Cinta Navysah

Cinta Navysah
Bermain di Mall


__ADS_3

Di Mall Jakarta,


Raffa dan Kinan sudah menunggu ibunya di lobby Mall. Mereka bersama bu Erni dan Mang Dirman yang menjaganya. Terlihat Navysah dan Shafiq datang bersama.


"Ayah...!!" teriak Kinan pada ayahnya dan memeluknya.


"Mama..!!" teriak Raffa pada ibunya sembari memeluknya.


Navysah dan Shafiq mencium tangan bu Erni dan berjalan ke arah permainan. Navysah mengajak Mang Dirman untuk mengikutinya.


Raffa dan Kinan merasa sangat senang bisa bermain dengan orang tua mereka. Mereka menjajal banyak permainan sedangkan Navysah dan Shafiq duduk di bangku pengunjung. Navysah melirik permainan yang dia sukai.


Permainan injak lantai itu seolah - olah melambaikan tangan padanya. "Kalau inget permainan itu jadi inget sekolah dan Maya,diriku bolos sekolah karena bermain di Tim*zone bersamanya. Aku jadi kangen Maya" gumamnya dalam hati.


Ibu Erni memperhatikan Navysah melihat kearah permainan. "Kamu kenapa Nak, sejak tadi melihat kearah sana" ujarnya.


"Gak papa bu" ucap Navysah kikuk


"Kalau kamu ingin bermain, kamu main saja biar ibu yang jaga anak - anak" ucap bu Erni.


Navysah merasa mendapat angin segar. "Beneran bu..! Aku boleh menitipkan Raffa sebentar ". Nafisah berbinar.


" Tentu, bersenang-senanglah" ucap bu Erni.


"Hai Shafiq!, kau bisa main injak lantai tidak?" tanya Navysah.


Shafiq mengenyitkan dahi" Aku lupa, Dulu aku pernah bermain tapi itu sudah lama" ucapnya.


"Ayo main denganku, Akan ku ajarkan. Aku ahli dalam permainan ini! " ucap Navysah dengan sombongnya.


"Tapi aku malu!"


"Bodo amat!, Kenapa kau harus malu, kita tidak mencuri. Kita hanya bermain. Aku sudah stress dengan pekerjaanku Aku butuh hiburan"

__ADS_1


Navysah berjalan menghampiri permainan kesukaanya, Shafiq mengikuti dari belakang.


"Mau main gak?, Kalau tidak mau mending kamu duduk aja sana"Navysah menggesekan kartu permainan. Dan permainan dimulai, dirinya menekan lantai sesuai dengan instruksi monitor,dengan lihainya Navysah mendapat poin banyak.


"Yesss..!" ucapnya.


Shafiq mulai penasaran dengan permainan itu, dirinya terkekeh melihat Navysah yang cuek. " Aku mau ikut" ucapnya.


"Oke" Navysah menggesekan kartu kembali dan mereka mulai bermain. Shafiq tak menyangka sesenang ini,dirinya tertawa lepas mengikuti setiap petunjuk monitor.


Bu Erni merasa senang anak satu - satunya sebahagia ini. Dirinya memfoto anaknya yang sedang bermain dengan Navysah.


"Udah, Aku capek!" ucap Shafiq terengah-engah mengatur nafasnya. Dirinya duduk disamping Navysah di kursi pengunjung. "Kamu gak capek Nav?, kamu baru saja infus tadi pagi" ucap Shafiq.


Bu Erni mendengar Navysah diinfus merasa khawatir. "Nak Navy, kamu sakit?" Mana yang sakit? " paniknya dengan menyentuh beberapa bagian tubuh Navysah.


" Nggak bu, Aku cuma kelelahan dan sekarang sudah sehat, ibu tidak perlu khawatir"


Mereka masuk food court dan memesan beberapa makanan. Mang Dirman ikut satu meja denganya. "Mamang jangan sungkan, jangan malu, disini semuanya keluarga. Mamang mau makan apa?" ucap Navysah.


Mang Dirman merasa tidak enak, baru kali ini dirinya mempunyai majikan yang mau makan denganya. Bahkan, tanpa ada jarak. Dirinya selalu ditraktir Navysah kemana pun dia pergi.


" Saya pesan sop dan iga bakar boleh bu?, sudah lama saya ingin makan itu belum kesampaian" ucapnya malu-malu. Navysah terkekeh mendengar ucapan Mang Dirman.


"Pesanlah" ucap Navysah.


