CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 116. AKU MENGINGATMU


__ADS_3

“Terlebih lagi Liona memiliki seorang putra. Ibumu mendengar berita tentang skandal Liona beberapa hari yang lalu. Karena berbagai alasan, ibumu memutuskan dia tidak bisa memeprcayai Liona.” ujar Abraham lagi.


“Aku mengerti.” kata Reynard tanpa ekspresi lalu dia berdiri. “Aku akan memperbaiki semuanya.” Dan Reynard benar-benar bertekad untuk memperbaiki keadaan.


Sama seperti istrinya, Abraham juga bertanya-tanya mengapa Reynard sangat menyukai Liona. Terutama mengingat bahwa Reynard selalu memiliki hubungan sangat baik dengan ibunya dan tidak pernah tahan melihat ibunya sedih. Tapi kali ini situasinya sedikit berbeda. Dia ingin menghabiskan hidup bersama dengan Liona dan tidak ada yang bisa mengubah niatnya. Meskipun dia harus menyakiti perasaan ibunya sendiri.


Jadi Abraham memutuskan untuk memuaskan rasa penasarannya dan langsung bertanya. “Reynard, bisakah kau memberitahuku sesuatu? Apa yang kau sukai dari Liona?”


“Aku benar-benar tidak tahu ayah.”


Abraham tercengang mendengar jawaban putranya. “Lalu bagaimana kau yakin kau menyukai Liona?”


“Liona satu-satunya wanita yang aku inginkan ditempat tidurku. Bahkan ibunya Felicia dulupun aku tak menginginkannya. Kalian yang memaksaku menikahinya.”


Pada siang hari, kepala pelayan datang dan melaporkan. “Tuan, Tuan muda, Nyonya. Ada tamu.”


“Ada tamu?”


Delvin tertegun sejenak dan dia sedikit curiga dengan sikap ibunya. Lalu Delvin bertanya. “Siapa yang datang?”


“Ayo cepat kedepan dan sambut tamu itu. Jangan banyak bertanya.” kata Davina. Kemudian dia menoleh kearah kepala pelayan dan segera memerintahkan. “Cepat bawa dia masuk. Suhu diluar panas sekali. Minta seorang pelayan untuk membawakan buah segar dan minuman dingin kesini.”


“Baik, nyonya.”


Sepertinya Davina sudah mengetahui identitas pengunjung itu, dia begitu perhatian sehingga dirinya tidak hanya memerintahkan pelayan untuk membawa buah-buahan dan minuman dingin tetapi dia juga keluar untuk menyambut tamu itu secara pribadi. Delvin dan Reynard bertukar pandang karena bingung. Pasti ada yang salah jika melihat sikap ibu mereka barusan. Sejak kapan ibu mereka begitu antusias dengan kedatangan seorang tamu?

__ADS_1


Sikap ibu mereka hari ini sangat aneh. Delvin menjulurkan lehernya untuk melihat keluar. Tidak butuh waktu lama sebelum dia melihat Davina berjalan memasuki ruang tamu dengan seorang wanita muda sambil tersenyum. Wanita berusia dua puluhan dan memiliki wajah yang cantik. Dia mengenakan gaun bordir off-shoulder putih dan rambutnya tergerai dibahu.


Penampilannya membuat wanita itu seperti seorang putri dalam cerita dongeng. “Aku sangat senang kau bisa datang. Oh, kau seharusnya tidak perlu membawa hadiah apapun. Kau seharusnya tidak perlu sungkan begini.” ujar Davina dengan suara lembut pada gadis itu.


Wanita muda yang mengikuti dibelakangnya tersenyum dan berkata dengan sopan, “Tante, dengan senang hati.”


Davina puas dengan penampilan dan sikap wanita muda itu. Dia menyerahkan kotak hadiah kepada pelayan lalu menarik wanita muda itu ke ruang tamu. “Silahkan duduk.”


“Terimakasih Tante.” jawabnya dengan sopan. Wanita muda itu kemudian melirik Reynard dengan malu-malu dan duduk di sofa. Nama wanita muda itu adalah Luisa Aileen, wanita yang melakukan kencan buta dengan Reynard pada hari pertama Liona kembali dari luar negeri.


“Reynard, kalian sudah pernah bertemu sebelumnya. Ibu tidak perlu memperkenalkan dia lagi, bukan?” kata Davina tersenyum penuh arti.


