CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 81. DIHAJAR ISTRI SAH


__ADS_3

Saat Aurora membuka pintu...tiba-tiba Plakkk!


“Kamu….”


Sebuah tamparan keras mendarat dipipinya sebelum Aurora sempat menyelesaikan ucapannya. Wajahnya memerah dan bengkak sehingga wanita itu langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Tubuhnya gemetar ketakutan karena wanita yang berdiri didepannya dan baru saja menamparnya adalah istri dari pemilik Sky Media.


“Nyonya….nyonya….” suaranya gemetar, Aurora merasakan kematian sudah dekat padanya. Kini istri dari selingkuhannya berada didepannya dan pasti dia akan menghabisi Aurora. Pikiran gadis itu semakin kacau mengingat semua kerja kerasnya didunia hiburan hancur dalam sekejap.


Aurora sangat takut pada Marsya istri dari Reno Suwito pemilik Sky Media. Marsya adalah istri sah Reno dan ayah Marsya adalah seorang gangster terkenal yang juga pebisnis. Di dunia hiburan tidak ada aktor ataupun aktris yang berani pada Marsya.


Reno Suwito dulunya hanyalah seorang pemuda miskin tapi Marsya jatuh cinta padanya dan mengabaikan asal usul pria itu dan menikah dengannya. Semua yang dimiliki oleh Reno Suwito berasal dari keluarga Marsya, wanita itu adalah putri tunggal dan kesayangan keluarganya.


Reno Suwito seorang pria pekerja keras dan punya kreativitas luar biasa, awal mereka menikah Marsya memberikan sejumlah uang pada Reno untuk memulai bisnis. Semua kemakmuran dan harta yang diperoleh Reno Suwito saat ini adalah berkat kemurahan hati Marsya.


Saat wanita itu mengetahui perselingkuhan suaminya, hal pertama yang dia lakukan adalah mengambil alih semua yang menjadi haknya dan menghancurkan wanita selingkuhan suaminya.


Dulu, setelah bisnis Reno Suwito berjalan dengan baik dan semakin sukses, Marsya memilih jadi ibu rumah tangga. Lima tahun yang lalu dia di diagnosis menderita penyakit parah dan harus rutin makan obat, efek samping obat itu membuat berat badannya naik dan tubuhnya tidak seramping dulu lagi.

__ADS_1


Meskipun demikian, Marsya adalah putri seorang mantan pemimpin gangster dan dia memiliki aura kuat dan merupakan tokoh masyarakat yang cukup disegani.


Aurora yang masih ketakutan dengan tubuh gemetaran berusaha untuk menenangkan Marsya, dengan harapan dia masih diberi kesempatan. “Nyonya…..nyonya…..saya tidak...”


“Apa kamu lupa kalau aku adalah istri bosmu. Kamu sibuk menggoda pria tidak tahu terimakasih itu? Apa kamu pikir semua yang dimilikinya adalah miliknya dan dengan menjadi selingkuhannya kamu bisa menikmati uang dan hartaku?” bentak Marsya dengan mata penuh amarah.


Marsya yang datang bersama dua orang pengawal berdiri menatap tajam Aurora yang menundukkan kepalanya. Wanita dengan penampilan elegan dengan riasan wajah natural dan tas edisi terbatas dan pakaian mahal itu terlihat seperti sedang berada dirumahnya sendiri. Marsya menghampiri Aurora dan mencubit dagunya dengan keras.


“Kamu memang lumayan cantik sebagai penggoda laki-laki. Sangat cocok jadi wanita penggoda!” tatapan matanya dingin dan tajam membuat Aurora semakin ketakutan, wanita itu mulai menangis sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak nyonya….berita itu tidak benar, semua itu hoaks. Saya tidak pernah merayu Tuan Suwito tapi suami anda yang selalu mendekati saya. Dia menekan saya meskipun sudah berapa kali saya menolak. Ini bukan salah saya tapi salah Tuan Suwito! Saat saya menandatangani kontrak dengan Sky Media didalam kontrak ada beberapa syarat yang dibuat oleh Tuan Suwito.”


“Oh betul begitu, hu? Lalu apalagi?”


“Dasar pelacur kau!” Reno Suwito muncul tiba-tiba lalu menampar Aurora didepan istrinya. Dia sangat marah saat mendengar Aurora mengadukannya pada istrinya.


