CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 93. HADIAH UNTUK REYNARD


__ADS_3

“Ehem….tapi setahuku Delvin adalah seorang pria yang suka gonta ganti pacar.” ujar Vena.


“Oh iya dia seorang playboy?” balas Saskia. Informasi itu semakin membuatnya senang. “Hubungan asmaranya tidak pernah bertahan lebih dari sebulan! Liona memang cantik dan tubuhnya seksi, cepat atau lambat Delvin pasti akan mencampakkannya!”


“Tapi aku tidak yakin dengan pendapatmu.” ujar Vena memprovokasi. Dia tahu semuanya tapi dia ingin memakai Saskia untuk membalas Liona jadi dia tidak menceritakan yang sebenarnya.


Vena memainkan rantai tasnya sambil berpura-pura tak percaya. “Delvin pasti tertarik dengan Kak Liona makanya dia memberikan kartu hitamnya.”


“Jangan konyol! Delvin terkenal sangat baik hati dan selalu membelikan barang mahal untuk semua pacarnya. Menurutmu bagaimana caranya dia memikat semua bintang dan model TV itu? Tapi cepat atau lambat, mereka semua dicampakkan. Delvin sedikit agak kejam, begitu dia keluar dari suatu hubungan maka dia tidak akan menjalin hubungan dengan wanita yang sama.”


Saskia berbicara seolah-olah dia sangat bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Vena tetap berpura-pura terkejut setelah mendengar ucapan sepupunya. “Oh tidak! Aku tidak akan membiarkan Kak Liona dipermalukan seperti itu! Aku harus menyakinkan Kak Liona untuk segera memutuskan hubungan dengan playboy seperti Delvin!”


“Jangan bodoh Vena! Saat ini Delvin sedang menghujaninya dengan kasih sayang dan hadiah mahal. Jika kau memberitahu Liona sekarang maka dia akan berpikir kalau kau sedang mencoba merusak hubungannya. Huh!!! Liona mungkin berharap agar Delvin akan menikahinya. Dasar wanita bodoh! Dia pikir dia bisa menikah dengan keluarga kaya semudah itu?”


Saskia berpikir dia sudah bisa melihat jelas masa depan Liona dibenaknya dan dia tersenyum mengejek.


“Seseorang yang tidak punya status seperti Liona pantas untuk dimanfaatkan lalu dicampakkan oleh Delvin. Dengan begitu dia akan tahu bahwa dia tak layak untuk menikah dengan pria kaya.” ujar Saskia. Satu hal tak dia ketahui tentang Liona adalah dia menjalin hubungan dengan Reynard bahkan tinggal serumah dengan pria itu, apa yang terjadi pada Saskia ya jika dia tahu kebenarannya?


Vena masih dengan berpura-pura sebagai gadis polos dan peduli pada Liona lalu berkata, “Tapi bagaimanapun juga Kak Liona adalah kakak perempuanku…..”


“Benarkah? Kau terlalu baik Vena, bukankah tadi dia membentakmu dengan kasar? Bahkan dia bicara kasar pada kita berdua, apakah seperti itu seorang kakak memperlakukan adiknya? Aku beritahu ya, dia tidak pantas mendapatkan kebaikanmu. Ayo kita pulang!”

__ADS_1


Pada saat bersamaan, di area istirahat kedua anak sedang duduk di sofa kulit yang empuk sambil makan es krim. Ini adalah cara terbaik untuk mendinginkan saat cuaca diluar sangat panas.


“Mama!” Elvano segera melompat saat melihat Liona berjalan mendekat lalu dia menarik ujung baju ibunya agar Liona berjongkok. Elvano memberikan es krim pada ibunya.


“Ehmm…..ini rasa vanilla ya. Enak sekali!” Liona memeluk tubuh kecil Elvano sambil mencium pipinya. “Terima kasih sayang.”


Telinga bocah laki-laki itu mulai memerah. Felicia pun berlari dan mengambil sesendok es krim miliknya dan menyodorkan pada Liona. “Mama Lina, es krim ku juga enak, ayo coba sedikit. Ini es krim rasa stroberi.”


