CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 88. MENIKAHLAH DENGANKU


__ADS_3

Delvin hanya menundukkan kepala dan fokus dengan makanannya, menyalurkan segala rasa sedih yang dia rasakan dengan makan sepuasnya. Disaat ini udara diluar lumayan panas, makan hotpot didalam ruangan ber-AC adalah hal yang nikmat. Felicia dan Delvin sangat menikmati makanan didepan mereka. Keduanya seperti berlomba untuk menghabiskan semua makanan yang ada dimeja. Semua orang benar-benar menikmati makanan mereka dengan antusias.


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan sekarang?” kata Liona setelah mereka selesai makan. Tapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya Reynard segera memberi isyarat pada pelayan. Reynard menyeka mulutnya dengan perlahan kemudian membayar tagihan dengan kartu kreditnya. Pelayan mengembalikan kartu kredit pada Reynard namun pria itu tidak menaruhnya kembali kedalam dompet tapi malah menaruhnya ke tangan Liona.


Liona menatap Reynard bingung. ‘Kenapa dia memberiku kartu kreditnya? Dia sudah memberikan aku begitu banyak barang-barang mewah, apa sekarang dia mau memberiku uang juga?’


“Reynard?” Liona ingin mengatakan sesuatu tapi Reynard segera memotongnya.


“Biasanya aku yang membelikan semua pakaian Felicia tapi sepertinya dia tidak suka pakaian yang kupilihkan. Felicia sangat menyukai gaya berpakaianmu, belikanlah pakaian untuk Felicia sesuai seleramu dan pakai kartu ini. Pin kartu ini adalah hari ualng tahun Felicia. Kau juga bisa belikan pakaian untuk Elvano.”


“Bukankah kau sudah membeli banyak pakaian untuk Elvano?” tanya Liona heran karena dia mengingat ucapan Reynard saat dirumah bahwa pria itu sudah mempersiapkan kamar Elvano lengkap dengan semua pakaian dan keperluan lainnya.


“Mungkin kau bisa membeli keperluan lainnya. Membeli pakaian yang sama misalnya?”


Liona hanya diam dan menatap kartu hitam yang ada ditangannya dengan tercengang. Dia tahu ada beberapa jenis kartu yang mewakili sejarah kredit seorang nasabah di bank.


Selain kartu kredit biasa bank juga mengeluarkan kartu emas, platinum dan berlian kemudian ada kartu hitam yang menjadi impian banyak orang. Kartu hitam sangat eksklusif dan hanya diberikan pada nasabah bank yang sangat kaya. Pemilik kartu juga harus membayar iuran keanggotaan sebesar seratus juta setiap tahunnya. Sangat sulit untuk mendapatkan kartu hitam ini. Seorang nasabah tidak bisa mendaftar untuk memperoleh kartu ini.

__ADS_1


Tapi pihak bank yang akan memberikan undangan pada nasabah yang terpilih setelah mereka berbelanja sebesar 3,5 milyar rupiah dengan menggunakan kartu emas ataupun kartu platinum. Tetapi seorangindividu bisa meminta pihak bank untuk mengevaluasi situasi keuangannya apakah memenuhi syarat untuk menerima undangan atau tidak.


Hanya segelintir orang saja di negara ini yang memenuhi syarat yang cukup tinggi itu untuk mendapatkan undangan. Belum lagi kartu hitam yang ada ditangan Liona berbeda dengan kartu hitam standar yang biasa dikeluarkan oleh bank. Kartu hitam itu tampak dilapisi logam gelap yang bersinar, penampilan kartu sederhana namun elegan memamerkan status pemiliknya.


Setelah Liona memeriksa kartu itu lebih dekat, dia menyadari bahwa kartu yang ada ditangannya adalah kartu hitam edisi khusus. Untuk mendapatkan kartu ini tidak ada yang bisa mendaftar, satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah jika bank sendiri yang menawarkan pada nasabah.


Kartu hitam ini unlimited bisa dipakai diseluruh dunia dan bisa mendapakan pelayanan VVIP khusus dimanapun. Makanya kartu itu mendapat julukan ‘Raja Kartu’.