“Kau wanita ******! Kau datang padaku dan merayuku untuk mendapatkan peran-peran yang bagus di TV dan untuk memajukan karirmu kau bahkan menawarkan tubuhmu padaku! Sekarang kau menyalahkanku, hu?” Reno sangat marah lalu balik memandang istrinya.


“Sayang, percayalah padaku semua yang dikatakan wanita ****** itu tidak benar! Wanita itu memang seorang penggoda, dia sudah menggoda banyak pria kaya untuk memenuhi hidup glamornya. Aku memang telah salah karena sempat tergoda padanya, istriku tolong maafkan aku untuk terakhir kalinya. Aku mohon aku tidak akan mengulanginya lagi.” Reno memelas sambil mengatupkan kedua tangannya memohon pada istrinya.

__ADS_1


Marsya tak bergeming, hanya menatap wajah suaminya. Keningnya mengeryit melihat pria didepannya yang tidak tahu malu dan tidak tahu berterima kasih itu. Setelah kematian kedua orang tua Marsya, semua kekayaan keluarga jatuh padanya meskipun Reno yang mendirikan Sky Media tapi Marsya adalah pemilik sah perusahaan itu. Jika Marsya memutuskan untuk meninggalkan Reno maka pria itu akan jadi gelandangan.


Oleh karena itu, Reno berusaha mendapatkan maaf dari istrinya. Dia pun terpaksa melimpahkan semua kesalahan pada Aurora agar dia tidak kehilangan kehidupan mewah yang sudah dinikmatinya bertahun-tahun itu. “Istriku sayang. Kamu tahu kalau aku hanya mencintaimu saja. Aku mohon maafkan aku, ya.”


“Reno! Kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu!” teriak Aurora.


Dengan ekspresi marah, Reno menampar Aurora lagi lalu menendang tubuh wanita itu dengan kuat sehingga tersungkur dilantai. “Kau benar-benar perempuan tidak tahu malu! Tutup mulutmu! Aku tidak sudi mendengar suara busukmu itu!” ujarnya sambil menendang kembali Aurora dengan sekuat tenaga sehingga wanita itu kembali terdorong kebelakang dan menabrak meja. Tubuh Aurora yang lemah karena tidak makan sejak semalam pun tidak punya tenaga untuk menopang tubuhnya. Dia merasakan sakit di punggungnya.


“Dasar kau wanita ******! Aku akan membunuhmu jika kau berani mengucapkan sepatah kata.”


“Hah? Apa kau bilang? Membunuhku…..kau bajingan kotor dan menjijikkan! Kau sendiri yang bilang kalau istrimu sudah tidak menarik dan gendut seperti kerbo dan kau tidak sudi menyentuhnya. Kau bahkan pernah bilang betapa menjijikkannya istrimu! Kau juga pernah bilang kalau istrimu itu tidak pernah bisa memuaskanmu dan hanya mampu memberimu satu orang anak saja! Sekarang kau sudah muak dan bosan dengannya lalu datang merayuku dan menikmati malam-malam bersamaku! Kau malah berani menyalahkanku dan menghinaku, ha? Dasar kau laki-laki tidak tahu malu!” teriak Aurora penuh kemarahan.


Dia tidak perlu berpura-pura lagi toh semuanya sudah terlanjur terjadi dan semua orang menyalahkannya bahkan Reno yang sudah menjadi kekasih gelapnya pun melimpahkan kesalahan padanya.


“Dasar kau wanita ****** murahan! Aku akan memukulmu sampai mati!” teriak Reno.


“Ha ha ha ha…..ayo pukul! Apalagi yang kau tunggu, ha? Apa kau pikir aku takut denganmu Reno bajingan!” Cepat pukul aku! Supaya kau tahu ya aku sedang mengandung anakmu, aku mau lihat apa kau masih berani memukulku?” Aurora sudah kehilangan akal sehatnya hingga nekat mengatakan kalau dia sedang hamil.


Toh dia sudah kehilangan segalanya tapi dia tidak ingin secepat ini dikalahkan. Jika dia mengaku sedang hamil maka setidaknya dia selamat dan masih punya kesempatan untuk melarikan diri atau bahkan mendapatkan sejumlah uang dari Reno.

__ADS_1


Seringai muncul disudut bibirnya, menatap sini kearah Marsya dan Reno yang juga sedang menatapnya. Terlihat keterkejutan diwajah keduanya mendengar ucapan Aurora.


 


__ADS_2