Ketika Liona menjilat sendok sampai bersih, felicia memperhatikan setiap gerakannya dengan penuh semangat. Liona berusaha keras menahan tawa melihat ekspresi gadis kecil itu. Lalu dia mencium Felicia dengan kuat membuat gadis kecil itu berseri-seri bangga.


Reynard yang baru saja selesai bicara di telepon berjalan kearah mereka. Felicia langsung mengambil sesendok es krim dan memberikan padanya. Tapi Reynard hanya mengeryitkan dahi dan menutup mulutnya. Delvin yang melihat reaksi Reynard langsung tertawa terbahak-bahak. “Felicia sayang, apakah kau pernah melihat papamu makan es krim? Kau tahu apa alasannya? Papamu tidak suka es krim, dia bilang es krim itu dingin dan lengket dan rasanya terlalu manis.”


‘Liona baru makan es krim itu?’ Reynard bertanya-tanya dalam hati. Dia memperhatikan wajah Liona dan melihat ada noda merah muda kecil di sudut mulutna. Yang membuat Delvin tercengang, Reynard langsung membuka mulutnya dan memakan es krim yang diberikan Felicia.


‘Hem….dingin dan rasa stroberi.’ pikir Reynard mencoba memutuskan apakah dia suka atau tidak. Mata Felicia bersinar gembira.


“Papa, apakah papa suka es krim ini?” tanya Felicia dengan suara manja.


Reynard melirik Liona dan berkata dengan suara lembut, “Enak. Dingin tapi manis!”


Sebenarnya yang dia maksud adalah Liona bukan es krimnya.

__ADS_1


Sedangkan Liona hanya menatap Reynard tanpa mengucapkan sepatah katapun. ‘Apa-apaan sih dia? Kenapa Reynard menatapku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?’


Liona mulai melihat sekeliling dan kemudian matanya tertuju pada sendok ditangan Felicia. Sendok yang sama yang dia gunakan sebelumnya. Reynard juga memakai sendok yang sama, wajah Liona merona merah membayangkan.


‘Wah….aku tak menyangka Kak Reynard bisa kreatif seperti ini. Sebenarnya dia bisa memikirkan beberapa langkah romantis bukan?’


Reynard berdiri dan berjalan kearah adiknya setelah melihat kedalam paperbag ditangan Delvin lalu dia menoleh ke Liona. “Liona, terimakasih atas kerja kerasmu.”


Rona merah diwajah Liona belum memudar dan suara Reynard yang seksi hanya memperburuk keadaan Liona yang mulai bergetar.


Liona melambaikan tangan, “Tidak perlu berterima kasih, wanita memang suka berbelanja terlebih lagi jika belanja tanpa mengeluarkan uang mereka. Aku senang sekali belanja memakai kartumu."


“Kalau begitu, mulai sekarang kau bertanggung jawab untuk memilihkan pakaian untukku.” ujar Reynard. "Kau bisa belanja sepuasmu dengan kartu itu. Ajaklah anak-anak belanja lagi lain kali."


Liona tidak tahu harus berkata apa, rona merah di wajahnya semakin merah dan dia tersenyum. Liona langsung berinisiatif mengambil paperbag dari tangan Delvin dan menyerahkannya pada Reynard. “Kau harus mencobanya dulu, aku ingin lihat apakah pakaian ini cocok untukmu. Pelayan toko tadi bilang masih bisa dikembalikan atau ditukar ukurannya jika kurang cocok.”


Ini pertama kalinya Liona membelikannya pakaian bahkan jika pakaian itu tidak cocok, Reynard tidak akan mengembalikannya. Tetapi karena dia ingin membuat Liona senang, dia mengeluarkan mantel hitam dan mencobanya. Pria itu memang terlahir dengan tubuh sempurna dan cocok jadi model. Mantel hitam itu dirancang dengan baik meskipun terlihat sederhana tapi sangan cocok untuk Reynard.


Biasanya Reynard akan terlihat serius saat memakai jas setiap hari tapi mantel khusus ini membuat penampilannya lebih kasual. Reynard terlihat seperti model.


“Papa! Papa terlihat sangat tampan!” Felicia memuji sambil bertepuk tangan. “Mama Liona seleranya bagus ya.” gadis kecil itu sangat senang melihat Liona membelikan pakaian untuk ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2