CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 69. KECELAKAAN


__ADS_3

Plok….plok…..plok….Liona bertepuk tangan sambil tersenyum sinis. “Wah hebat ya kalian berdua taunya hanya fitnah fitnah dan fitnah! Apa tidak capek hidup seperti itu dari dulu?”


“Kurang ajar kau Liona! Jangan pikir karena kau adalah kekasih pamanku, kau bisa bebas berbuat sesuka hatimu!” bentak Seth dengan wajah memerah penuh emosi sambil maju selangkah tapi langsung dicegat oleh pengawal Liona.


“Berhenti! Jika Anda berani menyakiti Nyonya maka jangan salahkan kami jika terpaksa bebruat kasar pada anda.”


“Hei! Kalian pikir kalian siapa ha?”


“Kami pengawal khusus Tuan Besar Reynard yang ditugaskan untuk menjaga nyonya.” sahut pengawal itu menatap tajam pada Seth. Bukan dia tidak mengenal pria didepannya tapi pengawal itu bekerja dan dibayar oleh Reynard jadi dia hanya mematuhi perintah Reynard saja.


“Awas kalian semua! Aku akan buat perhitungan denganmu Liona!”


“Oke, aku tunggu ya jangan kelamaan. Oh iya lebih baik kau pergi mengecek cctv dan lihat dengan matamu sendiri apakah kekasih tercintamu itu celaka karena aku atau karena ulahnya sendiri!” ujar Liona tanpa rasa takut sama sekali. Dia tahu betul bagaimana sepasang kekasih itu dulu melakukan permainan kotor untuk membunuhnya.


Liona melangkah pergi diikuti asisten dan pengawalnya. Seth terdiam kaku ditempatnya melihat kepergian wanita itu. Tak berapa lama seorang pria yang disuruh Seth untuk mencari rekaman cctv mendekati Seth. “Maaf Tuan Seth. Rekamannnya sudah saya dapatkan, mari ikut saya keruang cctv untuk melihat.


Sambil mendengus kesal, Seth pergi bersama orang suruhannya keruang cctv.  Disana ternyata sudah menunggu sutradara Reiki dan dua orang keamanan yang bertugas. “Silahkan duduk Tuan Seth. Anda bisa langsung melihat rekaman cctv dilokasi kejadian.”


Pria itu duduk didepan salah satu monitor, wajahnya penuh emosi dan tak sabar ingin mendapatkan bukti kesalahan Liona. Tapi apa yang dilihatnya direkaman itu tidak seperti yang dia pikirkan, pada rekaman sebelumnya dia melihat saat Vena menarik rambut Liona kuat sampai wajah wanita itu terlihat kesakitan.


Saat rekaman didekat sungai ditampilkan, wajah Seth berubah ketika dia melihat Vena yang nampak sengaja menjatuhkan dirinya ke sungai tepat saat Liona sedang menoleh kesamping.


Mata Seth terbelalak melihat kejadian Vena yang jatuh ke sungai tanpa melihat ada batu besar didekatnya hingga kepalanya membentur batu lalu tubuhnya tenggelam. Adegan itu sangat cepat sehingga tampak semua orang terkejut, disisi lain memperlihatkan Liona yang syok dan terdiam membeku melihat Vena tenggelam.


“Bagaimana menurut anda? Apakah sudah puas melihat bukti rekaman cctv? Seperti saya bilang sebelumnya kalau Liona tidak bersalah, ini murni kecelakaan.” ujar sutradara Reiki.  Tapi apapun penjelasan yang diberikan pada Seth, kebencian yang sudah membekas dihatinya tetap membuat pria itu kekeuh menyalahkan Liona.


“Ini pasti bukan rekaman cctv yang asli. Kalian sudah merekayasa rekamannya, iyakan?” kata Seth melihat kearah sutradara Reiki.

__ADS_1


“Huh….anda sudah melihat rekaman asli. Tidak ada yang direkayasa, jika anda tidak percaya silahkan bawa rekaman cctv ini untuk diperiksa keasliannya.” ujar kepala keamanan lokasi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Baik. Berikan rekaman itu padaku agar bisa kuperiksa.” ujar Seth.


Reiki pun memerintahkan kepala keamanan untuk membuat copy dari rekaman dan menyerahkannya pada Seth. Dia sudah malas berurusan dengan pria sombong itu. Setelah Seth pergi meninggalkan lokasi syuting dengan wajah marah, semua kru mulai berbisik-bisik.


