Cinta Navysah

Cinta Navysah
Pergi ke luar kota


__ADS_3

Davian bangun pagi hari, dirinya merasa mual dan ingin muntah. Dirinya berlari ke toilet. "Hoek.. Hoek.." dirinya merebahkan di dinding toilet. Navysah buru-buru masuk ke toilet. "Kamu kenapa mas" tanya Navysah.


"Gak tau yang, pagi ini mual banget perutku. Apa masuk angin ya"


"Yaudah mas mandi air hangat aja nanti aku siapkan dulu. Nanti Aku bikin jahe hangat untukmu"


Davian selesai mandi dan merebahkan dirinya di ranjang, Navysah membawa secangkir jahe hangat. "Minumlah".


Davian menyesapnya sedikit demi sedikit.


"Apa hari ini dibatalin aja pergi ke Bogor besok mas" tanya Navysah. "Jangan!, Aku mau rapat penting disana. Ini proyek pertamaku dan Aku tidak ingin gagal" ucapnya.


"Bawa minyak kayu putih, Aku taruh di tas ya biar kamu badannya enakan. Sini Aku pijitin kepalamu" Navysah memijit kepala Davian.


"Enak Nav, pusing ya sedikit berkurang, ini sebelah sini" ucapnya. tunjuk Davian.


Navysah memijit area kepala yang ditunjuk Davian. Setelah itu tangan Navysah dituntun Davian ke arah bawah. "Ini juga iri minta dipijit!" ucapnya terkekeh.


"Dasar mesum!" Navysah memukul lengan suaminya. Davian memeluk istrinya. "Dua hari aku ke Bogor, pasti Aku kangen kamu" Davian mencium bibir istrinya.


"Cuma dua hari tenang, kemarin seminggu juga bisa kan" ucap Navysah.


"Itu karena terpaksa! " Ucapnya sembari menciumi wajah istrinya. "Mas, ntar pulang bawain Aku asinan Bogor yang buah dan sayur. Beli yang banyak sekalian buat asisten kita. Beli juga talas Bogor dan cake nya , Aku mau itu"


Davian tersenyum "Kamu itu tidak bisa jauh dari makanan, selalu lapar" sindir Davian.


"Iyalah, Aku butuh energi untuk bekerja keras"


Dan mereka bersiap dan mengantarkan Davian keluar rumah. "Hati-hati Ayah, jangan lupa bawa mainan buat Raffa dan Kinan" ucap Raffa mencium Ayahnya.

__ADS_1


"Sejak kapan Aku punya dua anak, sekarang ada Kinan" Davian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Navysah tersenyum "Anggap saja dia anakmu, rejeki kita banyak lho mas jika kita memuliakan anak yatim piatu. Siapa tahu nanti kita dapat hadiah anak dari Allah untuk kita" bisik Navysah.


Wajah Davian berubah bahagia "Aamin, Iya sayang. Semoga disini cepat hadir calon anakku" Davian mengusap perut Navysah.


Navysah ingin tahu apa di keluarga Davian ada yang kembar. "Mas di keluarga mas apa ada yang kembar, kayaknya aku lihat disekitar keluarga mama Fera tidak ada yang kembar" tanyanya.


"Ada, kakek kembar namun sudah meninggal semua. Adik mama, um Zein dan Zayyan juga kembar tapi mereka hidup di Australia.Mereka jarang pulang" ucap Davian.


"Pantas saja Aku hamil anak kembar" gumam Navysah dalam hati.


Dari jauh Kamil dan Feri datang bersamaan. "Eits!, ada pasangan sambleng udah siap aja. Ngopi dulu ngapa,ngopi! " ucap Feri.


"Yaudah masuk dulu kalau mau ngopi, sekalian mau aku wawancara gimana hubunganmu sama mbak Imelda" ucap Navysah.


Feri cemberut mendengar nama Imelda, dirinya duduk di teras dan Navysah meminta dua kopi pada budhe Salma. "Gue kesel sama dia, katanya mau berjuang untukku. Mau merebutku dari Farah apaan!, Masak aja gak bisa. Masa bikin telor dadar asin dan gosong!" ucapnya berapi-api.


" Mungkin dia masih belajar mas, cobalah mengerti"ucap Navysah.


