CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 150. LIONA UNIK


__ADS_3

Karena merasa khawatir, Liona berGerak menuju kearah semak-semak. Pemandangan yang dia lihat dibalik semak-semak itu sangat mengejutkannya. Dibawah sinar lampu jalan tampak ada seorang pria kekar berbau alkohol sedang menyeret seorang gadis muda kearah semak-semak. Gadis itu terlihat berjuang mati-matian untuk melepaskan diri dari cengkeraman pria itu.


Tetapi kekuatan pria itu jauh lebih bsar. “Tolong! Tolong aku! Tolongggg! Apakah ada orang?”


“Sekarang sudah dini hari. Tidak akan ada orang yang mendengar teriakanmu. Tidak akan ada yang datang meyelamatkanmu! Lebih baik kamu diam dan menurut saja!” pria itu bersendawa sambil mendorng tubuh gadis itu ketanah.


Kemudian dengan kasar dia merobek pakaian wanita yang tidak berdaya itu, dan melihat setiap bagian tubuhnya yang terbuka dengan tatapan penuh nafsu. Gadis itupun langsung histeris saat tangan pria itu hendak menyentuh tubuhnya.


“Tolong jangan lakukan ini! Aku akan memberimu uang, ada banyak uang didalam dompetku!”


“Jumlahnya jauh dari cukup agar kamu bisa pergi kerumah bordil. Tolong biarkan aku pergi sekarang! Aku janji jika kamu membiarkan aku pergi, aku tidak akan menuntutmu!”


“Tidak mau! Aku hanya menginginkan tubuhmu! Aku tidak menginginkan wanita lain!” pria itu terus merobek pakaian gadis itu. Mata pria itu memancarkan hawa nafsu.


Dia sangat ingin segera menelanjagi tubuh gadis itu.


‘Brengsek! Apakah hal menjijikkan ini benar-benar terjadi? Sepertinya hari ini adalah hari dimana semua pria sampah harus dihukum.’ dalam sekejap liona berjalan mendekat dan berteriak.


“Berhenti kamu! Hentikan!”


Laki-laki dan perempuan itu memandang Liona dengan terkejut.


Setelah rasa terkejutnya berkurang, kedua orag itu memiliki reaksi yang berbeda. Gadis muda itu tampak kecewa tetapi mata pria itu bersinar karena gembira.


“Cepat lari! Hubungi polisi!’ teriak gadis itu. Pria brengsek itu melepaskan gadis itu dan berjalan kearah Liona dengan penuh semangat.


“Halo cantik! Aku khawair aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja.”


“Siapa yang bilang aku akan pergi?” Liona tersenyum manis dan pria itupun tampak sangat terpesona dengan senyuman Liona. Ketika pria itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Liona, dia dengan cepat mraih pergelangan tangan pria itu dan memutarnya dengan keras.


KRRAAKKK


“Aduh…..Aduh….tanganku!” pria itu berteriak sambil memegangi lengannya yang terluka. Liona mendaratkan tendangan kearah perut pria itu dan pria itupun langsung terjatuh ke tanah. Liona melihat ke sekeliling dan melihat ada sebuah botol kaca tergeletak. Dia mengambil botol kaca itu lalu menghantamkan ke kepala pria itu tanpa ragu-ragu.

__ADS_1


Akibatnya sangat parah, botol kaca langsung pecah berkeping-keping saat menyentuh kepala pria itu. Kepala pria itu berdarah dan dia berteriak kesakitan. Dia menutupi kepalanya dengan tangan dan tampak sadar dalam sekejap.


“Tolong maafkan aku. Aku sangat menyesal…..” pria itu memohon dengan meringis kesakitan.


“Diam kamu! Kamu adalah sampah terburuk, suka menindas wanita! Kamu mencoba memaksakan diri pada mereka hanya karena kamu merasa lebih kuat dari mereka iyakan?”


Liona menginjak dada pria itu dengan keras,


“Jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Apakah kamu mendengar perkataanku?”


“Ya ya. Aku mengerti! Aku tidak akan pernah berani lagi mengulanginya.”


“Cepat enyah dari pandanganku!” teriak Liona.


Pria itu segera berlari secepat mungkin sambil memegangi lengannya yang patah. Sementara kepalanya masih berdarah. Liona berjalan mendekati wanita muda itu dan mengulurkan tangannya.


