
Davian sudah tiduran di ranjang kamarnya, berharap bisa tidur dengan istrinya.Raffa tidak mau tidur dengan ibunya, dirinya lebih suka tidur dengan Rani karena dirinya bisa bermain handphone sepuasnya.
Navysah masuk ke kamarnya melihat suaminya yang sedang membaca buku, "Kenapa kamu disini mas, Pergilah! " ucap Navysah.
"Aku mau tidur disini, denganmu" pintanya.
Navysah mulai berfikir melancarkan bom ketiga pada Imelda. "Kalau mau tidur disini" Navysah menunjuk d*da nya. "Ada syaratnya" ucapnya.
Davian bersemangat istrinya mengizinkan tidur denganya, apalagi bisa tidur ditempat kesukaanya. "Apa syaratnya!"
"Besok aku ingin mengajak Raffa ke kebun binatang, aku ingin bersama mbak Imelda. Kamu harus membujuknya ikut denganku"
Davian mengenyitkan dahi,merasa curiga dengan istrinya. "Aku bisa mengantarkan kamu kesana, kita dengan Raffa. Ngapain ngajakin Imelda, buang-buang waktunya aja. Dia gak bakalan mau, Navysah sebenarnya apa yang kamu rencanakan. Katakan padaku?"
"Aku gak mau kamu!, Aku maunya mba Imel" ucap Navysah. "Kalau kamu gak bisa, yaudah jangan tidur denganku" ketus Navysah.
Davian merasa pusing dengan permintaan istrinya, setahu Davian seorang Imelda tidak punya kelemahan, jika dia sudah berkata tidak sampai kapanpun akan bilang tidak, apalagi alasannya harus seakurat mungkin jika berhubung dengannya . Dirinya berfikir cukup keras mengatur strategi.
"Kalau aku berhasil membujuknya, Aku dapat jatah preman hari ini?!" ujarnya cengengesan.
"Kagak!, Enak aja!" ketus Navysah, udah dikasih hati minta jantung!.
"Oke deh yang penting aku bisa tidur bareng!" Davian mengiyakan permintaan istrinya. Dirinya bangkit menuju lantai bawah. Davian menengok Raffa yang sedang bermain handphone dengan Rani.
"Rani, besok ada acara apa?"
"Paling ke showroom batik, terus ke penjahit.Ya paling siang udah pulang cuma sebentar, kenapa Mas!" tanyanya.
"Kamu pulang sore, jangan pulang siang, bilang aja kamu sibuk. Mengerti!"
"Kenapa mas?"
Davian membuka dompetnya,mengeluarkan uang seratus ribuan lima lembar, " Uang jajan kamu, pokoknya pulang sore. Kalau Imelda tanya bilang aja kamu sibuk"
Rani berbinar mendapat uang jajan dari Davian, "Woww! Uang sogokan, I like it, cuma segini uang jajannya tambahin dong mas ganteng, Pelit amat sama adik sendiri!" sindir Rani.
Davian menghela nafas kasarnya, " Gak istriku, gak adikku matre semua!" decaknya sembari memberikan uangnya ke Rani lagi.
"Hidup harus Realistis, Cewek matre itu biasa. Mau aku laporin ke mbak Navysah, kalau mas bilang dia matre! " ucapnya.
"Jangan!, Yang ada aku dilempar keluar kamar" decaknya. Davian menghampiri anaknya " Raffa sayang, mau tidak besok jalan-jalan ke kebun binatang?"
Raffa menganggukan kepala, " Sama Ayah?" tanyanya.
"Gak, sama mami Imel dan mama Navy. Ayah mau antar nenek ke rumah sakit" ujarnya. " Ayo, sekarang bilang ke mami Imel, Raffa ingin ke kebun binatang" Davian membisikan sesuatu ditelinga Raffa hingga dirinya mengerti.
"Oke, sayangnya Ayah" ucap Davian mencium pipi anaknya.