Mereka makan bersama, di meja terdapat banyak makanan. Shafiq heran kenapa Navysah memesan banyak makanan padahal mereka hanya berempat ditambah dua anak kecil."Kok makanannya banyak, apa pelayan salah kirim makanan" tanya Shafiq.


"Tidak!, itu memang pesanan ku. Aku pesan iga bakar, baso, tumis kangkung dan ayam geprek" ucap Navysah.


Bu Erni dan Shafiq merasa kaget dengan porsi makan Navysah. Mang Dirman sudah tahu kalau bos nya doyan makan.


Navysah tahu ekspresi wajah bingung dan kaget mereka, karena yang mereka tahu Navysah selalu makan sedikit jika berkunjung ke rumah bu Erni. " Ibu dan Shafiq jangan kaget begitu. Aku memang tukang makan. Tubuhku kecil, makanku banyak. Aku perlu banyak makan untuk menghadapi kenyataan hidup" ucapnya terkekeh.

__ADS_1


Shafiq tersenyum dengan ucapan Navysah, " Kamu itu lucu Navysah"


"Kamu pikir aku boneka Mampang yang suka bergoyang - goyang bikin ketawa" ucap Navysah.


Dan semua orang tertawa dengan celoteh Navysah. Setelah selesai makan mereka berjalan-jalan keliling toko.


"Navysah, kenapa kau melihat toko kosong" tanya Shafiq.


"Tidak apa-apa, Aku hanya ingin melihatnya. Shafiq, Aku ingin membuka butik dan gerai di Mall. Aku sudah bilang Davian untuk mencarikan aku tempat di Plaza Indon*sia, tapi dirinya sibuk. Aku tidak tahu dirinya sudah dapat tempat atau belum" ucap Navysah


"Apa kau mau aku carikan tempat usaha? " tanya Shafiq.


"Boleh, tapi aku bilang Davian dulu. Kalau dia belum dapat, aku akan menghubungimu" ucap Navysah.


"Oke" balas Shafiq.


"Oiya, soal rumah yang kau tawarkan padaku sepertinya aku belum butuh. Aku suka rumahnya bagus dan rapi namun aku belum bicara pada Davian, Maafkan aku"


"Kamu tenang saja, Aku mengerti. Dan rumah itu sekarang kosong, kemarin orangnya sudah pindah tapi kunci rumah di titipkan saudaranya. Kalau kau suatu saat berminat, kau bisa menghubungi saudaranya. Apa kau mau minta nomor handphone nya?" tanya Shafiq.


"Boleh" , Ucap Navysah. Dan Shafiq mengirimkan nomer handphonenya.


Sebelum mereka pulang mereka berfoto di spot yang cukup menarik dan instagramable. Mereka berfoto satu frame. Navysah meminta pengunjung Memfotonya. Kemudian, bu Erni meminta Navysah dan Shafiq serta kedua anak-anak berfoto bersama.


"Mereka seperti keluarga ya Mang,Andai Navysah belum menikah pasti akan kujadikan menantuku" ucapnya pada Mang Dirman.


Mang Dirman hanya terdiam, "Kalau ketahuan pak Davian, ibu Navysah berfoto dengan lelaki lain yang ada pasti aku dipecat. Aku tidak mau ibu Navysah dalam masalah, tapi aku juga tidak ingin kehilangan pekerjaan, Aku harus bagaimana ya Allah" ucapnya dalam hati.


Mereka pulang ke rumah masing-masing. Navysah tahu, jika ketahuan dirinya bersama Shafiq pasti Davian akan cemburu, dan dirinya pasti akan diomelin.Navysah memijit kepalanya yang sedikit pusing.


"Aku tidak tahu,aku harus berbohong atau tidak dengan suamiku.Aku hanya tidak ingin kamu cemburu. Karena yang aku tahu, jika aku bertemu dengan Shafiq pasti kamu akan marah-marah tidak jelas. Aku tidak ingin bertengkar denganmu mas, Kalau pun nanti kamu tahu aku pergi ke Mall bersama Shafiq setidaknya ada Mang Dirman dan Bu Erni yang menjadi saksinya. Terkadang jika bicara denganmu sungguh menguras emosi, apalagi disaat kau marah. Kamu tidak mau dengar penjelasanku,memarahiku, aku selalu mengalah denganmu,cemburumu sangat keterlaluan mas"ucap Navysah dalam hati.


Navysah menelepon Rico untuk pemotretan besok.

__ADS_1


__ADS_2