CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 9. AUDISI 1


__ADS_3

“Pemeran utama dalam serial TV itu adalah Vena Obelia.” ucap Hiro pelan. Dia tahu siapa Vena, pria itu banyak mendengar dsri Liona tentang adik tirinya itu.


Mendengar nama itu, seketika membuat wajah Liona membeku. Nama adik tirinya yang sangat dibencinya, orang yang sudah merenggut kehidupannya dan membuat Liona menderita. Namun, sudut bibirnya terangkat dia merasa seolah takdir membawanya kembali ke kota ini dan takdir pula yang mempertemukannya dengan Vena kembali.


"Liona! Apakah kamu keberatan jika harus bermain di serial ini? Kamu dan Vena akan sering bertemu. Jika kamu merasa tak nyaman, kamu bisa mundur dan aku akan carikan pekerjaan lain untukmu." kata Hiro yang melihat perubahan di wajah Liona.


"Aku baik-baik saja. Tak usah takut, aku malah senang bisa main bareng dengan Vena di serial tv ini. Yeah, mungkin memang takdir mempertemukan kami kembali. Who know's? kata Liona tenang.


"Baiklah kalau begitu. Tapi jika kamu berubah pikiran kamu harus segera mengabariku."


"Tenang saja Hiro Abirama! Aku takkan mundur. Ini kesempatan besar buatku."


...*...


Pagi ini Liona merasa segar dan bersemangat untuk memulai hidup barunya.  “Selamat pagi, mama.” sapa Elvano yang sedang duduk di meja makan dan melahap serealnya.


“Selamat pagi. Kamu kok ngak bangunin mama? Hm...mau mama bikinkan sarapan lain?” tanya Liona yang melihat putranya hanya makan sereal.


“No, thank you mama. Sarapan sereal sudah cukup.” jawab Elvano. Bocah laki-laki itu memang tak pernah merepotkan Liona.

__ADS_1


“Baiklah.” Liona memasak telur dadar dan sosis untuk sarapan paginya.  Dia belum berniat untuk memasak pagi ini.  Buku yang diberikan oleh Hiro sudah ada ditangannya. Sambil sarapan dia membaca buku.  Kisah ‘Pernikahan Ketiga’ bercerita tentang seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan dirumah keluarga kaya raya. 


Wanita bernama Naomi akhirnya menjadi kekasih sang Tuan muda.  Naomi gadis cantik yang beruntung karena sikap polosnya mampu memikat putra sang majikan. Setelah menikahi Naomi dan tak mendapatkan keturunan, sang Tuan Muda memutuskan untuk menikah lagi, pilihannya jatuh pada seorang gadis cantik yang berasal dari keluarga kaya, gadis itu bernama Joana.  Kedua istri Tuan Muda pun saling bersaing untuk mendapatkan perhatian dan cinta sang Tuan Muda bernama Arwan Singgih. Kedua wanita itu berubah menjadi wanita-wanita rakus uang dan kekuasaan, kedua istri sang Tuan Muda itu pun mulai menggerogoti harta secara perlahan. Konflik di antara kedua istrinya membuat Arwan Singgih jengah dan enggan menyentuh keduanya. Dia malah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. Lalu muncullah peran Rosalind, peran yang akan diperankan oleh Liona saat audisi. Kehadiran Rosalind yang bekerja sebagai sekretarisnya seolah membawa angin segar pada Arwan Singgih. Apalagi gadis muda itu sangat pintar.


Karakter Rosalind yang kuat sangat sesuai dengan kepribadian Liona. Dirinya akan menjadi peran utama ketiga dalam serial TV itu. Setelah membaca buku itu sampai selesai, akhirnya Liona memahami karakter yang akan dimainkannya, dia pun menghapal semua dialog. 


...*...


Akhirnya hari audisi yang dinantikannya pun tiba, sudah empat hari dia berlatih siang dan malam untuk audisi hari ini. Jadwal audisi akan dilakukan pukul sepuluh di Studio Wilfred. Studionya berada di tengah kota dan sudah bisa dipastikan jalanan akan macet.  Liona pun berangkat awal. Dia memutuskan memakai T-shirt warna putih, skinny jeans dan sepatu kanvas putih.  Dia mengikat rambutnya model ekor kuda tinggi dan mengenakan pita rambut warna putih senada dengan bajunya.  Wajahnya tanpa riasan, hanya memulas lipgloss untuk melembabkan bibirnya yang sudah berwarna merah muda.