"Oke yah" Raffa menghampiri kamar Imelda. "Mi, mami!" teriak Raffa. Imelda membuka pintunya dan terlihat Raffa dengan baju tidurnya. "Kenapa Raff, mau bobo sama mami Imel?"
__ADS_1
Raffa menggelengkan kepala, "Raffa pengen ke kebun binatang mih" ucap Raffa.
"Yaudah sana sama Ayahlah sama mama Navysah" ucap Imelda. Raffa menggelengkan kepala.
"Ayah mau anter nenek ke rumah sakit"
"Yaudah sama tante Rani" ucap Imelda.
"Tante Rani kerja, sibuk pulang sore"
"Tapi Mami juga mau ke pabrik, mami sibuk" ucap Imelda. Raffa menundukan kepalanya dan bersedih. "Sama Mami" ucapnya dengan menggerakkan tangannya Imelda.
Imelda tidak tega melihat ponakan kesayanganya bersedih. "Ayo ikut Mami" Imelda menarik tangan Raffa ke kamar Rani.
"Rani, loe besok anterin Raffa ke kebun binatang. Aku sibuk! " ucapnya.
"Aku gak bisa mba, Aku mau ke showroom batik dan ke penjahit. Lagi banyak pesanan, Nanti aku di komplen konsumen gimana!"ucap Rani.
Davian mendengar percakapan kakak dan adiknya di dapur" Iyakan, Imelda bukan orang yang gampang percaya.Untung aku sudah menyogok Rani "ucapnya dalam hati.
"Yaudah besok Raffa ke kebun binatang sama Mami" ucapnya sembari berjalan ke kamarnya.
" Yesss!" Akhirnya aku bisa tidur dengan istriku" dirinya merasa lega.Davian masuk kedalam kamarnya dengan bersiul, dilihat istrinya sedang membaca buku miliknya. "Sayang, Imelda mau ke kebun binatang besok. Aku berhasil"
"Sungguh..!," ucap Navysah tidak percaya. "Bagaimana caramu meluluhkan hatinya yang keras?"
"Biarpun dia judes, tapi dia lembut dengan anak kecil. Membujuknya harus dengan alasan yang seakurat mungkin!, dia tidak suka membuang waktu berharganya " ucap Davian.
Navysah beranjak ke bathroom, dirinya mengirimkan pesan pada Feri. "Oke!, besok bom terakhirku,pada akhirnya terserah keputusan mereka"
Navysah tidur dengan memeluk suaminya. "Akhirnya aku bisa tidur di tempat kesukaanku" ucap Davian mengusel - usel d*da istrinya.
"Mas!, Setelah dari Solo Aku ingin pergi ke Semarang, semenjak kita menikah aku belum punya waktu pulang kerumah" ucap Navysah.
"Kamu kangen rumah!, tapi Aku gak bisa kelamaan. Pekerjaanku sudah numpuk, Aku harus pulang ke Jakarta"
"Gak papa kalau kamu pulang duluan, Aku bisa ke Semarang bersama Raffa"
"Aku akan mengantarmu kesana, tapi cuma dua hari. Setelah itu Aku pulang. Aku tidak mau orang tuamu berpikiran negatif, Aku takut mereka mengira kita ada masalah" ucapnya.
"Memang kita ada masalah, memang kamu gak sadar!" ketus Navysah.
"Jangan sindir Aku terus, aku sudah minta maaf padamu, Cup, Cup" Davian mencuri ciuman pipi istrinya. "Besok aku akan antar mama ke dokter untuk check up, nanti kamu pergi setelah Aku pergi bersama mama. Aku gak mau Imelda curiga, dia orang yang cerdas!"
"Hahaha, ternyata suamiku takut dengan Imelda. Dia memang cerdas tapi Aku banyak akalnya!" ucap Navysah. "Tidurlah mas"
* * *
Keesokan harinya,
__ADS_1
Davian sengaja meminta mamanya check up hari ini, padahal jadwal seharusnya besok pagi. Mereka sengaja pergi pagi hari agar sesuai rencana Navysah, begitupun dengan Rani. Dirinya pergi bersama Ayahnya lebih pagi. Rani beralasan akan mengecek barang dan pergi ke beberapa penjahit, padahal dirinya sengaja kabur dari Imelda karena sudah disogok Davian tadi malam.