Dan sekarang Reynard memberikan kartu itu padanya tanpa ragu berikut nomor pin. Liona merasa tangannya memiliki beban satu ton. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya dengan kartu hitam itu. Menerimanya atau dikembalikan pada pemiliknya? Tapi Reynard memintanya untuk menyimpan kartu itu untuk belanja keperluan mereka. Ah….ini sih seperti tugas seorang istri!


Saat Liona masih sibuk dengan pikirannya, Reynard sudah memimpin mereka keluar dari restoran lalu Liona tersadar. Dia mengulurkan kartu itu kembali pada Reynard. “Tidak mau! Kau memberiku kartu ini sebagai tanggung jawab yang besar. Tolong ambil kembali kartumu. Kalau hanya membeli pakaian untuk anak-anak, aku masih sanggup membayar.”


“Tapi Rey! Kau sudah memberiku ruangan yang penuh dengan pakaian, tas, sepatu dan perhiasan mahal. Barang-barang itu sudah cukup bagiku, kau sudah mengeluarkan banyak uang untukku dan Elvano. Tidak apa-apa kalau aku aku memakai uangku sendiri untuk belanja keperluan anak-anak.”


“Dengar Liona! Aku berhutang nyawa padamu dan aku mencintaimu. Akan kuberikan apapun yang bisa membuatmu bahagia.”


Ucapan pria itu membuat hati Liona serasa mau lompat saking bahagianya. Pria ini benar-benar memanjakannya dan sangat perhatian. Gaji yang diterimanya besar tapi pria ini tidak mau dia memakai uangnya snediri kalau begitu dia akan punya banyak tabungan jika semua uangnya ditabung.

__ADS_1


Lagipula semua barang-barang mahal yang diberikan Reynard sebenarnya sudah mencukupi semua kebutuhannya dan dia tidak perlu lagi membeli apapun untuk jangka waktu lama.


“Apakah kau tidak khawatir aku akan mencuri uangmu dan menghilang?” tanya Liona. Bagi siapapun uang sebanyak itu sangat menggoda bahkan bagi orang baik sekalipun. Uang yang ditarik dari kartu itu cukup untuk Liona dan Elvano menjalani hidup bebas dan berkelimpahan.


“Hem….jika kau ingin benar-benar jadi kaya raya dalam semalam ada cara yang lebih mudah. Menikahlah denganku.”


Mata Liona melotot selebar piring mendengar lamaran Reynard yang tiba-tiba. Tidak ada romantisnya sama sekali. ‘Apaan sih pria ini melamar tiba-tiba sambil jalan begini.’


Delvin bahkan tercengang mendengar saudaranya mengucapkan kata-kata itu, dia bahkan tidak menyangka Reynard rela mempertaruhkan seluruh kekayaannya untuk Liona.


Padahal Delvin sudah berkali-kali memohon untuk meminjam kartu hitam itu pada Reynard, dia bahkan berjanji akan segera mengembalikannya setelah dia pamer didepan teman-temannya tapi Reynard selalu menolaknya.


Sekarang dia malah menyerahkan kartu itu pada Liona tanpa berpikir dua kali. Delvin benar-benar tidak percaya, demi Tuhan dia adalah adik laki-lakinya. Apakah mereka lahir dari orangtua yang berbeda?


‘Kak bisakah kau memperlakukanku setara dengan Liona? Aku ini adik kandungmu.’ pikirnya.


Akhirnya Liona mengalah dan mengambil kartu hitam itu dengan raut wajah percaya. Dan hal yang dia lakukan setelah itu adalah membawa kedua anak membeli beberapa pakaian untuk Felicia.

__ADS_1


Saat tiba disana seluruh lantai itu dipenuhi dengan toko yang menjual pakaian anak-anak dan berbagai barang untuk anak. Pemandangan itu sangat indah bagi Liona apalagi membeli perlengkapan untuk anak perempuan, sangat menyenangkan bukan?


Liona selalu suka melihat-lihat pakaian mungil itu sejak dia menjadi seorang ibu berbelanja ditoko seperti ini adalah salah satu hal favoritnya. Tidak peduli Elvano memerlukan pakaian baru atau tidak. Jika Liona melewati sebuah toko yang menarik minatnya dan dia punya uang maka dia akan membelikan satu atau dua barang untuk Elvano.


__ADS_2