“Sayang, apakah mama sudah terlihat cantik?” tanya Liona pada putranya dengan harapan.


“Bukankah mama bilang peran mama di TV nanti mirip wanita penggoda? Mama harus danda seperti wanita penggoda!” usul Elvano.


Sontak Liona kaget mendengar ucapan Elvano.  Wanita penggoda? Sesuaikah karakter itu untukku? Liona mengusap pelipisnya dan mengubah topik pembicaraan. “Tidak harus dandan seperti wanita penggoda. Karena yang dinilai saat audisi bukan penampilan tapi bagaimana mama bisa memainkan peran dengan bagus.” jelas Liona. Elvano memiringkan kepalanya, wajahnya terlihat seperti mencerna setiap perkataan Liona.


Liona menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.  Tak lama Hiro datang menjemput Liona.  “Selamat pagi paman Hiro!”


“Selamat pagi Elvano!” Hiro berjalan keruang tamu dan menggendong Elvano.

__ADS_1


“Apakah kamu sudah terbiasa dengan lingkungan disini? Kamu menyukainya?”


“Tidak peduli tinggal dimana, aku suka asal mama selalu bersamaku.” ucap bocah itu serius.


“Baguslah kalau begitu.” lalu Hiro menoleh kearah Liona yang sudah bersiap. “Kamu sudah bersiap-siap untuk audisi!”


“Tentu saja! Aku sangat bersemangat pagi ini untuk ikut audisi.  Aku sangat yakin akan mendapatkan peran sebagai Rosalind.”  ucapnya.  Awalnya memang Liona tak begitu tertarik denngan peran itu namun setelah dia mengetahui jika Vena Obelia adalah pemeran utama dalam serial TV itu, Liona pun bertekad untuk mendapatkan peran itu.


Peran Naomi dan peran Rosalind akan banyak melakukan adegan bersama dan Liona ingin menunjukkan pada semua orang jika dia jauh lebih baik dari Vena.  Hiro melirik jam tangannya “Sudah waktunya kita berangkat. Ayo pergi.”


Studio Wilfred adalah kompleks studio yang paling besar di negara ini, banyak film telah direkam disana. Maka tak jarang jika banyak selebriti akan terlihat disana, para penggemar pun sering datang ke kompleks studio itu untuk bertemu dengan idola mereka.


Seiring dengan berjalannya waktu, studio Wilfred bahkan berubah jadi tempat tujuan wisata layaknya Disneyland di Amerika.  Karena di kompleks itu lengkap dengan berbagai bangunan untuk syuting filem, ada taman luas yang tampak seperti taman bunga dan ada hutan buatan serta berbagai bangunan lainnya.  Seperti biasanya, hari inipun tempat itu ramai pengunjung di pintu masuk sehingga Hiro kesulitan mengendarai mobilnya untuk meausk.


“Kita sudah sampai. Lokasi audisi ada disebelah sana,” Hiro menunjuk dengan jarinya.


“Baiklah!”


“Bawa kartu ini, nanti kamu tunjukkan pada petugas yang sedang bertugas agar kamu bisa masuk kesana.  Dan nomor ini adalah nomor antrianmu. Supaya kamu tahu, banyak perusahaan yang sudah berinvestasi di serial TV ‘Pernikahan Ketiga’ ini dengan harapan besar untuk proyek ini.  Sponsor terbesar adalah Wilfred Media dibawah Wilfred Group dan Sky Media dimana Vena Obelia bernaung.  Presiden dari kedua perusahaan akan hadir di audisi hari ini.  Jangan sia-siakan kesempatan ini. Aku dengar sutradara bernama Reiki Savian yang berhak memilih semua aktor dan aktris untuk berperan di serial ini.  Aku harap kamu bisa melakukan yang terbaik untuk mendapatkan peran itu.  Ini kesempatanmu, Liona!” ucap Hiro menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2