"Kita pesan g*car aja biar cepet" Imelda.
"Gak usah mbak, nanti sopirku datang" ucap Navysah. Imelda mengenyitkan dahi, sopir siapa?
"Tin.. Tin.."
Feri datang dengan mobilnya. " Itu sopir aku!" ucap Navysah.
Feri menggerutu "Aku bukan sopir, tapi Aku pangeran tampan yang akan mengantarkan dua wanita ketus" ucapnya cengengesan.
Imelda melotot mendengar perkataan Feri. "Siapa wanita ketus maksudmu !".Dirinya merasa kesal karena semalam Feri membuatnya cemburu.
"Kalau gak merasa ketus, gak usah marah,simpan energimu untuk melihat keluarga di kebun binatang" ucapnya sembari membuka mobil. Imelda bertambah kesal pada Feri bukannya minta maaf Feri malah meledeknya kembali.
"Navysah kenapa kamu ajak dia?" tanya Imelda. Navysah menghela nafas panjangnya, "Emang mbak Imel mau gendong Raffa sepanjang jalan di kebun binatang" ucap Navysah. "Aku sekarang tidak kuat gendong Raffa terlalu lama. Raffa tambah berat, jadi Aku minta mas Feri untuk menggendong Raffa jika rewel.
Navysah dan Raffa masuk di kursi tengah penumpang, Imelda pun ikut duduk dengannya.
" Woi PE'A!!, loe kira gue sopir loe. Cepetan salah satu duduk di depan!" pinta Feri. Imelda tersinggung siapa yang dimaksud. " Siapa yang kau maksud PE'A? !" tanyanya.
"Gak usah marah-marah masih pagi, yang gue maksud siapa lagi yang PE'A selain wanita berjilbab biru!" Feri melirik Navysah dari spion dalam mobilnya.
"Sana mbak Imel di depan, Aku sama Raffa. Kalau Aku didepan sempit" ucap Navysah. Imelda keluar dan berpindah ke tempat duduk depan. Dirinya melirik Feri dengan intens.
"Apa lihat - lihat, gue tahu gue ganteng. Awas ntar loe jatuh cinta sama gue! " ucap Feri dengan pedenya.
Imelda membuang mukanya ke arah luar mobil. Dirinya merasa deg-degan berada disamping Feri.
Feri melajukan mobilnya ke Jurug Solo Zoo, di daerah Jebres Surakarta. Sepanjang jalan dirinya bersiul gembira sembari memutar musik jazz dan menyanyi.
"Duh, yang lagi happy!, kayaknya bahagia terus ini semenjak datang ke Solo" ledek Navysah. Feri tersenyum dan menggigit bibir bawahnya membayangkan wajah manis calon istrinya."Iyalah bahagia,masa mau cemberut terus ntar cepet tua!.
" Emang dia beneran mau nikah sama loe mas? "tanya Navysah.
" Iya beneranlah, kali ini gue serius bakal nikahin dia.Gue mau cari yang pasti-pasti aja, gak mau nungguin yang gak jelas! " Feri melirik Imelda dari spion"
Imelda melirik Feri mencari kebenaran di wajahnya terlihat Feri yang selalu tersenyum bagai orang yang sedang jatuh cinta, " Apa benar dia akan menikah dan meninggalkanku" batin Imelda.
"Memangnya kamu cinta sama dia mas?" tanya Navysah kembali.
Feri tertawa keras. "Cinta itu mudah bagiku Navysah,lihat dirimu dan Davian dari awal kamu belum sepenuhnya cinta dirinya tapi buktinya kalian harmonis, pernikahan kalian baik-baik saja"
Imelda merasa risau dengan jawaban Feri, dirinya tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Raut wajahnya mulai berubah sendu dan Navysah melihat iparnya mulai gelisah.
* **
Jangan lupa like, Vote and comment gaes.😘
__ADS_1