Cinta Navysah

Cinta Navysah
Acara di Restoran 1


__ADS_3

Davian memakai kemeja dan jasnya, berpenampilan terbaik saat ini. Baginya, acara ini sangat penting.Membuka usaha kuliner adalah salah satu keinginan yang sejak dulu dia impikan.Navysah pun terlihat sangat cantik dengan balutan gaun brukat warna hijau botol.Davian melirik istrinya dan menelan salivanya."Cantik banget" ucapnya dalam hati. Davian mengenyitkan dahi "Kok kamu pakai baju warna hijau, aku kan pakai kemeja warna biru, cepetan sana ganti gaunmu warna biru" perintah Davian.


Navysah kesal kenapa Davian tidak memberitahukan dari tadi, warna apa yang akan dipakai agar terlihat serasi. Setelah semua siap Davian menyalahkan dirinya, "Gak usah rese deh, kita bukan ABG alay yang selalu couplean. Pokoknya aku mau pakai baju ini titik" Navysah berlari kelantai satu menghindari Davian, dirinya enggan mengganti baju miliknya.


Davian hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya" Dia gak mau nurut sama aku, Awas aja!!, kalau hari ini dia bikin kekacauan bersama grup gilanya itu. "ancam Davian.Davian sebenarnya ragu mengundang teman - teman Navysah, terkadang mereka tidak terkontrol dalam bercanda dan selalu heboh walaupun cuma berlima.


Davian satu mobil dengan istrinya, Raffa dan mbak Siti.sedangkan, asisten rumah tangga yang lain memakai mobil Navysah yang disopiri Mang Dirman. Di dalam mobil majikanya, mba Siti merasa tidak nyaman. Aura tegang terlihat di kedua majikanya,sunyi, tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Davian dan Navysah. Setelah masuk ke area parkir,Davian mengingatkan Navysah untuk selalu tersenyum dan ramah dengan tamu undangan.


Navysah melihat - lihat sekeliling tempat acara, ada panggung kecil serta home band.Makanan yang tersaji secara prasmanan dan beberapa hadiah tertata di meja.Dirinya melihat ke arah home band dan termenung " Nyanyi apa ya hari ini?" gumamnya dalam hati,dan melirik makanan yang tersaji di meja prasmanan. Davian mengerti apa yang ada di otak istrinya, dirinya berjalan mendekati Navysah. "Aku tahu apa yang ada di otakmu" Davian mengetuk- ngetuk dahi istrinya, "Gak usah nyanyi dangdut ataupun nyanyi Inggris. Gak nyambung dengan acara ini" ucapnya. "Satu lagi, makannya jangan terlalu banyak kayak biasanya, aku tahu ususmu melar. Nanti aku bisa belikan kamu makanan di tempat lain. Yang penting sekarang jangan malu - maluin aku dulu" ucapnya lagi.


Navysah menggerutu,dirinya memang sudah mulai lapar walaupun tadi dirumah dia sudah makan banyak. " Tapi aku lapar" bisiknya.


Davian menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Kamu jangan gila Navysah,acaranya aja belum mulai masa sudah lapar!, Tadi bukannya kamu sudah makan banyak dirumah?" tanya Davian. " Udah, tapi lapar lagi!. Aku melihat banyak makanan enak disitu" Navysah menunjuk makanan dengan jarinya.


Davian menghembuskan nafas dengan kasarnya, mendekat ke arah Navysah." Sehabis acara kamu mau makan apa saja aku berikan, jadi saat ini tahan ya, please" bisik Davian.Navysah tersenyum mendengar ucapan Davian." Beneran ya, janji" ucap Navysah. "Iya" balas Davian.


Tamu mulai berdatangan dan anak-anak yatim pun duduk dengan rapi.Navysah menyambut tamu, dirinya selalu tersenyum bahagia dan menyapa kerabat Davian, Vina sebagai istri Rayyan pun menyapa teman kerja suaminya. " Mbak Vina, Riri kok gak ikut?" tanya Navysah. " Riri lagi main sama sepupunya, dia mulai asyik dengan dunianya sendiri Nav?" ucap Vina.