"Iya Aku tahu dia belajar, tapi gila aja tiap hari dimasakin yang aneh - aneh. Sayur sop tapi rasanya asem kebanyakan tomat, bekal nasi goreng ala bento tapi setelah dibuka wajah bentonya berantakan, ada bumbu gosongnya gak jelas kayak wajah Kamil, sayur asem rasa asin kayak keringatnya Davian, bikin cake bantet setelah dimakan udah kayak apa coba, nyangkut di tenggorokan bikin seret, katanya bikin baso pake daging, eh dimakan udah kayak batu aja bisa buat ngelempar kucing,keras banget basonya! "ucapnya berapi-api. " Enek banget!, sumpah gue sama Imelda. Dia bisanya apa!, cuma pinter kerja kantoran doang, ahli ciuman dan suka minum di bar. Perasaan dulu Davian dibawain bekal Navysah keliatan enak banget, dimakan sampai habis. Lah, diriku dibawain Imelda kagak lagi dah, mual duluan perutku liatnya"


Navysah tertawa keras mendengar curhatan Feri, baginya omelannya seperti hiburan di pagi hari. "Terus gimana loe masih cinta kan?" tanya Navysah.


"Ya cinta tapi tiap hari dimasakin zonk terus ya mendingan gue beli sendiri, Udah gitu dah kayak sekuriti aja tiap ketemu handphone aku dirazia, Dia takut Aku komunikasi sama Farah. Cemburuan gak jelas!, Lama-lama aku darah tinggi dan mati muda karenanya" ucap Feri dengan kesal.


Davian berdehem "Ehem... Ehemm.."


"Sudahlah masih pagi jangan ngomongin dia, bikin Aku badmood aja" Feri berdecak kesal sembari menyesap kopi.


"Mas Kamil gimana persiapan pernikahan, sudah berapa persen?" tanya Navysah.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah sembilan puluh persen, kamu mau kasih endorse Nav?" ujarnya terkekeh.


" Tinggal apa yang belum" tanya Navysah.


" Ya catering belum, baju belum, siapa tahu gitu endorse lagi kayak di pertunanganku dulu"


"Mas Kamil kerjanya sama Mas Davi ya mintalah sama dia masa sama Aku endorsenya" ketus Navysah.


"Lah, loe kan bini nya. Sama aja keles"ucap Kamil.


" Bedalah, Enak aja! "ucap Navysah.


Dan mereka berpamitan dengan Navysah. Davian menciumi seluruh wajah istrinya dan membuat dua lelaki lajang iri dengan kemesraan mereka berdua.


" Helowww..!! ada kami gitu lho, tega banget bikin kita iri"ucap Feri. "Pulang dari Bogor Aku mau minta cium sama Imelda, hanya itu keahlian dia"


"Temen gak lihat situasi kayak gini nih, Aku jadi pengen cepet - cepet nikah" ucap Kamil.


Davian terkekeh dan tidak peduli dengan ucapan temannya. Dan mereka melajukan mobilnya ke arah Bogor.


Di sepanjang jalan menuju Bogor, Feri membuka percakapan. "Sorry bro, bukannya gue kepo. Tapi kemarin Natasha ke ruangan loe mau ngapain?, kenapa loe berteriak kencang" tanya Feri.


Davian terdiam sebentar dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Natasha. Kedua teman mereka tidak percaya dengan yang dialami Natasha. Satu sisi mereka merasa kasihan, satu sisi lagi Davian sudah menikah.


"Kalau Aku sih, mending Aku jujur sama Navysah kalau Natasha minta bantuan padamu, nanti terserah dia ngijinin nggak. Kalau nggak diijinin mending loe gak usah bantuin Natasha, rumah tangga loe lebih penting" ucap Feri.


"Betul Dav, gue setuju sama Feri. Siapa coba istri yang mau suaminya dekat dengan mantan. Dulu jasmine aja deket sama Febri aku kebakaran jenggot, apalagi Natasha mantan loe. Jangan bermain api jika tidak ingin terbakar" ucap Kamil.


Dan Davian termenung kembali, dirinya masih penasaran apa yang membuat Natasha yakin dirinya harus membantunya. Apa alasan Natasha sebenarnya, dia datang ke Indonesia.Kenapa sampai suaminya mengambil alih anak perempuannya, kenapa bukan Natasha." Semuanya masih abu-abu bagiku" ucap Davian dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2