Reynard mengeryitkan alisnya dan bertanya. “Siapa dia?”


Davina merasa sangat malu dan memelototi Delvin, kemudian dia menoleh ke Reynard dan berkata. “Apakah kau benar-benar tidak ingat dia? Dia adalah Luisa Aileen. Masa kau lupa?”


“Tidak, aku tidak kenal.” jawab Reynard datar.


Setelah mendengar jawaban Reynard yang menusuk hati,mata Luisa langsung memerah. Davina pun langsung marah melihat anaknya yang keras kepala dan sama sekali tidak memberinya muka. Dia bertanya pada Reynard dengan gigi terkatup. “Reynard! Apakah kau benar-benar melupakan Luisa? Atau kau hanya sengaja melawan ibu?”


“Aku benar-benar tidak ingat.”


Davina pun langsung murka. Melihat situasinya semakin buruk, Delvin buru-buru menengahi. “bu, Kak Reynard adalah orang yang sibyk, ibu tahu sendiri kan? Kakak bertemu banyak orang di tempat kerja setiap hari. Jika Kak Reynard harus mengingat setiap orang yang dia temui sekali atau dua kali, kakak pasti kelelahan.”


Penjelasan delvin membuat amarah Davina sedikit berkurang. Davina menoleh ke Luisa dan tersenyum sambil berkata, “Luisa, jangan pedulikan dia.Reynard terlalu sibuk dengan pekerjaannya.”

__ADS_1


“Jangan khawatir tante. Aku sama sekali tidak keberatan.”


Ketika Davina ingin memperkenalkan Luisa pada Felicia, gadis kecil itu berlari ke hadapan Luisa dan berkata, “Aku ingat kamu.”


“Oh benarkah gadis kecil?” ujar Luisa merasa senang.


“Kau dan papa pernah bertemu dalam kencan buta sebelumnya.” ujar felicia.


Luisa terkejut mendengar perkataan si kecil, dia hampir tidak percaya bahwa felicia masih mengingatnya dan itu membuat hatinya merasa senang. Bahwa putri kecil keluarga Wilfred yang terkenal tidak dapat ditebak dan arogan masih mengingat dirinya. Apalagi mereka hanya bertemu sekali saja.


Luisa pun berpikir dirinya telah meninggalkan kesan mendalam pada Felicia. Bukankah ini hal yang bagus, bukan? Pertemuan mereka yang sebelumnya berakhir dengan bencana besar. Jadi dia berpikir bahwa mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu kembali dimasa depan. Namun tanpa disangka, beberapa hari lalu Davina secara pribadi meneleponnya dan mengundangnya makan siang bersama keluarga mereka hari ini.


Luisa sangat senang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan pria pujaan hatinya. Dia menatap Reynard dengan malu-malu. Pria yang sedang duduk didepannya adalah Reynard Wilfred, CEO Wilfred Groyp. Keluarga Wilfred merupakan salah satu keluarga terkemuka yang memiliki kekayaan sejak beberapa generasi sebelumnya.


Dan yang lebih penting…..


Reynard tidak hanya memiliki kekayaan yang tidak akan bisa dihabiskan selama sepuluh generasi tetapi pria itu juga memiliki wajah tampan dan tubuh seksi. Dikalangan kelas atas dan insdutri hiburan, dia terkenal karena penampilannya yang mempesona. Banyak wanita bermimpi memiliki kesempatan untuk menikah dengan anggota keluarga Wilfred. Dan sekarang dia memiliki kesempatan langka ini.


Tubuh Luisa gemetar karena dipenuhi perasaan gembira.


“Apakah kau merasa kedinginan?” Felicia bertanya dengan wajah cemberut.


“Tidak. Aku baik-baik saja. Tidak perlu mengkhawatirkan aku.” Luisa langsung merasa tersanjung, dia berpikir putri kecil dari keluarga Wilfred benar-benar peduli padanya. Alasan utama mengapa kencan butanya dengan Reynard gagal adalah Felicia.


Belajar dari pengalaman sebelumnya, Luisa dengan cepat mengeluarkan hadiah kecil yang telah dia siapkan dari tasnya. Dia menyodorkan kado pada Felicia dengan senyum lembut, “Putri kecil, kau sangat luar biasa. Kau masih ingat tante setelah sekian lama. Nama Tante adalah Luisa Aileen. Kau bisa memanggilku Tante Luisa. Ini ada hadiah untukmu.”

__ADS_1


__ADS_2