“Aneh sekali Tuan Seth. Seenaknya menuduh kalau rekaman cctv palsu.” ujar seorang kru.


“Apa salah Liona ya? Kenapa Tuan Seth dan Vena sepertinya sangat membencinya padahal Liona itu baik dan tidak pernah membuat masalah.”


“Alaaa…..paling juga Vena iri karena Liona itu aktris baru dan cantik lagi. Apalagi Liona kan tunangannya Tuan Reynard.”


“Iya….iya. Pasti cemburu dan iri hati tuh. Bukankah kabarnya mereka berdua adalah adik kakak ya?” ujar seorang aktris menimpali.


“Aku dengar-dengar sih katanya mereka saudara tiri. Kasihan Liona selalu diganggu Vena.”


Sementara Liona sedang menunggu disebuah cafe yang terletak disebelah lokasi syuting. Seharusnya Reynard datang menjemputnya. Dia pun menghubungi ponsel Reynard namun tidak terhubung, Liona mencoba kembali tapi ponsel Reynard tidak aktif. 


...***...


“Lapor Tuan. Saya melihat mobil Liona berada didepan restoran.”


“Apa yang dia lakukan disana? Apakah dia sendirian atau bersama pengawalnya?”


“Saya tidak melihatnya, mungkin dia berada diruang vip. Saya juga tidak melihat supirnya diluar.”


“Bagus! Lakukan sesuai perintahku!”

__ADS_1


Seorang pria nampak sedang berada didekat mobil yang membawa Reynard ke lokasi pertemuan dengan klien. Supir Reynard berada didalam restoran untuk makan atas perintah Reynard, karena hanya dia supir yang tersedia siang itu hingga kesibukannya membuatnya melewatkan makan siang. Tak ada seorangpun yang menyadari kehadiran seseorang yang tak diinginkan disana. Tak berapa lama pintu ruang vip terbuka dan Reynard berjalan keluar bersama kliennya.


Melihat atasannya sudah keluar, si supir pun segera keluar restoran bersamaan dengan Reynard.  Reynard pun berpisah dengan kliennya diluar restoran. Reynard dan supirnya menuju mobil yang berada diarea parkir lalu pergi meninggalkan restoran.


Karena harus menjemput Liona kelokasi syuting maka Reynard pun meminta supir mengambil jalur tol agar cepat sampai. Saat berada dipersimpangan menuju tol, sebuah mobil truk melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kanan. Supir yang kaget langsung menginjak rem tapi rem tak berfungsi. Supir pun tak punya pilihan lain lalu membanting kemudi kekiri untuk menghindari tabrakan tapi naas mobil itu menabrak tiang pembatas besi lalu menabrak pohon besar.


Kejadiannya cepat dan orang yang berada dalam mobil belum sempat tersadar dari keterkejutan. Bagian depan mobil rusak berat dan akibat menabrak pohon membuat mobil terguncang lalu terbalik. Supir terluka parah dan terjepit dibagian depan. Sedangkan Reynard yang duduk di kursi belakang terhempas dan kepalanya terbentur. Beberapa pecahan kaca jendela mengenai wajahnya.


...***...


Sebuah mobil hitam berhenti didepan cafe tempat Liona menunggu jemputan. Sontak wajah wanita itu mengeryit saat melihat Bastian keluar dari mobil, Saat itu dia langsung merasa aneh dan ada sesuatu yang terjadi. Melihat wajah Bastian yang tak biasa pun membuat Liona tak bisa menahan diri lagi. “Mana Reynard? Kenapa kamu yang datang kesini?”


“Maaf  Nyonya. Silahkan ikut dengan saya.”


“Ada apa sebenarnya Bastian? Kenapa dengan Reynard?”


“Kita harus pergi kerumah sakit sekarang, nyonya. Nanti akan saya jelaskan semua.”


“Tidak! Apa yang terjadi dengan Reynard? Kenapa dia?” Liona merasa cemas dan tanpa sadar airmatanya menetes.


“Silahkan masuk nyonya. Semua akan lebih jelas saat sudah sampai dirumah sakit. Jangan khawatir Tuan Reynard baik-baik saja.”


Liona menangis tersedu-sedu, bagaimana mungkin Reynard baik-baik saja jika dia berada dirumah sakit? Hatinya merasa sakit dan khawatir. “Bagaimana dengan anak-anak?”


“Mereka tadi sudah dijemput supir dan sekarang ada dirumah.” kata Bastian menjelaskan seadanya.


 

__ADS_1


__ADS_2