
Sementara itu dirumah utama keluarga Wilfred terjadi pertengkaran antara Davina dan Felicia. “Nenek, aku ingin pergi kerumah sakit untuk menemui papa. Aku kangen papa, biarkan aku pergi kesana!” teriak Felicia mendorong tubuh neneknya lalu memeluk kaki neneknya yang masih keras kepala tidak mengijinkan bocah perempuan itu untuk eprgi kerumah sakit.
Davina yang sudah berumur paruh baya tapi karena dia rajin melakukan perawatan membuatnya terlihat masih cantik dan berkulit mulus. Dia mengenakan dress sebatas lutut, hingga saat tangan Felicia memeluk kakinya membuat kulit putih mulusnya terlihat memerah. “Nenek! Papa sendiriandirumah sakit. Aku harus pergi menemani papa!"
Felicia adalah cucu perempuan satu-satunya dikeluarga Wilfred dan paling disayang. Biasanya Davina akan selalu menuruti dan memanjakan gadis kecil itu dan tak pernah menentang apapun keinginannya tapi kali dia Davina tetap pada pendiriannya dan menolak permintaan cucu kesayangannya itu.
“Felicia! Berhentilah berteriak. Papamu dirawat dengan baik dirumah sakit, dia tidak sendirian dan tidak sedih.” Davina menjelaskan. “Apakah kamu lupa dengan apa yang sudah kukatakan padamu? Aku tidak ingin kamu bertemu dan berinteraksi dengan Liona dan Elvano. Mereka orang jahat!” kata Davina lagi tak bisa menahan kekesalannya.
“Tidak! Nenek yang jahat! Aku suka sama mereka. Mama Liona adalah mamaku! Aku ingin bertemu mereka! Kalau nenek melarangku bertemu mamaku maka aku akan mati!” teriak Felicia. Davina melotot mendengar ucapan cucunya. Wajahnya menjadi tegang mendengar ucapan cucunya.
“Felicia! Kamu tidak boleh bicara seperti itu. Siapa yang mengajari kamu bicara sekasar itu! Kamu baru mengenal mereka dan kamu harus tahu bahwa hanya kakek, nenek, paman dan papamu yang benar-benar mencintaimu. Orang lain itu termasuk Liona hanya memanfaatkanmu saja!”
“Bohong! Nenek bohong! Nenek jahat….Feli benci sama nenek! Aku tidak akan membiarkan nenek atau siapapun mengatakan hal buruk tentang mama dan kakakku!” teriak Felicia tak kalah keras. Davina semakin kesal mendengar ucapan cucunya. Hatinya semakin diliputi kebencian dan kesedihan. Bertahun-tahun dia merawat dan menyayangi Felicia dengan sepenuh hati, tapi sekarang cucu kesayangannya malah menentangnya dan memilih untuk membela orang lain. Itu sangat menyakiti hati Davina.
“Felicia sayang….” Davina berniat untuk membujuk cucunya dengan lembut tapi Felicia semakin marah dan mendorongnya dengan kasar. Gadis cilik itu menunjukkan penolakan dan berontak pada neneknya.
“Jangan pernah bicara dengan Feli lagi! Aku benci nenek! Aku hanya mau bertemu mama dan kakakku! Aku tidak butuh nenek jahat!”
__ADS_1
Hati Davina semakin hancur melihat cucu kesayangannya menangis, tetapi dia tak mau mengalah untuk menuruti permintaannya. Ini demi kebaikan Felicia!
Felicia pun semakin mengamuk dan menghempaskan tubuhnya ke lantai. Kakeknya menyaksikan kejadian itu dan merasa tidak tahan melihat Felicia yang berbaring dilantai sembari menangis meraung-raung.
Pria paruh baya itu datang lalu menggendongnya dan mencoba untuk menenangkannya. “Felicia sayang, lantainya dingin nanti kamu bisa sakit kalau berbaring dilantai. Bagaimana kalau berbaring di kamar saja, oke?”
“Kakek! Aku mau pergi kerumah sakit. Aku ingin bertemu papa, mama dan kakakku!” dia semakin meraung-raung tak terkontrol.