"Mbak Vina udah hamil berapa bulan?" Navysah mengelus perut Vina. " Ini jalan empat bulan, emang udah keliatan gede ya?" tanya Vina.


"Udah mbak,apa mungkin kembar jadi kelihatan gede" ujar Navysah.

__ADS_1


"Nggak kembar kok,Memang aku kalau hamil gendut banget" ucap Vina, "Semoga kamu cepet nyusul hamil ya Nav" ucap Vina mengelus perut Navysah. Navysah hanya tersenyum kikuk.


Kamil datang dengan Jasmine yang sedikit cuek dengan Navysah, Imelda datang dengan Rani. Feri datang sendirian. Dirinya sempat melihat Imelda duduk dekat denganya, namun dirinya cuek pura-pura tidak melihat.


Dari jauh terlihat keluarga Bima dan Maya masuk ke dalam restoran. "Assalamualaikum, pret" ucap Bima, "Walaikumm salam" balas Navysah, dirinya enggan menanggapi Bima. Navysah berusaha tidak membuat kehebohan selama acara.


"Woi, napi loe pake ijo ijo kayak lontong sayur" ledek Rico cengengesan.


"Bukan lontong sayur co, lebih tepatnya Lemper bantet, segini ni" Bima mencontohkan ukuran Lemper mini dengan jarinya" seloroh Bima terkekeh.


"Kampret loe!, jangan bikin gue kesel. Gue lagi jaga nama baik suami gue hari ini" Navysah berisik lirih di samping Bima dengan mulut geregetan.


"Davian tadi pesen, kalian jangan bikin rusuh acara ini" bisik Navysah lagi.


Acara pun dimulai dengan ceramah dan do'a,setelah itu acara santunan dan ramah tamah. Rayyan dan Davian memberikan sedikit sambutan hangat.


Para tamu pun mulai mengambil makanannya masing-masing.


Maya dan Bima merasa heran, tumben seorang Navysah makan dengan porsi sedikit. "Pret, loe sakit?, Tumben loe makan dikit. Biasanya loe makan porsi kuli? ledek Bima dengan menyentuh dahi Navysah mengecek suhu badanya.


" Kagak!, lagi pengen makan dikit aja" ujar Navysah.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu makan porsi dikit, kamu aja dulu hamil Raffa porsi makanmu bisa tiga kali lipat dari porsi jumbomu itu!" celetuk Nesha.


"Sudah diamlah, kalian suka banget ngeledek Putri Ayu yang datang dari khayangan" ucap Navysah dengan kepedean.


"Putri Ayu datang dari kehaluan!" seloroh Bima, "Pret, loe gak nyanyi?, biasanya mulut loe gatel kalau liat mic dan sound sistem" ujar Bima lagi.


"Pengen nyanyi tapi ntar diomelin Davian" Navysah cemberut.


"Kenapa?" tanya Maya.


"Katanya gak boleh nyanyi dangdut dan Inggris, kagak nyambung" ujar Navysah.


Bima terkekeh melihat Navysah, dirinya tahu Navysah ingin menyanyi. Memang Navysah suka menyanyi sejak dulu. "Ya elo nyanyi lagu religi lah, kan acara pengajian masa dangdut koplo" saran Bima.


"Ahaaaa! , bener juga loe Bim, aku jadi semangat ini" ucap Navysah.


"Sono nyanyi pumpung musiknya lagi on, cepetan!, Loe butuh saweran gak? Tuh, Rico mau nyawer. Lagi banyak duit dia" ledek Bima.


"Kagak!, sorry ye.Gue nyawer biduan yang sexy, cantik, yang goyangnya hot. Lah, ini mie lidi minta disawer. Kagak, kagak rugi bandar gue" protes Rico.


Semua tergelak tawa mendengar ucapan Rico. "Semprul loe semua, punya temen gak punya akhlak" gerutu Navysah. Dirinya menghampiri home band dan membisikan sesuatu pada pembawa acara.

__ADS_1


Davian melihat istrinya mendekati home band, "Mati aku!, jangan bilang dia mau nyanyi dangdut" Davian bergegas mendekati istrinya,ingin membujuk istrinya turun dari panggung. Namun dirinya kalah cepat, Navysah langsung menyambar microphone dan mulai bicara.


__ADS_2