CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 50. DIA ISTRIKU


__ADS_3

Seperti malam-malam sebelumnya, Reynard dan Delvin akan selalu makan malam dirumah Liona. Saat wanita itu masih berkutat didapur menyiapkan makan malam, Reynard sudah berdiri dibelakangnya dan memeluknya, hidung pria itu menyesap ke leher jenjang Liona yang membuatnya memejamkan mata dan berusaha untuk tidak mendesah. “Rey….”


“Iya, sayang. Diamlah…..sebentar saja. Aku merindukanmu.”


“Ahh…...Rey….anak-anak nanti lihat.”


“Mereka sudah pernah lihat. Cup!” Reynard membuat tanda kissmark di leher Liona dan tersenyum. Dia membantu Liona menghidangkan makanan di meja makan. Saat mereka sudah kumpul untuk makan malam, Liona meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Miko, tangannya berada dibawah meja ‘Hei Miko! Kenapa kau bisa kenal dengan Reynard dan Delvin?’


“Kami masih memiliki hubungan keluarga. Reynard dan Delvin adalah pamanku. Mereka adalah saudara tiri ayahku, jadi aku adalah keponakan mereka. Paham tidak?’


‘Bukankah namamu Miko?


‘Hei Liona apa kau sama sekali tidak tahu aku hanya memakai nama Miko diatas panggung.’


‘Lalu siapa nama lengkapmu dan nama keluargamu?’ balas Liona lagi.


‘Kedua pamanku dan ayahku memiliki nama keluarga yang sama, Wilfred. Jadi menurutmu apa nama keluargaku? Huh? Miko mengirimkan banyak emoticon marah dalam pesannya.


Liona meneruskan makannya dan tak membalas pesan Miko lagi. Mata Reynard yang sedari tadi memandang kearah Liona, mengeryitkan keningnya, penasaran dengan siapa wanita itu berkirim pesan.


“Liona! Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang keluargaku? Bagaimana kau bisa kenal dengan kedua pamanku? Apa hubunganmu dengan paman Reynard? Dia tidak pernah membiarkan perempuan manapun berada dalam jarak satu meter darinya. Tapi cara paman Reynard memandangmu dan menarikmu masuk mobil tadi agak aneh. Ada apa sebenarnya diantara kalian?’ Miko yang masih penasaran mengirimkan pesan lagi pada Liona.


“Dia adalah bos ku dan aku bekerja untuknya. Apa kau belum baca berita terbaru tentang kontrakku?’


Ternyata Miko yang penasaran segera membuka internet dan matanya terbelalak melihat berita saat konferensi pers waktu itu, dimana Reynard mengumumkan status hubungannya dengan Liona apalagi ada Felicia yang menyerocos dalam video itu.


‘Liona! Aku sudah baca beritanya. Ya, ampun tega sekali kau berselingkuh dengan pamanku? Kenapa kau begitu tega mengkhianati aku?’


‘Miko! Diamlah! Kita tak ada hubungan lagi. Mantan! Mantan! Mantan!’


Makan malam sudah selesai dan seorang pelayan membersihkan meja makan, Liona langsung mencari sudut teraman di rumah itu karena Miko meneleponnya.

__ADS_1


“Ada apa kau menghubungiku?” tanya Liona.


“Tega sekali kau, sayang. Kau mengkhianatiku. Kenapa harus pamanku?”


“Aduh, keras kepala sekali sih kau ini. Kita sudah lama putus! Mantan! Paham tidak arti mantan?”


“Sayang, siapa itu?” tanya Reynard yang ternyata sudah berdiri dibelakang Liona. Wajahnya dingin karena dari tadi dia mendengarkan pembicaraan Liona. Tangannya meraih ponsel dari tangan Liona.


“Siapa ini? Jangan ganggu istriku! Tidak tahu sopan, malam-malam ganggu istri orang.”


“Paman Reynard! Maaf, ini Miko. Aku tidak mengganggu cuma ada hal yang mau aku tanyakan pada Liona.” jawab Miko terkejut mendengar suara pamannya.


“Panggil dia Tante! Dia istriku kalau ada yang mau kau tanyakan pada Liona, langsung saja padaku. Dia istriku!” kata Reynard mematikan ponsel dan menarik tangan Liona.


...*...


Di hotel tempatnya menginap, Miko terpaku memikirkan ucapan pamannya yang menyebutkan kalau Liona adalah istrinya. ‘Aneh banget paman Reynard, kenapa bisa semarah itu aku bicara dengan Liona sampai-sampai dia menekankan kata istriku! Menyebalkan sekali, tunggu dulu…..apa mereka tinggal bersama? Tadi paman Reynard ada dirumah Liona dan seperti ada suara Felicia juga samar-samar. Aduuuhhhh…….aku ditikung sama pamanku sendiri.’


Ting!


Pesan masuk dari Liona ‘Jangan pernah hubungi istriku lagi! Carilah perempuan lain untuk jadi kekasihmu. Kami mau tidur dulu,sudah malam.’


“Ha? Apa-apaan ini? Paman Reynard mau tidur sama Liona? Oh…...sakit….sungguh sakit hatiku. Kenapa pria di keluarga Wilfred pada jatuh cinta pada Liona? Haaaa…...tega banget paman Reynard padaku.”