“Apakah kamu terluka?” tanya Liona sambil mengulurkan tangannya.


“Mulai sekarang kamu harus berhati-hati saat berjalan dimalam hari. Lain kali mungkin kamu tidak seberuntung hari ini.”


“Ya kamu benar nona. Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya.” ucap gadis itu. Masih tampam ketakutan diwajahnya dan dia terus memandangi sekelilingnya seolah mengira dirinya akan diserang lagi.


Bulan bersinar terang dan dibawah cahaya bulan, Liona melihat wajah gadis itu dengan jelas. Gadis muda itu tidak memakai riasan apapun dan terlihat sangat cantik.


Dia mengenakan gaun kemeja yang hampir mencapai lututnya dan rambutny dikucir buntut kuda. Saat ini wajahnya terlihat sangat pucat dan dia tampak seperti rusa yang ketakutan, lemah dan polos. Liona langsung merasa kashan saat melihat penampilan gadis muda itu.


“Ayo pergi. Aku akan mengantarmu pulang kerumahmu.”


“Terima kasih banyak nona. Tapi aku tidak mau merepotkanmu lagi.”


“Tidak perlu khawatir. Aku masih punya banyak waktu luang.” Liona meraih tangan gadis itu dan mengedipkan mata padanya.


“Sebuah kehormatan bagiku untuk mengawalmu nona.”

__ADS_1


Bibir gadis itu berkedut merasa geli. “Oke, baiklah kalau begitu kita berangkat.”


Sementara jauh dibelakang mereka, Delvin menatap para wanita yang sedang berjalan menjauh dengan tatapan kaget. Dia mencuri pandang kearah Reinhard dan melihat bahwa wajah saudaranya itu berubah menjadi gelap.


‘Oh Liona! Kamu sedang melakukan apa sekarang? Apa ini adalah keanehanmu yang lain? Menggoda pria saat kamu sedang mabuk adalah satu hal.’


‘Tapi sekarang kamu menggoda wanita juga? Andai saja kamu tahu betapa cemburunya kak Reinhard sekarang.’ pikir Delvin. Sedangkan Liona yang tidak menyadari keberadaan Delvin dan Reinhard disana pun terus berjalan bersama gadis itu meuju ke apartemen gadis itu.


“Aku tahu aku sudah sering mengatakan ini. Tapi sekali lagi terima kasih.”


“Sekali lagi sama-sama.” balas Liona.


Gadis itu menatap senyum Liona dengan tatapan menerawang.


“Ada apa? Apa ada sesuatu yang menempel diwajahku?” tanya Liona memegang wajahnya.


“Ah tidak….tidak….au baru saja menyadari bahwa wajahmu sangat mirip dengan idolaku.” kata gadis itu dengan suara rendah dan tersipu malu.


“Idola?” Liona tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.


“Iya, idolaku adaah aktris yang berperang di serial tv pernikahan ketiga. Namanya Liona. Apakah kamu mengenalnya? Dia sangat cantik dan salah satu aktris yang hebat.”


‘Apa-apaan ini? Apakah aku baru saja menyelamatkan salah satu fans terberatku?’ Liona tanpa sadar menggaruk belakang kepalanya.


“Aku tahu Liona adalah pendatang baru di industri hiburan. Dan serial tv itu bahkan belum disiarkan dan ada begitu banyak rumor yang beredar tentangnya. Kenapa kamu malah menyukai wanita seperti itu?”


“Dengar, aku sangat berterima kasih padamu karena telah menyelamatkanku malam ini. Tapi aku tidak akan tinggal diam jika mendengar seseorang bicara buruk tentang Liona.”


Gadis itu terlihat sangat marah dan menambahkan, “Aku sudah menyukai Liona sejak dia masih tinggal di Singapura. Pada saat itu dia sudah terlibat pembuatan beberapa drama seri. Meskipun sebagian besar perannya adalah peran pendukung tapi Liona sangat berdedikasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik. Aktingnya juga sangat bagus.”


Liona memandang gadis itu dengan tatapan terkejut. “Aku telah menonton semua acara TV dan film yang dibintangi Liona. Aku suka semuanya. Meskipun kadang dia memerankan hanya peran kecil tapi akting Liona sangat menyentuh.”


Liona semakin tercengang dengan apa yang didengarnya, ia tidak pernah menyangka dirinya memiliki penggemar yang setia.

__ADS_1


__ADS_2