
Para kru pun sampai ti sebuah ruang pribadi restoran makanan laut. Para kru menikmati hidangan laut bersama-sama , canda tawa terdengar memenuhi ruangan itu. Setelah semua orang selesai makan, Kiara menyarankan, "Ayo kita pergi ke bar KTV untuk karaoke!"
Tidak mudah bagi para kru untuk membujuk sutradara Reiki agar mentraktir mereka jadi para kru pun ingin memastikan untuk memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik mungkin. Mereka sepakat untuk pergi ke bar KTV paling mewah di kota ini.
Dan untungnya Reiki sedang bermurah hati pada mereka dan tidak menolak permintaan para kru. Dia bahkan memesan berbagai jenis minuman keras, makanan ringan dan buah-buahan untuk dinikmati bersama-sama anggot kru.
Di ruang pribadi itu tampak Kiara dan Yogi sedang berebut mikrofon. Sementara Reiki menyibukkan dirinya dengan minum sambil bermain instrumen musik. Pria paruh baya itu sepertinya sudah terlalu banyak minum karena wajahnya sudah terlihat sangat merah.
Vena juga berada disana sedang bersantai di sofa. Miko tidak ingin berada didekat wanita menyebalkan itu, jadi dia memilih duduk disebelah Liona. Saat itu Liona sedang meneguk sekaleng bir untuk menghilangkan rasa bosannya yang melanda.
Miko berbalik untuk menatap Liona dan bertanya padanya, "Kenapa kamu tidak ikut mereka bernyanyi?"
"Aku tidak bisa bernyanyi." jawab Liona singkat dan dingin.
Miko sedikit terkejut dan mengeryitkan keningnya mendengar jawaban Liona. "Apa kamu bilang?"
"Kamu tidak percaya ya kalau aku memang tidak bisa bernyanyi!"
"Tentu saja tidak!" seolah sedang memikirkan sesuatu, Miko menyentuh ujung hidungnya dan melanjutkan, "tapi kalau kamu memang tidak bisa menyanyi, aku bisa mengajarimu."
"Aku tidak tertarik! Kamu bisa mengajari yang lain!" balas Liona yang memang tidak menunjukkan ketertarikan pada ajakan pria itu.
"Apa? Kenapa? Kenapa kamu tidak mau?" tanya Miko. Musik adalah hidupnya, jadi dia tidak percaya ketika Liona bilang dia tidak tertarik untuk menyanyi.
__ADS_1
"Tidak ada orang yang sempurna didunia ini. Tuhan telah memberiku wajah yang cantik dan menjadikan aku sebagai salah satu aktris yang hebat. Jika aku belajar menyanyi maka aktor dan aktris lain akan merasa tidak senang dan iri padaku." jawab Liona sambil terkekeh.
"Hueeekkkkk............!" Miko pura-pura muntah karena tidak tahan lagi dengan sikap angkuh Liona. Melihat tingkat pria itu, Liona tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana denganmu? Kenapa kamu tidak ikut menyanyi?" tanya Liona setelah menenangkan diri.
"Jika aku ikut bernyanyi, aku khawatir para penyanyi amatir itu akan terlalu malu untuk membuka mulut mereka lagi." ujar Miko tak mau kalah.
'Huh! Dasar narsis!' seru Liona didalam hati. Mereka saling berpandangan dan tertawa geli karena mereka sama-sama narsis. Sementara kru lain sedang bersenang-senang, tiba-tiba pintu ruang pribadi terbuka dari luar.
Seth terlihat memasuki ruangan. Dia mengenakan stelan formal yang tidak cocok untuk acara santai yang sedang berlangsung. Begitu dia memasuki ruangan itu, musik langsung berhenti dan semua orang menoleh kearah pintu masuk.
Wajah Vena berseri-seri saat melihat kekasihnya itu datang. Karena gembira, dia berlari kearah Seth dan bertanya, "Seth, kenapa kamu datang kemari?"
Vena bersandar di lengan Seth sambil tersenyum manis. Dia sekilas melirik kearah Liona untuk melihat reaksi wanita itu saat melihat ada Seth disana. Mengingat Seth dan Liona dulunya pernah memiliki hubungan, Vena ingin membuat Liona cemburu dan iri padanya.
Sebagai salah satu pengunjung tetap lokasi syuting, Seth cukup akrab dengan anggota kru film. Seth menatap Reiki sambil tersenyum dan berkata, "Saya selalu ingin mengundang kalian semua untuk makan malam bersama. Saya ingin mengucapkan terima kasih karena kalian telah merawat Vena selama proses syuting berlangsung. Sutradara Reiki, izinkan saya mengucapkan terima kasih dengan membayar tagihan hari ini."