“Mama Liona dan Kak Elvano sangat baik. Kakek dan nenek harus bertemu mereka. Nenek belum pernah bertemu mama tapi nenek jahat bilang kalau mama jahat. Nenek yang jahat bukan mama Liona yang jahat!” teriak Felicia menatap neneknya tajam. Davina terlonjak melihat ekspresi kebencian dan kemarahan yang ditunjukkan cucunya.
Abraham menatap cucu kesayangannya dengan iba. Pria itu sangat menyayangi istrinya Davina dan dia tahu jika kekesalan istrinya berpunca pada ucapan cucu kesayangan mereka. Abraham pun mendekati istrinya dan berusaha menghiburnya dengan suara lembut. “Sayangku. Tenanglah jangan marah dan jangan salahkan Felicia. Dia masih kecil dan belum mengerti apa-apa.”
“Hemm….”
“Nenek….maafkan aku ya.” bujuk Felicia lagi.
“Apakah kamu sudah sadar akan kesalahanmu?” tanya Davina.
“Iya nenek. Aku salah.” ucap Felicia membuat wajah davina pun melunak dan mendudukkan Felicia dipangkuannya. Dengan suara lembut dia menjelaskan pada cucunya.
__ADS_1
“Felicia sayang, nenek bukan tidak menyayangimu. Nenek tidak keras kepala tapi kamu harus tinggal dirumah saja bersama nenek dan kakek. Jika kamu perlu teman bermain maka nenek akan mengatur agar kamu bisa punya banyak teman yang luar biasa. Kalau kamu ingin punya ibu baru maka nenek akan mencarikan wanita-wanita terbaik yang ada dikota ini dan kamu bisa memilih salah satu dari mereka. Setelah itu nenek akan meminta papamu untuk menikahinya. Tapi Liona bukan wanita yang baik untukmu dan papamu.”
“Mengapa nenek bilang begitu?” tanya Felicia mengerutkan keningnya. Dia tidak habis pikir kenapa neneknya sangat keras kepala.
“Karena dia adalah seorang janda beranak satu. Dia juga seorang aktris, reputasi seorang aktris itu sangat buruk dimata semua orang. Nenek tidak membenci aktris tapi kamu masih terlalu kecil untuk memahami apa yang ada dalam pikirannya. Para aktris selalu berusaha untuk melakukan apapun agar bisa menikahi pria kaya seperti papamu.”
“Tidak! Bohong! Mama Liona tidak seperti itu. Mamaku berbeda, dia sangat baik dan penyayang. Mama tidak peduli pada uang papa! Mama Liona yang menyelamatkanku dan papa.”
“Semua itu tipu dayanya agar kalian percaya bahwa dia baik. Dia sudah merencanakan semua itu untuk masuk ke keluarga kita.” kata davina lagi.
Felicia tidak mau mempercayai semua ucapan neneknya. Dia terus menggelengkan kepala, “Nenek salah. Mama Liona tidak seperti itu. Nenek harus percaya padaku dan papa. Mama Liona tidak tahu kalau papaku kaya. Saat mama Liona tahu kalau papa kaya, dia menolak kencan dengan papa. Papa yang terus merayunya dan mengejar mama, aku juga membantu papa untuk mendapatkan mama Liona.”
“Huh! Wanita itu licik, dia sengaja pura-pura menolak kencan dengan papamu.” ujar Davina mencibir.
“Nenek tidak masuk akal! Nenek aneh sekali!” balas Felicia.
“Diam! Nenek tidak akan membiarkanmu bertemu lagi dengan mereka! Sampai kapanpun!”
“Aku akan membenci nenek selamanya! Aku tidak mau jadi cucu nenek lagi!” teriak Felicia.
__ADS_1
Hancur hati Davina mendengar ucapan marah cucu kesayangannya. Dia ingat saat Reynard meneleponnya untuk memintanya berhenti menjodohkannya karena dia sudah menemukan wanita yang dia sukai dan akan menikahinya. Sata itu Davina sangat senang karena dia selalu mengkhawatirkan putranya, sejak kematian istrinya, Reynard tidak pernah bicara tentang wanita dan tak pernah terlibat dengan wanita manapun.