...*...


Keesokan paginya, Reynard sudah berada didepan rumah Liona menunggunya. Saat dia melihat Liona keluar dari rumah bersama Elvano dan Felicia wajahnya langsung berbinar. Meskipun mereka bertetangga tapi hampir tiap pagi Felicia akan datang kerumah Liona untuk mengajak Elvano kerumahnya. Akal bulus si gadis kecil itu agar Reynard bisa datang kesana tiap pagi.


“Selamat pagi, sayang. Selamat pagi Elvano.”


“Selamat pagi, paman.” sahut Elvano.

__ADS_1


“Ayo Kak El…..ada kejutan untuk kakak.”kata Felicia menarik tangan Elvano dan berlari kerumahnya.


Tangan Reynard menarik pinggang Liona dan mendaratkan ciuman dibibir tipisnya. Ciuman Reynard berlangsung agak lama, dan mengurainya saat mereka kehabisan napas.


“Jangan gitu Rey, malu dilihat orang.”


“Tidak ada orang lain disini, sayang.”


“Itu ada supirmu didalam mobil.”


“Dia tidak akan lihat. Ayo kita berangkat sekarang. Sudah…..jangan cemberut lagi.”


Liona merasa sedikit heran dengan sikap Reynard yang berubah sejak beberapa hari ini. Pria itu bicara dengan lebih lembut dan selalu tersenyum padanya. Setau Liona, pria itu tak pernah tersenyum pada siapapun. Sikap Reynard yang sedikit mulai romantis dan selalu menyentuhnya dengan lembut kadang membuatnya melayang dan menginginkan lebih dari kekasihnya itu.


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang, karena suasana pagi ini tidak macet, mereka tiba di lokasi syuting awal. Beberapa kru melihat mobil mewah warna hitam dengan plat khusus yang dikenali semua orang itupun memasuki lokasi syuting, semua orang yang berada disana menghentikan kegiatan mereka dan menatap kearah mobil mewah itu.


“Tumben Tuan Wilfred datang kesini pagi-pagi.” bisik-bisik beberapa orang yang penasaran. Pintu dibukakan oleh supir dan terlihat Reynard turun diikuti oleh Liona. Semua mata memandang, ada yang terkejut dan ada juga tatapan iri dari para wanita. Tangan Reynard menggenggam tangan Liona dan berjalan ke lokasi syuting. Pria itu menarik pinggang Liona dan mengecup keningnya didepan semua orang, wajah Liona merona merasa malu. Reynard tak peduli, dia sengaja lakukan itu untuk menunjukkan pada semua orang bagaimana hubungannya dengan Liona.


“Kutunggu di kantor pas jam makan siang nanti,”


“Memangnya kita mau kemana?”


“Aku mau mengajakmu makan siang di kantor, hari ini aku sibuk dan tidak bisa datang kesini untuk makan siang bersamamu. Jadi kurasa lebih baik kau yang datang ke kantor. Nanti supir akan menjemputmu.”


“Baiklah.”


“Reiki! Aku titip istriku ya. Tolong jaga dia baik-baik dan jangan terlalu letih, dia kurang enak badan hari ini.” kata Reynard berbohong. Sebelum pergi dia mencium bibir Liona, semua orang terkejut melihat adegan mesra mereka.


Reynard meninggalkan lokasi syuting. Liona masih merasa malu atas perbuatan Reynard tadi, dia berjalan menundukkan kepala menuju ke ruang ganti pribadinya. Aurora yang menatapnya dengan tatapan tajam penuh kebencian melihat semua adegan mesra Liona dan Reynard. Kebencian wanita itu semakin mendalam dan ingin membalaskan Liona. “Jangan pikirkan untuk mencelakai Liona, aku yakin Tuan Wilfred takkan membiarkannya. Aku dengar, Tuan Wilfred mengirimkan pengawal untuk mengawasinya. Jika kau melakukan hal bodoh, karirmu bisa hancur.” ucap asistennya.


“Diam kau! Tahu apa kau? Kau hanya asistenku dan aku tidak butuh pendapatmu!” Aurora mendengus dan pergi begitu saja. Sementara disalah satu sudut yang agak jauh dari lokasi syuting, tampak seorang pria tengah sibuk memegang Ipad ditangannya, dia berusaha mematikan cctv di lokasi syuting. Begitu semua cctv sudah padam dia menghubungi temannya “Selesai! Kau bergerak sekarang.”

__ADS_1


Di tempat lain, masih di lokasi syuting tampak seorang pria memakai kaos hitam dan memakai topi berjalan kearah ruang kostum. Entah apa yang dia lakukan didalam sana, dalam hitungan menit dia terlihat keluar dan berjalan meninggalkan lokasi syuting. Aurora sedang menunggu asistennya yang mengambilkan pakaian untuknya. Tak berapa lama sang asisten datang dengan beberapa kostum yang akan dipakai Aurora untuk syuting hari ini. Untuk pengambilan gambar pagi ini dia memilih memakai baju terusan berwarna biru tosca, membuatnya terlihat cantik dengan kulit putih mulusnya. Selesai dirias, dia pun pergi kelokasi pengambilan gambar diikuti asistennya.


__ADS_2