Boleh aku menanyakan sesuatu padamu?” tanya Kiara.


“Iya boleh. Mau tanya apa?”


“Hmm…..soal adegan tadi. Apakah itu sengaja kau lakukan selain berakting tapi juga menghajar Miko? Karena terlihat kau sangat marah dan penuh kebencian, aku lihat dia sering menggodamu.”


“Ah…...kenapa kau bicara seperti itu? Apa aku terlihat seperti sedang balas dendam?”


Mereka berpisah karena memasuki ruang ganti berbeda. Liona masuk keruang ganti miliknya yang disediakan oleh Reynard. Begitu membuka pintu, dia tersenyum melihat seseorang sedang duduk dikursi dengan menghadap ke pintu.


“Rey? Kenapa kau ada disini?”


“Aku sengaja datang, ini sudah larut malam dan aku mencemaskanmu. Apa syutingmu sudah selesai sayang?” Reynard berdiri dan berjalan mendekati Liona lalu memeluknya. “Aku mau mengajakmu ke suatu tempat.”


“Syuting untuk hari ini sudah selesai. Memangnya kau mau membawaku kemana? Ini sudah malam, kita harus pulang Rey. Aku khawatir anak-anak.”


“Nanti juga kau tahu. Soal anak-anak jangan dipikirkan, mereka sudah tidur pulas. Bersihkan tubuhmu dan tukar pakaian cepat. Aku tunggu disini,” kata Reynard tersenyum.


Dua puluh menit kemudian Liona keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandi.


Reynard menyerahkan pakaian bersih yang dibawanya pada Liona. “Ini pakaianmu.”

__ADS_1


“Ah….Rey. Bagus sekali ini, terimakasih.”


Reynard meletakkan dagunya di bahu Liona dan menghirup aroma segar dari tubuh wanita itu sambil memejamkan mata. “Aku tunggu diluar ya, aku mau merokok dulu.”


“Baiklah, sayang.”


Setelah selesai berpakaian dan mengunci pintu ruang gantinya, Liona berjalan sambil menguap merasa sangat lelah. Saat dia berjalan keluar, dia mlihat Vena dan Seth berjalan bersebelahan sambil mengobrol dan bercanda. Tiba-tiba semua rasa lelah yang Liona rasakan hilang.


“Liona….”


Liona berjalan melewati keduanya dan berpura-pura tidak melihat mereka. Seth mencengkeram pergelangan tangannya dengan erat setelah memanggilnya.


“Liona! Vena ingin menyapamu.”


Liona dengan cepat mengibaskan tangannya seperti baru saja menyentuh sesuatu yang menjijikkan “Lepaskan tangamu! Jangan sentuh aku! Kau menjijikkan!”


Liona!” Seth mengertakkan giginya, ekspresinya terlihat sangat marah. Liona melirik mereka sambil mencibir.


Vena mengenakan gaun putih selutut dengan rambut hitam panjang dan lurus menggantung dibahunya dan riasannya tipis, dia terlihat sangat lembut dan menawan membuat pria manapun pasti akan merasa ingin melindunginya.


Sedangkan Seth mengenakan setelan hitam dengan erat menlingkarkan lengannya di pinggang Vena dan menatapnya dengan lembut seperti yang biasa dia lakukan. Liona merasa mual ketika teringat bahwa Seth juga pernah memeluknya seperti itu. Liona mundur dua langkah untuk menjaga jarak diantara mereka, seolah dirinya ingin muntah jika dia mendekat.


“Liona! Jaga mulutmu!”


“Apa? Memangnya kenapa? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?”


Vena menggigit bibirnya dan berjalan mendekat kearah Liona kemudian dia berkata “Liona….Aku tahu kau sangat membenciku. Jika bukan karena diriku, kamu tidak akan merasakan begitu banyak penderitaan beberapa tahun terakhir. Aku sudah memberitahu ayah kalau kau masih hidup, dia sangat senang dan ayah memintaku untuk mengatakan padamu bahwa keluarga kami akan selalu menyambutmu, kapanpun datanglah. Kau masih dianggap anak dan bagian dari keluarga kami.”


“Ha? Apa aku tidak salah dengar? Anak….masih dianggap anak? Aku ini hanya anak angkat dan dibuang dan diperlakukan seperti budak setelah mereka punya anak sendiri. Aku tidak punya alasan untuk datang kerumah kalian, apalagi pulang kerumah neraka itu,” ucap Liona sinis sambil matanya melirik mencari keberadaan Reynard.

__ADS_1


__ADS_2