Perkataan Seth meninggalkan kesan baik dihati Reiki. "Terima kasih Tuan Seth!" jawabnya sambil tersenyum. Pesta pun dilanjutkan dan suasana diantara para kru bahkan lebih romantis daripada beberapa waktu yang lalu.
Setelah berbicara dengan sutradara Reiki, Seth memutuskan untuk bergabung bersama dengan mereka. Sementara itu Liona tampak tidak senang saat mengetahui kehadiran Seth disana. Dia berbalik menghadap Miko dan melihat wajah pria itu tampak cemas.
Miko berusaha menyembunyikan wajahnya dan entah kenapa, dia terlihat sangat gelisah.
__ADS_1
"Hei, kamu kenapa?" Liona bertanya dengan penuh perhatian. Miko tampaknya tidak mendengar pertanyaan wanita itu karena dia sedang sibuk mengumpat didalam hatinya.
'Sialan! Kenapa Seth ada disini? Aku tahu seharusnya aku tidak ikut pesta ini. Brengsek! Liona tidak tahu bahwa aku dan Seth adalah saudara. Sekarang Seth ada disini, aku yakin hubungan kami akan segera terungkap. Jika hal itu benar-benar terjadi, bagaimana hubunganku dengan Liona ke depannya nanti?'
Tepat ketika Miko hendak memikirkan alasan untuk pergi dari sana, Seth melihatnya. Setg dan Vena duduk disisi berlawanan dari sofa jadi dia tidak dapat mengenali Miko dengan mudah. Saat Seth melihat Miko juga ada diruangan itu, alisnya langsung berkerut.
Vena sedang duduk disamping Seth dan memperhatikan pria itu sedang memikirkan sesuatu. Dia mengikuti tatapan Seth dan menyadari bahwa pria itu sedang menatap Liona dan Miko yang duduk bersebelahan. Vena bersandar di bahu Seth dan bertanya dengan lembut, "Seth, kamu sedang lihat apa?"
"Apakah itu Miko?" tanya Seth.
"Ya benar. Itu memang Miko. Dia adalah partner Liona di serial drama kami. Kelihatannya dia sangat populer di masyarakat luas. Terutama dikalangan wanita tapi sayangnya dia adalah seorang playboy. Aku dengar dia telah berkencan dengan banyak gadis. Kak Liona terlihat sangat dekat dengannya. Aku khawatir......"
"Apakah kamu berusaha mengatakan padaku bahwa Liona dan Miko sedang jatuh cinta?" Seth menyela. Ekspresi wajah pria itu menjadi gelap setelah mendengar apa yang dikatakan Vena. Didalam hatinya merasa tidak rela melihat Liona bersama pria lain. Apalagi jika pria itu adalah saudaranya sendiri.
"Ya, aku juga tidak begitu yakin." jawab vena dengan samar. Setelah menunggu beberapa menit dia pun kembali bicara, "Tapi mereka menghabiskan banyak waktu bersama selama pembuatan film. Miko mungkin terlihat santai tapi sebenarnya dia itu sangat sombong. Dia bahkan tidak mau berbicara dengangku."
"Seth, apa kamu tahu satu-satunya orang yang diajaknya bicara adalah Kak Liona. Ya aku tidak bisa menyalahkan Miko. Dia pasti menjadi keras kepala karena menjadi terkenal di usia muda. Seth, apakah menurutmu Kak Liona akan menderita karena Miko?" tanya Vena memprovokasi Seth.
Vena sebenarnya merasa agak cemas dan dia bersikap seolah-olah dia peduli pada Liona. Seth tidak menanggapi pertanyaan Vena tetapi ekspresi wajahnya terlihat sangat marah dan kaget.
'Kenapa sikap Seth tampak aneh ya? Apa dia masih mempunyai perasaan pada Liona?' Vena bertanya pada diirnya sendiri. Dia gugup melihat ekspresi Seth sambil menatap Liona. Ibunya pernah mengatakan padanya bahwa pria selalu tertarik pada wanita seperti Liona.
Sungguh tidak mudah bagi Vena untuk memikat hati Seth. Bagaimana mungkin dia bisa menerima jika Seth masih memiliki perasaan pada wanita lain? Apalagi wanita itu adalah saudara angkatnya. Dengan licik Vena meminta Farah menelepon Seth untuk bergabung dengan pesta mereka agar pria itu tahu bahwa Liona sedang berkencan dengan pria lain.
__ADS_1
Jadi Seth akan berpikir bahwa Liona adalah wanita murahan yang gampang jatuh cinta. Vena pikir dengan cara ini maka Seth akan merasa jijik pada Liona. Namun kenyataan tidaklah seindah yang dia bayangkan. Ekspresi marah diwajah Seth membuat Vena bertanya-tanya apakah dia masih mencintai Liona.